00:00Berdasarkan hasil hisap serta tidak adanya laporan hilal terlihat,
00:05disepakati bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis 19 Februari 2026.
00:14Demikianlah hasil sidang isbat yang baru saja kita laksanakan dan sepakati bersama.
00:21Tentunya kita semua berharap semoga keputusan ini
00:26memungkinkan seluruh umat Islam di Indonesia ini untuk memulai ibadah puasanya secara bersama-sama.
00:32Semoga hal ini dapat menjadi simbol kebersamaan umat Islam di Indonesia
00:37yang sekaligus mencerminkan persatuan kita sebagai sesama anak bangsa
00:42dan menyongsong masa depan yang baik.
00:46Dan seandainya ada di antara warga kita umat Islam yang mungkin akan melakukan hal yang berbeda
00:55sesuai dengan keyakinannya masing-masing, kami juga menghimbau kepada segenap masyarakat.
00:59Mari perbedaan itu tidak menyebabkan kita berpisah atau berbeda dalam arti yang negatif.
01:07Jadikanlah perbedaan itu sebagai satu konfigurasi yang sangat indah.
01:11Indonesia sudah berpengalaman berbeda, tapi tetap utuh dalam sebuah persatuan yang sangat indah.
01:16Berikutnya saya persilahkan kepada Bapak K.H.M.H. Anwar Iskandar,
01:22Ketua Umum Majlis Selama Indonesia untuk juga menyampaikan beberapa hal penting
01:27yang perlu diketahui oleh seluruh masyarakat,
01:29serta Bapak Haji Marwanda Sopang MSI sebagai wakil rakyat
01:34untuk memberikan pandangan bagaimana sebaiknya kita menjalankan ibadah puasa tahun ini.
01:39Dipersilahkan bagi.
01:47Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
01:55Hadirin dan hadirat sekalian, terutama sahabat-sahabat dari para wartawan,
02:06Alhamdulillah kita syukuri sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Pak Menteri Agama tadi
02:13bahwa kita baru menyelesaikan sebuah rapat atau sidang isbat
02:23atau penetapan tentang satu Ramadan tahun ini.
02:34Yang ini akan menjadi pedoman bagi kita sekalian,
02:40umat Islam di Indonesia khususnya,
02:43untuk kapan kita harus memulai menjalankan rukun Islam yang namanya puasa
02:55sesuai dengan yang diperintahkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.
03:03Selanjutnya, bangsa kita ini adalah bangsa yang terdiri dari latar belakang yang berbagi-bagi.
03:16Itu adalah sebuah keniscayaan.
03:24Keniscayaan sebagai bangsa yang berbunikah tunggal hikah,
03:29termasuk juga umat Islam.
03:34Bahkan di Indonesia ini ada lebih dari 80 ormas-ormas Islam di Indonesia
03:41yang perbedaan-perbedaan organisasi ini memungkinkan adanya amaliyah ubudiyah yang berbeda-beda.
03:54Tetapi perbedaan itu hanya menyangkut masalah-masalah yang sifatnya itu istihadi,
04:03yang sifatnya itu teknis.
04:06Secara kot'i tidak beda, secara kot'i semua sama.
04:12Nah, oleh karena itu kemungkinan adanya memulai puasa atau mengakhiri puasa berbeda
04:21itu menjadi sebuah keniscayaan yang bisa kita fahami, yang bisa kita maklumi.
04:31Tetapi yang paling penting itu keutuhan sebagai umat Islam,
04:39itu yang harus senantiasa kita jaga.
04:42Oleh karena itu, penting untuk saling memahami dan saling menghormati.
04:49Bahkan kalau perlu kita sebagai bangsa yang demokratis ini perlu membiasakan diri untuk berbeda.
05:00Untuk berbeda.
05:01Asal jangan soal prinsipil saja.
05:05Asal jangan soal akidah saja.
05:08Asal jangan soal kot'i saja.
05:13Karena dengan demikian, maka ini menjadi bagian dari dinamika yang memperkaya khas zanah ilmu pengetahuan kita.
05:23Perbedaan yang dimanage dengan baik akan menjadi sebuah harmoni yang indah.
05:29yang itu juga akan menjadi sesuatu yang penting bagi persatuan Indonesia.
05:39Dan persatuan Indonesia itu menjadi bagian penting dari terciptanya stabilitas nasional.
05:45Dan stabilitas nasional itu menjadi sesuatu yang sangat penting bagi memungkinkan kita semuanya,
05:53terutama pemerintah dan rakyat, untuk berbuat lebih banyak dan lebih baik bagi masa depan bangsa kita sekalian.
06:04Nah, oleh karena itu, saya bersama dengan pembimbinan Majlis Ulama Indonesia,
06:15mengajak kepada semuanya saja untuk berusaha sekuat-kuatnya
06:21menyempurnakan ibadah kita dalam sebulan ini,
06:27sehingga akan melahirkan insan-insan yang sempurna, yang paripurna,
06:35yang makin tinggi kualitas iman dan takwanya kepada Allah.
06:41Kepada teman-teman yang memang bukan muslim,
06:47dan bagi mereka juga tidak diwajibkan puasa,
06:50tentu kami boleh menghimbau untuk bisa kita sama-sama menghormati
06:58dan menjaga teman-teman kita yang berpuasa.
07:04Dan kepada seluruh umat Islam di Indonesia,
07:12tentu kami sangat berharap agar suasana Ramadan ini dilakukan dengan khusyuk
07:23dan mampu melahirkan sebuah jiwa yang bersikap rahmah atau saling menyayangi,
07:41bersikap insaniah atau humanite untuk saling menghormati.
07:48Karena kata Nabi, orang yang menghormati sesama di dunia ini akan disayangi oleh malaikat yang di langit.
08:07Sayangilah manusia sesama ini di atas bumi,
08:11ini secaya malaikat akan menyayangi.
08:13Selanjutnya, tentu kami juga berharap agar kita juga mampu memuasakan,
08:21bukan hanya perut saja dipuasakan dari haus dan lapar,
08:28tapi juga mampu memuasakan seluruh tubuh kita ini dari hal-hal yang dilarang oleh agama.
08:35Mulut mesti dijaga, jangan sampai menyakiti, berdusta, ngerumpi, memfitnah, membuat gaduh, dan sebagainya.
08:48Tangan juga mesti dijaga, dipuasakan.
08:52Jangan sampai menulis sesuatu yang bisa mengadu domba, memfitnah, menjelek-jelekin sesama.
09:03Marilah, puasa paripurna ini kita lakukan.
09:07Puasa secara syar'i, dalam arti tidak batal, tetapi juga puasa secara hakiki.
09:17Artinya memuasakan seluruh tubuh yang diberikan oleh Tuhan ini
09:23untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak dibenarkan oleh agama.
09:31Sehingga kita akan hidup dalam suasana yang damai, yang tenterm, yang aman.
09:40Karena kata Al-Quran, bersatu itu adalah ni'amad.
09:45Fa'asbahtum bin ni'amadihi ikhwana.
09:49Terima kasih.
09:50Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
09:53Terima kasih.
Komentar