00:00Dan saudara untuk membahas soal asa Ramadan warga Gaza di tengah kehancuran dan KTT Board of Peace yang digelar di
00:08Amerika Serikat.
00:09Saat ini sudah ada Mustafa Abdul Rahman, pengamat Timur Tengah. Selamat malam Pak Mustafa.
00:16Selamat malam.
00:18Pak Mustafa seperti apa Anda melihat dampak konflik antara Israel dan juga Hamas terhadap kehidupan sosial dan keagamaan warga Gaza
00:25terutama saat Ramadan ini?
00:28Tentu ya seperti yang baru ditayangkan Kompas TV ya.
00:32Jadi mereka tidak merasakan kegembiraan atau semacam ada perayaan yang luar biasa seperti yang terjadi di banyak negara Arab lain
00:47ya.
00:47Seperti Mesir, di Arab Saudi, di Jordania, di mana ketika ada momen besar hari-hari keagamaan Islam seperti Ramadan, Idul
01:02Fitri, Idul Adha, mereka menyambut sangat meriah.
01:06Semacam ada kegembiraan khususlah bahkan ada perayaan di sana-sini tapi apa yang terjadi di Gaza tahun ini ketika mereka
01:17menyambut bulan Ramadan tentu yang terjadi sebaliknya dari apa yang terjadi di negara Arab Arab lain.
01:22Mereka merasa kepedian, mereka belum melupakan atau lepas dari kekejaman agresi Israel selama lebih dari dua tahun ini dan dampak
01:38itu tetap mereka rasakan seperti yang ditayangkan Kompas TV barusan
01:45bahwa mereka untuk memenuhi kegembiraan menyambut bulan Ramadan mereka tidak bisa.
01:54Dan saya kira itu mewakili dari hampir atau dua juta lebih warga Gaza.
02:01Jadi apa yang dirasakan salah satu warga Gaza tersebut itu juga terjadi pada semua warga Gaza yang berjumlah lebih dari
02:11dua juta orang tersebut.
02:13Iya Pak Mustafa tapi kan hari ini KTT atau Konferensi Tingkat Tinggi Dewan Perdamaian itu yang digaungkan untuk menciptakan perdamaian
02:21sedang digelar di Amerika Serikat.
02:25Bagaimana pandangan Anda terhadap pengaruh daripada KTT yang berlangsung saat ini untuk perdamaian Palestina?
02:33Apa yang terjadi di Washington DC sekarang yaitu pembukaan Dewan Perdamaian atau Board of Peace itu adalah bagian dari rangkaian
02:47proses yang proposal damai dari Donald Trump yang terdiri dari 20 butir tersebut yang kemudian dilegalkan melalui resolusi Dewan Keamanan
03:04PBB nomor 2803
03:07dan kemudian Presiden Trump mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian tersebut pada Januari lalu dan sekarang hari ini adalah pembukaan Dewan Perdamaian
03:22tersebut oleh Donald Trump.
03:24Itu adalah merupakan rangkaian panjang itu dan ini adalah bagian dari rangkaian tersebut.
03:30Artinya pembukaan yang terjadi hari ini adalah bagian dari rangkaian tersebut memang diharapkan Dewan Perdamaian ini bisa menciptakan situasi lebih
03:43baik di jalur Gaza
03:45seperti yang sering digaungkan oleh Presiden Trump sendiri atas visi dan misi Dewan Perdamaian tersebut.
03:54Walaupun di lapangan ya realitanya tidak seperti yang diharapkan.
03:58Israel masih hampir tiap hari melakukan serangan secara seprodis terhadap berbagai sasaran di jalur Gaza
04:07seperti kita ketahui bahwa sudah lebih dari 500 warga Gaza yang tewas akibat pelanggaran Israel atas gencatan senterja tersebut.
04:18Kemudian ya juga diharapkan segera dimulai pembangunan kembali jalur Gaza.
04:24Ya tentu harapannya adalah dari pertemuan perdana di KTT ini ada hasilnya terutama dalam wujudkan perdamaian di Gaza.
04:32Lantas Pak Mustafa bagaimana cara Indonesia dalam meneguhkan posisinya di Dewan Perdamaian ini terutama bagi perdamaian di Gaza?
04:40Indonesia kan sudah memutuskan bergabung dengan Dewan Perdamaian itu.
04:45Tentu itu merupakan ikhtihad politik pemberitaan Indonesia.
04:51Indonesia tentu sudah punya kalkulasi politiknya sendiri ya.
04:56Sehingga berani memutuskan bergabung ke Dewan Perdamaian.
05:00Dan tentu yang kita harapkan Indonesia bisa bermain di internal Dewan Perdamaian tersebut untuk seperti yang pertama bagaimana Dewan Perdamaian
05:11tersebut adalah bisa menciptakan keadaan lebih baik.
05:15Dan nanti ujungnya bagaimana Dewan Perdamaian tersebut bisa menciptakan solusi dua negara.
05:21Yang ini berdirinya negara-negara Palestina.
05:24Ini adalah tantangan Indonesia atau pertaruan Indonesia dan keputusannya bergabung dengan Dewan Perdamaian tersebut.
05:34Tentu di Indonesia tidak sendiri.
05:35Karena banyak negara berpenduduk mayoritas muslim yang ikut bergabung dengan Dewan Perdamaian tersebut.
05:42Seperti Mesir, Turki, Pakistan, Arab Saudi.
05:45Kemudian negara menengah muslim yang penting yang sangat besar pengaruhnya seperti Qatar, Uni, Imerat.
05:52Maka Indonesia harus bersama-sama mereka supaya bisa khususnya mempengaruhi dana Trump untuk komitmen dengan 20 butir proposal damai tersebut.
06:05Yang ujung-ujungnya bisa menciptakan solusi dua negara.
06:08Ini pertaruan Indonesia dan ini yang kita tunggu semua.
06:11Baik, terima kasih Pak Mustafa sudah berbagi pandangan bersama kami di Kompas Malam Kompas TV.
06:17Kita harapkan, kita tunggu bagaimana hasil dari KTT Perdana Dewan Perdamaian yang saat ini masih berlangsung di Washington DC, Amerika
06:25Serikat.
06:26Terima kasih Pengamat Timur Tengah Mustafa Abdul Rahman sudah berbagi pandangannya di Kompas Malam.
06:31Terima kasih.
Komentar