Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Sahabat KompasTV, saksikan Sidang Isbat Penentuan Awal Puasa Ramadan 2026 di link ini https://www.youtube.com/watch?v=WB6aEb8gsb4

JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktur Wahid Institut berbicara soal potensi beda awal Ramadan antara Muhammadiyah dan Pemerintah. Yenny mengungkapkan usai melihat hasil pemantauan hilal di sejumlah daerah, Bulan Syakban digenapkan menjadi 30 hari.

Hal ini disampaikan Yenny Wahid dalam keterangannya pada Selasa (17/2/2026) Diketahui, Awal Ramadan Muhammadiyah ditetapkan pada Rabu (18/2/2026). Sementara Pemerintah hingga kini masih menggelar sidang Isbat untuk penentuan awal Ramadan. Yenny meminta masyarakat tidak mempermasalahkan perbedaan awal puasa.

Baca Juga Hilal Tak Terlihat di Makassar, Penentuan Awal Puasa Ramadan 2026 Menanti Sidang Isbat di https://www.kompas.tv/nasional/651276/hilal-tak-terlihat-di-makassar-penentuan-awal-puasa-ramadan-2026-menanti-sidang-isbat

#yennywahid #nu #muhammadiyah #bedapuasa

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/651281/yenny-wahid-buka-suara-soal-beda-awal-puasa-muhammadiyah-dan-pemerintah-sebut-syakban-jadi-30-hari
Transkrip
00:00Berserta seluruh Kiai yang telah hadir, para pemuka agama, juga para dari pemerintah yang telah hadir.
00:11Kita telah mendengarkan tadi pandangan dari PWNU DKI yang telah memimpin bersama dengan teman-teman dari tim Falakiyah PWNU DKI
00:23untuk mencoba melihat posisi hilal apakah sudah tampak atau belum.
00:30Dan ternyata memang walaupun dengan melalui upaya baik secara kasat mata, bilfi'li maupun secara teleskop memakai teleskop canggih
00:41belum terlihat adanya bulan baru yang menandakan mulanya bulan Ramadan.
00:47Karena itulah disimpulkan bahwa memang dikenapkan menjadi 30 hari bulan Syakban ini.
00:53Saya sendiri sebagai warga NU tentu akan berpegang pada Rukyatul Hilal ini sampai ada yang mengatakan
01:04ada penampakan bulan baru di wilayah NKRI.
01:09Nah itu yang mungkin akan jadi pegangan bagi kami.
01:13Semoga semua upaya kita untuk menentukan secara presisi penetapan satu Ramadan ini
01:23diridui oleh Allah SWT dan kita hargai semua upaya-upaya yang dilakukan oleh semua pihak.
01:31Juga kita menghargai saudara-saudara mungkin sudah memulai puasa Ramadan esok hari.
01:38Karena mungkin dengan metode pengamatan yang berbeda atau metode yang dimiliki
01:46kita tetap menghargai perbedaan itu dan tentu bagi kami yang paling penting adalah
01:53justru kita menata niat kita untuk memasuki bulan Ramadan dengan hati yang bersih,
01:58dengan keikhlasan dan kekuatan untuk saling mendukung satu sama lain sesama anggota masyarakat.
02:04Itu saja dari saya.
02:05Terima kasih.
02:06Wallahumma fiqla kometarik.
02:07Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Komentar

Dianjurkan