00:00As you know, I'm here invited by the President of the United States of America for, I think, a very
00:11important meeting of the Board of Peace.
00:15In fact, I think the first official meeting of the Board of Peace that has been put to attach an
00:34implementation and a continuation of the ceasefire in Gaza.
00:44And we are attempting to continue to forge a path towards a real and lasting solution of the Palestinian issue.
01:01Also, I'm here to conclude a major trade agreement between our two countries.
01:09I think it's an agreement that carries out a real significance for our businesses, investors, between our two countries and
01:21in the greater region of the Pacific.
01:29President Prabowo Subianto sudah tiba di Amerika Serikat untuk bertemu Presiden Trump.
01:33Paling tidak ada dua isu penting yang harus dibicarakan, yaitu soal tarif dagang dan Board of Peace.
01:39Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya memastikan setiap langkah diplomasi ekonomi benar-benar berpihak pada kepentingan nasional.
01:46Saya mengundang pendiri lembaga peneliti CSIS, Pak Yusuf Wanandi, dan juga Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional.
01:55Perempuan Indonesia pertama yang ada dalam kabinet pada waktu itu adalah perempuan Indonesia keturunan Tionghoa.
02:04Yang pertama kali masuk dalam kabinet pada waktu itu zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
02:10Dan ia juga perempuan pertama yang mendapat gelar PhD dari luar negeri, Ibu Mari LK Pangestu.
02:16Pak Yusuf, Ibu Mari, ada dua hal tadi dalam press conference Pak Prabowo di Amerika Serikat.
02:24Yaitu datang untuk pertemuan yang sangat penting dalam Board of Peace.
02:28Dan juga menyelesaikan perjanjian perdagangan besar antara kedua negara kita.
02:33Saya ke Pak Yusuf dulu karena Pak Yusuf ikut dalam pertemuan Pak Prabowo dan para mantan Menlu.
02:40Apakah memang banyak kritikan mengapa kita harus ikut dalam Board of Peace?
02:46Karena seolah-olah kita ikut bersama kemauan Presiden Trump.
02:50Nah, Pak Yusuf sendiri setelah mendengar penjelasan Presiden,
02:55menurut Bapak memang kita tidak punya pilihan lain selain ikut dalam Board of Peace.
02:59Ya, karena apa? Karena kita itu kan mau meringankan beban dan kesangsaraan daripada bangsa Palestina.
03:09Satu-satunya yang dilihat oleh Bapak Presiden, dan kita waktu itu hadir setuju.
03:15Satu-satunya cara itu adalah kalau Trump ini mau stop orang Yahudi ini,
03:21berhasil Israel ini kan begitu.
03:23Jadi karena itu saya rasa memang that is maybe for the time being at least,
03:29the only way to stop this, sebetulnya, this impossible in human, you know,
03:37event killing people like that.
03:39Kalau begitu tapi kenapa nggak argumentasinya atau asumsinya sesuatu yang berbeda?
03:43Ya nggak usah ikut BOP.
03:45Supaya itu lebih menunjukkan solidaritas kita pada Palestina yang tidak ikut dalam BOP.
03:51Ya, tapi kalau kita nggak ikut, kita nggak bisa mempengaruhi.
03:55Sehingga dengan demikian, dibunuh lagi.
03:58Itu kan kita lihat.
04:00Jadi penjelasan pada waktu itu, menurut Pak Yusuf,
04:04memang ini adalah satu-satunya pilihan yang ada di atas meja?
04:07Ya, cukup meyakinkan.
04:09Dan sementara, this is the only choice.
04:13Maybe in the future, we could have other choices.
04:16But that is for later to be seen.
04:18But now, this is the choice.
04:21Apakah, bagaimana dengan banyak kritik yang mengatakan dengan ikut BOP Indonesia,
04:28seperti hanya ikut kemanguan Trump?
04:32Ya, itu kan kalau you berhubungan dengan Trump kan kelihatannya begitu.
04:36Jadi di seluruh dunia dikira lo antiknya Trump.
04:39Tapi kan nggak perlu begitu, kita kan mempunyai tujuan sendiri.
04:42Kenapa kita mau ikut?
04:46Saya ke Bu Mari.
04:48Seperti tadi yang dikatakan oleh Presiden Prabowo.
04:50Satu, ada soal Board of Peace.
04:52Dan dua, juga soal tarif dagang.
04:55Tarif dagang ini cukup mendebarkan.
04:59Menurut Bu Mari, seberapa besar daya tawar kita untuk bisa menurunkan tarif dagang kita?
05:04Ya, baik negosiasi perdagangan maupun Board of Peace.
05:09Dalam arti, sepertinya seolah-olah itu Amerika secara unilateral ya.
05:15Menentukan hal-hal yang sebenarnya buat kita juga kurang nyaman caranya.
05:20Tapi intinya sih sebetulnya, seperti Pak Yusuf sampaikan tadi,
05:25kita tetap harus bernegosiasi dan berhubungan dengan Amerika.
05:28Dan perjanjian perdagangan juga sama, walaupun kita sangat tidak suka dengan caranya
05:35ataupun hal-hal yang diminta ke kita ya.
05:38Tapi bagaimana kita menafigasi supaya apa yang diinginkan oleh Trump tercapai,
05:44tetapi sebenarnya itu tidak merugikan kepentingan nasional kita.
05:48Apa daya tawar kita Bu?
05:49Jadi daya tawar kita ya sebetulnya kita negara yang boleh dikatakan negara relatif besar,
05:56negara yang demokratis.
05:58Jadi dari kacamata Amerika dan kita tidak ada masalah-masalah konflik dengan Amerika maupun dengan negara lain.
06:06Jadi kita dianggap relatif positif ya.
06:10Setahu saya Amerika melihatnya relatif positif.
06:13Termasuk bahwa kita masuk Board of Peace itu dilihatnya seperti sebagai positif ya.
06:19Jadi kita sebetulnya dalam posisi menjaga hubungan dengan Amerika yang positif.
06:25Dan itu membantu negosiasi yang sebetulnya boleh dikatakan cukup susah ya.
06:30Tapi menurut saya mudah-mudahan ini hasilnya nanti cukup baik ya.
06:35Dan cukup baik itu bukan hanya relatif ke Indonesia ya.
06:40Tapi kita harus melihatnya relatif dibanding yang diperoleh oleh negara lain yang menjadi pesaing kita.
06:45Karena itu sebetulnya yang kita bargainingnya di situ gitu.
06:50Pertanyaannya untuk Pak Yusuf dan Bung Mari.
06:52Jadi bagaimana kalau ada orang berasumsi kita ikut Board of Peace
06:58supaya juga bisa dapat kompensasi yang baik dalam tarif dagang.
07:05Kira-kira seberapa make sense hipotesa ini?
07:10Enggak langsung berkaitan ya kalau menurut saya.
07:13Tetapi it doesn't hurt kalau kita dianggap positif oleh Amerika
07:20di dalam kita melakukan negosiasi.
07:23Tapi negosiasinya tetap sulit ya di dalam pelaksanaannya.
07:27Tapi kita menurut saya sih berhasil untuk bisa mendapat yang terbaik lah.
07:32Kita belum tahu nih hasilnya.
07:35Tapi kalau kita tidak negosiasi itu dampaknya lebih parah sih.
07:40Kalau kita tetap di 32 persen.
07:42Enggak turun ke 19 persen.
07:44Itu banyak industri kita yang dependensi ke pasar Amerika
07:49seperti garment, textile, foodware, fishery products, mabel.
07:55Itu sekitar 4 juta lebih pekerjaan yang akan bisa terancam gitu ya.
08:02Tapi simulasi kita nih dari Dewan Ekonomi Nasional
08:05kalau kita dari 32 turun ke 19 itu bisa menciptakan kira-kira 630 ribu pekerjaan baru.
08:12Dengan langsung dari 32 ke 19.
08:16Apalagi ini kan harapan dia kalau bisa kurang.
08:19Terutama yang untuk padat karya itu akan lebih banyak lagi pekerjaan yang diciptakan.
08:27Jadi itu manfaat ya.
08:28Kita bicara manfaat yang kita ingin dapat dari perjanjian ini.
08:33Tapi tentunya tanpa mengorbankan kepentingan nasional.
08:38Karena itu juga sudah menjadi bottom line-nya dari presiden sendiri juga.
08:43Seberapa besar Pak Yusuf meyakini bahwa tarif dagang kita bisa menghasilkan kabar baik?
08:54Saya kira seperti juga Mary katakan ya.
08:58Untuk sekarang ini sistem dunia ini kan gila.
09:02Jadi karena itu apa yang dapat kita rebut atau apa dapat kita peroleh sekarang
09:07dengan cara-cara yang sekarang bisa diterima itu selalu positif untuk kita.
09:14Jadi jangan ingat menyebabkan Trump segala hantu itu tidak ada itu.
09:22Kalau menurut saya tergantung kita.
09:24Kita anggap we need it, go and get it.
09:28That's it.
09:30Dan mengamankan kepentingan nasional itu penting.
09:32Jadi board of peace atau perjanjian perdagangan itu istilah kita itu ada escape clause-nya.
09:39Jadi dari permintaan-permintaan yang mungkin kurang nyaman itu ada escape clause-nya.
09:44Jadi board of peace misalnya.
09:45Kalau anytime kita merasa apa yang mereka lakukan atau ciptakan sebagai terms kita tidak nyaman,
09:51kita bisa anytime keluar.
09:53Perdagangan juga sama.
09:54Diminta untuk macam-macam yang sebetulnya mengganggu sovereignty.
09:58Kita bisa ada escape clause-nya, subject to domestic regulation, subject to national interest, subject to WTO.
10:06Jadi ada ininya, mengamankan kepentingan nasionalnya.
10:10Karena harus membayar 17 triliun itu juga termasuk mengagetkan dan bikin orang apa-apaan nih.
10:17Ini kan you bergaul dengan orang-orang yang kaya.
10:21Jadi bagaimanapun juga, kalau dia bilang payar, ya bayar.
10:25Saya kira ya.
10:27You want to be part of it?
10:30Pay.
10:31That's the message, right?
10:33And what is it against it?
10:34You cannot escape it.
10:36Everybody is doing the same.
10:37Kan begitu.
10:39Jadi jangan ditambah-tambah alasan atau situasi yang kita hadapi.
10:47We have to make decisions.
10:49Kalau nggak salah perlu dikasih 3 tahun kok untuk bayar.
10:53Iya.
10:543 tahun lagi.
10:56Yang kemudian kita bisa keluar.
10:59Kan begitu.
11:00Oke.
11:00Terima kasih.
Komentar