00:00Bed dryer adalah mesin pengering gabah karya empat mahasiswa teknik industri Universitas Mwemdia Malang.
00:08Mesin pengering gabah ini bekerja dengan cara menyalurkan udara panas ke dalam sebuah wadah yang berisi gabah basah.
00:15Suhu panas dalam mesin juga dijaga di kisaran 40 hingga 50 derajat Celcius.
00:21Udara panas ini dihasilkan dari tungku pembakaran dan ditiup dengan kipas angin.
00:26Uniknya dalam proses pembakaran, alat ini menggunakan minyak jelanta atau minyak goreng bekas pakai.
00:33Malikul Arifin, salah satu perancang mesin pengering menjelaskan saat ini mayoritas petani mengandalkan sinar matahari untuk menjemur gabah.
00:42Dan hal tersebut sangat bergantung pada kondisi cuaca.
00:46Menurutnya dengan mesin ini petani bisa mengeringkan gabah meski tanpa sinar matahari.
00:51Selain itu, waktu pengeringan gabah juga menjadi lebih singkat, yakni 8 jam untuk 500 kg gabah basah.
00:59Kita melihat dari permasalahannya dari petani, awalnya dari petani karena buah pengeringannya juga itu membutuhkan waktu yang lama,
01:09selain itu juga suhu yang cuaca yang kurang menentu, jadi kita mengajukan ini, inovasi ini buat landasan awal lah buat
01:16pemengembangan alat ini juga.
01:18Kita mempersingkat waktu penjemuran juga, itu juga kita bisa lebih aware, maksudnya bisa lewatin cuaca gitu, dari cuaca buruk gitu.
01:29Selain untuk gabah, tidak menutup kemungkinan alat ini bisa digunakan untuk mengeringkan hasil panen lainnya, seperti kopi.
01:37Mahasiswa berharap mesin yang mereka buat bisa membantu meningkatkan hasil panen petani.
01:43Tim Liputan, Kompas TV Malang, Jawa Timur
01:50Kompas TV Malang, Jawa Timur
Komentar