Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 11 jam yang lalu
Artikel terkait:
https://www.suara.com/news/2026/02/23/123547/geger-alumni-lpdp-ogah-anaknya-jadi-wni-dpr-minta-evaluasi-rekrutmen-dan-penanaman-nilai-kebangsaan

Pernyataan seorang alumni beasiswa LPDP kembali memicu perhatian publik dan DPR setelah kontroversi ini mencuat, dimana sebuah potongan video yang menampilkan alumni bernama Dwi Sasetyaningtyas viral di media sosial.

Dalam video tersebut, Dwi menyampaikan harapan agar anak-anaknya tidak menjadi Warga Negara Indonesia. Pernyataan itu langsung menuai kritik luas dari masyarakat karena dinilai tidak sejalan dengan semangat kebangsaan.

Menanggapi kegaduhan tersebut, Ketua Komisi X (10) DPR RI Hetifah Sjaifudian meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap proses rekrutmen dan pembinaan nilai kebangsaan bagi penerima beasiswa LPDP. Ia menilai program beasiswa yang dibiayai dana publik harus menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki komitmen kuat terhadap Indonesia.

Menurut Hetifah, polemik tersebut perlu dilihat secara proporsional. Status kewarganegaraan anak merupakan ranah pribadi keluarga. Namun yang menjadi perhatian negara adalah kepatuhan penerima beasiswa terhadap kontrak pengabdian setelah studi selesai.

DPR juga berencana memanggil pengelola LPDP untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Langkah ini bertujuan memastikan setiap dana pendidikan yang digelontorkan negara benar-benar memberi manfaat nyata bagi Indonesia.

Selengkapnya dalam video ini.

Creative/Video Editor: Zahwa/Vanya
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00DPR minta evaluasi LPDP usai alumni viral, ogah anak jadi WNI.
00:05Pernyataan seorang alumni beasiswa LPDP kembali memicu perhatian publik
00:10dan DPR setelah kontroversi ini mencuat,
00:13di mana sebuah potongan video yang menampilkan alumni bernama
00:18Dwi Sase Tianning Tias viral di media sosial.
00:22Dalam video tersebut, Dwi menyampaikan harapan
00:24agar anak-anaknya tidak menjadi warga negara Indonesia.
00:28Pernyataan itu langsung menuai kritik luas dari masyarakat
00:32karena dinilai tidak sejalan dengan semangat kebangsaan.
00:35Menanggapi kegaduhan tersebut,
00:37Ketua Komisi 10 DPR RI Hetifah Jauvidian
00:41meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap proses rekrutmen
00:45dan pembinaan nilai kebangsaan bagi penerima beasiswa LPDP.
00:50Ia menilai program beasiswa yang dibiayai dana publik
00:53harus menghasilkan sumber daya manusia
00:55yang memiliki komitmen kuat terhadap Indonesia.
00:58Menurut Hetifah,
00:59polemik tersebut perlu dilihat secara proporsional.
01:03Status keluarga negaraan anak merupakan ranah pribadi keluarga.
01:06Namun, yang menjadi perhatian negara adalah
01:08kepatuhan penerima beasiswa terhadap kontrak pengabdian setelah studi selesai.
01:14DPR juga berencana memanggil pengelola LPDP
01:16untuk melakukan evaluasi menyeluruh.
01:19Langkah ini bertujuan memastikan setiap dana pendidikan yang digelontarkan
01:23negara benar-benar memberi manfaat nyata bagi Indonesia.
Komentar

Dianjurkan