Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
PIDIE JAYA, KOMPAS.TV - Hampir tiga bulan pasca bencana longsor dan banjir bandang menerjang Sumatera, banyak warga belum dapat merasakan kembali kehidupan normal.

Bahkan memasuki Ramadan masih banyak yang berjuang membersihkan rumah mereka dari lumpur sisa banjir bandang.

Salah satu warga Desa Menasah, Pidie Jaya Aceh Muhammad Nur mengaku hampir setiap hari berupaya membersihkan rumahnya dari sisa lumpur.

Hingga saat ini masih ada warga korban bencana banjir dan longsor Sumatera yang tinggal di tenda pengungsian.

Hampir 3 bulan, Zuraida bersama suami dan tiga orang anaknya menempati tenda pengungsian di Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang.

Tidak ada persiapan khusus untuk memasuki bulan Ramadan.

Kondisi yang sama juga dialami warga korban banjir bandang di Desa Suka Jadi, Kecamatan Karang Baru lainnya.

Warga-warga yang masih di daerah pengungsian berharap di bulan Ramadhan, mereka bisa segera tinggal di hunian sementara atau hunian tetap yang dibangun pemerintah.

Satuan tugas pemulihan pasca bencana DPR, mendorong pembangunan hunian sementara atau huntara, untuk korban bencana Sumatera, dapat selesai sebelum Lebaran nanti.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam kunjungannya ke Aceh Tengah menyebut akan terus mengupayakan agar pembangunan huntara bagi korban terdampak bencana dapat segera rampung saat Ramadhan.

Data sementara pemerintah, huntara di Sumatra Barat, sudah 99 persen rampung, dari jumlah unit yang diusulkan.

Di Sumatra Utara, 90 persen dari usulan 993 hunian telah rampung.

Di Aceh, baru 45 persen dari hampir 15 ribu unit usulan hunian sementara, yang telah dibuat Kementerian Pekerjaan Umum, bersama Badan Penanggulangan Bencana.

Baca Juga Dikebut! Pemulihan Bangunan Sekolah Pasca Bencana di Sumatera & Aceh di https://www.kompas.tv/nasional/651741/dikebut-pemulihan-bangunan-sekolah-pasca-bencana-di-sumatera-aceh

#banjirsumatera #aceh #huntara

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/651827/3-bulan-usai-banjir-sumatera-warga-aceh-masih-bertahan-di-tenda-saat-ramadan
Transkrip
00:04Intro
00:11Hampir 3 bulan pasca bencana longsor dan banjir bandang menerjang Sumatera,
00:15banyak warga belum dapat merasakan kembali kehidupan normal.
00:19Bahkan memasuki Ramadan, masih banyak yang berjuang membersihkan rumah mereka dari lumpur sisa banjir bandang.
00:26Salah satu warga desa Menasah, Pidijaya Aceh Muhammad Nur, mengaku hampir setiap hari berupaya membersihkan rumahnya dari sisa lumpur.
00:36Ia berharap dirinya bersama keluarga bisa menjalankan ibadah puasa, berbuka dan sahur bersama keluarga di rumah miliknya.
00:44Dan berharap ada bantuan dari pemerintah untuk membersihkan sisa lumpur banjir bandang tahun lalu.
00:51Puasa ini gak bisa buka puasa di rumah nih banget sama keluarga.
00:55Gak bisa, di barak lah buka puasa bersama.
01:01Kangen gak bang bisa buka puasa keluarga di rumah bang sama bini sama anak?
01:04Kangen lah, apa gak kangen kayak gini.
01:08Tidur bareng ya kah sama-sama di rumah.
01:12Sahur bang ya?
01:13Ya.
01:15Ini tempat tidur pun anak-anak tidur di Menasah.
01:19Aku di barak sama bini.
01:23Hingga saat ini masih ada warga korban bencana banjir dan longsor Sumatera yang tinggal di tenda pengungsian.
01:30Hampir tiga bulan, Zuraida bersama suami dan tiga orang anaknya menempati tenda pengungsian di Kecamatan Karangbaru, Aceh Tamyang.
01:37Tidak ada persiapan khusus untuk memasuki bulan Ramadhan.
01:42Zuraida hanya mempersiapkan masakan daging sapi yang diperoleh dari bantuan pemerintah untuk tradisi megang.
01:49Kondisi yang sama juga dialami warga korban banjir bandang di desa Sukajadi, Kecamatan Karangbaru lainnya.
01:55Di daerah ini masih banyak warga yang bertahan di tenda karena belum tersedianya hunian sementara atau huntara.
02:29Kecamatan Karangbaru
02:36Warga-warga yang masih di daerah pengungsian berharap di bulan Ramadhan mereka bisa segera tinggal di hunian sementara atau hunian
02:43tetap yang dibangun pemerintah.
02:46Salah seorang pengungsi dari desa Rizetuong, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Rahmi Atolib menyampaikan,
02:53pemerintah dapat mempercepat pembangunan hunian sementara atau huntara, sehingga mereka bisa menjalankan ibadah puasa di tempat yang lebih baik.
03:02Beda sekali, kalau dulu kan kita di rumah sendiri kan, kalau sekarang semuanya serbat-terbatas.
03:09Semuanya serbat-terbatas.
03:11Karena apalagi kan kami punya anak empat, tempatnya sempit, sahur kami kayak mana kan.
03:18Ya begitulah sekarang.
03:21Semuanya sudah memang serbat-terbatas.
03:25Sekarang mengumur Ramadhan, nggak mungkin lah kami di sini kan.
03:29Secepatnya kami mohon kepada pemerintah.
03:34Satuan Tugas Pemulihan Pasca Bencana DPR mendorong pembangunan hunian sementara atau huntara untuk korban bencana Sumatera dapat selesai sebelum lebaran
03:43nanti.
03:44Hal ini menjadi salah satu kesepakatan antara DPR dengan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Alam Sumatera.
03:52Satuan Tugas Pemulihan Pasca Bencana DPR RI mendorong Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Alam Sumatera Pemerintah untuk
04:07melanjutkan kualitas data rumah rusak yang belum selesai.
04:12Satuan Tugas Pemulihan Pasca Bencana DPR RI mendorong Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Alam Sumatera Pemerintah
04:26untuk menargetkan penyelesaian pembangunan hunian sementara, huntara, dan hunian tetap, huntap di wilayah bencana sebelum Hari Raya Idul Fitri 2026.
04:42Kepala BNPB, Legend TNI Suharyanto dalam kunjungannya ke Aceh Tengah menyebut akan terus mengupayakan
04:48agar pembangunan huntara bagi korban terdampak bencana dapat segera rampung saat Ramadan.
04:53Kami di awal-awal kuasa ini semuanya sudah selesai dibangun, sehingga masyarakat yang rumahnya rusak berat, hilang,
05:02bahkan rumah yang diprediksi dalam waktu tidak terlalu lama akan rusak, hancur,
05:08karena memang tempatnya diletakkan, diletakkan di daerah-daerah yang sangat berbahaya,
05:14itu pun semua oleh Pak Bupati dipindahkan di relokasi, baik relokasi terpusat maupun relokasi mandiri.
05:21Semuanya sudah seretak dibangun, per hari ini yang sudah jadi sekitar 80 persen ya,
05:27dalam waktu tidak terlalu lama di awal-awal kuasa ini semuanya akan kita selesaikan.
05:33Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Tito Karnavian mengungkap,
05:38ada bantuan dari Diaspora Aceh untuk korban bencana Sumatera,
05:42berupa bahan pangan hingga pakaian baru.
05:45Namun bantuan bernilai miliaran rupiah itu masih tertahan izin dari pihak Beacukai.
05:52Dari Beacukai mempertanyakan mengenai masalah pakaian baru.
05:57Pakaian baru ini nilainya cukup tinggi, 3.000 karung bukan pakaian bekas,
06:03tapi 166 miliar nanti bisa dicek sama-sama dengan Beacukai di Pelabuhan Bekrung,
06:11kekeh di lokota Lokus Mawai.
06:14Jadi kami mohon dengan segala hormat dari pimpinan IPR untuk menjaga hubungan baik di keluarga.
06:21Data sementara pemerintah,
06:23Guntara di Sumatera Barat sudah 99 persen rampung dari jumlah unit yang diusulkan.
06:29Di Sumatera Utara, 90 persen dari usulan 993 hunian telah rampung.
06:36Di Aceh, baru 45 persen dari hampir 15.000 unit usulan hunian sementara
06:41yang telah dibuat Kementerian Pekerjaan Umum bersama Badan Penanggulangan Bencana.
06:51Selamat menikmati!
Komentar

Dianjurkan