00:01Dari langit yang luas tadi kita melihat kebinikaan menjadi sumber kekuatan dan kontribusinya membuat Indonesia maju dan bersatu.
00:12Sosok yang satu ini tentunya sudah tidak asing lagi buat kita.
00:15Melalui berbagai ruang ekspresi, mulai dari panggung seni, gerakan sosial, hingga forum lintas agama.
00:22Ia aktif menyuarakan persatuan di tengah perbedaan.
00:26Hingga detik ini, ia pun tetap setia meneruskan dan memperjuangkan nilai toleransi dan pluralisme yang diwariskan ayahnya untuk Indonesia.
00:37Karena jasa itu, ayahnya Kiai Haji Abdul Rahman Wahid dijuluki sebagai Bapak Tionghoa Indonesia.
00:44Mari kita sambut, inilah Inayah Wahid.
00:57Inayah Wahid, pelaku seni dan juga penggerak kebinikaan yang teguh meneruskan jejak humanisme sang ayah, Abdurrahman Wahid Presiden keempat Republik
01:06Indonesia.
01:09Melalui gerakan Positif Movement yang didirikannya sejak 2006, ia aktif mengajak generasi muda untuk menyebarkan toleransi dan semangat positif.
01:18Baginya, keragaman adalah fondasi utama demokrasi yang harus dirawat, bukan untuk diseragamkan.
01:27Inayah Wahid, suara generasi muda yang konsisten menjaga toleransi dan kebinikaan Indonesia.
01:38Selamat malam semuanya. Selamat Imlek. Hari ini sudah dapat angpau?
01:46Kalau belum, boleh silakan nanti ke koordinator di sini, enggak ya? Saya pikir kita bakal dapat angpau.
01:56Hari ini, kalau bapak, ibu, kakak-kakak semua pergi jalan-jalan, hari ini libur, kita bisa makan enak di mal
02:05dengan sentuhan warna merah dan emas.
02:09Kalau untuk tahun ini temanya ada begitu banyak gambar kuda, yang mungkin maknanya kita hari ini harus dilecut, karena mungkin
02:17kita harus kerja keras sebagai kuda.
02:19Hal ini tampak menyenangkan, tapi dia tidak muncul tiba-tiba.
02:27Dulu, lewat kepres, maaf, maksud saya, inpres tahun 1967, inpres nomor 14, Imlek, dan segala sesuatu yang berbau Tionghoa, dilarang.
02:44Semua identitas itu, enggak boleh ada.
02:50Hingga kemudian, waktu berlalu pada saat presiden yang mengeluarkan inpres tersebut berhasil dijatuhkan oleh rakyat,
03:02kemudian digantikan oleh masa reformasi.
03:05Gus Dur mengeluarkan kepres tahun 2000 yang mengatakan Imlek boleh ada lagi.
03:16Kauhucu menjadi salah satu dari salah satu agama ofisial di Indonesia.
03:23Mulai dari situ, banyak sekali perubahan yang terjadi.
03:28Jadi, kalau hari ini kita bisa jalan-jalan, lihat pada saat Imlek, karena kita libur,
03:35kalau hari ini kita bisa makan bersama dengan keluarga, menghabiskan waktu, saling bertukar angpau,
03:41kita bisa lihat begitu banyak kemeriahan yang kita dapatkan.
03:47Ada sejarah panjang di belakangnya.
03:50Nah, ada hal-hal yang menarik pada saat kita sekarang sudah merasakan sendiri,
03:58apa yang kita miliki sebagai Imlek, itu adalah bagian dari budaya Indonesia.
04:03Itu menegaskan bahwa Imlek atau sesuatu yang dianggap kecinaan adalah bagian dari Indonesia.
04:12Indonesia enggak ada tanpa kecinaan itu.
04:16Enggak ada tanpa bakso, semangkok mie bakso yang tadi dimunculkan oleh Bu Mari.
04:22Harian kompas, tanpa penemuan koran yang dilakukan oleh orang Cina, enggak mungkin ada.
04:31Teman-teman perempuan hari ini enggak akan mungkin pakai make up doing.
04:36Dan cowok-cowok di sini enggak akan mungkin, enggak tahu mengidolakan, pengen jadi rapper seperti Rich Brian, atau apapun.
04:45Kalau tanpa ada bagian dari kecinaan itu menjadi bagian dari Indonesia.
04:49Kita tidak bisa menikmati itu semua.
04:52Keindonesiaan ada karena ada nuansa kecinaan yang muncul di situ.
04:58Dia jadi bagian satu padu.
05:01Dan hari ini menariknya ketika identitas Tionghoa itu kemudian kembali lagi,
05:09dia tidak menjadikan Indonesia jadi, Indonesia berubah jadi Cina, hilang Indonesia-nya.
05:16Enggak.
05:17Dan bukan hanya untuk pemilik identitasnya saja, tapi hari ini kita semua merasakannya.
05:24Hari ini kita semua seperti tadi, kita bisa jalan-jalan menikmati diskon.
05:32Kita bisa menikmati begitu banyak.
05:38Bahkan mungkin teman-teman yang hari ini pasang hiu melakukan sembayang, besok akan jadi bagian yang ikut takjil war.
05:51Artinya, ini semua memang sudah menjadi bagian dari Indonesia.
05:55Dan artinya apa?
05:57Artinya, keuntungannya untuk Indonesia.
06:01Tanpa ada lebur yang identitas yang tadi, teman-teman Tionghoa tadi,
06:06kita tidak akan mungkin punya tokoh-tokoh yang memperjuangkan Indonesia.
06:13Kita tidak akan mungkin punya orang-orang hebat yang membawa nama Indonesia jadi lebih besar.
06:21Kita tidak akan punya Rich Brian yang pertama kali membawa rap Indonesia ke kancah internasional misalnya.
06:31Kita tidak mungkin punya ekonom yang membawa ekonomi Indonesia jadi luar biasa.
06:38Seperti Bumari LK Pangestu misalnya.
06:42Kita tidak mungkin punya pilot tempur yang keren banget seperti Mayor Marco tadi.
06:48Yang agak ajaib karena wajahnya Tionghoa, namanya Eropa, tapi warga negaranya Indonesia.
06:57Komplit.
07:00Kita tidak akan mungkin punya tokoh-tokoh seperti Mayor Marco tadi.
07:04Yang karena kehebatannya, saya mendoakan Mayor Marco segera mendapatkan pangkat let call.
07:11Karena di sini, Mayor kalau ganteng bisa langsung naik jadi let call.
07:20Poinnya apa?
07:21Poinnya, keuntungan dari diberlakukannya atau dirayakannya identitas-identitas yang berbeda di Indonesia menjadi keuntungan buat kita semua.
07:36Bukan hanya bagi sebagian kecil saja, bukan hanya bagi identitas-identitas tersebut saja.
07:43Kita semua bisa menikmati.
07:46Kita semua mendapatkan jalur-jalur berkah.
07:51Jalur-jalur ekonomi hari ini yang bikin kue keranjang, mungkin di daerah gelodok sana, belum tentu orang yang merayakan Imlek.
08:02Hari ini, orang-orang yang kemudian men-support segala sesuatu yang digunakan untuk berdoa bersama, untuk memperingati Imlek.
08:17Bukan hanya orang-orang yang merayakan Imlek.
08:20Dari situ ada begitu banyak perputaran ekonomi, ada begitu banyak politik, ada begitu banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan.
08:30Jadi, dengan kita memperkuat identitas kita sebagai identitas-identitas yang menjadi bagian dari Indonesia, malah hal tersebut yang akan menguatkan
08:42keindonesiaan kita.
08:43Itu satu hal.
08:45Hal kedua, tadi kalau dibilang oleh Bumari, ada beberapa orang yang kemudian menjadikan hari ini tampak berbeda.
08:53Kemarin ketika saya di mal, saya melihat begitu banyak hiasan, begitu banyak aksesoris-aksesoris Imlek.
09:05Saya baru menyadari satu hal yang membuat perubahan ini, kondisi Indonesia berubah selama 26 tahun ini, selama 27 tahun ini,
09:18tidak banyak.
09:20Dibutuhkan hanya tiga orang untuk membuat hal tersebut.
09:26Pak Habibie yang mengubah stigma dari peribumi non-peribumi menjadi semuanya setara.
09:32Gus Dur yang kemudian membolehkan Imlek, dan Ibu Megawati yang kemudian menjadikan itu sebagai hari libur.
09:41Saya tahu, bagian paling enak pasti ke Ibu Megawati ya.
09:46Jadi, tidak dibutuhkan banyak orang.
09:50Artinya apa?
09:51Artinya ada dua hal yang mau saya propose.
09:53Satu, identitas-identitas kita yang berbeda.
09:56Itu menjadi keuntungan untuk kita sendiri, untuk Indonesia.
10:00Yang kedua, tidak dibutuhkan banyak orang untuk membuat perubahan.
10:06Artinya hari ini, ketika kita sudah melihat dengan jelas bagaimana keuntungan yang kita dapatkan,
10:14manfaat yang kita dapatkan dengan identitas keindonesiaan yang punya banyak sekali sentuhan Tionghoa dan sentuhan-sentuhan lain,
10:24kita kemudian mungkin perlu diingatkan bahwa belum semua identitas di Indonesia juga sudah mengalami kemerdekaan seperti itu.
10:33Masih banyak identitas-identitas lain yang belum mendapatkan haknya, yang belum setara.
10:41Dan tidak dibutuhkan banyak orang ternyata untuk membuat perubahan itu.
10:47Hanya dibutuhkan orang yang punya point of view, yang punya POV, kalau hari ini, yang punya POV, yang memang mencintai
10:57keberagaman dan percaya pada keberagaman.
11:00Keberagaman dan orang yang mau, orang yang willing untuk melakukan perubahan tersebut.
11:08Kalau teman-teman lihat, tiga orang tersebut saja bisa mengubah peta Indonesia dengan begitu besarnya, bisa bayangkan kalau kita melakukannya
11:18bersama-sama.
11:19Ada banyak hak-hak teman-teman kelompok identitas berbeda yang belum didapatkan.
11:27Sudah saatnya kita semua muncul memperjuangkan mereka, memperjuangkan Indonesia yang betul-betul demokrasi.
11:36Jangan cuma di jargon saja, Indonesia bineka tunggal ika, Indonesia negara toleran.
11:45Kalau adanya cuma di jargon, adanya cuma di spanduk dan di baliho, atau di background ketika pejabat sedang pidato, maka
11:54namanya bukan demokrasi, tapi dekorasi.
11:58Ada perbedaan yang besar di situ.
12:01Untuk itu, saya mempropos kepada kita semua, mungkin sudah saatnya kita merayakan Imlek.
12:08Bukan hanya dengan makan-makan enak, bukan hanya dengan berkumpul bersama keluarga, bukan hanya dengan berbagi angpau.
12:18Meskipun tentu saja saya menerima dengan senang hati kiriman itu semua, tapi juga dengan semangat untuk memperjuangkan yang lain.
12:29Sehingga Indonesia betul-betul bisa menjadi negara demokrasi, di mana semua identitas betul-betul setara dan semua identitas menjadi kebanggaan
12:41untuk Indonesia dan menjadi sumber kekuatan untuk Indonesia.
Komentar