Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 10 jam yang lalu
MALANG, KOMPAS.TV - Bed dryer adalah mesin pengering gabah karya empat mahasiswa Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang. Mesin pengering gabah ini bekerja dengan cara menyalurkan udara panas ke dalam sebuah wadah yang berisi gabah basah. Suhu panas dalam mesin juga dijaga di kisaran 40C hingga 50C. Udara panas ini dihasilkan dari tungku pembakaran dan ditiup dengan kipas angin.

Uniknya dalam proses pembakaran, alat ini menggunakan minyak jelantah atau minyak goreng bekas pakai. Malikul Arifin, salah satu perancang mesin pengering ini menjelaskan, saat ini mayoritas petani mengandalkan sinar matahari untuk menjemur gabah dan hal tersebut sangat bergantung pada kondisi cuaca.

Menurutnya, dengan mesin ini petani bisa mengeringkan gabah meski tanpa sinar matahari. Selain itu waktu pengeringan gabah juga menjadi lebih singkat yakni 8 jam untuk 500 kilogram gabah basah.

"Kita melihat permasalahannya dari petani, karena buat pengeringannya membutuhkan waktu yang lama. Selain kita mempersingkat waktu, kita juga bisa melewati kendala cuaca buruk." Kata Malik

Selain untuk gabah, tidak menutup kemungkinan alat ini bisa digunakan untuk mengeringkan hasil panen lainnya seperti kopi. Mahasiswa berharap mesin yang mereka buat bisa membantu meningkatkan hasil panen petani.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/652711/mahasiswa-di-malang-buat-mesin-pengering-gabah
Transkrip
00:00Bed dryer adalah mesin pengering gabah karya empat mahasiswa teknik industri Universitas Mwemdia Malang.
00:08Mesin pengering gabah ini bekerja dengan cara menyalurkan udara panas ke dalam sebuah wadah yang berisi gabah basah.
00:15Suhu panas dalam mesin juga dijaga di kisaran 40 hingga 50 derajat Celcius.
00:21Udara panas ini dihasilkan dari tungku pembakaran dan ditiup dengan kipas angin.
00:26Uniknya dalam proses pembakaran, alat ini menggunakan minyak jelanta atau minyak goreng bekas pakai.
00:33Malikul Arifin, salah satu perancang mesin pengering menjelaskan saat ini mayoritas petani mengandalkan sinar matahari untuk menjemur gabah.
00:42Dan hal tersebut sangat bergantung pada kondisi cuaca.
00:46Menurutnya dengan mesin ini petani bisa mengeringkan gabah meski tanpa sinar matahari.
00:51Selain itu, waktu pengeringan gabah juga menjadi lebih singkat, yakni 8 jam untuk 500 kg gabah basah.
00:59Kita melihat dari permasalahannya dari petani, awalnya dari petani karena buah pengeringannya juga itu membutuhkan waktu yang lama,
01:09selain itu juga suhu yang cuaca yang kurang menentu, jadi kita mengajukan ini, inovasi ini buat landasan awal lah buat
01:16pemengembangan alat ini juga.
01:18Kita mempersingkat waktu penjemuran juga, itu juga kita bisa lebih aware, maksudnya bisa lewatin cuaca gitu, dari cuaca buruk gitu.
01:29Selain untuk gabah, tidak menutup kemungkinan alat ini bisa digunakan untuk mengeringkan hasil panen lainnya, seperti kopi.
01:37Mahasiswa berharap mesin yang mereka buat bisa membantu meningkatkan hasil panen petani.
01:43Tim Liputan, Kompas TV Malang, Jawa Timur
01:50Kompas TV Malang, Jawa Timur
Komentar

Dianjurkan