Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
MAKASSAR, KOMPAS.TV - Hasil pantauan hilal pada Selasa, 17 Februari 2026 di Observatorium Universitas Muhammadiyah Makassar mengungkapkan hilal tidak terlihat.

Kementerian Agama Sulawesi Selatan akan menggelar rukyatul hilal untuk menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah di Observatorium Universitas Muhammadiyah Makassar. Kondisi cuaca yang cerah di Kota Makassar diharapkan mendukung kelancaran pemantauan hilal.

Rukyatul hilal melibatkan berbagai unsur lintas lembaga, di antaranya Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Badan Hisab Rukyat, BMKG, MUI, Pengadilan Agama, perguruan tinggi, serta organisasi keagamaan. Pelibatan berbagai pihak ini dilakukan untuk memastikan proses pemantauan berjalan terbuka dan akuntabel.

Kita sapa Jurnalis KompasTV, Gufran Lamataha dan juru kamera Arief Tirtana di Universitas Muhammadiyah Makassar.

Baca Juga Sidang Isbat Penentuan Iduladha 2025, Menag Pimpin Pembahasan Hasil Pantau Hilal di 114 Titik di https://www.kompas.tv/nasional/595953/sidang-isbat-penentuan-iduladha-2025-menag-pimpin-pembahasan-hasil-pantau-hilal-di-114-titik

#sidangisbat #puasa #1ramadan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/651276/hilal-tak-terlihat-di-makassar-penentuan-awal-puasa-ramadan-2026-menanti-sidang-isbat
Transkrip
00:00Dan juga lihat bagaimana di Sulawesi Selatan.
00:02Kementerian Agama Sulawesi Selatan menggelar Rukyatul Hilal
00:05untuk menentukan awal Ramadan di Observatorium Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar.
00:11Rukyatul Hilal melibatkan berbagai unsur lintas lembaga.
00:15Di antaranya kanwil Kementerian Agama Sulsel, Badan Hisap Rukyat, BMKG, MUI,
00:22Pengadilan Agama, Perguruan Tinggi, serta Organisasi Keagamaan.
00:28Pelibatan berbagai pihak ini dilakukan untuk memastikan proses pemantauan berjalan terbuka dan akuntabel.
00:58Di Makassar Sulawesi Selatan kita akan lihat apakah Hilal sudah terlihat atau belum.
01:04Ini jadi salah satu titik karena ada total 96 titik Rukyat atau pemantauan Hilal di seluruh Indonesia.
01:12Dari Makassar kita akan sapa jurnalis Kompas TV Gufran Lamataha
01:19yang memantau proses pemantauan Hilal atau bulan baru untuk menentukan 1 Ramadan 1447 Hijriah.
01:30Saya sapa Gufran, selamat sore Gufran.
01:41Gufran, di sana sudah sejauh mana proses pemantauannya?
01:46Karena 1 jam lebih cepat waktunya, artinya di sana sudah 18 lewat 39 waktu Indonesia Tengah.
01:54Seperti apa? Sudah terlihatkah?
02:02Ya, Rizka dan juga Sodi ini kurang lebih 5 menit tadi yang lalu.
02:08Ini saja baru saja diumumkan bahwa Hilal di kota Makassar ini tidak terlihat karena memang masih berada di bawah ufuk
02:16atau memang ketinggian Hilal berada di bawah matahari.
02:22Kalau kita lihat juga, berdasarkan datang tadi kami dapatkan pada saat pukul kurang lebih 18.24
02:31itu adalah waktu di mana matahari telah terbenam di Indonesia bagian tengah.
02:36Sedangkan bulan terbenam lebih dahulu, lebih cepat kurang lebih 5 menit yaitu
02:40telah terbenam terlebih dahulu bulan pada pukul 18 lewat 18 waktu Indonesia Tengah.
02:47Artinya saat Maghrib, Ijtima ini belum terjadi ataupun juga posisi bulan ini belum berada pada posisi yang dinyatakan
02:57sudah memenuhi syarat untuk melihat Hilal begitu.
03:00Karena memang seperti yang kita ketahui bahwa tinggi Hilal berada di bawah matahari atau di bawah ufuk
03:06dengan ketinggian minus 1 derajat dengan elongasi bulan yaitu berada di kepanjangan 1,92 derajat
03:18dengan bulan seperti yang kita ketahui terbenam terlebih dahulu yaitu pada pukul 18 lewat 18 Wita.
03:25Artinya Hilal tidak mungkin terlihat karena memang bulan terbenam terlebih dahulu.
03:30Sedangkan kalau kita mengikuti syarat dari Mabim, tinggi Hilal minimal harus berada di atas ufuk
03:39ataupun di atas matahari dengan ketinggian berada di 3 derajat.
03:43Kemudian dengan sudut elongasi yaitu berada di 6,4 derajat.
03:48Ini juga hasil perhitungan tadi juga sudah sejak sore tadi dilakukan berbagai persiapan
03:56termasuk juga dengan mempersiapkan tempat yaitu di Unismu, tepatnya di lantai 18 Observatorium
04:04dan juga ini terdapat dua dom di samping kiri saya di mana masing-masing ini merupakan salah satu tempat
04:10untuk memantau pergerakan bulan bumi dan juga planet-planet lainnya.
04:16Untuk alat yang digunakan itu ada teleskop Ion Tronsen 70 yang memang sudah dilakukan
04:22dan dilakukan pemantauan yang terkoneksi langsung dengan layar smart TV yang ada di kampus Unismu Makassar
04:28sehingga tidak hanya di lantai 18 saja yang bisa melihat pergerakan matahari dan bulan secara langsung
04:33namun di lantai-lantai lainnya juga ini bisa memantau secara real time.
04:38Baru saja sidang isbat ini kemudian ditutup beberapa menit yang lalu
04:41dengan hasil bahwa memang hilal tidak terlihat di kota Makassar.
04:46Dengan demikian dari tim sidang isbat yang ada di Observatorium Unismu Makassar ini
04:52menyatakan bahwa kita akan sama-sama menunggu hasil sidang isbat yang nantinya akan kita dengarkan
04:58malam ini di Kementerian Agama di Jakarta kembali ke Anda Friska.
05:02Terima kasih Gufran Lamataha.
05:05Di sana hilal tidak terlihat dan hasil ini akan dibawa ke sidang isbat
05:12yang dilakukan Kementerian Agama di Jakarta yang saat ini prosesnya masih berlangsung.
05:16Terima kasih Gufran.
05:17Langsung dari Makassar, Sulawesi Selatan.
Komentar

Dianjurkan