00:00Bukan, kami uji ya dengan ijasa asli yang dimiliki oleh almarhum Bambang Rudi Hartol.
00:09Anda melihat ya, disitu pada sekitar bulan September kami umumkan bahwa kami mendapatkan spesimen asli,
00:18ijasa asli dari lulusan kehutanan UGM yang lulus tahun 1985.
00:24Bentuk ijazanya seperti ini, kami saksikan dengan mata kepala sendiri, sudah kami uji.
00:30Ijasa ini jelas ada watermark yang sangat rapi dan ada emboss capceklok untuk mengunci tanda tangan dari rektor.
00:40Nah, kami uji.
00:42Kalau seandainya ijasa ini kami fotokopi berulang kali, kami fotokopi dari fotokopi, kami uji.
00:54Setelah di fotokopi berkali-kali, fotokopinya di fotokopi, fotokopinya lagi di fotokopi,
01:00apakah watermarknya hilang, apakah embossnya hilang, ternyata tidak.
01:05Ini adalah hasil fotokopi yang kesekian kali dari fotokopi.
01:09Watermark tetap ada, embossnya tetap ada.
01:14Jadi, artinya bahwa fotokopi ijazah yang dikeluarkan oleh KPU 2014 dan KPU 2019 tidak ada jejak watermark sedikitpun dan tidak
01:29ada jejak emboss sedikitpun.
01:33Artinya, kuat dugaan bahwa ijazah yang digunakan untuk kemudian di fotokopi ini bukan ijazah asli.
01:42Ijazah tanpa watermark dan ijazah tanpa emboss, keduanya.
01:46Itu ciri yang harus.
01:48Jadi, artinya dari sini sudah ada enam versi.
01:52Kita tunggu versi yang ke-7 dan ke-8 dari KPU Surakarta dan dari KPU Jakarta.
02:02Nah, secara ilmu neuroscience, di sini terlihat bahwa memang ada perilaku-perilaku yang saya nyatakan pada beberapa waktu yang lalu.
02:17Ini adalah perilaku yang disebut sebagai ilusi transparansi.
02:21Kelihatannya transparan, ya, pada saat tanggal 20 Oktober 2022, transparan, Dekan Kehutanan menunjukkan ijazah Jokowi Dodo.
02:33Kemudian transparan lagi, Dirti Pidu menunjukkan ijazah tanggal 22 Mei 2025.
02:40Transparan lagi, Dian Sandi menunjukkan ijazah asli yang kemudian dinyatakan sendiri oleh Pak Jokowi Dodo bahwa betul Dian Sandi itu
02:49menunjukkan ijazah asli.
02:50Pada salah satu video, kemudian juga di KPU, ini semua adalah sebuah ilusi transparansi.
02:56Kita dipaksa untuk meyakini bahwa semua versi dari ijazah tersebut adalah asli.
03:05Padahal, kalau ada setidaknya ada enam versi dari ijazah ini keluar, berarti kita bisa berhipotesis bahwa salah satu, salah dua,
03:16salah tiga, salah empat, salah lima, salah enam, semuanya palsu.
03:21Jadi tidak ada satu pun yang identik dengan ijazah asli dari lulusan kehutanan UGM tahun 1985.
03:35Ini yang sangat penting.
03:37Jadi ini adalah ijazah asli lulusan kehutanan UGM tahun 1985, tapi namanya bukan Jokowi Dodo.
03:46Namanya adalah Bambang Rudiarto.
03:49Oke ya.
03:50Baik, itu mungkin nanti akan ditambahkan oleh Mas Resor ya.
03:53Silakan Mas.
03:54Terima kasih.
Komentar