Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

JAKARTA, KOMPAS.TV - Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa menyinggung ilusi transparansi terkait ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Tersangka tudingan ijazah Jokowi itu mengatakan perilaku ilusi transparansi yang ditunjukkan seolah memaksa publik mempercayai dokumen tersebut asli.

"Ini adalah perilaku ilusi transparansi, kelihatannya transparan pada tanggal 20 Oktober 2022 transparan, dengan menunjukkan ijazah, kemudian transparan lagi Dirtipidum menunjukkan ijazah, transparan lagi Dian Sandi, kemudian juga di KPU ini semua adalah ilusi transparansi. Kita semua dipaksa untuk meyakini bahwa semua versi dari ijazah tersebut adalah asli," tutur Tifa pada Senin (16/2/2026).

Baca Juga Klaim Tifa Pertanyakan Bareskrim Polri Tampilkan 2 Ijazah Jokowi Berbeda, Bicara Ilmu CIA-FBI? di https://www.kompas.tv/nasional/651243/klaim-tifa-pertanyakan-bareskrim-polri-tampilkan-2-ijazah-jokowi-berbeda-bicara-ilmu-cia-fbi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/651380/tifa-singgung-ilusi-transparansi-ijazah-jokowi-kita-dipaksa-percaya-dokumen-itu-asli
Transkrip
00:00Bukan, kami uji ya dengan ijasa asli yang dimiliki oleh almarhum Bambang Rudi Hartol.
00:09Anda melihat ya, disitu pada sekitar bulan September kami umumkan bahwa kami mendapatkan spesimen asli,
00:18ijasa asli dari lulusan kehutanan UGM yang lulus tahun 1985.
00:24Bentuk ijazanya seperti ini, kami saksikan dengan mata kepala sendiri, sudah kami uji.
00:30Ijasa ini jelas ada watermark yang sangat rapi dan ada emboss capceklok untuk mengunci tanda tangan dari rektor.
00:40Nah, kami uji.
00:42Kalau seandainya ijasa ini kami fotokopi berulang kali, kami fotokopi dari fotokopi, kami uji.
00:54Setelah di fotokopi berkali-kali, fotokopinya di fotokopi, fotokopinya lagi di fotokopi,
01:00apakah watermarknya hilang, apakah embossnya hilang, ternyata tidak.
01:05Ini adalah hasil fotokopi yang kesekian kali dari fotokopi.
01:09Watermark tetap ada, embossnya tetap ada.
01:14Jadi, artinya bahwa fotokopi ijazah yang dikeluarkan oleh KPU 2014 dan KPU 2019 tidak ada jejak watermark sedikitpun dan tidak
01:29ada jejak emboss sedikitpun.
01:33Artinya, kuat dugaan bahwa ijazah yang digunakan untuk kemudian di fotokopi ini bukan ijazah asli.
01:42Ijazah tanpa watermark dan ijazah tanpa emboss, keduanya.
01:46Itu ciri yang harus.
01:48Jadi, artinya dari sini sudah ada enam versi.
01:52Kita tunggu versi yang ke-7 dan ke-8 dari KPU Surakarta dan dari KPU Jakarta.
02:02Nah, secara ilmu neuroscience, di sini terlihat bahwa memang ada perilaku-perilaku yang saya nyatakan pada beberapa waktu yang lalu.
02:17Ini adalah perilaku yang disebut sebagai ilusi transparansi.
02:21Kelihatannya transparan, ya, pada saat tanggal 20 Oktober 2022, transparan, Dekan Kehutanan menunjukkan ijazah Jokowi Dodo.
02:33Kemudian transparan lagi, Dirti Pidu menunjukkan ijazah tanggal 22 Mei 2025.
02:40Transparan lagi, Dian Sandi menunjukkan ijazah asli yang kemudian dinyatakan sendiri oleh Pak Jokowi Dodo bahwa betul Dian Sandi itu
02:49menunjukkan ijazah asli.
02:50Pada salah satu video, kemudian juga di KPU, ini semua adalah sebuah ilusi transparansi.
02:56Kita dipaksa untuk meyakini bahwa semua versi dari ijazah tersebut adalah asli.
03:05Padahal, kalau ada setidaknya ada enam versi dari ijazah ini keluar, berarti kita bisa berhipotesis bahwa salah satu, salah dua,
03:16salah tiga, salah empat, salah lima, salah enam, semuanya palsu.
03:21Jadi tidak ada satu pun yang identik dengan ijazah asli dari lulusan kehutanan UGM tahun 1985.
03:35Ini yang sangat penting.
03:37Jadi ini adalah ijazah asli lulusan kehutanan UGM tahun 1985, tapi namanya bukan Jokowi Dodo.
03:46Namanya adalah Bambang Rudiarto.
03:49Oke ya.
03:50Baik, itu mungkin nanti akan ditambahkan oleh Mas Resor ya.
03:53Silakan Mas.
03:54Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan