00:01Di lahan seluas kurang lebih 800 meter persegi di dalam kawasan perumahan Sawajajar ini,
00:07dua orang mahasiswi Universitas Brawijaya Malang mengembangkan melon dengan sistem hidroponik.
00:13Melon yang dibudidayakan adalah melon jenis Golden Kinanti.
00:18Pemilihan melon jenis Golden Kinanti ini menurut mereka karena melon jenis ini memiliki sejumlah kelebihan.
00:24Selain rasanya yang manis, perawatan melon ini juga lebih mudah.
00:28Sistem hidroponik yang dipilih juga sebagai perbandingan dengan sistem tanam konvensional.
00:35Dari 500 pohon yang ditanam, Dwi bisa menghasilkan 7 kuintal melon dalam sekali panen.
00:41Melon ini biasanya langsung diambil oleh para pemasok dan pembeli yang datang dan ingin merasakan petik buah melon.
00:48Kalau ini kebetulan, karena ini kan saya tanam untuk kebutuhan skripsi saya sama rekan saya ini.
00:54Jadi saya memilih hidroponik ini untuk membandingkan bagaimana hasil melon yang ditanam secara hidroponik dengan melon yang ditanam di lapang
01:02atau di panah atau di lengan seperti itu.
01:04Manisnya mungkin lebih manis daripada varietas yang lain.
01:09Yang paling dominan itu karena dia ini, banyak peminatnya di kalangan pasar, di kalangan masyarakat.
01:15Sementara itu menurut Komprozzi, salah satu pemasok melon mengaku melon jenis golden penanti ini banyak disukai masyarakat.
01:23Meski dengan harga jual di atas melon biasa.
01:26Namun melon jenis ini memiliki pasar tersendiri.
01:29Ini satu manis, dua renyah, terus tahan lama.
01:35Ini mulai panen sampai mungkin sampai satu minggu masih kuat ini.
01:40Lebih dari 10 hari masih keras ini.
01:44Terus ya itu kelebihannya kita manis.
01:47Disukai konsumen itu Pak ya?
01:48Betul, betul.
01:49Terus warnanya juga lebih tertarik.
01:52Dengan harga jual Rp20.000 hingga Rp23.000 per kilogram,
01:56melon jenis golden penanti yang dibudidayakan mahasiswa ini memiliki peluang yang masih terbuka lebar.
02:02Tipe Liputan, Kompas TV Malang, Jawa Timur
Komentar