00:00Menurut software, saya pertanggung jawabkan, ini bukan foto yang dikenal sebagai foto yang disebut sebagai presiden.
00:09Menurut software, face analyzer dan face analyzer ini tidak sama.
00:15Dengan face cooperation, ini juga tidak cocok yang terbiasa.
00:21Kalau mulai dari spesimen yang tadi sebut Dian Sambi, Izan Sambi, FKT atau Merutut Rutanan, kemudian yang di Mabes Poli.
00:30Mabes Poli dan Poli dan Metro saja yang beda, KPU tahun 2019 dan 2014 saja yang beda.
00:37Belum lagi KPU di Solo nanti tahun 2005, minta tahu.
00:41Karena itu sangat menentukan, mas Riz.
00:44Karena KPU tahun 2005, tidak mungkin pendatangannya adalah Prof. Dr. Insium Muhammad Naim.
00:52Karena Prof. Naim belum jadi Dekan pada tahun 2005.
00:56Ini sama lagi nanti dengan Prof. Ahmad Smitro, yang belum Prof. tapi sudah mendatangannya tahun 1985.
01:04Profesornya tahun 1985.
01:05Nah ini kalau di KPU di Solo nanti, tiba-tiba tahun 2005, penandatangannya Prof. Naim, nah itu menuju lagi.
01:13Jadi artinya, kesimpulannya jelas, terdapat banyak spesimen atau terdapat banyak contoh ijazah yang berbeda-beda dari ukuran, dari warna, dari
01:25teknik pencetakan, dan dari berbagai detail teknis lain.
01:35Ya, saya melanjutkan dari pekerjaan kami-kekerjaan kami, ya.
01:42Kata sudah melakukan selama yang keperluasaan, ya.
01:48Kata juga, apa, ujian ijazah dari itu.
01:51Yang saya cakap di sini adalah, saudara tadi membandingkan ijazah nomor 1115, kemudian saudara membandingkan juga dengan ijazah 1116, saudara
02:06membandingkan juga dengan ijazah 1117, dan 1121.
02:11Benar, benar, benar. Saya lanjutkan. Apakah benar bahwa dari kesimpulan saudara, nomor 1115 sama dengan nomor 1116 sama dengan nomor
02:261117?
02:27Benar, benar. Benar, 1116 milik Frona Jiwa, 1116 milik Almarhumang Mulyalong, 1117 milik Sri Wartinin, saya identik, diketikannya sama persis,
02:39di cetak.
02:41Cekar, Pak Jibers, kalau kata-kata, Pak Jibers.
02:46Itu dengan kata lain, merupakan hasil penelitian yang telah saudara lakukan, Bapak Joromi.
02:53Nah, kalau saya mau perhatikan atas kesimpulan saudara, saudara memberikan kesimpulan bahwa ekskripsi tidak diuji, sama dengan tidak ulus.
03:06Dengan kemudian ijazah 99,9% adalah palsu.
03:12Pertanyaan saya, sebelum saudara memberikan konklusi atau simpulan bahwa Pak Joromi tidak diuji terkait dengan skripsi sebagaimana yang pernah ditampilkan
03:31Ketika saudara berkunjung di Fakultas Kehutanan, apakah saudara pernah untuk melakukan wawancara terhadap dimkan Fakultas Kehutanan terkait dengan adanya skripsi
03:52yang telah dibuat oleh Pak Jokowi yang menurut,
03:55Apa saudara lihat terdapat adanya ruang kosong yang tanpa peneritian itu?
04:04Apakah hal itu pernah saudara melakukan wawancara di Fakultas Kehutanan atau siapa yang menurut, silahkan berkaitan.
04:12Terima kasih sebelumnya terbuka.
04:14Isin Mas Riz, saya sudah pertama kali ini mengalami, karena saya sudah ratusan kali mengalami sebagai ahli dan hanya beberapa
04:23diantaranya pihak yang terbuka atau pihak yang penunjuk umum.
04:27Kalau sepanjang pengetahuan saya, kalau yang bersangkutan menyatakan keberatan atas gangguan saya, dan kemudian memberikan contoh kepada masjidis.
04:40Jadi ini kami keberatan, tolong dicatat.
04:43Apa maksud pertanyaan ini? Bapak kan keberatan dengan gangguan saya?
04:47Kalau Bapak masih menanyakan keberatan ya, apa gunanya jawabat saya? Bapak kan keberatan?
04:55Saya jelek-jelek begini, sudah saya tidak jadi bersidangan Bapak.
04:59Jadi kalau keberatan, ya saya juga otomatis keberatan untuk menjawab.
05:06Terima kasih.
05:07Terima kasih telah menonton!
Komentar