Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Memasuki bulan Ramadan, warga Desa Menasah Raya, Kabupaten Pidie Jaya, masih berjuang membersihkan rumah dari lumpur sisa banjir bandang.

Meski kini mereka berpuasa dalam keterbatasan, warga tetap menaruh harapan untuk kembali bisa berpuasa bersama keluarga di rumah.

Di Desa Menasah Raya, Pidie Jaya, hampir setengah dari penduduk desa masih bertahan di pengungsian. Pada malam hari, mereka menginap di tenda dan musala, sementara pada siang hari mereka kembali ke rumah untuk membersihkan lumpur.

Salah satu warga Desa Menasah Raya berharap suatu hari bisa kembali ke rumah, meskipun hanya membangun gubuk kecil bagi dirinya dan keluarga.

Di desa ini, ratusan rumah masih tertutup lumpur hingga lebih dari dua meter. Warga mengaku tidak sanggup membersihkan lumpur tanpa bantuan pemerintah dan berharap ada dukungan dari TNI-Polri untuk membantu proses pembersihan desa mereka.

#banjirbandang #pidiejaya #lumpur

Baca Juga Masjid Istiqlal Siap Sambut Ramadan dan Gelar Salat Tarawih Pertama | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/651411/masjid-istiqlal-siap-sambut-ramadan-dan-gelar-salat-tarawih-pertama-kompas-siang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/651414/sambut-ramadan-warga-di-pidie-jaya-masih-berjuang-bersihkan-lumpur-sisa-banjir-bandang
Transkrip
00:00Memasuki bulan Ramadan, warga desa Menasah Raya Pidijaya Aceh masih berjuang untuk membersihkan rumah dari sisa lumpur banjir bandang.
00:09Walau kini mereka berpuasa dalam keterbatasan, namun warga tetap menaruh harapan untuk dapat kembali berpuasa bersama keluarga di rumah.
00:19Di desa Menasah Raya Pidijaya, hampir setengah dari penduduk desa masih bertahan di pengusian.
00:24Saat malam hari mereka menginap di tenda dan musola, sementara siang hari mereka kembali ke rumah untuk membersihkan rumah mereka.
00:32Salah satu warga desa Menasah Raya berharap suatu hari bisa kembali ke rumah meskipun hanya membangun gubuk kecil bagi ia
00:40dan keluarganya.
00:41Di desa ini ratusan rumah masih tertutup lumpur hingga dua meter lebih.
00:46Warga mengaku tidak sanggup membersihkan lumpur tanpa bantuan pemerintah dan berharap ada bantuan dari TNI Poli untuk membantu pembersihan desanya.
01:11Tidur bareng sama-sama di rumah.
01:18Ini tempat tidur pun anak-anak tidur di Menasah.
01:22Aku di barak sama bini, sama yang kecil.
01:27Tidur bareng sama-sama.
01:57Yang diberikan oleh pemerintah setempat agar dapat menjalankan ibadah puasa.
02:03Ya, Juno dan juga Saudara dapat kami sampaikan di salah satu desa yang saat ini saya berada yaitu di desa
02:11Menasah Raya,
02:12Sahu Pasen Pidu Jaya, untuk menyambut bulan suci Ramadan yang nanti malam akan melaksanakan terawih pertama.
02:21Masyarakat memang terlihat sangat antusias.
02:23Ini terlihat dari warga-warga yang sudah membersihkan musyola untuk bisa digunakan untuk salat terawih nanti malam.
02:32Meskipun setelah salat terawih, setelah kegiatan keagamaan lainnya nanti malam, mereka akan kembali tidur di musyola tersebut.
02:39Begitu juga dengan bantuan-bantuan yang untuk Ramadan, warga difokuskan untuk mendapatkan konforgas, alat memasak,
02:49yaitu diberikan untuk perkakak atau kepala keluarga, mereka akan memasak secara mandiri nantinya untuk masing-masing keluarga mereka.
02:58Karena dapur umum tidak difungsikan lagi mengingat selama bulan suci Ramadan.
03:04Untuk perlengkapan ibadah juga, donatur-donatur, relawan yang memberikan sudah cukup banyak.
03:13Alhamdulillah untuk sejauh ini pengatuan dari kepala desanya sudah mencukupi untuk melaksanakan ibadah puasa Ramadan nantinya.
03:23Ya Syahrul, saat ini kondisi yang masih belum terlalu pulih adalah di desa Menasah Raya.
03:28Lalu seperti apa saat ini bantuan terutama pembersihan rumah-rumah mereka yang saat ini masih tergenang lumpur?
03:37Ya Juna dan juga Saudara, memang untuk bantuan pembersihan desa masih sangat terbatas hingga saat ini.
03:46Di belakang saya sendiri ini merupakan dulunya adalah jalan utama penghubung antar-desa.
03:51Ini merupakan memang bantuan dari pemerintah yang diberikan menurunkan alat berat melakukan pembersihan jalan pada awalnya, pada awal-awal bencana
04:02banjir di Kabupaten Pididaya dulu.
04:04Namun kondisi ini cukup memprihatinkan ketika hujan lebat kembali turun, bahkan banjir susulan juga terjadi di kawasan ini.
04:12Sehingga jalan asfal yang dulunya bisa digunakan untuk warga saat ini tergenang menjadi irigasi.
04:19Otomatis jalan ini tidak bisa digunakan lagi untuk warga sekitar.
04:26Begitu juga untuk rumah-rumah warga yang masih sangat cukup memprihatinkan di kawasan ini,
04:32mencapai 2 meter lebih lumpur yang mengenai rumah warga.
04:36Sehingga memang masih sangat butuh bantuan alat berat untuk desa ini untuk mampu dibersihkan.
04:44Saat ini memang ada beberapa alat berat yang masuk seperti beko.
04:47Namun ini bukan dari pemerintah Kabupaten Pididaya maupun provinsi.
04:52Ini merupakan bantuan alat berat dari relawan yang difokuskan untuk menangani rumah-rumah warga yang bisa ditangani
05:01agar adanya sedikit bantuan agar warga-warga bisa membersihkan lumpur-lumpur yang di dalam rumah mereka untuk bisa kembali ke
05:11rumah.
05:12Kita harapkan bantuan dari pemerintah, terutama pemerintah provinsi dan juga pemerintah pusat
05:17agar alat berat dapat dikerahkan untuk membersihkan dari sisa lumpur dan pun gelangan lumpur yang berada di permukaan warga di
05:23desa Menasah Raya Pididaya Aceh.
05:26Terima kasih rekan Syahril Naveh dari Pididaya Aceh.
Komentar

Dianjurkan