00:00Sebenarnya kalau bicara kontribusi gitu Sumbang sih, kita masih perlu gak sih mengatakan
00:06oh kita sekarang tidak lagi sembilan naga tapi sembilan yang bukan naga.
00:12Apakah masih perlu ada dikotong, dalam memberikan Sumbang sih kepada Indonesia,
00:17apakah masih perlu ada terminologi seperti itu, naga dan bukan naga?
00:22Kalau saya beberapa gak perlu, tetapi harus jelas kepada orang-orang yang mencuri ini katakanlah
00:29yaitu bahwa mereka harus bayar.
00:32And that is what he had said the next day after we met, he met the six others yang dia
00:39anggap naga-naga itu.
00:41Dia bilang itu, lu gak bayar penjara, itu saja.
00:47So that is the way you have to handle it, bukan karena dia gede, dia cina dan sebagainya.
00:54Tetapi you punya kewajiban, karena you sudah melanggar, sekarang-sekarang you harus bayar.
01:01That's it, full stop. Waktu itu dia begitu jadi handle.
01:06Pak Yusuf gak merasa bahwa itu ini ya, bagian dari kayak intimidasi, gak makin takut pengusaha?
01:12Pengusaha ini maling semua, sebetulnya.
01:16Maka itu, they have to learn also, to do it the right way, hukum dan sebagainya,
01:23mereka juga harus ikutin, gak bisa mereka karena besar, bisa bayar semua.
01:28Gak maling lah, maksudnya karena ada kesempatan.
01:30Kalau mau ngerampok itu kan it takes two to thank you.
01:33Gak ada pengusaha yang mau bayar lebih mahal, tapi karena ada kesempatan untuk cheating,
01:39apakah itu dari si pembuat kebijakan, regulator, dan si pengusaha ya pasti akan terjadi.
01:48Itu bergantung, dan dia juga bilang, at the same time, dia juga bilang,
01:53yang saya paling benci ini adalah pembuatan negeri yang mencuri.
01:58Itu dia bilang, sekeras-kerasnya.
02:01Jadi supaya mereka tahu juga nih yang lain-lain.
02:05Itu adalah yang pertama.
02:06Dan yang kedua, yang dia bilang adalah,
02:09dan yang paling saya benci adalah semua perusahaan negara yang sudah becus.
02:14BUMN maksudnya.
02:15Maling semua.
02:17Jadi itu adalah yang dia berkata di akhir perusahaan dia.
02:24Itu yang dia bilang.
02:25Bu Mari sebagai bagian yang bisa saya bilang, bagian dari pemerintah.
02:30Bagaimana menangkap pesan presiden seperti ini, bahwa sebenarnya niatnya baik,
02:34tetapi jangan sampai kemudian bisa diartikan cukup represif, menakut-nakuti,
02:48karena, saya ingat ada seorang pengusaha mengatakan,
02:54pengusaha atau investasi di Indonesia atau dimanapun itu seperti ayam yang ditunggu untuk bertelur.
03:01Kalau situasinya ditakut-takutin, represif, lalu si ayam gak akan bertelur.
03:07Tapi kalau situasinya memang kondusif, jangankan bisa bertelur, bahkan dia bisa bertelur emas.
03:12Bagaimana maksudnya baik, tetapi ketika dalam speech atau dalam pesan yang disampaikan,
03:23itu mengandung satu kengerian, jadi pengusaha juga yaudahlah, gak usah menonjol,
03:30lelo aja, berin aja.
03:31Nah, so, apa gunanya buat Indonesia kalau speech-nya tentang sesuatu ingin memberantas korupsi,
03:39tapi itu justru membuat situasi yang menakutkan?
03:42Kalau menurut saya, kita anggap presiden itu mempunyai niat baik ya,
03:50membenarkan yang gak benar gitu kan.
03:52Jadi yang gak benar ya harus dipunish, yang gak benar dan yang korupsi harus dipunish,
03:57dan di-manage, dikelola, bahkan di-penalty gitu ya.
04:04Tapi yang benar harusnya difasilitasi.
04:08Ini yang mungkin belum muncul ya.
04:10Nah, ini mungkin yang PR kita bersamalah untuk bagaimana membantu presiden,
04:15yang benar ini harus difasilitasi.
04:17Karena itu adalah jawaban untuk kita bisa tumbuh di atas 5 persen,
04:21bahkan kalau mau menuju ke 8 persen, gak mungkin tanpa investasi dari dunia usaha.
04:26Nah, apakah itu sembilan naga atau medium size atau dari asing ya.
04:35Ini menjamin bahwa ada konsistensi kebijakan, kepastian hukum,
04:40itu semua bagian dari diregulasi yang memang presiden sendiri sudah mencanangkan
04:45dari bulan April tahun lalu.
04:47Tapi memang implementasinya ini yang belum berjalan dengan baik.
04:50Dan saya rasa waktu Apindo bertemu dengan presiden,
04:54selain berjanji untuk membantu masyarakat kecil,
04:59juga menyampaikan, kita ini mau berusaha,
05:02tapi kita menghadapi masalah ini, masalah itu.
05:05Dan presiden sebelumnya berjanji juga untuk mengatasi.
05:08Nah, sekarang tinggal bagaimana koordinasi dan implementasi
05:12untuk menyelesaikan masalah ini terjadi.
05:14Jadi ini mungkin kita semua harus memposisikan diri,
05:18bagaimana kita membantu presiden.
05:20Dan menurut saya presiden itu cukup fair lah ya.
05:22Jadi tadi yang gak benar konsesi melanggar dan lain sebagainya,
05:26memang di penalty dan bahkan ada yang diambil alih.
05:29Tapi di saat dia mendapat laporan,
05:31oh Mertabe misalnya ya, sebagai contoh,
05:34sebetulnya dia tidak melanggar atau apapun tidak harus dicabut izinnya.
05:39Beliau kan sudah janji untuk mengevaluasi.
05:42Jadi itu yang perlu ada pelaporan yang baik dan benar ke presiden.
05:48Dan mungkin yang terakhir sebagai rekomendasi konkret ya,
05:52dan ini salah satu yang juga ditugaskan oleh presiden ke Dewan Ekonomi Nasional
05:58adalah menggunakan digital.
06:00Jadi dengan adanya digitalization dari pemerintah,
06:04ini juga akan menjawab isu birokrasi yang kadang-kadang sengaja abu-abu peraturannya.
06:10Kalau ada one data digital ID dan digital payment dan exchange of data,
06:18saya bisa tahu Rossi itu memang berhak dapat bansos.
06:22Pak Yusuf tidak berhak dapat bansos.
06:25Jadi saya bisa target yang benar gitu.
06:28Dan ada efisiensi dan efektiveness.
06:30Dan saya bisa juga ngecek secara objektif ini terjadi korupsi atau tidak gitu kan.
06:36Semoga ya Bu ya.
06:37Itu arahnya ke sana karena itu akan menjadi instrumen yang baik untuk presiden
06:41sehingga dia bisa lebih objektif lah ya.
06:44Secara data itu bisa dilihat siapa yang salah, siapa yang tidak salah.
06:50Yang fair.
06:50Dan ini sebetulnya bagian dari menciptakan transparansi dan kepastian hukum.
06:56Pak Yusuf terakhir untuk Bapak.
06:58Kalau menurut Bapak karena Bapak sudah cukup bilang frekuensinya cukup sering
07:02untuk bertemu dengan Presiden Prabowo, tidak saja mewakili, ikut bersama pengusaha
07:08tapi juga para pakar internasional dan mantan Menteri Luar Negeri.
07:13Menurut Bapak dalam kondisi yang sekarang sebenarnya bisa global tidak baik
07:18dan bagaimanapun juga terdampak pada Indonesia, kita harus menciptakan lapangan kerja.
07:23Menurut Bapak apa yang paling penting harus dilakukan oleh Presiden?
07:26Ya saya kira yang pertama dia jangan ngomong saja.
07:33Yang pertama dia harus lakukan apa yang perlu dilakukan dalam mencapai ini.
07:39Dan yang kedua adalah dia harus pergunakan memang kalau ini sebetulnya
07:44kalau dia serahkan kepada perusahaan-perusahaan yang menengah
07:48untuk bisa membantu yang kecil-kecil ini, bisa saja ada kemajuan yang berat, yang bagus.
07:55Seperti Tiongkok ya.
07:57Tiongkok itu Presiden Xi Jinping itu sendiri 50 kali turun ke desa-desa itu
08:05supaya mereka menghilangkan sebetulnya kekurangan-kekurangan dari masyarakat kecil ini.
08:13Dia sendiri 50 kali turun kembali untuk menemukan apa yang harus lakukan.
08:19Dan kalau dalam 10 tahun mereka selesai, mereka tidak ada lagi kemiskinan.
08:25Begitulah dia punya kerja.
08:27Nah jadi saya harapkan Perubowo juga begitu dong.
08:31Ya kan? Bahwa dia komited.
08:34Blusuhan maksudnya Pak?
08:35Kenapa?
08:36Blusukan.
08:37Ya Pak misalnya kalau dia enggak blusukan, dia panggil aja ini nih.
08:41Sisi sofirnya enggak buah nih.
08:43Eh PKM lu.
08:45PKM apa sih?
08:51Lu ngomong-ngomong aja.
08:53Jalan kan dong?
08:55Begitu.
08:56Ya enggak?
08:57Saya kira.
08:57Panggil pengusaha.
08:59Saya panggil pengusaha.
08:59Jalanin.
09:00Suruh pengusaha itu keliling jalankan.
09:03Untuk yang kecil-kecil ini.
09:05Sekaligus.
09:06Baru bisa.
09:07Dan dengar masukan dari lapangan.
09:09Apa nih?
09:10Bagaimana kita menciptakan lapangan pekerjaan?
09:13Karena saat ini rasanya terutama di tahun yang penuh tantangan,
09:17yang paling penting adalah menciptakan lapangan pekerjaan.
09:20Nomor satu.
09:21That is the worst of.
09:23Because there are 6 million people involved.
09:26Yang sekarang ini begini.
09:28Belum lagi kalau nanti 5 tahun lagi berapa itu?
09:31Sudah.
09:31Ya.
09:32Setiap tahun sekitar ada, kalau enggak salah itu dibilang, selalu ada tingkat kelulusan.
09:40Universitas pasti meluluskan mahasiswanya.
09:44Itu kalau enggak ada lapangan kerja yang menampung.
09:47Oh enggak bisa.
09:49Angka pengangguran terbuka itu 25% itu anak muda.
09:53Dan yang lebih berpendidikan.
09:55Jadi ini sudah menjadi sumber ketegangan yang perlu diatasi.
10:01Sepadangan penciptaan lapangan pekerjaan atau program-program yang memang bisa melatih mereka untuk mendapat pekerjaan.
10:09Maka itu program magang sebetulnya yang dicanangkan oleh pemerintah itu sebetulnya cukup berjalan dengan baik.
10:15Kita berharap yang terbaik untuk Indonesia.
10:19Dan terima kasih Pak Yusuf, Ibu, Maria LK Pangestu.
10:25Jadi tema cindo kita malam hari ini Pak Yusuf itu adalah karena cinta Indonesia.
10:33Kita keturunan Tionghoa tapi kita orang Indonesia.
10:37Selalu cinta Indonesia.
10:39Makasih Pak Yusuf, Ibu, Maria Pangestu.
10:41Terima kasih.
10:42Terima kasih Anda juga yang telah menyaksikan Rosie.
10:45Gong Sifacoy.
10:46Dan bagi Anda teman-teman Kristiani, selamat memasuki masa Prapaskah.
10:53Dan bagi umat muslim, selamat memasuki bulan Ramadan.
10:57Kita jumpa lagi Kamis depan hanya di Kompas TV Independent Terpercaya.
11:01Selamat malam.
Komentar