Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 10 jam yang lalu
MALANG, KOMPAS.TV - Di lahan seluas kurang lebih 800 meter persegi di dalam kawasan Perumahan Sawojajar ini, dua orang mahasiswi Universitas Brawijaya Malang mengembangkan melon dengan sistem hidroponik. Melon yang dibudidayakan adalah melon jenis golden kinanti.



Pemilihan melon jenis golden kinanti ini menurut Dwi Vindi karena melon jenis ini memiliki sejumlah kelebihan. Selain rasanya yang manis, perawatan melon ini juga lebih mudah. Sistem hidroponik yang dipilih ini juga sebagai perbandingan dengan sistem tanam konvensional.



Dari 500 pohon yang ditanam, Dwi bisa menghasilkan 7 kwintal melon dalam sekali panen. Melon ini biasanya langsung diambil oleh para pengepul dan pembeli yang datang dan ingin merasakan petik buah melon.



"Karena peminatnya di pasar itu lebih tinggi, kemudian budidayanya itu menurut kami lebih cepat dan gampang daripasa varietas yang lain." Kata Dwi.



Sementara itu menurut Famrozi, salah satu pengepul melon mengaku melon jenis golden kinanti ini banyak disukai masyarakat. Meski dengan harga jual di atas melon biasa, namun melon jenis ini memiliki pasar tersendiri.



"Ini manis, renyah dan tahan lama, ini mulai panen sampai satu minggu masih kuat, ini lebih dari 10 hari masih keras." Kata Famrozi.



Dengan harga jual Rp 20 ribu hingga Rp 23 ribu per kilogram, melon jenis golden kinanti yang dibudidayakan mahasiswi ini memiliki peluang yang masih terbuka lebar.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/652716/manfaatkan-lahan-tidur-di-kawasan-perumahan-untuk-budidaya-melon
Transkrip
00:01Di lahan seluas kurang lebih 800 meter persegi di dalam kawasan perumahan Sawajajar ini,
00:07dua orang mahasiswi Universitas Brawijaya Malang mengembangkan melon dengan sistem hidroponik.
00:13Melon yang dibudidayakan adalah melon jenis Golden Kinanti.
00:18Pemilihan melon jenis Golden Kinanti ini menurut mereka karena melon jenis ini memiliki sejumlah kelebihan.
00:24Selain rasanya yang manis, perawatan melon ini juga lebih mudah.
00:28Sistem hidroponik yang dipilih juga sebagai perbandingan dengan sistem tanam konvensional.
00:35Dari 500 pohon yang ditanam, Dwi bisa menghasilkan 7 kuintal melon dalam sekali panen.
00:41Melon ini biasanya langsung diambil oleh para pemasok dan pembeli yang datang dan ingin merasakan petik buah melon.
00:48Kalau ini kebetulan, karena ini kan saya tanam untuk kebutuhan skripsi saya sama rekan saya ini.
00:54Jadi saya memilih hidroponik ini untuk membandingkan bagaimana hasil melon yang ditanam secara hidroponik dengan melon yang ditanam di lapang
01:02atau di panah atau di lengan seperti itu.
01:04Manisnya mungkin lebih manis daripada varietas yang lain.
01:09Yang paling dominan itu karena dia ini, banyak peminatnya di kalangan pasar, di kalangan masyarakat.
01:15Sementara itu menurut Komprozzi, salah satu pemasok melon mengaku melon jenis golden penanti ini banyak disukai masyarakat.
01:23Meski dengan harga jual di atas melon biasa.
01:26Namun melon jenis ini memiliki pasar tersendiri.
01:29Ini satu manis, dua renyah, terus tahan lama.
01:35Ini mulai panen sampai mungkin sampai satu minggu masih kuat ini.
01:40Lebih dari 10 hari masih keras ini.
01:44Terus ya itu kelebihannya kita manis.
01:47Disukai konsumen itu Pak ya?
01:48Betul, betul.
01:49Terus warnanya juga lebih tertarik.
01:52Dengan harga jual Rp20.000 hingga Rp23.000 per kilogram,
01:56melon jenis golden penanti yang dibudidayakan mahasiswa ini memiliki peluang yang masih terbuka lebar.
02:02Tipe Liputan, Kompas TV Malang, Jawa Timur
Komentar

Dianjurkan