00:00Yang kedua, lebih parah lagi, Jokowi Dodo telah membeli pejuang menjadi penjilat atau pengkhianat, telah membeli.
00:13Ada diksi kata membeli, menurut hukum berapa jual beli ini, transaksinya di mana, berapa besar saya dibeli.
00:23Kalau dia tidak menjelaskan dengan jelas, maka itu namanya fitnah.
00:30Dan pencemaran nama baik.
00:32Harus rela dong, diadili, jangan gak rela, jangan pake jelasin maksudnya, maksudnya hukum tidak ada maksudnya.
00:41Hukum itu exactly apa yang tertulis, dan hukum adalah produk dari moral bangsa kita.
00:49Karena membuat hukum ada tujuannya, satu, kepastian hukum, dua, manfaat hukum.
01:00Tiga, tujuan hukum, keadilan.
01:05Jangan main-main dengan masalah hukum, jangan pake maksudnya, maksudnya apa?
01:10Kenapa gak dijelasin maksudnya waktu itu?
01:13Ditambah lagi ditimpe sama si Roy Syuryo, datang dua tuyul menemui jin Iprid.
01:20Jadi dua tuyul itu saya sama dia.
01:24Jin Iprid, ya Jokowi.
01:26Roy, lu jangan ngeles-ngeles maksudnya-maksudnya lu.
01:29Pake satir-satir.
01:30Lu lagi ribut membuah.
01:32Jadi lu jelaskan lah.
01:34Aku tidak mau ribut antar begini, apalagi teman.
01:38Bukan teman yang dulu anak buah kita itu, si Ahmad Kuzinudin.
01:42Dia dulu yang keluar dari TPU, bikin sendiri.
01:46Di framing-framing, gue meninggalkan perjuangan.
01:48Siapa yang meninggalkan perjuangan?
01:49Nah, poin pentingnya, dengan segala hormat, jelang Ramadan ini saya tidak mau terbawa emosional saya.
01:59Jadi, secara umum, perilaku mereka, walaupun mereka tidak pernah minta maaf dan merasa belagu,
02:07sudahlah, saya pakai moral Islam, saya maafkan mereka.
02:12Tapi hukum jalan terus.
02:13Kan si Kuzinudin juga begitu.
02:15Maaf, itu cuma pengurangan saja.
02:20Tapi substansinya harus jalan terus.
02:21Kalau jalan terus, kau buktikanlah.
02:24Kau jagoan, kau bisa hebat, pengacara terkenal.
02:28Lawanlah laporan saya ini.
02:30Dan pihak polisi, saya tidak ingin ada ditunda-tunda.
Komentar