00:00Memasuki bulan Ramadan, warga desa Menasah Raya Pidijaya Aceh masih berjuang untuk membersihkan rumah dari sisa lumpur banjir bandang.
00:09Walau kini mereka berpuasa dalam keterbatasan, namun warga tetap menaruh harapan untuk dapat kembali berpuasa bersama keluarga di rumah.
00:19Di desa Menasah Raya Pidijaya, hampir setengah dari penduduk desa masih bertahan di pengusian.
00:24Saat malam hari mereka menginap di tenda dan musola, sementara siang hari mereka kembali ke rumah untuk membersihkan rumah mereka.
00:32Salah satu warga desa Menasah Raya berharap suatu hari bisa kembali ke rumah meskipun hanya membangun gubuk kecil bagi ia
00:40dan keluarganya.
00:41Di desa ini ratusan rumah masih tertutup lumpur hingga dua meter lebih.
00:46Warga mengaku tidak sanggup membersihkan lumpur tanpa bantuan pemerintah dan berharap ada bantuan dari TNI Poli untuk membantu pembersihan desanya.
01:11Tidur bareng sama-sama di rumah.
01:18Ini tempat tidur pun anak-anak tidur di Menasah.
01:22Aku di barak sama bini, sama yang kecil.
01:27Tidur bareng sama-sama.
01:57Yang diberikan oleh pemerintah setempat agar dapat menjalankan ibadah puasa.
02:03Ya, Juno dan juga Saudara dapat kami sampaikan di salah satu desa yang saat ini saya berada yaitu di desa
02:11Menasah Raya,
02:12Sahu Pasen Pidu Jaya, untuk menyambut bulan suci Ramadan yang nanti malam akan melaksanakan terawih pertama.
02:21Masyarakat memang terlihat sangat antusias.
02:23Ini terlihat dari warga-warga yang sudah membersihkan musyola untuk bisa digunakan untuk salat terawih nanti malam.
02:32Meskipun setelah salat terawih, setelah kegiatan keagamaan lainnya nanti malam, mereka akan kembali tidur di musyola tersebut.
02:39Begitu juga dengan bantuan-bantuan yang untuk Ramadan, warga difokuskan untuk mendapatkan konforgas, alat memasak,
02:49yaitu diberikan untuk perkakak atau kepala keluarga, mereka akan memasak secara mandiri nantinya untuk masing-masing keluarga mereka.
02:58Karena dapur umum tidak difungsikan lagi mengingat selama bulan suci Ramadan.
03:04Untuk perlengkapan ibadah juga, donatur-donatur, relawan yang memberikan sudah cukup banyak.
03:13Alhamdulillah untuk sejauh ini pengatuan dari kepala desanya sudah mencukupi untuk melaksanakan ibadah puasa Ramadan nantinya.
03:23Ya Syahrul, saat ini kondisi yang masih belum terlalu pulih adalah di desa Menasah Raya.
03:28Lalu seperti apa saat ini bantuan terutama pembersihan rumah-rumah mereka yang saat ini masih tergenang lumpur?
03:37Ya Juna dan juga Saudara, memang untuk bantuan pembersihan desa masih sangat terbatas hingga saat ini.
03:46Di belakang saya sendiri ini merupakan dulunya adalah jalan utama penghubung antar-desa.
03:51Ini merupakan memang bantuan dari pemerintah yang diberikan menurunkan alat berat melakukan pembersihan jalan pada awalnya, pada awal-awal bencana
04:02banjir di Kabupaten Pididaya dulu.
04:04Namun kondisi ini cukup memprihatinkan ketika hujan lebat kembali turun, bahkan banjir susulan juga terjadi di kawasan ini.
04:12Sehingga jalan asfal yang dulunya bisa digunakan untuk warga saat ini tergenang menjadi irigasi.
04:19Otomatis jalan ini tidak bisa digunakan lagi untuk warga sekitar.
04:26Begitu juga untuk rumah-rumah warga yang masih sangat cukup memprihatinkan di kawasan ini,
04:32mencapai 2 meter lebih lumpur yang mengenai rumah warga.
04:36Sehingga memang masih sangat butuh bantuan alat berat untuk desa ini untuk mampu dibersihkan.
04:44Saat ini memang ada beberapa alat berat yang masuk seperti beko.
04:47Namun ini bukan dari pemerintah Kabupaten Pididaya maupun provinsi.
04:52Ini merupakan bantuan alat berat dari relawan yang difokuskan untuk menangani rumah-rumah warga yang bisa ditangani
05:01agar adanya sedikit bantuan agar warga-warga bisa membersihkan lumpur-lumpur yang di dalam rumah mereka untuk bisa kembali ke
05:11rumah.
05:12Kita harapkan bantuan dari pemerintah, terutama pemerintah provinsi dan juga pemerintah pusat
05:17agar alat berat dapat dikerahkan untuk membersihkan dari sisa lumpur dan pun gelangan lumpur yang berada di permukaan warga di
05:23desa Menasah Raya Pididaya Aceh.
05:26Terima kasih rekan Syahril Naveh dari Pididaya Aceh.
Komentar