Skip to playerSkip to main content
  • 2 minutes ago
Bekas timbalan menteri luar kesal kerana Presiden Prabowo dalam ucapannya pada Sidang Kemuncak Board of Peace tidak menyebut secara jelas penyelesaian dua negara atau pengiktirafan kenegaraan Palestin, yang dianggapnya prinsip utama dasar luar Indonesia.
Transcript
00:00Bekas Duta Besar Indonesia ke Amerika, Dino Parti Jalal menegaskan bahawa penyelesaian dua negara atau perintirafan kenegaraan Palestine merupakan prinsip
00:11asas dasar luar Indonesia.
00:13Menurut Jalal, perkara itu bagaimanapun tidak disentuh Presiden Prabowo Subianto dalam ucapan beliau pada sidang kemuncak Lembaga Keamanan di Washington
00:21baru-baru ini.
00:22Beliau berharap ia hanya isu terlepas pandang oleh pihak Prabowo.
00:27Dijalal berkata, keadaan merujukan itu berbeza dengan pendirian tegas Indonesia selama ini dan tidak selari dengan ucapan negara-negara Islam
00:35lain termasuk Arab Saudi, Qatar, Mesir, Turki, Pakistan dan Maghribi yang secara jelas menyuarakan komitmen terhadap perbentukan negara Palestine.
00:45Menurut bekas Timbalan Menteri Luar Indonesia itu, penegasan terhadap penyelesaian dua negara adalah antara mandat yang disampaikan pelbagai pertubuhan Islam
00:54dan pertubuhan berkaitan dasar luar kepada Prabowo sebelum sidang tersebut dengan mesej bahawa keanggotaan Indonesia dalam Lembaga Keamanan harus didedikasikan
01:04untuk mencapai kemerdekaan Palestine.
01:06Saya tidak melihat referensi mengenai aspek political development di Gaza dalam masa transisi dan umumnya hanya mengenai aspek administrasi yang
01:17dibahas.
01:18Tata kelola dana yang dikumpulkan Board of Peace juga masih belum jelas dan tentunya akan banyak disorot.
01:24Negara-negara Islam dan mayoritas Muslim dalam Board of Peace sementara ini nampak kompak, tapi proses di lapangan masih jauh
01:31dari Palestine-led proses.
01:33Saya berpandangan perlu ada kejelasan dari pemerintah apakah pasukan perdamaian Indonesia di Gaza akan menggunakan helmet biru atau blue helmet
01:42sebagaimana biasanya pasukan perdamaian PBB.
01:45Kalau tidak, ini berarti pertama kalinya pasukan perdamaian Indonesia tidak menggunakan blue helmet dan ini perlu dijelaskan kepada publik kenapa.
01:55Kita harus realistis mengenai keterbatasan peran Indonesia dalam Board of Peace, juga realistis mengenai berbagai kelemahan Board of Peace dan
02:04juga selalu memperhitungkan resiko Board of Peace menjadi stagnan, bahkan ambruk karena kepentingan dan visi para anggotanya.
02:12Tegas di jalan, lembaga keamanan yang dipimpin Presiden Amerika Syarikat iaitu Donald Trump telah memulakan tugasnya namun proses yang sedang
02:21berjalan masih rapuh dan penuh risiko selain memperlihatkan dominasi kuat Amerika Syarikat dalam menentukan hal tujuh inisiatif itu.
02:28Terima kasih telah menonton!
Comments

Recommended