Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BANDUNG, KOMPAS.TV - Permasalahan sampah masih menjadi tantangan besar bagi Pemerintah Kota Bandung. Dengan pembatasan kuota di TPA Sarimukti, Pemkot Bandung harus mengolah ratusan ton sampah secara mandiri.

Saat ini, kiriman sampah ke TPA Sarimukti dari Kota Bandung dibatasi hanya 981 ton per hari, padahal total produksi sampah kota mencapai 1.500 ton setiap harinya.

Pemkot kejar target olah 500 ton sampah sehari. Artinya, Pemkot Bandung harus mampu mengelola sisa 500 ton sampah di dalam kota. Namun kenyataannya, saat ini baru 300 ton yang berhasil terolah, sehingga masih ada defisit 200 ton sampah yang berpotensi menumpuk.

Upaya masif terus dilakukan dengan mendorong kemandirian di tingkat RW. Dari total RW di Kota Bandung, baru 30 persen atau sekitar 500 RW yang sudah memiliki sistem pengolahan mandiri.

Pemkot menargetkan seluruh RW dapat segera terintegrasi dalam program pengolahan sampah lokal.

Inovasi teknologi penggunaan bioaktivator. Di sisi lain, inovasi teknologi mulai diterapkan di TPS 3R Patrakomala. Pengelola sedang menguji coba penggunaan bioaktivator, yakni kumpulan mikroorganisme pengurai untuk mempercepat dekomposisi sampah organik menjadi kompos.

Teknologi ini tidak hanya mempercepat proses pengomposan, tetapi juga efektif mengurangi aroma tak sedap dan menekan populasi lalat di sekitar TPS.

Keberhasilan penanganan sampah di Kota Kembang bergantung pada sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pemanfaatan teknologi tepat guna.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga [FULL] Wali Kota Ratu Dewa Ungkap Cara Kerja PLTSA Palembang, Bagaimana Solusi Sampah Jadi Listrik? di https://www.kompas.tv/nasional/652224/full-wali-kota-ratu-dewa-ungkap-cara-kerja-pltsa-palembang-bagaimana-solusi-sampah-jadi-listrik

#sampah #pemkotbandung #walikotabandung #tps

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/652436/full-soal-penanggulangan-sampah-wali-kota-bandung-target-olah-500-ton-sampah-per-hari
Transkrip
00:03Intro
00:04Saudara, permasalahan sampah masih menjadi tantangan besar bagi pemerintah kota Bandung.
00:09Dengan pembatasan kota di TPA Sarimukti, Pemkot Bandung harus mengolah ratusan ton sampah secara mandiri.
00:18Saat ini, kiriman sampah ke TPA Sarimukti dari kota Bandung dibatasi hanya 981 ton per hari.
00:26Padahal, total produksi sampah kota Bandung mencapai 1.500 ton setiap harinya.
00:32Artinya, Pemkot Bandung harus mampu mengelola sisa 500 ton sampah di dalam kota.
00:38Namun, kenyataannya saat ini baru 300 ton yang berhasil terolah, sehingga masih ada defisit 200 ton sampah yang berpotensi menumpuk.
00:48Upaya masif terus dilakukan dengan mendorong kemandirian di tingkat RW.
00:52Dari total RW di kota Bandung, baru 30% atau sekitar 500 RW yang sudah memiliki sistem pengolahan mandiri.
01:01Pemkot menargetkan seluruh RW dapat segera terintegrasi dalam program pengolahan sampah lokal.
01:08Kita harus bersama-sama, semua unsur, masyarakat, untuk melakukan 3R ya.
01:16Yang pertama, mereduksi dulu nih, sampah yang kita akan produksi itu kita lebih bijak lagi lah gitu ya.
01:21Dengan kita membawa botol tumbler sendiri kemana-mana, bawa tempat makan, dan seterusnya, sehingga penggunaan sampahnya bisa jauh berkurang.
01:30Inovasi teknologi mulai diterapkan di TPS 3R Patrakomala.
01:36Pengelola sedang menguji coba penggunaan bioaktifator, yakni kumpulan mikroorganisme pengurai,
01:43untuk mempercepat dekomposisi sampah organik menjadi kompos.
01:48Teknologi ini tidak hanya mempercepat proses pengomposan,
01:51tetapi juga efektif mengurangi aroma tak sedap dan menekan populasi lalat di sekitar TPS.
01:57Khususnya untuk di TPS itu untuk menghilangkan bau.
02:01Jadi ketika ada bau, langsung semper, itu akan hilang.
02:05Yang kedua juga, dia akan mengusir lalat.
02:10Ini baru percobaan. Mudah-mudahan ke depannya lebih bagus lagi.
02:16Keperhasilan penanganan sampah di Kota Kembang bergantung pada sinergi antara pemerintah dan masyarakat,
02:21serta pemanfaatan teknologi tepat guna.
02:27Jawa Barat.
02:31Permasalahan sampah masih menjadi tantangan besar bagi pemerintah Kota Bandung.
02:35Dengan pembatasan kuota di TPA Sarimukti, Pemkot harus mengolah ratusan ton sampah secara mandiri.
02:42Lantas, saudara, bagaimana strategi Pemkot Bandung dalam pengelolaan sampah?
02:46Kita sudah terhubung dengan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.
02:49Selamat pagi, Pak Wali atau yang kerap disapa dengan Kang Farhan.
02:54Selamat pagi, Kang Farhan.
02:56Langsung ke permasalahannya, Kang Farhan.
02:58Dan juga mungkin tadi ada beragam upaya.
03:00Kang Farhan, apa yang menjadi strategi dari Pemkot Bandung dalam menanggulangi hal ini
03:04pun di dalam pengurangan sampah yang nantinya akan dilimpahkan ke TPA Sarimukti.
03:11Hai, selamat pagi dan assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
03:15Tentunya kalau bicara soal sampah ini tidak terlepas dari produksi atau timbulan sampah yang sangat besar di Kota Bandung.
03:22500 ton sampah yang harus kami mengolah setiapnya dalam kota ini memang harus betul-betul tuntas.
03:28Berbagai macam teknologi kita manfaatkan karena kami percaya dengan keragaman sampah secara material yang begitu luas,
03:37ya begitu banyak keragamannya, maka memang tidak mungkin hanya satu teknologi saja yang bisa menyelesaikan semua urusan sampah.
03:45Saat ini kami fokus kepada sampah organik, sisa makanan, sisa masakan, dan lain-lain.
03:51Nah, berbagai macam sampah organik ini tentunya kita harus selesaikan dengan berbagai macam teknologi.
03:59Tetapi kuncinya adalah partisipasi semua pihak.
04:03Dari DLH, Dinas Dengar Hidup, dari pemerintah kota, tentu penguatan institusional.
04:09Dari undang-undang sampah sampai ke peraturan wali kota, itu sudah lengkap untuk bisa memenuhi berbagai macam dasar hukum.
04:18Itu nomor satu dulu.
04:19Nomor duanya, baru kita akan melihat kemampuan infrastruktur dasar pengelolaan sampah.
04:25Seperti pengelolaan TPS, mobil angkutan, jalan, dan juga jumlah sumber daya manusia yang menjadi pengelolaan sampah.
04:34Ketiganya adalah partisipasi masyarakat.
04:38Kalau Anda lihat di berita awal tadi, Pak Ahmad, itu sebagai Ketua KSM.
04:42KSM itu adalah kelompok sewodaya masyarakat,
04:44di mana fasilitas infrastruktur pengelolaan sampahnya itu dibantu dibangunkan oleh pemerintah kota Bandung di Jalan Patrakomala.
04:54Tetapi pengelolaan selanjutnya itu dilakukan oleh warga setempat.
04:59Nah, warga setempat inilah yang menjadi salah satu kunci keberhasilan.
05:03Pada saat ini memang kita harus akui baru 30% RW yang telah masuk dalam kategori kawasan bebas sampah.
05:11Itu pun pengelolaan sampahnya secara total itu masih kurang dari 40 ton sehari.
05:18Maka kami akan fokus kepada pengelolaan sampah yang melibatkan petugas pemilah dan pengelola sampah atau GASLAH.
05:29Program GASLAH ini baru saja kami luncurkan di mana kami merekrut satu orang petugas pemilah dan pengelola
05:35untuk di setiap RW.
05:38Yang tugasnya adalah setiap hari mengetuk pintu semua warga dan kemudian mengingatkan,
05:44Pak, Bu, apakah sampahnya sudah dipilah atau belum?
05:46Kalau belum dibantu untuk dipilahkan sampai warga semuanya mengerti.
05:51Apakah 1.596 orang, satu orang, satu RRN cukup? Tentu tidak.
05:55Karena bagaimanapun juga, satu RW itu minimal ada sekitar 200-300 rumah.
06:02Nah, tidak mungkin dalam satu hari 200-300 rumah itu selesai.
06:05Maka kita juga nanti akan berpikir peningkatannya adalah kita akan memikirkan supaya para petugas ini bisa sampai masuk ke level
06:13RT.
06:14Tentu saja hal ini menjadi tantangan tersendiri karena kami harus betul-betul memastikan bahwa sumber daya manusia pengelolaan sampah di
06:22kota Bandung ini
06:22menjadi salah satu tulang punggung paling kuat.
06:26Sumber daya manusia juga menjadi kunci dari partisipasi masyarakat.
06:32Adanya kawasan bebas sampah, adanya kawasan pengelolaan urban farming yang dikenal dengan nama program buruan saya
06:38juga berkolaborasi erat dengan kawasan atau fasilitas pengelolaan sampah mandiri oleh warga
06:46yang disebut Kang Pisman atau program pengurangan pemisaran pemanfaatan sampah
06:51yang nanti ujungnya pemanfaatan dari semuanya adalah dibentuknya dapur sehat atasi stunting atau dasar.
07:03Nah, tiga hal ini menjadi salah satu bentuk sirkular ekonomi antara pengelolaan sampah
07:09yang hasilnya dimanfaatkan untuk urban farming, yang hasil panennya dimanfaatkan oleh dapur sehat atasi stunting
07:16dimana nanti 100% sampah dapur tersebut akan diolah di fasilitas pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
07:25Itu strategi utama kita tahun ini dalam pengelolaan sampah.
07:30Strategi utama yang pastinya juga di dalamnya tadi disebutkan ada mekanisme penggunaan bioaktifator dalam pengelolaan sampah.
07:37Nah, lantas tantangannya seperti apa dalam menggunakan bioaktifator ini dan apa perbedaannya dengan metode konvensional, Kang Farhan?
07:45Pada dasarnya ini adalah salah satu teknologi dari sekian banyak teknologi yang kita terapkan di kota Bandung untuk mengatasi masalah
07:53sampah.
07:54Bioaktifator ini adalah bagaimana kita memanfaatkan fermentasi dari berbagai macam sisa makanan, terutama buah-buahan
08:03yang nanti cairan hasil fermentasinya ini akan kita gunakan seperti yang Anda lihat, itu disemprotkan ke berbagai tumpukan sampah.
08:13Karena kalau sampah organik berumur lebih dari 6 jam itu sudah pasti akan menimbulkan bau tidak sedap.
08:19Ini yang biasanya akan menimbulkan protes dari warga apabila di sekitaran tempat pemukimannya terdapat TPS atau tempat penampungan sampah.
08:29Padahal TPS tersebut sudah menerapkan teknologi 3R maupun teknologi terpadu menggunakan berbagai macam teknik yang ada.
08:39Nah tentunya apa yang kita lakukan tersebut dengan bioaktifator ini yang membedakannya bioaktifator ini dengan sangat mudah bisa dibuat oleh
08:49warga
08:49tanpa perlu kita menggunakan sistem manufacturing atau pabrikasi.
08:55Nah ini yang sangat menguntungkan karena dengan demikian kita pun sebagai warga itu dipaksa dalam tanda kutip
09:01untuk belajar bagaimana cara mengelola sampah dengan baik dan benar.
09:06Nah tentunya ini pun tidak terlepas dari berbagai macam perbaikan manajemen atau pengelolaan sampah di tingkat kota
09:16dari mulai pengangkutan, pengelolaan di TPS terpadu menggunakan teknologi RDF dan lain-lain.
09:25Dan yang ketiga tentunya adalah menjaga keamanan jangan sampai ada pembuangan sampah lintas wilayah.
09:34Jadi sampah kota Bandung yang memang hanya datang dari kota Bandung tidak boleh datang dari wilayah lain.
09:40Baik Kang Farhad, tadi sempat disebutkan terkait dengan target lantas bagaimana imbauan kepada masyarakat
09:47karena tadi kita dengar peran masyarakat begitu penting di dalam pengelolaan sampah ini.
09:52500 ton itu harus habis, itu targetnya.
09:55Dalam waktu sampai akhir semester pertama ini, akhir Juni nanti, kita harus memastikan bahwa 500 ton itu betul-betul habis
10:04di wilayah
10:05dengan menggunakan berbagai macam teknologi yang bisa diterapkan di setiap wilayah.
10:13Kami percaya bahwa sampah itu harus diatasi dari bulunya.
10:18Itu sebabnya kami meluncurkan program gaslah, petugas pemilah dan pengolah di level RW.
10:24Kami meluncurkan, melanjutkan program Kang Prisman, melanjutkan program buruan saya,
10:28dan meluncurkan program dapur dahsyat.
10:32Dan yang paling penting adalah semuanya harus terlibat.
10:37Tidak mungkin kami hanya sekedar menerapkan penegakan hukum.
10:42Memang penegakan hukum yang kami lakukan terhadap misalnya wilayah atau kawasan berpengelola yang tidak melakukan zero waste management.
10:53Atau juga kami akan melakukan perindakan hukum terhadap mereka yang membawa sampah dari luar kota Bandung untuk dibuang di kota
11:02Bandung.
11:02Karena itu termasuk dalam pelanggaran pencemaran lingkungan.
11:06Tetapi untuk masyarakat, warga kota Bandung di level RW tidak semudah itu untuk menerapkan penegakan hukum.
11:15Karena kami ingin semua warga terlibat dalam penanganan sampah ini.
11:21Karena sampah yang ada di kota Bandung berasal dari kita sendiri, maka kita yang harus bertanggung jawab.
11:27Peragam upaya dilakukan dan partisipasi aktif menjadi kunci di dalam pengelolaan sampah ini.
11:34Terima kasih banyak wali kota Bandung.
11:36Di sini Bapak Muhammad Farhan, Kang Farhan terima kasih atas waktunya.
11:39Assalamualaikum, selamat beraktifitas kembali.
11:43Saudara
Komentar

Dianjurkan