Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Sahabat KompasTV, saksikan Sidang Isbat Penentuan Awal Puasa Ramadan 2026 di link ini https://www.youtube.com/watch?v=WB6aEb8gsb4

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menyambut Tahun Baru Imlek 2026, sejumlah harapan dan doa dipanjatkan untuk kebaikan Indonesia di masa depan.

Perayaan tahun baru masyarakat Tionghoa ini kembali menjadi momentum refleksi, sekaligus harapan akan kehidupan yang lebih baik pada tahun yang akan datang. Di tahun ini, Imlek memasuki Tahun Kuda Api.

Pergantian shio tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai makna dan filosofi yang terkandung di dalamnya.

Untuk membahas hal tersebut dan sejumlah hal lainnya terkait Imlek, kami akan berbincang langsung dengan peneliti budaya Tionghoa dan Pecinan Nusantara, Agni Malagina.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga [LIVE] Suasana Ibadah Imlek di Wihara Ekayana Jakarta Berlangsung Khidmat di https://www.kompas.tv/regional/651267/live-suasana-ibadah-imlek-di-wihara-ekayana-jakarta-berlangsung-khidmat

#imlek #tahunkudaapi #harirayaimlek

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/651268/full-peneliti-budaya-soal-makna-tahun-kuda-api-di-perayaan-tahun-baru-imlek-2026-kompas-siang
Transkrip
00:00dan doa dipanjatkan untuk kebaikan Indonesia di masa depan.
00:03Di tahun ini, Saudara, Imlek memasuki Tahun Kuda Api.
00:06Apa sebenarnya maknanya?
00:09Untuk membahas hal tersebut dan sejumlah hal lainnya terkait Imlek,
00:12kita akan berbincang langsung dengan peneliti budaya Tionghoa dan pecina Nusantara, Agni Malagina.
00:17Selamat siang, Bu Agni, dengan Bella di studio.
00:20Selamat siang, Bu Bella, Kionghi, Kionghi, selamat tahun baru Imlek, Tahun Kuda Api ya.
00:24Selamat tahun baru Imlek juga, Bu Agni.
00:26Bu Agni, sebenarnya apa sih makna filosofis utama dari Tahun Kuda Api tahun ini
00:31dalam tradisi Tionghoa dan bagaimana sebenarnya elemen api
00:35kalau dikombinasikan dengan siokuda yang mempengaruhi energi tahun ini?
00:40Seperti semangat, keberanian, kemudian transformasi, atau perubahan cepat, Bu Agni?
00:47Oke, kita secara kontekstual tahun 2026 ini ya mengalami perubahan cepat.
00:53Pasti terlebih di tahun 2025 juga kita mengalami banyak fenomena politik, ekonomi, sosial, dan teknologi yang begitu berkembang.
01:01Nah, tahun 2026 ini apalagi di Tahun Kuda Api saya kira semakin melesat ya,
01:05karena ini melambangkan dalam tradisi Tionghoa juga Tahun Kuda Api biasanya melambangkan dinamika,
01:11keberanian, perubahan cepat, bergerak maju, dan juga tetap harus harmoni dengan alam.
01:17Harmoni dengan spiritual, harmoni dengan sesama, dan juga harmoni dengan lingkungan hidup.
01:22Jadi saya kira Tahun Kuda Api ini bisa kita respon gitu ya dengan semangat mengendalikan diri gitu ya.
01:28Karena kuda ini kan sebenarnya dengan semangat yang begitu besar bisa berlari kencang,
01:32kemudian ditambah elemen api yang begitu dinamis.
01:34Maka sebaiknya bagaimana kita merespon?
01:37Salah satunya adalah merayakan Imlek, kemudian menjalani Tahun Baru Imlek ini dengan kendali diri dan kebijaksanaan.
01:43Energi besar ini bisa kita ubah menjadi kesejahteraan, kebahagiaan, bahkan untuk mendukung kesehatan.
01:50Sehingga saya kira Tahun Baru Imlek, Tahun Kuda Api ini sangat relevan dengan Tahun 2026 yang sedang bergerak cepat,
01:57baik itu sosial, ekonomi, politik, teknologi.
02:01Kalau tadi disebut kuda api ini berenergi tinggi dan dikatakan juga kalau jarang muncul dalam siklus 60 tahunan.
02:08Nah sebenarnya apa yang membuat Tahun ini spesial dibandingkan Tahun-Tahun sebelumnya
02:13dan bagaimana hal itu bisa diinterpretasikan secara positif maupun tantangannya terutama di Tahun 2026 ini?
02:21Ya, Kuda Api ini memang semua CEO ya gitu dengan elemen-elemennya bisa muncul 60an tahun jadi memang sangat jarang.
02:30Sehingga bagaimana kita meresponnya tentunya kita pertama kali harus melihat Kuda Api, Tahun Kuda Api ini sebagai tahun yang begitu
02:36dinamis gitu ya.
02:37Terlebih juga kita dalam konteks keindonesiaan kita yang pasti mengalami banyak tantangan dalam segala lini kehidupan kita.
02:45Sehingga bagaimana kita meresponnya adalah salah satunya tentu dengan selalu bersemangat,
02:49tentunya juga merespon kegiatan aneka macam fenomena yang kita alami baik di lingkungan, di politik, di sosial, di ekonomi dengan
02:57sebaik mungkin.
02:58Dan yang penting biasanya dalam tradisi kebudayaan Tionghoa, harmoni itu menjadi ciri utama Mbak Bella.
03:03Jadi harmoni ini bagaimana kita menciptakan harmoni spiritual, harmoni sosial, harmoni kultural, juga harmoni dengan lingkungan hidup kita.
03:11Terlebih kita di tahun 2026 ini akan ditantang untuk maju pesat, ditantang untuk bergerak cepat, dan juga efisien, dinamis, dan
03:20efektif.
03:22Memang kalau kita tadi simak bersama ya ada beberapa umat yang berbincang dengan Jurnalus Kompas TV,
03:27pasti doanya selalu sehat, damai, terutama damai juga untuk Indonesia.
03:31Nah Bu Agni, sebenarnya perayaan Imlek di Pencinan Nusantara misalnya ada di Glodok, ada di Lasem, di Bangka Belitung, Semarang,
03:39dan juga mungkin Pontianak dari daerah-daerah yang Anda teliti ini, ada perbedaan nggak sih sebenarnya dari perayaan-perayaan di
03:46Tiongkok daratan sana?
03:47Apakah memang ada adaptasi lokal yang unik misalnya, yang unik terkait siokuda api seperti itu?
03:53Ya, kalau kita melihat perayaan tahun baru Imlek ya di Tiongkok dengan di Indonesia, Nusantara misalnya.
04:01Kalau di Tiongkok itu kan perayaan tahun baru sebenarnya adalah ekspresi perayaan berubah musim ya.
04:07Kita akan merayakan musim semi kalau di Tiongkok.
04:09Tapi ketika di konteks kita di Nusantara, maka perayaan tahun baru Imlek sudah sangat membumi, sudah sangat melokal.
04:18Bahkan kalau kita tahu di sepanjang bentangan barat sampai ke timur Indonesia, maka yang terjadi adalah kulturasi budaya.
04:26Sehingga Imlek ini dalam konteks Indonesia, keindonesiaan memang sudah beradaptasi dengan budaya Indonesia.
04:32Bahkan sudah menjadi kebudayaan nasional.
04:34Nah, kalau kita melihat tradisi Tionghoa ini di Nusantara, dia kan berdialog ya dengan budaya lokal.
04:40Seperti misalnya dengan budaya Jawa, Sunda, Dayak, Bali gitu ya.
04:43Kemudian Menado, bahkan sampai ke timur tadi kita lihat di Kupang, kita bisa melihat gitu bahwa sebenarnya Imlek perayaan tahun
04:50baru Imlek di Indonesia memang sudah menjadi budaya Indonesia.
04:54Artinya dari perayaan ini kita bisa melihat bagaimana bahasa dan kuliner, seni pertunjukan, tata perayaan, kemudian wajah khas keindonesiaan dalam
05:04perayaan Imlek ini kita rayakan bersama.
05:07Termasuk kalau kita lihat di mal ya gitu, walaupun dengan lampion merah dan lain-lain, tetapi tetap masih ada perayaan
05:13-perayaan yang menggambarkan dia bagian dari kebudayaan yang berakulturasi.
05:17Penggunaan kebayaan cim dan kain batik, kemudian makanan lontong cap gomeh yang hanya ada di Indonesia saya kira.
05:23Sehingga hal ini menyampaikan pesan sebenarnya perayaan Imlek kita adalah perayaan keberagaman.
05:29Kita saling merayakan, bangsa Indo saling merayakan.
05:31Dan sehingga Imlek juga menjadi ruang temu budaya yang memperkuat semangat Bhinneka Tunggal Ika.
05:37Bu Agni, ini pengalaman Bu Agni menelusuri berbagai permasalahan etnis Tionghoa dan juga akulturasi budaya tentunya sudah sangat panjang di
05:47Indonesia terutama.
05:48Nah sebenarnya menurut pandangan Bu Agni, bagaimana sih sebenarnya masyarakat Tionghoa Indonesia memaknai tahun kuda api dalam konteks kehidupan sehari
05:56-hari terutama di tengah dinamika sosial dan budaya Nusantara?
06:00Ya, saya kira pertanyaan ini juga relevan untuk kita semua ya, tidak hanya untuk kelompok masyarakat etnis Tionghoa.
06:07Bahwa sebenarnya dalam konteks tahun 2026 ini kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia,
06:13maka nilai-nilai tahun baru Imlek perayaannya ini bisa kita komparasikan dengan refleksi dan keseimbangan.
06:20Ketika kita dalam tekanan modernitas, digitalisasi, begitu perkembangan teknologi yang begitu cepat,
06:27maka refleksi dan keseimbangan untuk menciptakan harmoni ini sangat penting.
06:31Kemudian juga soal resilience dan ketahanan komunitas saya kira ya,
06:35bahwa perubahan yang cepat tahun kuda api ini membutuhkan ketahanan atau mindset bagaimana kita survive,
06:43bagaimana kita tetap membuat lingkungan hidup kita, lingkungan berbudaya kita, lingkungan bersosialisasi kita
06:51untuk tetap harmoni dan tetap relevan dengan mengikuti modernitas,
06:56kemudian mengikuti perkembangan zaman dan fenomena yang ada di tahun 2026 ini.
07:01Kemudian juga tentunya harapan baru, sehingga ketika kita memaknai Imlek perayaan Imlek,
07:07harapan baru itu selalu ada karena banyak sekali simbol-simbol dalam perayaan tahun baru Imlek ini
07:12selalu menggambarkan harapan-harapan baik, baik untuk dari sendiri, untuk keluarga,
07:18bahkan untuk masyarakat, bahkan untuk Indonesia.
07:20Bu Agni yang juga kadang menjadi pertanyaan orang awam misalnya,
07:24sebenarnya bagaimana sih sejarah penanggalan Kongzili,
07:27karena kan kita menyebutnya tahun baru Imlek 2577 Kongzili,
07:31nah sebenarnya sejarah penanggalan Kongzili ini bagaimana kemudian yang mencapai 2577 di tahun ini ya,
07:37apa cerminan perjalanan budaya Tionghoa di Nusantara,
07:40dan apakah ada cerita menarik dari pencinan tertentu terkait perayaan Imlek di masa lalu?
07:45Ya, kalau kita lihat penanggalan Konfusius ya, Kongzili tadi ya,
07:51itu sebenarnya kan tanggal atau tahun yang ditetapkan sejak kelahiran Konfusius gitu,
07:56di era sebelum Masehi, sehingga sampai ke tahun yang kita rayakan sekarang.
08:00Dan istilah Imlek misalnya, Imlek ini berbeda lagi,
08:04istilah Imlek adalah penanggalan bulan yang selalu digunakan dalam kita menentukan hari
08:10atau pergerakan hari per hari per tahun,
08:13sama seperti kita di kalangan Muslim gitu ya,
08:15kita punya penanggalan bulan Islam gitu.
08:18Nah, kemudian bagaimana keperayaan Tionghoa yang unik di sepanjang kawasan Nusantara gitu ya,
08:25terutama untuk Imlek?
08:26Saya kira masing-masing daerah dari Sumatera sampai ke Timur,
08:29bahkan sampai keserui ya di Papua,
08:31ini merayakan Imlek dengan cara khasnya masing-masing gitu ya.
08:34Sehingga kita bisa melihat bahwa diversity,
08:38kemudian keberagaman di Indonesia untuk merayakan tahun baru Imlek ini sangat beragam.
08:43Contoh-contoh yang tadi salah satunya muncul di Kupang gitu ya,
08:46di keluarga Lai, itu sangat menarik ya,
08:48bagaimana kemudian negosiasi budaya identitas itu juga berkelindan di dalam perayaan Imlek.
08:56Bagaimana kemudian seperti keluarga Lai tadi di Kupang,
08:59yang sudah tidak tanda kutip ya,
09:05berreligi kebudayaan Tionghoa religinya gitu ya,
09:07seperti misalnya Tridharma,
09:09tapi mereka sudah meluk agama lain,
09:12tetapi tetap merayakan Imlek itu sebagai ekspresi budaya.
09:15Bagaimana menghormati leluhur,
09:17menghormati orang tua,
09:18dan bagaimana menghormati kebudayaan.
09:20Ini menyebabkan contoh baik seperti mengingatkan pada kita semua bahwa
09:24kita ada, kita hadir, budaya kita ada,
09:26pasti ada akar yang harus kita ingat.
09:28Terakhir Bu Agni,
09:29ini mungkin tidak hanya untuk masyarakat Tionghoa yang saat ini sedang berimlek,
09:33tapi juga masyarakat kita pada umumnya,
09:35ini kita tahu masyarakatnya multikultural di Indonesia.
09:38Bagaimana tahun Kuda Api ini bisa jadi momentum
09:40untuk memperkuat persatuan,
09:43toleransi,
09:43dan kolaborasi antar etnis,
09:45terutama setelah pengalaman sejarah diskriminasi terhadap komunitas Tionghoa?
09:49Ya, kita panjang sekali ya,
09:52Bapak Biru membicarakan tradisi Tionghoa di tataran lini masa sejarah Indonesia,
09:59bahwa sebenarnya perayaan Imlek ini bukan saja perayaan secara kultural dan sosial,
10:04tetapi juga perayaan secara historis gitu ya,
10:07sehingga saya kira ini juga menjadi momentum di perayaan Imlek tahun 2026 ini,
10:11bahwa pertama,
10:12kita semua gitu ya,
10:13kita semua sebagai bangsa Indonesia merayakan Imlek bukan hanya tradisi,
10:17tapi simbol harapan,
10:18kebersamaan keluarga,
10:19harmoni sosial,
10:20dan lingkungan hidup kita dengan alam,
10:22dan kemudian tradisi nilai seperti sembahyang leluhur,
10:25makan malam bersama,
10:26angpau,
10:27barongsai,
10:28kembang api,
10:29dan lain-lain ini sebenarnya sebagai penghormatan pada tradisi,
10:33kembali mengingat leluhur,
10:34kembali mengingat entitas kita sebagai manusia dengan akar budaya,
10:38dan ini juga akan melibatkan solidaritas,
10:40kepedulian lintas generasi,
10:42komunikasi antar generasi,
10:44bahkan ketika kita mengingat keberagaman di Indonesia,
10:47Imlek menunjukkan bahwa budaya kita adalah budaya saling menyapa,
10:51saling menerima,
10:51saling menyerap,
10:52saling memberi,
10:53dan dia dirayakan secara lintas etnis dan agama,
10:55ini bukti yang sangat kuat bahwa,
10:57Bineka Tunggal Ika dalam perayaan tahun baru Imlek menjadi semangat yang sangat penting,
11:02dan relevansinya dengan 2026 di tahun kuda api ini,
11:06saya kira juga mengingatkan kita untuk tetap melangkah maju,
11:08menjaga keseimbangan, persatuan, solidaritas antar kita di dalam Indonesia sendiri,
11:15sehingga susah payah, musibah, dan hal-hal yang mungkin dianggap kurang baik,
11:22ini bisa kita carikan solusi bersama,
11:24dan kita menuju harapan baru menjadi Indonesia maju,
11:27dan kuat bersama, berdaya bersama.
11:30Baik, memang perayaan Imlek bukan hanya tradisi,
11:33tapi juga bagaimana solidaritas antar masyarakat yang multikultural di Indonesia
11:38juga harus tetap terjaga di tahun kuda api yang semakin membara,
11:41menggebu-gebu, dan semakin tetap sepakat.
11:43Terima kasih atas perbincangannya siang hari ini,
11:46Agni Malagina, peneliti budaya Tionghoa dan pencinan Nusantara,
11:49Tunggu Sifacar!
Komentar

Dianjurkan