Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Bank Indonesia kembali menyuarakan karya kreatif Indonesia 2026 dengan tema "Bersinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit". Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan karya dan produk kreatif Indonesia kepada masyarakat.

UMKM yang terlibat dalam kegiatan ini merupakan binaan dan mitra Bank Indonesia. Melalui kegiatan tersebut, Bank Indonesia terus mendorong pengembangan UMKM agar semakin berdaya saing serta mampu berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia.

#bankindonesia #umkm #karyakreatif #umkmindonesia #ekonomi #kompastv

Baca Juga [FULL] Viral! Desil untuk Subsidi, LPEM UI Soroti Akurasi-Daya Beli Kelas Menengah | KOMPAS BISNIS di https://www.kompas.tv/nasional/686514/full-viral-desil-untuk-subsidi-lpem-ui-soroti-akurasi-daya-beli-kelas-menengah-kompas-bisnis

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/686703/full-sinergi-bi-umkm-berdaya-saing-didorong-melalui-kki-2026-dan-karya-kreatif-kompas-bisnis
Transkrip
00:12Intro
00:14Saudara, Bank Indonesia kembali menyelenggarakan karya kreatif Indonesia atau KKI 2026
00:23dengan tema penguatan sinergi untuk mendorong UMKM bangkit.
00:27Dan UMKM yang terlibat merupakan binaan dan juga mitra dari Bank Indonesia.
00:34Dan langsung kita bahas bersama Kurniawan Agung Wijayanto,
00:38Direktur Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan juga Hijau Bank Indonesia.
00:42Pak Agung, halo, apa kabar?
00:44Baik, Alhamdulillah.
00:46Ini saya kan sempat jalan-jalan nih Pak Agung di sini,
00:48banyak sekali UMKM yang ikut terlibat begitu dari kerajinan.
00:52Seperti yang kita lihat di belakang ini,
00:54ada juga wastra, ada juga makanan, ada juga minuman, begitu banyak sekali.
00:58Tapi kalau kita ngomong-ngomong soal UMKM ya Pak,
01:01bagaimana sih asesmen dari Bank Indonesia ini terkait perkembangan
01:05dan juga tantangan pengembangan UMKM di Indonesia saat ini?
01:10Pertama, dari data BPS kan memang peran UMKM ini di Indonesia merupakan
01:16salah satu sokoburu ya, ekonomi kita.
01:18Salah satu tiang penyangga ekonomi kita dan menyerap begitu banyak lapangan kerja.
01:23Dari data yang ada sekitar 97 persen penyerapannya
01:27dan pangsa terhadap kontribusi terhadap PDB-nya sekitar 60 persen.
01:31Dan dengan peran itu tentunya kita harus bersama permentah bersinergi
01:36untuk sama-sama mendorong.
01:37Karena ini merupakan salah satu kekuatan ekonomi
01:40yang bisa memiliki potensi untuk terus tunggu.
01:46Dan itu sangat diperlukan untuk kondisi saat ini.
01:49Di tengah global yang bergejolak, dinamika politiknya global juga masih seperti ini.
01:55Nah, gimana kita harus secara domestik ini memperkuat tadi ekonomi kita
01:59termasuk melalui UMKM tadi.
02:00Kalau melihat tantangan saat ini baik domestik maupun secara global
02:05bagaimana sih pengaruhnya terhadap UMKM Pak?
02:07Ya tentunya semua memiliki dampak ya.
02:10Beberapa negara-negara yang terlibat secara geopolitik
02:14tentunya mungkin secara demand itu tentunya menurun.
02:17Tidak hanya ke UMKM namun juga ke produk-produk yang besar juga.
02:22Namun kan UMKM ini terus mengembangkan pasar-pasar baru.
02:27Makanya kami dengan menggandeng sinergi dengan kementerian terkait,
02:32kementerian perdagangan, kementerian luar negeri,
02:35jaringan kantor BI yang ada di luar negeri juga,
02:37mencoba melihat pasar baru-baru mana,
02:40niche market mana yang bisa kita garap untuk kembangkan tadi.
02:43Karena produk kita itu sangat ini,
02:45secara kualitas sangat bagus,
02:47kopi kita sangat bersaing,
02:49juga di home decor, wastra dan lain sebagainya.
02:52Dan itu coba kita kembangkan.
02:55Makanya seperti salah satunya adalah upayanya
02:57saatnya dalam melalui penyelenggaraan KK ini.
03:00Oke, kualitas sudah tidak dipertanyakan lagi.
03:03Saya juga sudah melihat tadi ada beberapa produk-produk UMKM
03:05yang dibina oleh Bank Indonesia,
03:07termasuk tadi ada wastra dan juga kerajinan
03:11dari para pelaku UMKM.
03:13Kalau tadi kita ngomongin assessment,
03:15sekarang dari peran Bank Indonesia,
03:16bagaimana sih peran BI dalam mendorong pengembangan UMKM,
03:20khususnya merespon tantangan perekonomian terkini?
03:23Ya, pengembangan UMKM yang dilakukan oleh Bank Indonesia
03:27harus bercepat end-to-end.
03:29Artinya menyeluruh dari hulu ke hilir,
03:31dan itu kami sinergikan dengan tadi Kementerian Lembaga.
03:34Dan mulai dari bagaimana penguatan kapasitasnya,
03:39penguatan kualitasnya,
03:41dan mereka sebisa mungkin memiliki lembaga
03:44yang secara legal ada gitu ya.
03:46Nah, setelah itu mereka juga kita dorong untuk meningkatkan digitalisasinya.
03:50Karena sekarang digitalisasi menjadi kunci untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
03:54Tidak hanya dari sisi, sekarang mungkin dari sisi medsos,
03:57juga mungkin dari sisi bagaimana menjangkau pasar yang ada di domestik
04:02maupun juga di luar negeri.
04:03Nah, setelah itu adalah bagaimana agar mereka mendapat akses pasar.
04:08Akses pasar itu dalam arti mereka terhubung dengan local value change maupun global value change.
04:13Jadi, mana pasar yang bisa dimasukin?
04:17Misalnya domestik, apakah mereka dari sisi penjualannya
04:21atau mereka bisa kita hubungkan, kita sinergikan dengan korporasi-korporasi besar.
04:27Karena ini sudah banyak contohnya, beberapa korporasi besar bisa sinergi
04:31untuk kemudian berkolaborasi untuk tadi saling menguntungkan gitu ya.
04:37Mereka dapat bahan baku yang bagus untuk kemudian menjadi produk yang value addednya lebih meningkat lagi.
04:46Itu untuk pasar domestik.
04:47Nah, pasar luar negeri tadi dihubungkan dengan agregator, mungkin dengan buyer-buyer.
04:53Jadi, di KK ini kalau masih nanti lihat di belakang sana itu ada business matching.
04:59Jadi, mematchkan dengan para buyer, dengan para investor juga.
05:06Dan juga ada business matching untuk pembiayaan.
05:09Jadi, kita lakukan pembinaan agar secara kelengkapan administratif UMKM-nya juga sudah lengkap.
05:18Kira-kira apa sih perbankan kalau yang untuk maju mendapatkan pembiayaan itu seperti apa syaratnya.
05:24Itu mereka kalau bisa sudah lengkap.
05:26Sehingga waktu di sini, oh datanya sudah lengkap, produknya jelas, usahanya sudah jalan dengan baik selama beberapa tahun gitu ya.
05:34Nah, di sini ajangnya ada juga.
05:36Jadi, untuk pembiayaan bank umum yang biasa maupun yang untuk berkelanjutan.
05:42Jadi, kita berkelanjutan menjadi salah satu tema yang kita dorong nih di KMJ tahun lalu.
05:47Oke, ini juga mungkin bisa jadi pertanyaan dari publik ataupun pelaku usaha UMKM.
05:52Sebetulnya susah nggak sih bagi pelaku UMKM untuk mengajukan diri begitu untuk dibina oleh Bank Indonesia?
05:59Ya, yang jelas prosesnya tentunya bertahap ya.
06:01Dan Bank Indonesia terbuka bagi siapapun UMKM yang sudah berjalan.
06:06Itu kami juga menggandeng dinas-dinas di daerah untuk silahkan berkoordinasi dengan BI Setempat.
06:12Kira-kira perseratannya apa saja, sudah berapa lama berjalan, produknya seperti apa.
06:17Dan nanti tidak hanya UMKM ibaratnya binaan BI, tapi juga UMKM binaan Kementerian Lembaga.
06:24Karena tentunya kami juga memiliki keterbatasan, sehingga bagaimana kita bersinergi tadi,
06:30mungkin Kementerian Binaan dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian dan lain sebagainya,
06:37kita sudah berjalan cukup lama di sinergi.
06:39Jadi, kita buka kelas bareng untuk saling mengisi nih,
06:43yang kemendak ahli mengenai ekspor.
06:45Kami mungkin bagaimana digitalisasinya, bagaimana literasinya,
06:50bagaimana mungkin untuk pencatatan keuangannya.
06:54Karena kami juga memiliki semacam aplikasi yang bersifat gratis untuk melakukan pembukuan secara sederhana.
07:02Jadi, UMKM itu bisa ibaratnya mencatat dari yang UMKM paling bawah sampai dengan UMKM menengah.
07:10Kalau yang atas sudah lah langsung dengan ini ya,
07:13sudah memiliki rekrut tenaga-tenaga akuntan sendiri gitu ya.
07:16Tapi bagi yang tadi kelas bawah, mungkin bisa menggunakan aplikasi tadi,
07:21yang itu dapat di-download secara gratis.
07:22Oke, kalau serius pasti ada jalannya ya Pak?
07:24Ada jalannya.
07:25Nah, tadi Pak Agung juga sempat menyinggung soal digitalisasi.
07:28Sekarang kan apa-apa seperti digital ya Pak ya?
07:29Kalau kita lihat, karena orang-orang scroll-scroll, jadi lebih memudahkan.
07:33Termasuk, ini bagaimana efektivitas sinergi kebijakan yang dilakukan oleh Bank Indonesia
07:38bersama kementerian dan juga lembaga dan asosiasi terkait untuk mendukung UMKM Go Export dan Go Digital
07:45serta berkelanjutan.
07:47Ya, tentunya tadi untuk literasinya, kita membuka kelas-kelas pelatihan, sosialisasi,
07:56dan juga interaksi langsung supaya UMKM ini bisa belajar, mencoba, dan langsung mempraktekkan.
08:05Jadi, kalau diajarin teoretis kan kadang ini ya, cepat bosen, udah habis kelas hilang gitu.
08:10Tapi kita praktek langsung dengan menggunakan use case yang dibawa masing-masing,
08:14silahkan dicoba langsung dengan aplikasi yang ada di handphone masing-masing untuk kemudian dipraktekkan.
08:20Nah, kelas-kelas itu ternyata sangat membantu Mas Dian untuk tadi UMKM lebih cepat beratartasi menggunakan digitalisasi.
08:28Dan juga kita dari sisi payment system kan BI juga mendorong,
08:32seperti tadi yang Bu PGS sampaikan, kita ada kebijakan baru yang MDR
08:38untuk dengan plafon tertentu tadi yang sudah secara lengkap disampaikan oleh di sesi pembukaan tadi.
08:43Oke, dengan tadi disebutkan ada juga peran dan lain-lain dan juga kualitas dari UMKM yang mumpuni begitu ya,
08:49tentunya dibutuhkan strategi.
08:51Pak Agung, apa sebetulnya strategi dari Bank Indonesia dalam mendorong pengembangan UMKM dan juga pertumbuhan ekonomi?
08:57Namun kita bahas usaha jeda, saudara tetaplah bersama kami di Kompas Bisnis.
09:24Anda masih bersama kami di Kompas Bisnis, saudara, dan saya melanjutkan perbincangan bersama Kurniawan Agung Wijayanto,
09:29Direktur Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau dari Bank Indonesia.
09:34Pak Agung, tadi saya sempat bertanya terkait dengan Bank Indonesia yang kembali menggelar karya kreatif Indonesia KKI 2026 yang saat
09:42ini diselenggarakan.
09:43Sebetulnya apa tujuan dan juga manfaat dari KKI 2026 ini dalam mendorong dan juga memperkuat pengembangan UMKM?
09:50Termasuk bagaimana strategi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berdaya saing
09:57Tentunya juga sejalan dengan program Astacita dari pemerintah.
10:00Yang pertama, KKI ini tahun ini adalah TKI yang ke-11.
10:04Jadi sudah diselenggarakan, ini adalah yang ke-11 kalinya.
10:08Sudah teruji ya?
10:08Setiap tahun.
10:10Dan itu setiap tahun harus selalu ada peningkatan, harus selalu ada kebaruan.
10:15Tadi tujuannya memang ini salah satu upaya Bank Indonesia, langkah nyata yang secara konkret ingin mensinergikan.
10:27Bagaimana kita mendorong UMKM bersama-sama dengan kementerian lembaga tadi untuk tidak hanya yang sifatnya itu seremonial pameran saja,
10:37tapi harus konkret untuk mendorong kualitasnya, kapasitasnya, mendorong digitalisinya, kemudian akses pasarnya,
10:45baik kepada pasar dalam negeri luar negeri dan juga akses pembiayaannya.
10:51Jadi kita ingin ini end to end dan didukung oleh banyak kegiatan di sini.
10:56Ada seminar, interaksi, ada business matching, dan juga ada konsultasi langsung.
11:07Jadi itu tidak hanya oleh BI, juga di sini mengandung beberapa, ada OJK, untuk misalnya bagaimana data seliknya.
11:16Tadi kan misalnya jadi isu di masyarakat, saya mau ini tapi saya nggak tahu caranya.
11:20Ada juga kami mengandung OJK, dengan dilucin haki untuk masalah hak kekayaan intelektualnya.
11:27Jadi memang kuncinya itu ada di sinergi, gimana agar UMKM ini bisa secara konkret hasilnya nyata untuk dapat akses pembiayaan
11:36ataupun akses pasarnya.
11:39Ketika saya jalan begitu ya Pak, berkeliling-keliling di KKI 2026 ini, saya melihat kualitas barang termasuk wastra, kerajinan,
11:46bahkan makanan kopi yang ada di belakang kita juga, ini kualitasnya bagus begitu, sangat baik begitu.
11:53Bagaimana mengkurasinya kemudian, apakah kurasinya secara internal dari Bank Indonesia atau melibatkan pihak lain?
11:58Ya, tentunya kami untuk menjaga independensi, kami kurasi dilakukan dengan melibatkan kurator-kurator handal yang ada di tingkat nasional.
12:06Jadi masing-masing UMKM yang ada di daerah dipilah, dipilih, dikurasi di level daerah.
12:14Kemudian yang tadi ibaratnya jagoan-jagoan dari masing-masing 46 kantor perwakilan BI-nya, kemudian diajukan ke ajang persaingan secara
12:23nasional.
12:24Dari kurasi oleh biaya independen dan kemudian hanya mereka yang memiliki spek tertentu yang ditetapkan oleh si kurator tadi yang
12:32bisa ada di saat ini ada di sini.
12:34Oke, kalau secara kegiatan Pak Agung, apa saja kegiatan unggulan dan juga tadi Bapak sempat bicara dari tahun ke tahun
12:43itu selalu ada pembaruan.
12:45Dan apa pembaruan yang ditawarkan di KKI 2026 ini?
12:49Ya, barangkali terkait dengan kebaruan KKI di 2026 yang pertama adalah tadi penguatan sinergi.
12:55Tahun ini kami bersinergi dengan 27 kementerian lembaga dan juga 34 mitra strategis gitu ya.
13:01Itu dari sisi peningkatan sinerginya.
13:05Program-program tentunya juga lebih fokus.
13:09Setahun ini ada sekitar 44 kegiatan, ada seminar, interaksi, business matching dan lain sebagainya.
13:16Dan kebaruan lain adalah sekarang kami coba perluas pasarnya tidak hanya ke kalangan katakanlah ibu-ibu gitu ya atau kalangan
13:25yang memang masuk ke dunia wastra namun juga ada youth island.
13:29Jadi untuk anak-anak muda.
13:30Jadi apa namanya tidak hanya produknya sesuai dengan selera anak-anak muda, disitu ada juga parfum, kecantikan dan juga tas
13:42dan lain sebagainya yang memang selera mereka.
13:44Jadi kalau dulu mungkin beberapa pemirsa yang mungkin datang kesini ngantar mamahnya, ngantar ibunya.
13:51Sekarang lebih luas lagi.
13:52Lebih bosen karena, wah adanya selera kalangan ini nih, apa yang lebih senior.
13:58Nah sekarang mereka bisa-bisa, Gen Z masuk, Gen Alpha masuk.
14:01Ibunya sebelah sana, Gen Z-nya sebelah Hall A gitu ya.
14:04Dan disitu juga ada, yang kita kebaruan adalah ada desa wisata.
14:10Ini kami bergandeng Kementerian Pariwisata, mengkurasi tadi desa-desa wisata terpilih.
14:15Dan ternyata kalau nanti masih yang berkesempatan, banyak diantaranya yang kadang istilah anak sekarang itu nemu hidden zen.
14:24Karena ternyata beberapa tuh yang memiliki, apa namanya, ada ikan hias, ada di laut ya maksudnya.
14:32Itu bahkan lebih indah dari beberapa yang sudah terkenal saat ini.
14:36Dan itu, wah ternyata ada ya, tapi karena publikasi, mungkin karena, mungkin baru dikenal segala macam.
14:45Dan ini tentunya dengan dorongan kita semua bisa lebih maju lagi.
14:50Dan KKI tahun ini, Mas, itu juga KKI yang kita katalah double zero.
14:56Jadi emisi dari KKI ini, tahun lalu kan dihitung, kemudian emisinya berapa kita sell out dengan penanaman pohon dan pembelian
15:03kredit karbon.
15:04Tahun ini, hal yang sama kita lakukan, kenapa double zero?
15:07Ya tadi zero pertama, zero keduanya adalah seluruh sampah organik dan non-organik, itu kita langsung olah.
15:12Kita kerjasama dengan pihak luar, kemudian mengolah menjadi kompos untuk organik.
15:19Sampah plastiknya diolah menjadi produk-produk yang kemudian bisa menghasilkan nilai ekonomi.
15:24Oke, terobosan ya, terobosan yang memang bermanfaat bagi lingkungan begitu.
15:28Pak Agung, ini kan tadi kalau di segmen pertama saya bertanya terkait bagaimana sih pihak luar, UMKM luar,
15:35bisa berpartisipasi ataupun ingin dibina oleh Bank Indonesia.
15:40Nah, kalau lebih mengerucut lagi, bagaimana cara pelaku usaha dan juga masyarakat dapat berpartisipasi dan juga hadir dalam kegiatan KKI
15:462026?
15:48Maksudnya sebagai peserta?
15:49Peserta, boleh peserta, boleh juga masyarakat secara luas, pengen datang ke sini.
15:53Tentunya kalau sebagai peserta, tadi ada tahapan kurasinya.
15:57Nah, kalau untuk masyarakat umum juga UMKM seluruh daerah yang ada kebetulan berada di Jakarta pada kesempatan sini adalah
16:05silahkan datang, UMKM ini KKI dibuka mulai hari ini tanggal 20 sampai dengan hari Minggu tanggal 23 dan itu gratis.
16:13Jadi tinggal daftar, tidak dibukut biaya apapun, silahkan persiapan untuk mengelilingi 550 BUD UMKM
16:24dan juga misalnya ada mau konsultasi dengan PM pembiayaan maupun PM untuk ekspor juga sudah tersedia.
16:34Jadi manfaatkan kesempatan dengan baik.
16:37Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya biasanya event-event kayak begini apalagi barang-barangnya bagus sekali,
16:42biasa berbayar, nah ini datang gratis tapi belinya bayar ya, jangan lupa.
16:47Tapi kalau saya lihat juga banyak sekali UMKM yang menjadi Mitra Bank Indonesia,
16:50tadi saya lihat juga ada beberapa yang ramai begitu oleh pembeli termasuk ada wasteras,
16:57sepatu, kerajinan tangan dan juga bahkan sampai kemakanan dan juga minuman.
17:02Ini tentu dengan kemitraan ini semoga semakin membuat UMKM lebih maju dan juga berkembang tentunya berkelanjutan.
17:08Terima kasih Pak Kurniawan Agung Wijayanto Direktur Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau Bank Indonesia
17:14atas penjelasannya bersama kami.
17:16Terima kasih Mas Yasis.
17:17Terima kasih Pak.
17:18Dan saudara jangan kemana-mana karena Sapa Indonesia Pegat kembali untuk Anda sesaat lagi,
17:22jadi tetap bersama kami.
17:25Terima kasih.
17:27Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan