KOMPAS.TV - Hujan deras yang mengguyur wilayah Gunungkidul memicu terjadinya banjir bandang dan tanah longsor di Padukuhan Jono, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen. Derasnya air bercampur material kayu dan batu menerjang permukiman warga.
Banjir dengan cepat menerjang permukiman warga Padukuhan Jono, Kalurahan Tancep, Ngawen, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Selasa sore.
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan perbukitan di atas permukiman warga memicu air bercampur material longsor turun deras ke arah rumah-rumah penduduk.
Gelondongan kayu dan batu berukuran besar ikut terbawa arus dan menerjang sejumlah rumah, pagar, serta kendaraan milik warga. Derasnya arus juga sempat menyeret sepeda motor dan menimbunnya dengan material.
Jalanan turut rusak akibat tergerus air sehingga akses antar-rumah warga sempat sulit dilalui.
Akibat bencana ini, sejumlah rumah dilaporkan rusak dan tertutup material lumpur tebal, kayu, serta batu yang terbawa arus.
Saat kejadian, warga berupaya menyelamatkan diri dan barang berharga seadanya.
Sebanyak 51 orang dilaporkan terpaksa mengungsi untuk menghindari potensi longsor susulan dan luapan air.
Personel relawan dan aparat setempat disiagakan di lokasi untuk melakukan pengamanan dan membantu penanganan dampak bencana.
#banjirbandang #gunungkidul #banjir
Baca Juga Unjuk Kekuatan! Barisan Kapal Perang Filipina, Australia & AS Latihan Gabungan di Laut Indo-Pasifik di https://www.kompas.tv/internasional/651403/unjuk-kekuatan-barisan-kapal-perang-filipina-australia-as-latihan-gabungan-di-laut-indo-pasifik
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/651405/hindari-banjir-bandang-susulan-warga-di-gunung-kidul-mengungsi-kompas-siang
Komentar