Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BEKASI, KOMPAS.TV - Seorang pria tega mencuri uang nenek penjual nasi uduk di Kota Bekasi.

Sebelum mencuri pelaku sempat pura-pura menjadi pembeli.

Pria ini sempat pura-pura memesan nasi uduk kepada nenek penjual.

Saat nenek sibuk menyiapkan pesanan nasi uduk, pencuri langsung mengamati sekitar mencari tempat nenek menyimpan uang hasil jualan.

Setelah merasa aman, ia langsung mengambil uang jualan nenek yang disimpan dalam kaleng.

Pelaku langsung melarikan diri, setelah mendapat uang jualan. Nenek Atnah menyebut uang yang dicuri pelaku sejumlah Rp700 ribu.

Uang tersebut merupakan uang modal dirinya berjualan nasi uduk.

Nenek Atnah juga mengaku belum pernah melihat pelaku sebelumnya.

Pasca-pencurian, Nenek Atnah belum berjualan nasi uduk karena trauma.

Wali Kota Bekasi, Tri Ardhianto sempat mengunjungi rumah Nenek Atnah, pasca uang hasil jualan nasi uduknya dicuri.

Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan bantuan, agar Nenek Atnah bisa berjualan kembali.

Namun kepada Wali Kota Bekasi, Nenet Atnah mengaku masih trauma atas peristiwa ini.

Kita bahas langsung kasus pencurian ini bersama Nenek Atnah.

Baca Juga Pura-Pura Beli, Pria di Bekasi Curi Uang Rp700 Ribu Milik Nenek Penjual Nasi Uduk di https://www.kompas.tv/regional/651823/pura-pura-beli-pria-di-bekasi-curi-uang-rp700-ribu-milik-nenek-penjual-nasi-uduk

#pencurian #nenek #bekasi #nasiuduk

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/651841/full-nenek-atnah-ungkap-kronologi-pria-curi-uang-jualan-nasi-uduk-di-bekasi-kompas-petang
Transkrip
00:00Intro
00:06Terima kasih Anda masih bersama kami di Kompas Petang saya Sintia Rompas
00:10Saudara seorang pria tega mencuri uang nenek penjual nasi uduk di kota Bekasi
00:15Sebelum mencuri pelaku sempat pura-pura menjadi pembeli
00:25Pria ini sempat pura-pura memesan nasi uduk kepada nenek penjual
00:29Saat nenek sibuk menyiapkan pesanan nasi uduk, pencuri langsung mengamati sekitar mencari tempat nenek menyimpan uang hasil jualan
00:38Setelah merasa aman, ia langsung mengambil uang jualan nenek yang disimpan di dalam kaleng
00:43Pelaku langsung melarikan diri setelah mendapat uang jualan
01:09Lagi nyiapin yang empat pesanan ini, ya sudah memperhatikan sekililingnya
01:14Entah sudah dipelajarin, langsung matanya tertuju kepada kaleng kongkol
01:19Tempat duit, sekarang ini sekitaran 1 jutaan Pak
01:22Oh 1 juta ya, lumayan juga ya Pak ya?
01:24Lumayan juga
01:25Ya kita sih tahunya karena dia histeris teriak, karena mungkin dia merasa sedih gitu
01:33Nenek Atnah menyebut uang yang dicuri pelaku sejumlah 700 ribu rupiah
01:37Uang tersebut merupakan uang modal dirinya berjualan nasi uduk
01:41Nenek Atnah juga mengaku belum pernah melihat pelaku sebelumnya
01:46Pasca pencurian, Nenek Atnah belum berjualan kembali nasi uduk karena trauma
01:54Uangnya, uang hilang sempat sedikit, cuma ada 700 ribu rupiah
01:58Itu hasil jualan berarti?
02:00Iya, uang di jualan sama uang apa namanya itu
02:03Modalnya, modal sama-modalnya sama dagang itu
02:07Modalnya dapet gope, modalnya selot
02:11Dagangan banyak
02:13Malam itunya, malam kelasannya, terus malam itunya malam habis maghrib aku udah diajak
02:18Kira-kira, kenal nggak? Nggak kenal, orangnya sering jajan, nggak kenal, nggak pernah, baru ada di jajan
02:26Wali Kota Bekasi, Tri Ardiyanto, sempat mengunjungi rumah Nenek Atnah pasca uang hasil jualan nasi uduk yang dicuri
02:34Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan bantuan agar Nenek Atnah bisa berjualan kembali
02:39Namun, kepada Wali Kota Bekasi, Nenek Atnah mengaku masih trauma atas peristiwa tersebut
02:51Nenek Atnah penjual nasi uduk di Bekasi menjadi korban pencurian oleh seorang pria yang berpura-pura menjadi pembeli
02:57Sempat mengaku trauma, Nenek Atnah mengikhlaskan uang modalnya sebesar 700 ribu rupiah yang raib oleh pencuri
03:05Kita bergabung melalui sambungan Zoom dengan Nenek Atnah
03:10Assalamualaikum Ibu Atnah yang juga didampingi oleh Ibu Siti, adik dari Ibu Atnah
03:15Ibu Atnah bagaimana kabarnya sore hari ini Ibu?
03:20Waalaikumsalam Ibu Atnah, Alhamdulillah udah agak tenang, udah lebih tenang lagi gitu
03:28Karena memang beliau juga menganggap itu sebagai musibah, jadi mereka alhamdulillah dia udah lebih tenang
03:36Sebelumnya kami juga ingin mengungkapkan rasa keprihatinan kami atas apa yang terjadi terhadap Ibu Atnah
03:43Ibu Atnah, kalau saat ini Ibu sempat melaporkan peristiwa yang terjadi tidak?
03:51Kita sempat melaporkan, kemarin juga pas malam setelah kejadian itu ada pihak dari RT, RW, POSEX, Limnas, dan Buster sekalipun
04:03Semua mendatangi Ibu Atnah dan menanyakan bagaimana kejadiannya, kronologinya seperti apa
04:10Ibu Atnah pun menceritakan dan kadang mungkin Ibu Atnah pun karena kondisinya udah tua dan mereka Ibu Atnah juga ada
04:17sedikit pendengarannya
04:20Terganggu, jadi mengikhlaskan aja gitu ketika beliau mendapat musibah yaudah, udah capek, dia juga udah lelah, yaudah ikhlas, hidup, gak
04:30apa-apa katanya gitu
04:32Mungkin saya bisa berbicara langsung dengan Ibu Atnah, Ibu Atnah sendiri saat ini Ibu Atnah, akankah berjualan kembali mungkin?
04:45Boleh diberikan ke Ibu Atnah, silahkan Ibu
04:48Mau jualan lagi? Mau jualan lagi? Mau jualan apa? Jualan Mas Budok mau lagi?
04:55Mau, oke jualan lagi, sebenarnya terus saya puasa, entah kadang puasa, ya hari, oke jualan lagi
05:04Ini lagi berapa, aku lagi banyak, ntar jualan lagi, kalau udah gak ada, Bek
05:10Ibu Atnah sendiri berjualan sudah berapa lama ya, Bu?
05:15Sudah berapa lama jualan?
05:17Nah, udah, udah 3 tahun ada, 3 tahun ada, terus saya kontraknya pindah, ya ke belak tinggi, tapi terus baru
05:28jalan ke pindahan ini baru jalan 4 bulan
05:324 bulan jalan, terus, nah kayaklah tiba-tiba ada buat orang jahat, yaudah
05:40Ibu, meski Ibu sekarang sudah mengikhlaskan apa yang terjadi, tapi Ibu Atnah sendiri sempat tidak melihat ataupun mengenali pelaku pencurian
05:51Kenal gak sama orangnya yang?
05:53Enggak, udah kenal, ya soalnya jarang jajat, terus tadi udah belak-balik aja, aku juga enggak disangka, tiba-tiba dia
06:03minta nasi
06:04Terus aku bungkusin, baru dapet dua, tiba-tiba kabur, nah terus aku nengok ke belakang tempat kalengnya di belakang, aku
06:14juga enggak tahu
06:15Belakang, dapet dua, terus kabur, baru aku bisa nengok
06:19Saat pelaku melarikan diri tanpa membawa nasi pesanannya, Ibu Atnah mengetahui atau menyadari uangnya ikut di bawah, pas kapan Bu
06:30Atnah?
06:32Pas kapan duitnya diambil?
06:36Berapa?
06:37Udah tahu duitnya diambil itu pas kapan?
06:40Iya, pas kapan.
06:41Udah lama ya?
06:42Iya, berapa langsungnya?
06:44Ya, baru dapet uang uang, terus dia langsung kabur, langsung kabur, bawa uang kayak sekitar 10 menit ya, 10 menit
06:56kejadian baru engeh kalau uangnya diambil
07:00Bu Siti, sehari itu biasanya Ibu Atnah berjualan dari jam berapa hingga pukul berapa Ibu?
07:08Kalau sehari-hari biasanya berjualan dari jam 5, jam 5 pagi, dini hari sampai jam 8, setengah 9 kurang lebih
07:17Jadi karena jualan tergantung tergantung habisnya, kadang habisnya jam 8, kadang jam 9 atau setengah 9 baru habis
07:27Biasanya modal yang dibutuhkan berapa dan keuntungan yang diperoleh berapa oleh Ibu Atnah?
07:32Untuk modal biasanya kadang 500 ribu, 400 ribu, keuntungan itu tergantung dari banyaknya yang dijual
07:45Nah dari keuntungan yang 100 atau 150 nanti disisikan tuh buat bayar kontrakan, terus disisikan lagi buat bayar listrik yang
07:55di rumah
07:56Jadi disisikan lagi buat sedikit-sedikit kebutuhan kalau ada yang mendadang
08:03Bu Siti, ini kan polisi terus berupaya untuk mengungkap siapa pelaku pencurian
08:09Jika nanti pelakunya tertangkap, apa sekiranya yang akan disampaikan Ibu Atnah?
08:17Atau apa yang akan dilakukan Ibu Atnah?
08:23Kalau malingnya ditangkap, mau diapain?
08:26Kalau maling ditangkap, mau diapain?
08:28Mau diapain, udah, gak diapain
08:30Teman-teman aku pengen tanya kalau tau orangnya gitu
08:33Siapa? Aku pengen nanya, dia mau beli jahat, pora-pora udah beli nasi
08:41Gak diapain, kita hanya ajak kenapa katanya
08:44Baik, artinya memang ikhlaskan
08:46Dan Ibu Atnah kalau boleh tau, untuk persiapan masak nasi uduk ini mulai dari jam berapa Bu siap-siapnya?
08:54Jam berapa? Masaknya dari jam berapa?
08:57Masak nasi uduk?
08:59Banyak, cuma
09:00Dari jam berapa? Cuman 2 liter
09:02Dari jam berapa?
09:03Dari jam masaknya
09:05Dari jam setengah satu aku masak
09:09Terus jam setengah lima aku kelar tuh
09:12Baru jalan, ngangkut-ngangkutin
09:16Dari jam satu malam
09:18Jadi dari jam satu dini hari Ibu sudah bangun untuk masak dan juga mempersiapkan
09:24Ini sendiri menyiapkannya Bu Atnah?
09:27Iya, sendiri-sendiri karena memang tinggalnya juga sendiri di rumah
09:31Oh tinggalnya sendiri?
09:33Iya, sendiri di rumah
09:35Kebetulan nenek juga janda kan
09:37Janda, terus anaknya juga udah pada berkeluarga
09:40Masing-masing punya kegiatan juga
09:43Ada yang jualan nasi uduk juga
09:45Terus anak yang satu juga jauh di daerah Pancoran
09:48Ngikutin suaminya
09:50Jadi bener-bener sendiri di rumah
09:52Jadi kalau sehari-hari masak mulai jam satu pagi
09:55Berjualan, dilanjutkan dengan berjualan
09:58Dari jam lima hingga siang hari
10:01Biasanya kegiatan dari Ibu Atnah selain itu apa aja Bu?
10:06Nenek juga punya keahlian ngurut sih
10:08Dia punya ngurut, bisa ngurut ya bayi
10:11Cuman karena mungkin udah capek jualan
10:13Ngurut itu udah mulai agak berkurang
10:16Kecuali kalau ada yang penting banget
10:18Baru nenek juga bisa ngurut
10:20Cuman memang dari dulu berjualan itu
10:23Dari nenek itu udah sekitar hampir 30 tahun jualan
10:26Memang dia untuk ininya jualan
10:29Tapi kalau keluarga sendiri tinggalnya berdekatan
10:32Dengan lokasi Ibu Atnah atau gimana nih Ibu Siti?
10:36Kalau untuk rumahnya Ibu Atnah kita dekatan
10:39Tapi lokasi kejadian itu jauh
10:42Kita jauh
10:45Tadi kan wali kota juga tiba
10:48Dan juga bertemu dengan Ibu Atnah
10:51Apa yang disampaikan oleh wali kota?
10:55Untuk wali kota menyampaikan
10:57Agar nenek ini lebih sabar lagi
11:00Tenang, tetap semangat untuk berjualan
11:04Bahkan wali kota pun menjanjikan
11:07Nanti akan diberikan etalase
11:09Untuk jualan nenek agar lebih aman lagi
11:13Tetap hati-hati dan tetap semangat sih
11:15Untuk nenek berjualan
11:17Oke, mungkin saya mau tanyakan langsung ke Ibu Atnah
11:20Setelah mendapatkan support dari wali kota
11:23Dan juga mendapatkan support dari warga
11:26Kapan kira-kira Ibu Atnah
11:28Mau memberanikan diri untuk kembali berjualan?
11:33Mau mulai jualan?
11:35Kapan?
11:36Jualannya mau mulai kapan?
11:38Mulai
11:39Entah kapan
11:40Entah hari Sabtu jualan mulai lagi
11:42Udah berani ya
11:45Pagi ini
11:46Saya yang sore
11:46Sore kira-kira jam 3 baru keluar
11:50Jam 1 masak
11:52Tapi gak masak
11:53Masih maksudnya
11:54Bikin kolok
11:56Terus bikin lotong isi
11:58Udah
11:59Gak banyak
11:59Kalau bulan potang gak banyak
12:01Oke
12:02Bu Atnah
12:03Berarti sekarang nanti setelah
12:06Ini hari Sabtu jualan untuk hidangan
12:09Saur dan juga berbuka ya Bu ya?
12:11Paling sih berbuka puasa aja
12:13Kalau sahur enggak
12:15Bu Atnah
12:17Ini kan berjualan di rumah ya
12:19Betul ya
12:19Ini untuk Ibu Atnah
12:21Yang memang tinggal di lokasi itu ya
12:22Akan berpindah lokasi atau gimana
12:25Rencananya?
12:27Kalau untuk jualannya itu
12:29Dia ngontrak
12:30Ngontrak di rumah saudara
12:32Oke
12:33Kalau untuk berjualannya dia ngontrak
12:37Dan mungkin karena memang tempatnya udah nyaman disitu
12:40Ada kemungkinan tetap juga berjualan disitu
12:43Cuma nanti untuk lebih hati-hati aja
12:45Lebih ditingkatkan lagi hati-hatinya
12:48Waspadanya
12:49Mungkin nanti kita bisa bantu dengan
12:51Saudara-saudara yang lain
12:54Biar mengawasi Ibu Atnah
12:55Oke
12:56Baik
12:57Mudah-mudahan Ibu Atnah bisa kembali berjualan
13:00Dan juga memberanikan diri
13:02Dan support dari kita semua
13:03Karena di usia Ibu Atnah
13:06Ini juga masih tetap bersemangat
13:07Untuk mencari rezeki
13:09Terima kasih sekali lagi
13:10Ibu Atnah dan juga Ibu Siti
13:12Terima kasih sudah berbagi
13:14Terima kasih banyak
13:15Terima kasih
13:16Alhamdulillah
13:20Baik
13:21Tetap semangat ya Bu Atnah ya
13:23Terima kasih Ibu
13:24Terima kasih
Komentar

Dianjurkan