00:00Dan juga lihat bagaimana di Sulawesi Selatan.
00:02Kementerian Agama Sulawesi Selatan menggelar Rukyatul Hilal
00:05untuk menentukan awal Ramadan di Observatorium Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar.
00:11Rukyatul Hilal melibatkan berbagai unsur lintas lembaga.
00:15Di antaranya kanwil Kementerian Agama Sulsel, Badan Hisap Rukyat, BMKG, MUI,
00:22Pengadilan Agama, Perguruan Tinggi, serta Organisasi Keagamaan.
00:28Pelibatan berbagai pihak ini dilakukan untuk memastikan proses pemantauan berjalan terbuka dan akuntabel.
00:58Di Makassar Sulawesi Selatan kita akan lihat apakah Hilal sudah terlihat atau belum.
01:04Ini jadi salah satu titik karena ada total 96 titik Rukyat atau pemantauan Hilal di seluruh Indonesia.
01:12Dari Makassar kita akan sapa jurnalis Kompas TV Gufran Lamataha
01:19yang memantau proses pemantauan Hilal atau bulan baru untuk menentukan 1 Ramadan 1447 Hijriah.
01:30Saya sapa Gufran, selamat sore Gufran.
01:41Gufran, di sana sudah sejauh mana proses pemantauannya?
01:46Karena 1 jam lebih cepat waktunya, artinya di sana sudah 18 lewat 39 waktu Indonesia Tengah.
01:54Seperti apa? Sudah terlihatkah?
02:02Ya, Rizka dan juga Sodi ini kurang lebih 5 menit tadi yang lalu.
02:08Ini saja baru saja diumumkan bahwa Hilal di kota Makassar ini tidak terlihat karena memang masih berada di bawah ufuk
02:16atau memang ketinggian Hilal berada di bawah matahari.
02:22Kalau kita lihat juga, berdasarkan datang tadi kami dapatkan pada saat pukul kurang lebih 18.24
02:31itu adalah waktu di mana matahari telah terbenam di Indonesia bagian tengah.
02:36Sedangkan bulan terbenam lebih dahulu, lebih cepat kurang lebih 5 menit yaitu
02:40telah terbenam terlebih dahulu bulan pada pukul 18 lewat 18 waktu Indonesia Tengah.
02:47Artinya saat Maghrib, Ijtima ini belum terjadi ataupun juga posisi bulan ini belum berada pada posisi yang dinyatakan
02:57sudah memenuhi syarat untuk melihat Hilal begitu.
03:00Karena memang seperti yang kita ketahui bahwa tinggi Hilal berada di bawah matahari atau di bawah ufuk
03:06dengan ketinggian minus 1 derajat dengan elongasi bulan yaitu berada di kepanjangan 1,92 derajat
03:18dengan bulan seperti yang kita ketahui terbenam terlebih dahulu yaitu pada pukul 18 lewat 18 Wita.
03:25Artinya Hilal tidak mungkin terlihat karena memang bulan terbenam terlebih dahulu.
03:30Sedangkan kalau kita mengikuti syarat dari Mabim, tinggi Hilal minimal harus berada di atas ufuk
03:39ataupun di atas matahari dengan ketinggian berada di 3 derajat.
03:43Kemudian dengan sudut elongasi yaitu berada di 6,4 derajat.
03:48Ini juga hasil perhitungan tadi juga sudah sejak sore tadi dilakukan berbagai persiapan
03:56termasuk juga dengan mempersiapkan tempat yaitu di Unismu, tepatnya di lantai 18 Observatorium
04:04dan juga ini terdapat dua dom di samping kiri saya di mana masing-masing ini merupakan salah satu tempat
04:10untuk memantau pergerakan bulan bumi dan juga planet-planet lainnya.
04:16Untuk alat yang digunakan itu ada teleskop Ion Tronsen 70 yang memang sudah dilakukan
04:22dan dilakukan pemantauan yang terkoneksi langsung dengan layar smart TV yang ada di kampus Unismu Makassar
04:28sehingga tidak hanya di lantai 18 saja yang bisa melihat pergerakan matahari dan bulan secara langsung
04:33namun di lantai-lantai lainnya juga ini bisa memantau secara real time.
04:38Baru saja sidang isbat ini kemudian ditutup beberapa menit yang lalu
04:41dengan hasil bahwa memang hilal tidak terlihat di kota Makassar.
04:46Dengan demikian dari tim sidang isbat yang ada di Observatorium Unismu Makassar ini
04:52menyatakan bahwa kita akan sama-sama menunggu hasil sidang isbat yang nantinya akan kita dengarkan
04:58malam ini di Kementerian Agama di Jakarta kembali ke Anda Friska.
05:02Terima kasih Gufran Lamataha.
05:05Di sana hilal tidak terlihat dan hasil ini akan dibawa ke sidang isbat
05:12yang dilakukan Kementerian Agama di Jakarta yang saat ini prosesnya masih berlangsung.
05:16Terima kasih Gufran.
05:17Langsung dari Makassar, Sulawesi Selatan.
Komentar