Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pendiri Lembaga Peneliti CSIS, Jusuf Wanandi, melontarkan pernyataan tegas terkait polemik istilah "sembilan naga" yang kerap dikaitkan dengan kelompok konglomerat di Indonesia.

Dalam program Rosi, Jusuf mempertanyakan relevansi dikotomi tersebut dalam konteks kontribusi terhadap bangsa.

nurut Jusuf, yang jauh lebih penting adalah kepastian hukum. Siapa pun yang mencuri atau merugikan negara harus bertanggung jawab, tanpa melihat latar belakang, skala usaha, maupun etnis.

"Harus jelas, siapa yang mencuri, dia harus bayar," katanya.

Ia mengungkapkan, dalam pertemuan dengan sejumlah pengusaha yang disebut sebagai "naga", Presiden bahkan menyampaikan pesan keras: tidak ada perlakuan istimewa bagi pelanggar.

Bagaimana pendapat Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/ROjVyyb0jL0



#imlek #china #indonesia



Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi Anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah Lebih Dekat, Satu Langkah Makin Terpercaya!



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/651830/jusuf-wanandi-blak-blakan-soal-9-naga-tak-perlu-dikotomi-yang-mencuri-wajib-bayar-rosi
Transkrip
00:00Sebenarnya kalau bicara kontribusi gitu Sumbang sih, kita masih perlu gak sih mengatakan
00:06oh kita sekarang tidak lagi sembilan naga tapi sembilan yang bukan naga.
00:12Apakah masih perlu ada dikotong, dalam memberikan Sumbang sih kepada Indonesia,
00:17apakah masih perlu ada terminologi seperti itu, naga dan bukan naga?
00:22Kalau saya beberapa gak perlu, tetapi harus jelas kepada orang-orang yang mencuri ini katakanlah
00:29yaitu bahwa mereka harus bayar.
00:32And that is what he had said the next day after we met, he met the six others yang dia
00:39anggap naga-naga itu.
00:41Dia bilang itu, lu gak bayar penjara, itu saja.
00:47So that is the way you have to handle it, bukan karena dia gede, dia cina dan sebagainya.
00:54Tetapi you punya kewajiban, karena you sudah melanggar, sekarang-sekarang you harus bayar.
01:01That's it, full stop. Waktu itu dia begitu jadi handle.
01:06Pak Yusuf gak merasa bahwa itu ini ya, bagian dari kayak intimidasi, gak makin takut pengusaha?
01:12Pengusaha ini maling semua, sebetulnya.
01:16Maka itu, they have to learn also, to do it the right way, hukum dan sebagainya,
01:23mereka juga harus ikutin, gak bisa mereka karena besar, bisa bayar semua.
01:28Gak maling lah, maksudnya karena ada kesempatan.
01:30Kalau mau ngerampok itu kan it takes two to thank you.
01:33Gak ada pengusaha yang mau bayar lebih mahal, tapi karena ada kesempatan untuk cheating,
01:39apakah itu dari si pembuat kebijakan, regulator, dan si pengusaha ya pasti akan terjadi.
01:48Itu bergantung, dan dia juga bilang, at the same time, dia juga bilang,
01:53yang saya paling benci ini adalah pembuatan negeri yang mencuri.
01:58Itu dia bilang, sekeras-kerasnya.
02:01Jadi supaya mereka tahu juga nih yang lain-lain.
02:05Itu adalah yang pertama.
02:06Dan yang kedua, yang dia bilang adalah,
02:09dan yang paling saya benci adalah semua perusahaan negara yang sudah becus.
02:14BUMN maksudnya.
02:15Maling semua.
02:17Jadi itu adalah yang dia berkata di akhir perusahaan dia.
02:24Itu yang dia bilang.
02:25Bu Mari sebagai bagian yang bisa saya bilang, bagian dari pemerintah.
02:30Bagaimana menangkap pesan presiden seperti ini, bahwa sebenarnya niatnya baik,
02:34tetapi jangan sampai kemudian bisa diartikan cukup represif, menakut-nakuti,
02:48karena, saya ingat ada seorang pengusaha mengatakan,
02:54pengusaha atau investasi di Indonesia atau dimanapun itu seperti ayam yang ditunggu untuk bertelur.
03:01Kalau situasinya ditakut-takutin, represif, lalu si ayam gak akan bertelur.
03:07Tapi kalau situasinya memang kondusif, jangankan bisa bertelur, bahkan dia bisa bertelur emas.
03:12Bagaimana maksudnya baik, tetapi ketika dalam speech atau dalam pesan yang disampaikan,
03:23itu mengandung satu kengerian, jadi pengusaha juga yaudahlah, gak usah menonjol,
03:30lelo aja, berin aja.
03:31Nah, so, apa gunanya buat Indonesia kalau speech-nya tentang sesuatu ingin memberantas korupsi,
03:39tapi itu justru membuat situasi yang menakutkan?
03:42Kalau menurut saya, kita anggap presiden itu mempunyai niat baik ya,
03:50membenarkan yang gak benar gitu kan.
03:52Jadi yang gak benar ya harus dipunish, yang gak benar dan yang korupsi harus dipunish,
03:57dan di-manage, dikelola, bahkan di-penalty gitu ya.
04:04Tapi yang benar harusnya difasilitasi.
04:08Ini yang mungkin belum muncul ya.
04:10Nah, ini mungkin yang PR kita bersamalah untuk bagaimana membantu presiden,
04:15yang benar ini harus difasilitasi.
04:17Karena itu adalah jawaban untuk kita bisa tumbuh di atas 5 persen,
04:21bahkan kalau mau menuju ke 8 persen, gak mungkin tanpa investasi dari dunia usaha.
04:26Nah, apakah itu sembilan naga atau medium size atau dari asing ya.
04:35Ini menjamin bahwa ada konsistensi kebijakan, kepastian hukum,
04:40itu semua bagian dari diregulasi yang memang presiden sendiri sudah mencanangkan
04:45dari bulan April tahun lalu.
04:47Tapi memang implementasinya ini yang belum berjalan dengan baik.
04:50Dan saya rasa waktu Apindo bertemu dengan presiden,
04:54selain berjanji untuk membantu masyarakat kecil,
04:59juga menyampaikan, kita ini mau berusaha,
05:02tapi kita menghadapi masalah ini, masalah itu.
05:05Dan presiden sebelumnya berjanji juga untuk mengatasi.
05:08Nah, sekarang tinggal bagaimana koordinasi dan implementasi
05:12untuk menyelesaikan masalah ini terjadi.
05:14Jadi ini mungkin kita semua harus memposisikan diri,
05:18bagaimana kita membantu presiden.
05:20Dan menurut saya presiden itu cukup fair lah ya.
05:22Jadi tadi yang gak benar konsesi melanggar dan lain sebagainya,
05:26memang di penalty dan bahkan ada yang diambil alih.
05:29Tapi di saat dia mendapat laporan,
05:31oh Mertabe misalnya ya, sebagai contoh,
05:34sebetulnya dia tidak melanggar atau apapun tidak harus dicabut izinnya.
05:39Beliau kan sudah janji untuk mengevaluasi.
05:42Jadi itu yang perlu ada pelaporan yang baik dan benar ke presiden.
05:48Dan mungkin yang terakhir sebagai rekomendasi konkret ya,
05:52dan ini salah satu yang juga ditugaskan oleh presiden ke Dewan Ekonomi Nasional
05:58adalah menggunakan digital.
06:00Jadi dengan adanya digitalization dari pemerintah,
06:04ini juga akan menjawab isu birokrasi yang kadang-kadang sengaja abu-abu peraturannya.
06:10Kalau ada one data digital ID dan digital payment dan exchange of data,
06:18saya bisa tahu Rossi itu memang berhak dapat bansos.
06:22Pak Yusuf tidak berhak dapat bansos.
06:25Jadi saya bisa target yang benar gitu.
06:28Dan ada efisiensi dan efektiveness.
06:30Dan saya bisa juga ngecek secara objektif ini terjadi korupsi atau tidak gitu kan.
06:36Semoga ya Bu ya.
06:37Itu arahnya ke sana karena itu akan menjadi instrumen yang baik untuk presiden
06:41sehingga dia bisa lebih objektif lah ya.
06:44Secara data itu bisa dilihat siapa yang salah, siapa yang tidak salah.
06:50Yang fair.
06:50Dan ini sebetulnya bagian dari menciptakan transparansi dan kepastian hukum.
06:56Pak Yusuf terakhir untuk Bapak.
06:58Kalau menurut Bapak karena Bapak sudah cukup bilang frekuensinya cukup sering
07:02untuk bertemu dengan Presiden Prabowo, tidak saja mewakili, ikut bersama pengusaha
07:08tapi juga para pakar internasional dan mantan Menteri Luar Negeri.
07:13Menurut Bapak dalam kondisi yang sekarang sebenarnya bisa global tidak baik
07:18dan bagaimanapun juga terdampak pada Indonesia, kita harus menciptakan lapangan kerja.
07:23Menurut Bapak apa yang paling penting harus dilakukan oleh Presiden?
07:26Ya saya kira yang pertama dia jangan ngomong saja.
07:33Yang pertama dia harus lakukan apa yang perlu dilakukan dalam mencapai ini.
07:39Dan yang kedua adalah dia harus pergunakan memang kalau ini sebetulnya
07:44kalau dia serahkan kepada perusahaan-perusahaan yang menengah
07:48untuk bisa membantu yang kecil-kecil ini, bisa saja ada kemajuan yang berat, yang bagus.
07:55Seperti Tiongkok ya.
07:57Tiongkok itu Presiden Xi Jinping itu sendiri 50 kali turun ke desa-desa itu
08:05supaya mereka menghilangkan sebetulnya kekurangan-kekurangan dari masyarakat kecil ini.
08:13Dia sendiri 50 kali turun kembali untuk menemukan apa yang harus lakukan.
08:19Dan kalau dalam 10 tahun mereka selesai, mereka tidak ada lagi kemiskinan.
08:25Begitulah dia punya kerja.
08:27Nah jadi saya harapkan Perubowo juga begitu dong.
08:31Ya kan? Bahwa dia komited.
08:34Blusuhan maksudnya Pak?
08:35Kenapa?
08:36Blusukan.
08:37Ya Pak misalnya kalau dia enggak blusukan, dia panggil aja ini nih.
08:41Sisi sofirnya enggak buah nih.
08:43Eh PKM lu.
08:45PKM apa sih?
08:51Lu ngomong-ngomong aja.
08:53Jalan kan dong?
08:55Begitu.
08:56Ya enggak?
08:57Saya kira.
08:57Panggil pengusaha.
08:59Saya panggil pengusaha.
08:59Jalanin.
09:00Suruh pengusaha itu keliling jalankan.
09:03Untuk yang kecil-kecil ini.
09:05Sekaligus.
09:06Baru bisa.
09:07Dan dengar masukan dari lapangan.
09:09Apa nih?
09:10Bagaimana kita menciptakan lapangan pekerjaan?
09:13Karena saat ini rasanya terutama di tahun yang penuh tantangan,
09:17yang paling penting adalah menciptakan lapangan pekerjaan.
09:20Nomor satu.
09:21That is the worst of.
09:23Because there are 6 million people involved.
09:26Yang sekarang ini begini.
09:28Belum lagi kalau nanti 5 tahun lagi berapa itu?
09:31Sudah.
09:31Ya.
09:32Setiap tahun sekitar ada, kalau enggak salah itu dibilang, selalu ada tingkat kelulusan.
09:40Universitas pasti meluluskan mahasiswanya.
09:44Itu kalau enggak ada lapangan kerja yang menampung.
09:47Oh enggak bisa.
09:49Angka pengangguran terbuka itu 25% itu anak muda.
09:53Dan yang lebih berpendidikan.
09:55Jadi ini sudah menjadi sumber ketegangan yang perlu diatasi.
10:01Sepadangan penciptaan lapangan pekerjaan atau program-program yang memang bisa melatih mereka untuk mendapat pekerjaan.
10:09Maka itu program magang sebetulnya yang dicanangkan oleh pemerintah itu sebetulnya cukup berjalan dengan baik.
10:15Kita berharap yang terbaik untuk Indonesia.
10:19Dan terima kasih Pak Yusuf, Ibu, Maria LK Pangestu.
10:25Jadi tema cindo kita malam hari ini Pak Yusuf itu adalah karena cinta Indonesia.
10:33Kita keturunan Tionghoa tapi kita orang Indonesia.
10:37Selalu cinta Indonesia.
10:39Makasih Pak Yusuf, Ibu, Maria Pangestu.
10:41Terima kasih.
10:42Terima kasih Anda juga yang telah menyaksikan Rosie.
10:45Gong Sifacoy.
10:46Dan bagi Anda teman-teman Kristiani, selamat memasuki masa Prapaskah.
10:53Dan bagi umat muslim, selamat memasuki bulan Ramadan.
10:57Kita jumpa lagi Kamis depan hanya di Kompas TV Independent Terpercaya.
11:01Selamat malam.
Komentar

Dianjurkan