00:00dan doa dipanjatkan untuk kebaikan Indonesia di masa depan.
00:03Di tahun ini, Saudara, Imlek memasuki Tahun Kuda Api.
00:06Apa sebenarnya maknanya?
00:09Untuk membahas hal tersebut dan sejumlah hal lainnya terkait Imlek,
00:12kita akan berbincang langsung dengan peneliti budaya Tionghoa dan pecina Nusantara, Agni Malagina.
00:17Selamat siang, Bu Agni, dengan Bella di studio.
00:20Selamat siang, Bu Bella, Kionghi, Kionghi, selamat tahun baru Imlek, Tahun Kuda Api ya.
00:24Selamat tahun baru Imlek juga, Bu Agni.
00:26Bu Agni, sebenarnya apa sih makna filosofis utama dari Tahun Kuda Api tahun ini
00:31dalam tradisi Tionghoa dan bagaimana sebenarnya elemen api
00:35kalau dikombinasikan dengan siokuda yang mempengaruhi energi tahun ini?
00:40Seperti semangat, keberanian, kemudian transformasi, atau perubahan cepat, Bu Agni?
00:47Oke, kita secara kontekstual tahun 2026 ini ya mengalami perubahan cepat.
00:53Pasti terlebih di tahun 2025 juga kita mengalami banyak fenomena politik, ekonomi, sosial, dan teknologi yang begitu berkembang.
01:01Nah, tahun 2026 ini apalagi di Tahun Kuda Api saya kira semakin melesat ya,
01:05karena ini melambangkan dalam tradisi Tionghoa juga Tahun Kuda Api biasanya melambangkan dinamika,
01:11keberanian, perubahan cepat, bergerak maju, dan juga tetap harus harmoni dengan alam.
01:17Harmoni dengan spiritual, harmoni dengan sesama, dan juga harmoni dengan lingkungan hidup.
01:22Jadi saya kira Tahun Kuda Api ini bisa kita respon gitu ya dengan semangat mengendalikan diri gitu ya.
01:28Karena kuda ini kan sebenarnya dengan semangat yang begitu besar bisa berlari kencang,
01:32kemudian ditambah elemen api yang begitu dinamis.
01:34Maka sebaiknya bagaimana kita merespon?
01:37Salah satunya adalah merayakan Imlek, kemudian menjalani Tahun Baru Imlek ini dengan kendali diri dan kebijaksanaan.
01:43Energi besar ini bisa kita ubah menjadi kesejahteraan, kebahagiaan, bahkan untuk mendukung kesehatan.
01:50Sehingga saya kira Tahun Baru Imlek, Tahun Kuda Api ini sangat relevan dengan Tahun 2026 yang sedang bergerak cepat,
01:57baik itu sosial, ekonomi, politik, teknologi.
02:01Kalau tadi disebut kuda api ini berenergi tinggi dan dikatakan juga kalau jarang muncul dalam siklus 60 tahunan.
02:08Nah sebenarnya apa yang membuat Tahun ini spesial dibandingkan Tahun-Tahun sebelumnya
02:13dan bagaimana hal itu bisa diinterpretasikan secara positif maupun tantangannya terutama di Tahun 2026 ini?
02:21Ya, Kuda Api ini memang semua CEO ya gitu dengan elemen-elemennya bisa muncul 60an tahun jadi memang sangat jarang.
02:30Sehingga bagaimana kita meresponnya tentunya kita pertama kali harus melihat Kuda Api, Tahun Kuda Api ini sebagai tahun yang begitu
02:36dinamis gitu ya.
02:37Terlebih juga kita dalam konteks keindonesiaan kita yang pasti mengalami banyak tantangan dalam segala lini kehidupan kita.
02:45Sehingga bagaimana kita meresponnya adalah salah satunya tentu dengan selalu bersemangat,
02:49tentunya juga merespon kegiatan aneka macam fenomena yang kita alami baik di lingkungan, di politik, di sosial, di ekonomi dengan
02:57sebaik mungkin.
02:58Dan yang penting biasanya dalam tradisi kebudayaan Tionghoa, harmoni itu menjadi ciri utama Mbak Bella.
03:03Jadi harmoni ini bagaimana kita menciptakan harmoni spiritual, harmoni sosial, harmoni kultural, juga harmoni dengan lingkungan hidup kita.
03:11Terlebih kita di tahun 2026 ini akan ditantang untuk maju pesat, ditantang untuk bergerak cepat, dan juga efisien, dinamis, dan
03:20efektif.
03:22Memang kalau kita tadi simak bersama ya ada beberapa umat yang berbincang dengan Jurnalus Kompas TV,
03:27pasti doanya selalu sehat, damai, terutama damai juga untuk Indonesia.
03:31Nah Bu Agni, sebenarnya perayaan Imlek di Pencinan Nusantara misalnya ada di Glodok, ada di Lasem, di Bangka Belitung, Semarang,
03:39dan juga mungkin Pontianak dari daerah-daerah yang Anda teliti ini, ada perbedaan nggak sih sebenarnya dari perayaan-perayaan di
03:46Tiongkok daratan sana?
03:47Apakah memang ada adaptasi lokal yang unik misalnya, yang unik terkait siokuda api seperti itu?
03:53Ya, kalau kita melihat perayaan tahun baru Imlek ya di Tiongkok dengan di Indonesia, Nusantara misalnya.
04:01Kalau di Tiongkok itu kan perayaan tahun baru sebenarnya adalah ekspresi perayaan berubah musim ya.
04:07Kita akan merayakan musim semi kalau di Tiongkok.
04:09Tapi ketika di konteks kita di Nusantara, maka perayaan tahun baru Imlek sudah sangat membumi, sudah sangat melokal.
04:18Bahkan kalau kita tahu di sepanjang bentangan barat sampai ke timur Indonesia, maka yang terjadi adalah kulturasi budaya.
04:26Sehingga Imlek ini dalam konteks Indonesia, keindonesiaan memang sudah beradaptasi dengan budaya Indonesia.
04:32Bahkan sudah menjadi kebudayaan nasional.
04:34Nah, kalau kita melihat tradisi Tionghoa ini di Nusantara, dia kan berdialog ya dengan budaya lokal.
04:40Seperti misalnya dengan budaya Jawa, Sunda, Dayak, Bali gitu ya.
04:43Kemudian Menado, bahkan sampai ke timur tadi kita lihat di Kupang, kita bisa melihat gitu bahwa sebenarnya Imlek perayaan tahun
04:50baru Imlek di Indonesia memang sudah menjadi budaya Indonesia.
04:54Artinya dari perayaan ini kita bisa melihat bagaimana bahasa dan kuliner, seni pertunjukan, tata perayaan, kemudian wajah khas keindonesiaan dalam
05:04perayaan Imlek ini kita rayakan bersama.
05:07Termasuk kalau kita lihat di mal ya gitu, walaupun dengan lampion merah dan lain-lain, tetapi tetap masih ada perayaan
05:13-perayaan yang menggambarkan dia bagian dari kebudayaan yang berakulturasi.
05:17Penggunaan kebayaan cim dan kain batik, kemudian makanan lontong cap gomeh yang hanya ada di Indonesia saya kira.
05:23Sehingga hal ini menyampaikan pesan sebenarnya perayaan Imlek kita adalah perayaan keberagaman.
05:29Kita saling merayakan, bangsa Indo saling merayakan.
05:31Dan sehingga Imlek juga menjadi ruang temu budaya yang memperkuat semangat Bhinneka Tunggal Ika.
05:37Bu Agni, ini pengalaman Bu Agni menelusuri berbagai permasalahan etnis Tionghoa dan juga akulturasi budaya tentunya sudah sangat panjang di
05:47Indonesia terutama.
05:48Nah sebenarnya menurut pandangan Bu Agni, bagaimana sih sebenarnya masyarakat Tionghoa Indonesia memaknai tahun kuda api dalam konteks kehidupan sehari
05:56-hari terutama di tengah dinamika sosial dan budaya Nusantara?
06:00Ya, saya kira pertanyaan ini juga relevan untuk kita semua ya, tidak hanya untuk kelompok masyarakat etnis Tionghoa.
06:07Bahwa sebenarnya dalam konteks tahun 2026 ini kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia,
06:13maka nilai-nilai tahun baru Imlek perayaannya ini bisa kita komparasikan dengan refleksi dan keseimbangan.
06:20Ketika kita dalam tekanan modernitas, digitalisasi, begitu perkembangan teknologi yang begitu cepat,
06:27maka refleksi dan keseimbangan untuk menciptakan harmoni ini sangat penting.
06:31Kemudian juga soal resilience dan ketahanan komunitas saya kira ya,
06:35bahwa perubahan yang cepat tahun kuda api ini membutuhkan ketahanan atau mindset bagaimana kita survive,
06:43bagaimana kita tetap membuat lingkungan hidup kita, lingkungan berbudaya kita, lingkungan bersosialisasi kita
06:51untuk tetap harmoni dan tetap relevan dengan mengikuti modernitas,
06:56kemudian mengikuti perkembangan zaman dan fenomena yang ada di tahun 2026 ini.
07:01Kemudian juga tentunya harapan baru, sehingga ketika kita memaknai Imlek perayaan Imlek,
07:07harapan baru itu selalu ada karena banyak sekali simbol-simbol dalam perayaan tahun baru Imlek ini
07:12selalu menggambarkan harapan-harapan baik, baik untuk dari sendiri, untuk keluarga,
07:18bahkan untuk masyarakat, bahkan untuk Indonesia.
07:20Bu Agni yang juga kadang menjadi pertanyaan orang awam misalnya,
07:24sebenarnya bagaimana sih sejarah penanggalan Kongzili,
07:27karena kan kita menyebutnya tahun baru Imlek 2577 Kongzili,
07:31nah sebenarnya sejarah penanggalan Kongzili ini bagaimana kemudian yang mencapai 2577 di tahun ini ya,
07:37apa cerminan perjalanan budaya Tionghoa di Nusantara,
07:40dan apakah ada cerita menarik dari pencinan tertentu terkait perayaan Imlek di masa lalu?
07:45Ya, kalau kita lihat penanggalan Konfusius ya, Kongzili tadi ya,
07:51itu sebenarnya kan tanggal atau tahun yang ditetapkan sejak kelahiran Konfusius gitu,
07:56di era sebelum Masehi, sehingga sampai ke tahun yang kita rayakan sekarang.
08:00Dan istilah Imlek misalnya, Imlek ini berbeda lagi,
08:04istilah Imlek adalah penanggalan bulan yang selalu digunakan dalam kita menentukan hari
08:10atau pergerakan hari per hari per tahun,
08:13sama seperti kita di kalangan Muslim gitu ya,
08:15kita punya penanggalan bulan Islam gitu.
08:18Nah, kemudian bagaimana keperayaan Tionghoa yang unik di sepanjang kawasan Nusantara gitu ya,
08:25terutama untuk Imlek?
08:26Saya kira masing-masing daerah dari Sumatera sampai ke Timur,
08:29bahkan sampai keserui ya di Papua,
08:31ini merayakan Imlek dengan cara khasnya masing-masing gitu ya.
08:34Sehingga kita bisa melihat bahwa diversity,
08:38kemudian keberagaman di Indonesia untuk merayakan tahun baru Imlek ini sangat beragam.
08:43Contoh-contoh yang tadi salah satunya muncul di Kupang gitu ya,
08:46di keluarga Lai, itu sangat menarik ya,
08:48bagaimana kemudian negosiasi budaya identitas itu juga berkelindan di dalam perayaan Imlek.
08:56Bagaimana kemudian seperti keluarga Lai tadi di Kupang,
08:59yang sudah tidak tanda kutip ya,
09:05berreligi kebudayaan Tionghoa religinya gitu ya,
09:07seperti misalnya Tridharma,
09:09tapi mereka sudah meluk agama lain,
09:12tetapi tetap merayakan Imlek itu sebagai ekspresi budaya.
09:15Bagaimana menghormati leluhur,
09:17menghormati orang tua,
09:18dan bagaimana menghormati kebudayaan.
09:20Ini menyebabkan contoh baik seperti mengingatkan pada kita semua bahwa
09:24kita ada, kita hadir, budaya kita ada,
09:26pasti ada akar yang harus kita ingat.
09:28Terakhir Bu Agni,
09:29ini mungkin tidak hanya untuk masyarakat Tionghoa yang saat ini sedang berimlek,
09:33tapi juga masyarakat kita pada umumnya,
09:35ini kita tahu masyarakatnya multikultural di Indonesia.
09:38Bagaimana tahun Kuda Api ini bisa jadi momentum
09:40untuk memperkuat persatuan,
09:43toleransi,
09:43dan kolaborasi antar etnis,
09:45terutama setelah pengalaman sejarah diskriminasi terhadap komunitas Tionghoa?
09:49Ya, kita panjang sekali ya,
09:52Bapak Biru membicarakan tradisi Tionghoa di tataran lini masa sejarah Indonesia,
09:59bahwa sebenarnya perayaan Imlek ini bukan saja perayaan secara kultural dan sosial,
10:04tetapi juga perayaan secara historis gitu ya,
10:07sehingga saya kira ini juga menjadi momentum di perayaan Imlek tahun 2026 ini,
10:11bahwa pertama,
10:12kita semua gitu ya,
10:13kita semua sebagai bangsa Indonesia merayakan Imlek bukan hanya tradisi,
10:17tapi simbol harapan,
10:18kebersamaan keluarga,
10:19harmoni sosial,
10:20dan lingkungan hidup kita dengan alam,
10:22dan kemudian tradisi nilai seperti sembahyang leluhur,
10:25makan malam bersama,
10:26angpau,
10:27barongsai,
10:28kembang api,
10:29dan lain-lain ini sebenarnya sebagai penghormatan pada tradisi,
10:33kembali mengingat leluhur,
10:34kembali mengingat entitas kita sebagai manusia dengan akar budaya,
10:38dan ini juga akan melibatkan solidaritas,
10:40kepedulian lintas generasi,
10:42komunikasi antar generasi,
10:44bahkan ketika kita mengingat keberagaman di Indonesia,
10:47Imlek menunjukkan bahwa budaya kita adalah budaya saling menyapa,
10:51saling menerima,
10:51saling menyerap,
10:52saling memberi,
10:53dan dia dirayakan secara lintas etnis dan agama,
10:55ini bukti yang sangat kuat bahwa,
10:57Bineka Tunggal Ika dalam perayaan tahun baru Imlek menjadi semangat yang sangat penting,
11:02dan relevansinya dengan 2026 di tahun kuda api ini,
11:06saya kira juga mengingatkan kita untuk tetap melangkah maju,
11:08menjaga keseimbangan, persatuan, solidaritas antar kita di dalam Indonesia sendiri,
11:15sehingga susah payah, musibah, dan hal-hal yang mungkin dianggap kurang baik,
11:22ini bisa kita carikan solusi bersama,
11:24dan kita menuju harapan baru menjadi Indonesia maju,
11:27dan kuat bersama, berdaya bersama.
11:30Baik, memang perayaan Imlek bukan hanya tradisi,
11:33tapi juga bagaimana solidaritas antar masyarakat yang multikultural di Indonesia
11:38juga harus tetap terjaga di tahun kuda api yang semakin membara,
11:41menggebu-gebu, dan semakin tetap sepakat.
11:43Terima kasih atas perbincangannya siang hari ini,
11:46Agni Malagina, peneliti budaya Tionghoa dan pencinan Nusantara,
11:49Tunggu Sifacar!
Komentar