Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Jalur kereta api antara Stasiun Gubug dan Stasiun Karangjati, tepatnya di kilometer 32, kini sudah kembali dapat dilalui kereta api. Sebelumnya, PT KAI Daop 4 Semarang sempat memberlakukan pembatasan kecepatan bagi kereta yang melintas.

Sebelumnya, jalur hulu tersebut sempat ditutup karena genangan air yang menutupi rel dan membahayakan perjalanan kereta.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyatakan saat ini kereta sudah diperbolehkan melintas karena perlintasan rel telah dapat dilalui dengan kecepatan normal.

Sebelumnya, perjalanan kereta api di wilayah Daop 4 Semarang mengalami gangguan akibat genangan banjir yang merendam jalur antara Stasiun Karangjati dan Stasiun Gubug, Kabupaten Grobogan. Jalur perjalanan kereta SurabayaSemarang pun sempat dialihkan melalui Stasiun Gundih.

Imbas luapan air tersebut, KAI Daop 4 Semarang menutup jalur hulu dan hilir pada Selasa siang. Untuk antisipasi, pihak KAI menerapkan pola operasi memutar bagi kereta yang akan melintas. Salah satunya KA Argo Bromo Anggrek yang harus memutar melalui jalur GambringanGundih hingga Brumbung.

Tanggul Sungai Tuntang yang jebol pada Senin sore kini mulai diperbaiki. Sejumlah alat berat dikerahkan untuk menangani kerusakan tersebut.

Puluhan pekerja membongkar bambu dan kayu glugu yang disiapkan untuk memperbaiki tanggul. Jika kondisi cuaca baik, target perbaikan tanggul diperkirakan selesai dalam sepekan.

Namun, petugas mengeluhkan banyaknya warga yang datang ke lokasi perbaikan tanggul. Pasalnya, lalu lalang warga dinilai mengganggu proses perbaikan.

#grobogan #jalurkeretaapi #jalurkereta

Baca Juga Ibu Bekap Anak Hingga Tewas, Pelaku Akui Tak Sengaja, Ingin Anak Berhenti Menangis | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/651406/ibu-bekap-anak-hingga-tewas-pelaku-akui-tak-sengaja-ingin-anak-berhenti-menangis-kompas-siang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/651408/jalur-kereta-di-grobogan-sempat-terendam-banjir-kini-sudah-bisa-dilalui-kompas-siang
Transkrip
00:01Kembali di kompas yang saudara, jalur kereta api antara stasiun Gubuk dan stasiun Karangjati,
00:06tepatnya di kilometer 32, kini telah kembali dapat dilalui kereta api.
00:10Sebelumnya PT KAI Daub 4 sempat memperlakukan pembatasan kecepatan pada kereta api yang melintas.
00:18Sebelumnya, jalur hulu itu sempat ditutup karena gedangan air yang menutupi rel dan membahayakan perjalanan kereta.
00:25Manajer Humas KAI Daub 4 Semarang, Lukman Arief, menyatakan saat ini kereta telah diperbolehkan melintas
00:33sebab perlintasan rel kereta api sudah dapat dilalui kereta api dengan kecepatan normal.
00:41PT KAI Daub 4 Semarang menyatakan bahwa jalur hulu di kilometer 32 antara stasiun Karangjati, stasiun Gubuk,
00:50sudah bisa dilewati kembali oleh perjalanan kereta api dengan kecepatan terbatas.
00:57Sebelumnya, jalur tersebut dinyatakan tidak aman untuk dilewati oleh perjalanan kereta api
01:02dikarenakan terendam banjir.
01:05Pada pukul 16.11 setelah dilakukan pemeriksaan dan juga mitigasi yang ketat,
01:11jalur tersebut bisa dilewati kembali oleh perjalanan kereta api.
01:14Saat ini, tim dari KAI Daub 4 Semarang terus melakukan upaya normalisasi
01:20agar jalur tersebut benar-benar aman.
01:25Sebelumnya, perjalanan kereta api di wilayah Daub 4 Semarang mengalami gangguan genangan banjir
01:31yang merendam jalur kereta api antara stasiun Karangjati dan stasiun Gubuk ke Bupaten Gerupogan.
01:37Jalur perjalanan kereta Surabaya Semarang pun dialihkan melalui stasiun Gundi
01:42dan imbas dari luapan air itu, KAI Daub 4 Semarang menutup jalur hulu dan hilir pada selasa siang.
01:48Untuk mengantisipasi, PT KAI menerapkan pola operasi memutar bagian kereta yang akan melintas.
01:55Salah satunya, Argo Bromo Anggrek yang harus memutar melalui jalur gambringan Gundi hingga berumbung.
02:09Tanggul Sungai Tuntang jebol pada Senin sore telah diperbaiki.
02:14Sejumlah alat berat dikerahkan untuk memperbaiki tanggul.
02:18Puluhan pekerja membongkar bambu dan kayu glugu yang disiapkan untuk memperbaiki tanggul.
02:24Jika kondisi cuaca baik, target perbaikan tanggul diperkirakan selesai sepekan.
02:29Namun, petugas mengeluhkan banyaknya warga yang datang di lokasi perbaikan.
02:33Masalahnya, lalu lalang warga mengganggu proses perbaikan.
02:40Baru lima pak, yang sana dua, yang satu jubelan, yang satunya lagi yang dua alat berat.
02:46Berarti tujuh alat berat, ini prosesnya lagi apa ya pak?
02:50Lagi cari timbunan dulu pak, pembersihan lahan.
02:56Untuk menutup tanggul ini ya.
02:58Kira-kira untuk berapa lama untuk menutupnya?
03:01Cepaknya pak, kita di deadline 4 hari.
03:08Sebelumnya, video amatir merekam detik-detik jubelnya tanggul sungai Tuntang di Dusun Wareng, Desa Kebunagung, Gerobokan, Jawa Tengah.
03:18Derasnya arus air membuat beberapa tiang listrik nyaris ambruk dan melumpuhkan akses jalur utama Semarang Purwodadi.
03:24Tercatat sekitar 85 persen rumah warga di desa itu terendam banjir setinggi 40 cm.
03:35Informasi terkini soal banjir di Semarang, Jawa Tengah.
03:38Kita telah tergabung dengan jurnalis Kompas TV, Gesi Luthia dan juru kamera D di Setio dari stasiun Poncol, Semarang, Jawa
03:45Tengah.
03:46Gesi, untuk saat ini bagaimana proses jalur kereta api antara stasiun Gubuk dan stasiun Karangjati, tepatnya di M32?
03:55Ya, Ijuno dan juga saudara, untuk hari ini jalur kereta api khususnya dari Semarang, Jawa Tengah, Jawa Tengah, Jawa Tengah,
04:03Jawa Tengah, Jawa Tengah, Jawa Tengah, Jawa Tengah, Jawa Tengah.
04:26Jawa Tengah, Jawa Tengah, Jawa Tengah, Jawa Tengah.
04:55Jawa Tengah, Jawa Tengah, Jawa Tengah.
05:42Jawa Tengah, Jawa Tengah.
05:51Jawa Tengah, Jawa Tengah, Jawa Tengah, Jawa Tengah, Jawa Tengah, Jawa Tengah, Jawa Tengah, Jawa Tengah, Jawa Tengah, Jawa Tengah,
05:53Jawa Tengah, Jawa Tengah, Jawa Tengah, Jawa Tengah, Jawa Tengah, Jawa Tengah, Jawa Tengah, Jawa Tengah, Jawa Tengah, Jawa Tengah,
06:04Jawa Tengah, Jawa Tengah, Jawa Tengah, Jawa Tengah, Jawa Tengah, Jawa Tengah, Jawa Tengah, Jawa Tengah, Jawa Tengah, Jawa Tengah,
06:11Jawa Tengah, Jawa Tengah, Jawa Tengah, Jawa Tengah, Jawa Tengah, Jawa Tengah, Jawa Tengah
06:17tuntang pada Senin kemarin
06:19telah diperbaiki. Lalu seperti apa
06:21update-nya dan apakah telah dapat
06:23berfungsi dengan normal?
06:26Hingga saat ini memang
06:28belum bisa dikatakan berfungsi
06:30normal begitu ya,
06:33penanganan garuhan, karena memang
06:35untuk jalur lalu retak diri, khususnya
06:37di jalan provinsi ini, masih dialihkan
06:39begitu. Pemerintah setempat
06:41juga memilih untuk pengalihan arus
06:43ini menjaga keamanan begitu ya, karena
06:44untuk panggul darurat ini sudah pasti
06:46dikebut dan belum
06:48rampung begitu, sehingga memang
06:51hal terbaik yang bisa
06:53dilakukan adalah dengan
06:55melalui jalur lain. Selain itu juga
06:57tentunya pemerintah ke tempat
06:59juga berkoordinasi dengan BRKG
07:01baik itu terkait
07:03cuaca begitu ya, dan
07:05juga BBWS
07:07untuk terkait
07:09kondisi sungai, mengantisipasi
07:11nanti akan ada hujan
07:13deras atau lain-lain kondisi sungai
07:15yang mengakibatkan bajer ini
07:17juga akan ada lagi
07:19begitu, Juno
07:21Baik, kita harapkan kondisi
07:23pembaikan tanggul dapat
07:24segera dituntaskan
07:27agar warga dapat melintas
07:29di terutama jalur antara Semarang
07:31dengan lewati Purwodadi.
07:33Terima kasih atas informasinya
07:34laporan Anda, Gesi Lutvia
07:36dan juga Juru Kamera
07:38Dedy Setio dari Stasiun Poncol
07:39Semarang, Jatah
07:40Terima kasih atas informasinya
Komentar

Dianjurkan