00:00Seberapa besar daya tawar kita untuk bisa menurunkan tarif dagang kita?
00:05Ya baik negosiasi perdagangan maupun board of peace.
00:09Dalam arti sepertinya seolah-olah itu Amerika secara unilateral ya.
00:15Menentukan hal-hal yang sebenarnya buat kita juga kurang nyaman caranya.
00:19Tapi intinya sih sebetulnya seperti Pak Yusuf sampaikan tadi.
00:24Kita tetap harus bernegosiasi dan berhubungan dengan Amerika.
00:27Dan perjanjian perdagangan juga sama.
00:31Walaupun kita sangat tidak suka dengan caranya ataupun hal-hal yang diminta ke kita.
00:37Tapi bagaimana kita menafigasi supaya apa yang diinginkan oleh Trump tercapai.
00:44Tetapi sebenarnya itu tidak merugikan kepentingan nasional kita.
00:47Apa daya tawar kita Bu?
00:48Jadi daya tawar kita ya sebetulnya kita negara yang boleh dikatakan negara relatif besar.
00:55Negara yang demokratis.
00:58Jadi dari kacamata Amerika dan kita tidak ada masalah-masalah konflik dengan Amerika maupun dengan negara lain.
01:06Jadi kita dianggap relatif positif ya.
01:09Setahu saya Amerika melihatnya relatif positif.
01:13Termasuk bahwa kita masuk board of peace itu dilihatnya seperti sebagai positif ya.
01:19Jadi kita sebetulnya dalam posisi menjaga hubungan dengan Amerika yang positif.
01:25Dan itu membantu negosiasi yang sebetulnya boleh dikatakan cukup susah ya.
01:30Tapi menurut saya mudah-mudahan ini hasilnya nanti cukup baik ya.
01:35Dan cukup baik itu bukan hanya relatif ke Indonesia ya.
01:39Tapi kita harus melihatnya relatif dibanding yang diperoleh oleh negara lain yang menjadi pesaing kita.
01:45Karena itu sebetulnya yang kita bargainingnya di situ.
01:48Jadi bagaimana kalau ada orang berasumsi kita ikut the board of peace
01:54supaya juga bisa dapat kompensasi yang baik dalam tarif dagang.
02:01Kira-kira seberapa make sense hipotesa ini?
02:06Nggak langsung berkaitan ya kalau menurut saya.
02:09Tetapi it doesn't hurt kalau kita dianggap positif oleh Amerika di dalam kita melakukan negosiasi.
02:18Tapi negosiasinya tetap sulit ya di dalam pelaksanaannya.
02:23Tapi kita menurut saya sih berhasil untuk bisa mendapat yang terbaik lah.
02:28Tanpa kita belum tahu nih hasilnya.
02:30Tapi kalau kita tidak negosiasi itu dampaknya lebih parah sih.
02:36Kalau kita tetap di 32 persen, nggak turun ke 19 persen.
02:40Itu banyak industri kita yang dependensi ke pasar Amerika.
02:45Seperti garment, textile, foodware, fishery products, maple.
02:50Itu sekitar 4 juta lebih pekerjaan yang akan bisa terancam gitu ya.
02:58Tapi simulasi kita nih dari Dewan Ekonomi Nasional.
03:01Kalau kita dari 32 turun ke 19 itu bisa menciptakan kira-kira 630 ribu pekerjaan baru.
03:08Dengan langsung dari 32 ke 19.
03:12Apalagi ini kan harapan yang bisa kurang.
03:15Terutama yang untuk padat karya itu akan lebih banyak lagi pekerjaan yang diciptakan.
03:23Jadi itu manfaat ya.
03:24Kita bicara manfaat yang kita ingin dapat dari perjanjian ini.
03:29Tapi tentunya tanpa mengorbankan kepentingan nasional.
03:34Karena itu juga sudah menjadi bottom line-nya dari Presiden sendiri.
03:38Seberapa besar Pak Yusuf meyakini bahwa tarif dagang kita bisa menghasilkan kabar baik?
03:44Sekarang ini sistem dunia ini kan gila.
03:47Jadi karena itu apa yang dapat kita rebut atau apa dapat kita peroleh sekarang
03:53dengan cara-cara yang sekarang bisa diterima itu selalu positif untuk kita.
03:59Jadi jangan ingat dulu mau menyembah Trump segala hantu itu.
04:06Tidak ada itu kalau menurut saya.
04:08Tergantung kita.
04:09Kita anggap we need it, go and get it.
04:14That's it.
04:15Dan mengamankan kepentingan nasional itu penting.
04:18Jadi board of peace atau perjanjian perdagangan itu istilah kita itu ada escape clause-nya.
04:24Jadi dari permintaan-permintaan yang mungkin kurang nyaman itu ada escape clause-nya.
04:29Jadi board of peace misalnya.
04:30Kalau anytime kita merasa apa yang mereka lakukan atau ciptakan sebagai terms kita nggak nyaman.
04:36Kita bisa keluar.
04:38Perdagangan juga sama.
04:39Diminta untuk macam-macam yang sebetulnya mengganggu sovereignty.
04:43Kita bisa ada escape clause-nya.
04:45Subject to domestic regulation.
04:48Subject to national interest.
04:50Subject to WTO.
04:51Jadi ada ininya.
04:52Mengamankan kepentingan nasionalnya.
04:55Karena harus membayar 17 triliun itu juga termasuk mengagetkan dan bikin orang apa-apaan nih gitu.
05:02Ini kan kamu bergaul dengan orang-orang yang kaya.
05:06Jadi bagaimanapun juga kalau dia bilang bayar ya bayar.
05:10Saya kira ya.
05:26Kalau nggak salah perlu dikasih tiga tahun kok untuk bayar.
05:30Terima kasih telah menonton.
Komentar