Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
GAZA, KOMPAS.TV - Ramadan hari pertama dilalui warga Gaza dengan penuh keprihatinan.

Meski sudah memasuki masa gencatan senjata, warga tetap waswas, khawatir situasi berubah sewaktu-waktu.

Senyum ceria dan gelak tawa terpancar dari wajah-wajah malaikat kecil Gaza.

Mereka bermain lentera yang dibuat dari kaleng soda kosong bersama teman-teman sebaya di hari pertama Ramadan.

Anak-anak memang selalu bisa menemukan kebahagiannya di tengah himpitan kesulitan kehidupan.

Dalam keadaan normal, bulan Ramadan menyatukan keluarga dan teman-teman untuk makan sahur dan berbuka puasa dalam suasana hangat penuh sukacita.

Namun, perang mengubah segalanya. Kamelia Al Zamli menceritakan keluarganya tak punya uang sepeser pun untuk membeli bahan makanan.

Untuk bertahan hidup, mereka bergantung sepenuhnya pada bantuan dan dapur amal.

Bahkan Kamelia bergabung dengan ratusan orang berdesakan untuk mendapatkan makanan di dapur amal.

Perang Israel-Hamas mengubah hidup keluarga kecil ini secara drastis.

Meski gencatan senjata, Israel masih mengempur Gaza. Banyak bangunan porak-poranda.

Tapi Masjid Agung Omari masih berdiri tegak menjadi berkah bagi warga Gaza untuk tarawih.

Relawan Emergency Medical Team 12, Muhammad Reynaldi menceritakan betapa situasi di Gaza masih rentan serangan-serangan Israel.

Serangan militer Israel telah menewaskan lebih dari 72 ribu warga Palestina menyisakan kehancuran.

Dan membuat sebagian besar warga Gaza kehilangan tempat bernaung.

Untuk membahas soal asa Ramadan warga Gaza di tengah kehancuran dan KTT Board of Peace yang digelar di Amerika Serikat, sudah ada Musthafa Abd Rahman, Pengamat Timur Tengah.

Baca Juga Ramadan di Gaza Penuh Keterbatasan, Warga Waswas Meski Gencatan Senjata | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/651837/ramadan-di-gaza-penuh-keterbatasan-warga-waswas-meski-gencatan-senjata-kompas-malam

#gaza #palestina #boardofpeace

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/651842/full-pengamat-timur-tengah-soroti-posisi-indonesia-di-pertemuan-perdana-ktt-board-of-peace
Transkrip
00:00Dan saudara untuk membahas soal asa Ramadan warga Gaza di tengah kehancuran dan KTT Board of Peace yang digelar di
00:08Amerika Serikat.
00:09Saat ini sudah ada Mustafa Abdul Rahman, pengamat Timur Tengah. Selamat malam Pak Mustafa.
00:16Selamat malam.
00:18Pak Mustafa seperti apa Anda melihat dampak konflik antara Israel dan juga Hamas terhadap kehidupan sosial dan keagamaan warga Gaza
00:25terutama saat Ramadan ini?
00:28Tentu ya seperti yang baru ditayangkan Kompas TV ya.
00:32Jadi mereka tidak merasakan kegembiraan atau semacam ada perayaan yang luar biasa seperti yang terjadi di banyak negara Arab lain
00:47ya.
00:47Seperti Mesir, di Arab Saudi, di Jordania, di mana ketika ada momen besar hari-hari keagamaan Islam seperti Ramadan, Idul
01:02Fitri, Idul Adha, mereka menyambut sangat meriah.
01:06Semacam ada kegembiraan khususlah bahkan ada perayaan di sana-sini tapi apa yang terjadi di Gaza tahun ini ketika mereka
01:17menyambut bulan Ramadan tentu yang terjadi sebaliknya dari apa yang terjadi di negara Arab Arab lain.
01:22Mereka merasa kepedian, mereka belum melupakan atau lepas dari kekejaman agresi Israel selama lebih dari dua tahun ini dan dampak
01:38itu tetap mereka rasakan seperti yang ditayangkan Kompas TV barusan
01:45bahwa mereka untuk memenuhi kegembiraan menyambut bulan Ramadan mereka tidak bisa.
01:54Dan saya kira itu mewakili dari hampir atau dua juta lebih warga Gaza.
02:01Jadi apa yang dirasakan salah satu warga Gaza tersebut itu juga terjadi pada semua warga Gaza yang berjumlah lebih dari
02:11dua juta orang tersebut.
02:13Iya Pak Mustafa tapi kan hari ini KTT atau Konferensi Tingkat Tinggi Dewan Perdamaian itu yang digaungkan untuk menciptakan perdamaian
02:21sedang digelar di Amerika Serikat.
02:25Bagaimana pandangan Anda terhadap pengaruh daripada KTT yang berlangsung saat ini untuk perdamaian Palestina?
02:33Apa yang terjadi di Washington DC sekarang yaitu pembukaan Dewan Perdamaian atau Board of Peace itu adalah bagian dari rangkaian
02:47proses yang proposal damai dari Donald Trump yang terdiri dari 20 butir tersebut yang kemudian dilegalkan melalui resolusi Dewan Keamanan
03:04PBB nomor 2803
03:07dan kemudian Presiden Trump mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian tersebut pada Januari lalu dan sekarang hari ini adalah pembukaan Dewan Perdamaian
03:22tersebut oleh Donald Trump.
03:24Itu adalah merupakan rangkaian panjang itu dan ini adalah bagian dari rangkaian tersebut.
03:30Artinya pembukaan yang terjadi hari ini adalah bagian dari rangkaian tersebut memang diharapkan Dewan Perdamaian ini bisa menciptakan situasi lebih
03:43baik di jalur Gaza
03:45seperti yang sering digaungkan oleh Presiden Trump sendiri atas visi dan misi Dewan Perdamaian tersebut.
03:54Walaupun di lapangan ya realitanya tidak seperti yang diharapkan.
03:58Israel masih hampir tiap hari melakukan serangan secara seprodis terhadap berbagai sasaran di jalur Gaza
04:07seperti kita ketahui bahwa sudah lebih dari 500 warga Gaza yang tewas akibat pelanggaran Israel atas gencatan senterja tersebut.
04:18Kemudian ya juga diharapkan segera dimulai pembangunan kembali jalur Gaza.
04:24Ya tentu harapannya adalah dari pertemuan perdana di KTT ini ada hasilnya terutama dalam wujudkan perdamaian di Gaza.
04:32Lantas Pak Mustafa bagaimana cara Indonesia dalam meneguhkan posisinya di Dewan Perdamaian ini terutama bagi perdamaian di Gaza?
04:40Indonesia kan sudah memutuskan bergabung dengan Dewan Perdamaian itu.
04:45Tentu itu merupakan ikhtihad politik pemberitaan Indonesia.
04:51Indonesia tentu sudah punya kalkulasi politiknya sendiri ya.
04:56Sehingga berani memutuskan bergabung ke Dewan Perdamaian.
05:00Dan tentu yang kita harapkan Indonesia bisa bermain di internal Dewan Perdamaian tersebut untuk seperti yang pertama bagaimana Dewan Perdamaian
05:11tersebut adalah bisa menciptakan keadaan lebih baik.
05:15Dan nanti ujungnya bagaimana Dewan Perdamaian tersebut bisa menciptakan solusi dua negara.
05:21Yang ini berdirinya negara-negara Palestina.
05:24Ini adalah tantangan Indonesia atau pertaruan Indonesia dan keputusannya bergabung dengan Dewan Perdamaian tersebut.
05:34Tentu di Indonesia tidak sendiri.
05:35Karena banyak negara berpenduduk mayoritas muslim yang ikut bergabung dengan Dewan Perdamaian tersebut.
05:42Seperti Mesir, Turki, Pakistan, Arab Saudi.
05:45Kemudian negara menengah muslim yang penting yang sangat besar pengaruhnya seperti Qatar, Uni, Imerat.
05:52Maka Indonesia harus bersama-sama mereka supaya bisa khususnya mempengaruhi dana Trump untuk komitmen dengan 20 butir proposal damai tersebut.
06:05Yang ujung-ujungnya bisa menciptakan solusi dua negara.
06:08Ini pertaruan Indonesia dan ini yang kita tunggu semua.
06:11Baik, terima kasih Pak Mustafa sudah berbagi pandangan bersama kami di Kompas Malam Kompas TV.
06:17Kita harapkan, kita tunggu bagaimana hasil dari KTT Perdana Dewan Perdamaian yang saat ini masih berlangsung di Washington DC, Amerika
06:25Serikat.
06:26Terima kasih Pengamat Timur Tengah Mustafa Abdul Rahman sudah berbagi pandangannya di Kompas Malam.
06:31Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan