00:03Intro
00:04Saudara, permasalahan sampah masih menjadi tantangan besar bagi pemerintah kota Bandung.
00:09Dengan pembatasan kota di TPA Sarimukti, Pemkot Bandung harus mengolah ratusan ton sampah secara mandiri.
00:18Saat ini, kiriman sampah ke TPA Sarimukti dari kota Bandung dibatasi hanya 981 ton per hari.
00:26Padahal, total produksi sampah kota Bandung mencapai 1.500 ton setiap harinya.
00:32Artinya, Pemkot Bandung harus mampu mengelola sisa 500 ton sampah di dalam kota.
00:38Namun, kenyataannya saat ini baru 300 ton yang berhasil terolah, sehingga masih ada defisit 200 ton sampah yang berpotensi menumpuk.
00:48Upaya masif terus dilakukan dengan mendorong kemandirian di tingkat RW.
00:52Dari total RW di kota Bandung, baru 30% atau sekitar 500 RW yang sudah memiliki sistem pengolahan mandiri.
01:01Pemkot menargetkan seluruh RW dapat segera terintegrasi dalam program pengolahan sampah lokal.
01:08Kita harus bersama-sama, semua unsur, masyarakat, untuk melakukan 3R ya.
01:16Yang pertama, mereduksi dulu nih, sampah yang kita akan produksi itu kita lebih bijak lagi lah gitu ya.
01:21Dengan kita membawa botol tumbler sendiri kemana-mana, bawa tempat makan, dan seterusnya, sehingga penggunaan sampahnya bisa jauh berkurang.
01:30Inovasi teknologi mulai diterapkan di TPS 3R Patrakomala.
01:36Pengelola sedang menguji coba penggunaan bioaktifator, yakni kumpulan mikroorganisme pengurai,
01:43untuk mempercepat dekomposisi sampah organik menjadi kompos.
01:48Teknologi ini tidak hanya mempercepat proses pengomposan,
01:51tetapi juga efektif mengurangi aroma tak sedap dan menekan populasi lalat di sekitar TPS.
01:57Khususnya untuk di TPS itu untuk menghilangkan bau.
02:01Jadi ketika ada bau, langsung semper, itu akan hilang.
02:05Yang kedua juga, dia akan mengusir lalat.
02:10Ini baru percobaan. Mudah-mudahan ke depannya lebih bagus lagi.
02:16Keperhasilan penanganan sampah di Kota Kembang bergantung pada sinergi antara pemerintah dan masyarakat,
02:21serta pemanfaatan teknologi tepat guna.
02:27Jawa Barat.
02:31Permasalahan sampah masih menjadi tantangan besar bagi pemerintah Kota Bandung.
02:35Dengan pembatasan kuota di TPA Sarimukti, Pemkot harus mengolah ratusan ton sampah secara mandiri.
02:42Lantas, saudara, bagaimana strategi Pemkot Bandung dalam pengelolaan sampah?
02:46Kita sudah terhubung dengan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.
02:49Selamat pagi, Pak Wali atau yang kerap disapa dengan Kang Farhan.
02:54Selamat pagi, Kang Farhan.
02:56Langsung ke permasalahannya, Kang Farhan.
02:58Dan juga mungkin tadi ada beragam upaya.
03:00Kang Farhan, apa yang menjadi strategi dari Pemkot Bandung dalam menanggulangi hal ini
03:04pun di dalam pengurangan sampah yang nantinya akan dilimpahkan ke TPA Sarimukti.
03:11Hai, selamat pagi dan assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
03:15Tentunya kalau bicara soal sampah ini tidak terlepas dari produksi atau timbulan sampah yang sangat besar di Kota Bandung.
03:22500 ton sampah yang harus kami mengolah setiapnya dalam kota ini memang harus betul-betul tuntas.
03:28Berbagai macam teknologi kita manfaatkan karena kami percaya dengan keragaman sampah secara material yang begitu luas,
03:37ya begitu banyak keragamannya, maka memang tidak mungkin hanya satu teknologi saja yang bisa menyelesaikan semua urusan sampah.
03:45Saat ini kami fokus kepada sampah organik, sisa makanan, sisa masakan, dan lain-lain.
03:51Nah, berbagai macam sampah organik ini tentunya kita harus selesaikan dengan berbagai macam teknologi.
03:59Tetapi kuncinya adalah partisipasi semua pihak.
04:03Dari DLH, Dinas Dengar Hidup, dari pemerintah kota, tentu penguatan institusional.
04:09Dari undang-undang sampah sampai ke peraturan wali kota, itu sudah lengkap untuk bisa memenuhi berbagai macam dasar hukum.
04:18Itu nomor satu dulu.
04:19Nomor duanya, baru kita akan melihat kemampuan infrastruktur dasar pengelolaan sampah.
04:25Seperti pengelolaan TPS, mobil angkutan, jalan, dan juga jumlah sumber daya manusia yang menjadi pengelolaan sampah.
04:34Ketiganya adalah partisipasi masyarakat.
04:38Kalau Anda lihat di berita awal tadi, Pak Ahmad, itu sebagai Ketua KSM.
04:42KSM itu adalah kelompok sewodaya masyarakat,
04:44di mana fasilitas infrastruktur pengelolaan sampahnya itu dibantu dibangunkan oleh pemerintah kota Bandung di Jalan Patrakomala.
04:54Tetapi pengelolaan selanjutnya itu dilakukan oleh warga setempat.
04:59Nah, warga setempat inilah yang menjadi salah satu kunci keberhasilan.
05:03Pada saat ini memang kita harus akui baru 30% RW yang telah masuk dalam kategori kawasan bebas sampah.
05:11Itu pun pengelolaan sampahnya secara total itu masih kurang dari 40 ton sehari.
05:18Maka kami akan fokus kepada pengelolaan sampah yang melibatkan petugas pemilah dan pengelola sampah atau GASLAH.
05:29Program GASLAH ini baru saja kami luncurkan di mana kami merekrut satu orang petugas pemilah dan pengelola
05:35untuk di setiap RW.
05:38Yang tugasnya adalah setiap hari mengetuk pintu semua warga dan kemudian mengingatkan,
05:44Pak, Bu, apakah sampahnya sudah dipilah atau belum?
05:46Kalau belum dibantu untuk dipilahkan sampai warga semuanya mengerti.
05:51Apakah 1.596 orang, satu orang, satu RRN cukup? Tentu tidak.
05:55Karena bagaimanapun juga, satu RW itu minimal ada sekitar 200-300 rumah.
06:02Nah, tidak mungkin dalam satu hari 200-300 rumah itu selesai.
06:05Maka kita juga nanti akan berpikir peningkatannya adalah kita akan memikirkan supaya para petugas ini bisa sampai masuk ke level
06:13RT.
06:14Tentu saja hal ini menjadi tantangan tersendiri karena kami harus betul-betul memastikan bahwa sumber daya manusia pengelolaan sampah di
06:22kota Bandung ini
06:22menjadi salah satu tulang punggung paling kuat.
06:26Sumber daya manusia juga menjadi kunci dari partisipasi masyarakat.
06:32Adanya kawasan bebas sampah, adanya kawasan pengelolaan urban farming yang dikenal dengan nama program buruan saya
06:38juga berkolaborasi erat dengan kawasan atau fasilitas pengelolaan sampah mandiri oleh warga
06:46yang disebut Kang Pisman atau program pengurangan pemisaran pemanfaatan sampah
06:51yang nanti ujungnya pemanfaatan dari semuanya adalah dibentuknya dapur sehat atasi stunting atau dasar.
07:03Nah, tiga hal ini menjadi salah satu bentuk sirkular ekonomi antara pengelolaan sampah
07:09yang hasilnya dimanfaatkan untuk urban farming, yang hasil panennya dimanfaatkan oleh dapur sehat atasi stunting
07:16dimana nanti 100% sampah dapur tersebut akan diolah di fasilitas pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
07:25Itu strategi utama kita tahun ini dalam pengelolaan sampah.
07:30Strategi utama yang pastinya juga di dalamnya tadi disebutkan ada mekanisme penggunaan bioaktifator dalam pengelolaan sampah.
07:37Nah, lantas tantangannya seperti apa dalam menggunakan bioaktifator ini dan apa perbedaannya dengan metode konvensional, Kang Farhan?
07:45Pada dasarnya ini adalah salah satu teknologi dari sekian banyak teknologi yang kita terapkan di kota Bandung untuk mengatasi masalah
07:53sampah.
07:54Bioaktifator ini adalah bagaimana kita memanfaatkan fermentasi dari berbagai macam sisa makanan, terutama buah-buahan
08:03yang nanti cairan hasil fermentasinya ini akan kita gunakan seperti yang Anda lihat, itu disemprotkan ke berbagai tumpukan sampah.
08:13Karena kalau sampah organik berumur lebih dari 6 jam itu sudah pasti akan menimbulkan bau tidak sedap.
08:19Ini yang biasanya akan menimbulkan protes dari warga apabila di sekitaran tempat pemukimannya terdapat TPS atau tempat penampungan sampah.
08:29Padahal TPS tersebut sudah menerapkan teknologi 3R maupun teknologi terpadu menggunakan berbagai macam teknik yang ada.
08:39Nah tentunya apa yang kita lakukan tersebut dengan bioaktifator ini yang membedakannya bioaktifator ini dengan sangat mudah bisa dibuat oleh
08:49warga
08:49tanpa perlu kita menggunakan sistem manufacturing atau pabrikasi.
08:55Nah ini yang sangat menguntungkan karena dengan demikian kita pun sebagai warga itu dipaksa dalam tanda kutip
09:01untuk belajar bagaimana cara mengelola sampah dengan baik dan benar.
09:06Nah tentunya ini pun tidak terlepas dari berbagai macam perbaikan manajemen atau pengelolaan sampah di tingkat kota
09:16dari mulai pengangkutan, pengelolaan di TPS terpadu menggunakan teknologi RDF dan lain-lain.
09:25Dan yang ketiga tentunya adalah menjaga keamanan jangan sampai ada pembuangan sampah lintas wilayah.
09:34Jadi sampah kota Bandung yang memang hanya datang dari kota Bandung tidak boleh datang dari wilayah lain.
09:40Baik Kang Farhad, tadi sempat disebutkan terkait dengan target lantas bagaimana imbauan kepada masyarakat
09:47karena tadi kita dengar peran masyarakat begitu penting di dalam pengelolaan sampah ini.
09:52500 ton itu harus habis, itu targetnya.
09:55Dalam waktu sampai akhir semester pertama ini, akhir Juni nanti, kita harus memastikan bahwa 500 ton itu betul-betul habis
10:04di wilayah
10:05dengan menggunakan berbagai macam teknologi yang bisa diterapkan di setiap wilayah.
10:13Kami percaya bahwa sampah itu harus diatasi dari bulunya.
10:18Itu sebabnya kami meluncurkan program gaslah, petugas pemilah dan pengolah di level RW.
10:24Kami meluncurkan, melanjutkan program Kang Prisman, melanjutkan program buruan saya,
10:28dan meluncurkan program dapur dahsyat.
10:32Dan yang paling penting adalah semuanya harus terlibat.
10:37Tidak mungkin kami hanya sekedar menerapkan penegakan hukum.
10:42Memang penegakan hukum yang kami lakukan terhadap misalnya wilayah atau kawasan berpengelola yang tidak melakukan zero waste management.
10:53Atau juga kami akan melakukan perindakan hukum terhadap mereka yang membawa sampah dari luar kota Bandung untuk dibuang di kota
11:02Bandung.
11:02Karena itu termasuk dalam pelanggaran pencemaran lingkungan.
11:06Tetapi untuk masyarakat, warga kota Bandung di level RW tidak semudah itu untuk menerapkan penegakan hukum.
11:15Karena kami ingin semua warga terlibat dalam penanganan sampah ini.
11:21Karena sampah yang ada di kota Bandung berasal dari kita sendiri, maka kita yang harus bertanggung jawab.
11:27Peragam upaya dilakukan dan partisipasi aktif menjadi kunci di dalam pengelolaan sampah ini.
11:34Terima kasih banyak wali kota Bandung.
11:36Di sini Bapak Muhammad Farhan, Kang Farhan terima kasih atas waktunya.
11:39Assalamualaikum, selamat beraktifitas kembali.
11:43Saudara
Komentar