Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Perubahan mendasar sedang terjadi dalam cara generasi muda memandang karier. Jika selama beberapa dekade kesuksesan profesional identik dengan naik jabatan hingga mencapai posisi manajerial atau eksekutif, kini semakin banyak pekerja muda yang menempuh jalur berbeda.

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #sidehustle #genz

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Transkrip
00:0057% Gen Z pilih side hustle, tak lagi kejar jabatan tinggi.
00:05Cara generasi Z atau Gen Z memandang karir kini berubah.
00:09Jika dulu kesuksesan identik dengan naik jabatan hingga menjadi manajer atau eksekutif,
00:14sekarang banyak anak muda justru memilih punya lebih dari satu sumber penghasilan lewat side hustle atau pekerjaan sampingan.
00:22Data terbaru menunjukkan 57% pekerja Gen Z memiliki side hustle.
00:26Angka ini lebih tinggi dibandingkan Millennial 48%, Gen ke-10 31%, dan Baby Boomer 21%.
00:35Artinya, bagi Gen Z, pekerjaan sampingan bukan sekadar tambahan, tetapi sudah menjadi bagian penting dari strategi karir.
00:44Pakar karir Gen Z di Glassdoor, Morgan Sunner, mengatakan pola karir kini lebih fleksibel.
00:49Kita telah mengganti jenjang karir yang kaku dengan pijakan karir, jalur di mana kita dapat melompat ke peluang apapun yang
00:57paling sesuai saat ini.
00:59Ujarnya, bagi Gen Z, kesuksesan bukan hanya soal jabatan tinggi, tetapi keseimbangan, keamanan, dan kendali atas karir.
01:08Banyak pekerja muda menjadikan pekerjaan utama sebagai penopang finansial untuk mendukung proyek pribadi di luar jam kerja.
01:15Konsep ini dikenal dengan istilah The Kurang Sembilan To Five Funds The Five To Nine, yaitu gaji utama digunakan untuk
01:23membiayai usaha atau minat pribadi.
01:26Fenomena ini juga dipengaruhi ketidakpastian ekonomi dan perkembangan kecerdasan buatan atau AI.
01:32Sekitar 70% pekerja Gen Z mengaku AI membuat mereka mempertanyakan keamanan pekerjaan jangka panjang.
01:39Karena itu, memiliki lebih dari satu sumber penghasilan dianggap sebagai cara mengurangi risiko.
01:46Survei lain menunjukkan hampir 40% pekerja di Amerika Serikat punya side hustle,
01:51dan 61% di antaranya merasa kondisi keuangan mereka akan sulit tanpa penghasilan tambahan.
01:57Rata-rata pendapatan dari side hustle mencapai $1.215 AS per bulan.
02:03Bahkan, 31% pekerja mempertimbangkan meninggalkan pekerjaan utama untuk fokus pada pekerjaan sampingan.
02:11Perkembangan teknologi digital turut mempermudah tren ini.
02:14Platform freelance, media sosial, hingga marketplace memungkinkan orang mendapatkan penghasilan dari penjualan produk digital,
02:22konsultasi online, pembuatan konten, freelance project, hingga bisnis e-commerce kecil.
02:27Selain faktor ekonomi, alasan lain adalah keinginan akan fleksibilitas dan kemandirian.
02:33Side hustle memberi ruang untuk mengembangkan minat, mengatur waktu sendiri,
02:38serta mendapatkan penghasilan tanpa harus menunggu promosi atau kenaikan gaji.
02:43Survei juga menunjukkan banyak Gen Z tidak tertarik pada jabatan manajerial,
02:47kecuali karena faktor gaji atau status.
02:50Mereka lebih menghargai keseimbangan hidup, fleksibilitas, dan kebebasan bekerja.
02:55Tekanan ekonomi seperti inflasi dan kenaikan biaya hidup juga menjadi pendorong.
02:59Sekitar 48 persen pekerja memulai side hustle untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
03:06Secara keseluruhan, meningkatnya side hustle mencerminkan perubahan besar dalam dunia kerja.
03:12Gen Z tidak lagi menggantungkan stabilitas pada satu perusahaan,
03:16tetapi membangun keamanan finansial dari berbagai sumber pendapatan.
03:20Bagi mereka, kesuksesan bukan hanya soal jabatan tinggi,
03:25melainkan kemampuan mengelola karir yang fleksibel, mandiri, dan berkelanjutan.
Komentar

Dianjurkan