Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, memprediksi awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Terbaru, per Selasa (17/2/2026) sore 16.00 WIB, pantauan hilal ramadan 2026 digelar di sejumlah daerah di Indonesia. Kami akan mengajak Anda untuk memantau pelaksanaan rukyatul hilal di tiga titik berbeda bersama Jurnalis KompasTV.

Di Indonesia Timur, ada Flora Batlayeri yang melaporkan dari Sorong, Papua Barat Daya. Di Indonesia Tengah, ada Iskandar Amir Dahlan dari Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur. Dan dari Indonesia bagian Barat, ada Riska Devi, yang melaporkan dari Aceh Besar, Aceh.

#sidangisbat #ramadan #kemenag

Baca Juga [FULL] Terkini! Cerita Pantauan Hilal Ramadan 2026 di Gresik, Tamu Mulai Berdatangan | BREAKING NEWS di https://www.kompas.tv/nasional/651253/full-terkini-cerita-pantauan-hilal-ramadan-2026-di-gresik-tamu-mulai-berdatangan-breaking-news



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/651254/full-terbaru-pantauan-hilal-puasa-ramadan-2026-dari-tiga-titik-papua-ikn-hingga-aceh
Transkrip
00:00Dan kami ajak Anda saudara memantau pelaksanaan Pantauan Hilal di tiga titik di Indonesia Timur.
00:06Ada Flora Batlayeri dari Sorong, Papua Barat Daya.
00:10Lalu di Indonesia Tengah ada Iskandar Amir Dahlan dari IKN Kalimantan Timur dan dari Indonesia bagian Barat.
00:18Ada jurnalis kompasifi Rizka Devi dari Aceh Besar, Aceh.
00:22Kita akan ke Sorong terlebih dahulu.
00:25Ada Flora Batlayeri di sana.
00:26Flora, sejauh ini bagaimana persiapan Pantauan Hilal di sana?
00:29Mengingat sebentar lagi ini akan masuk waktu maghrib ya.
00:33Di sana sekitar pukul 17.38 waktu Indonesia Timur.
00:39Bagaimana Flora?
00:41Ya Rady dan juga saudara, persiapan Pantauan Hilal untuk penetapan awal Ramadan 1447 Hijri ya.
00:50Di Sorong, Papua Barat Daya.
00:52Sejauh ini persiapan sudah dilakukan sejak pukul 16.00 waktu Indonesia Timur.
00:58Dan pada pukul 17.00 waktu Indonesia Timur, dimulai dengan acara seremonial pembukaan Pantauan Hilal yang diawali dengan sambutan-sambutan.
01:10Kemudian nanti pada pukul 18.00 lewat 25.00 waktu Indonesia Timur, barulah mulai dilakukan pemantauan hilal yang berlokasi di
01:21salah satu hotel di Sorong, Papua Barat Daya.
01:24Lokasi ini dipilih karena berdekatan langsung dengan kawasan pantai dan mempermudah proses pemantauan.
01:34Saudara, nantinya dalam pemantauan hilal kali ini dihadiri oleh Kementerian Agama, Tim Rukyapul Hilal, BMKG, Pemerintah Daerah, Badan Kontak Majelis
01:49Tahlim, Ormas, dan sejumlah stakeholder lainnya.
01:53Untuk saat ini cuaca di lokasi pemantauan terpantau secara berawan, diharapkan dapat mempermudah proses pemantauan hilal.
02:02Saudara, tahun ini ada dua lokasi pemantauan hilal untuk penetapan awal Ramadan 1447 Hidria.
02:13Yang pertama di kawasan hotel yang berdekatan langsung dengan kawasan pantai di Sorong, Papua Barat Daya.
02:21Kemudian kampus Pai Aima Mahdi, Pak Pak Provinsi Papua Barat dengan menggunakan metode Hizab dan metode Rukyapul Hilal.
02:33Berdasarkan pengalaman setiap tahunnya, nanti BMKG akan menggunakan satu alat teropong dan alat perekam.
02:43Di mana pemantauan ini akan langsung di-live streamingkan, sehingga bisa dilihat langsung oleh Kementerian Agama di Pusan.
02:54Saudara dan juga Radi, berdasarkan prediksi sementara BMKG, potensi teramati tinggi hilal minus 2 derajat 6 menit 35,4 detik.
03:09Ya, baik. Tadi Anda sudah melaporkan cuaca cerah berawan di sana, di Sorong, Papua Barat Daya.
03:16Dan ada dua lokasi pemantauan hilal, kita akan tunggu juga nanti laporan lanjutan dari Anda, Jurnalis Kompas TV, ECDS dari
03:23Sorong, Papua Barat Daya.
03:25Kita sekarang ke IKN, ada Iskandar Amir Dahlan.
03:30Iskandar, ini pertama kalinya pemantauan hilal di Masjid IKN dilakukan. Bagaimana kondisinya sejauh ini?
03:37Baik, saudara, untuk pertama kalinya tahap ini, Ramadhan di 17 Juli, di Jurnalis Kompas TV,
03:44di Jurnalis Kompas TV, dilakukan pemantauan hilal di Masjid IKN dan di ASN 1 Ibu Kota Nusantara.
03:54Jadi pemantauan dilakukan di dua titik berbeda, di mana titik pertama dilakukan di Masjid Negara,
04:02Ibu Kota Nusantara, di Masjid Negara, akan dilakukan rapat antara kantor wilayah Kementerian Ajama,
04:15Provinsi Kalimantan Timur dan BMKG, sementara di RSN 1 Ibu Kota Nusantara,
04:22tersedia alat teropong milik DMKG Kota Balikpapan.
04:28Saat ini di Ibu Kota Nusantara, cuaca masih cerah berawan,
04:37pemantauan akan direncanakan,
04:40pemantauan dimulai pukul 6 sore waktu Indonesia Tengah.
04:46Kembali Anda ke studio.
04:48Ya, pemantauan dilakukan pukul 6 sore waktu Indonesia Tengah,
04:54ini ada perbedaan 1 jam dengan waktu Indonesia Barat di Jakarta,
04:57dan tadi cuaca di sana sejauh ini cerah berawan ya,
05:00sama kondisinya dengan yang terjadi di Sorong, Papua Barat, Daya.
05:03Nanti juga kita akan perbarui lagi informasi dari Anda, Iskandar, di IKN Kalimantan Timur.
05:08Nah, dari sana kita ke Aceh Besar, ada jurnalis Kompas TV Rizka Devi,
05:12yang memantau hilal, pemantauan hilal di sana.
05:16Bagaimana pemantauan di Aceh Besar sejauh ini, Rizka?
05:21Ya, Radhi dan juga saudara, ini dari ujung Barat Indonesia,
05:25tempatnya di gedung observatorium Tengah Cikutakara,
05:28ke mana tempat saya melaporkan saat ini, di Aceh Besar ataupun Lukna,
05:32ini merupakan salah satu titik pemantauan hilal di Aceh,
05:36sementara nantinya akan ada enam titik lagi,
05:39yakni tersebar di Alukmawe, kemudian juga di Aceh Barat,
05:44Aceh Barat, Daya, kemudian juga di Semeluh, dan beberapa titik lainnya.
05:48Namun, ini merupakan salah satu titik pemantauan yang memang hari ini menjadi fokus pemantauannya.
05:55Dan namun, hingga saat ini, untuk proses pemantauan ini belum dilakukan,
05:59karena memang, kalau informasi yang kami colet dari kepala perwakilan kantor kemenang,
06:08di layak suaranya saja yang menunjukkan bahwa memang saat ini,
06:11untuk pemantauan hilal ini diganti atau diadakan acara edukasi begitu terkait dengan hilal,
06:17namun tadi juga sempat terlingkat bahwa ada mahasiswa,
06:21kemudian juga ada beberapa dari tim kemenang ini yang sudah membawa prokpong begitu,
06:28untuk bisa mengatau hilal.
06:30Dari informasi yang kami colet, ini juga menyebutkan bahwa
06:34nanti setelah matahari terbenam,
06:37di sini nanti matahari akan terbenam,
06:39sebarang pada kukul 19.01 waktu Indonesia Barat,
06:43nantinya posisi hilal ini,
06:45diperciliakan atau diprediksi ini masih berada di 0,97 derajat,
06:49dengan kalau ngaji 0,93 derajat.
06:53Sehingga, kalau menurut dari informasi kementerian,
06:56dia mengatau posisi saja,
06:57ini juga menyebutkan bahwa
06:59dengan posisi seperti itu,
07:01masih akan terus dilakukan semantauan,
07:04apakah nanti akan terlihat gitu hilalnya atau tidak.
07:08Namun, kita akan tetap menunggu keputusan dari Kementerian Agama Republik Indonesia begitu,
07:15seperti apa keputusannya,
07:16nanti satu Ramadan akan jatuh pada hari apa.
07:19Sementara, dari enam titik kemantauan ini,
07:22ini merupakan salah satu titik yang memang menjadi puhat pada hari ini.
07:26Dan kalau kita lihat kemudian beberapa akusiasme warga,
07:30saat ini memang belum terlihat begitu,
07:31karena memang hari ini disitukan edukasi begitu,
07:36untuk menjelaskan bagaimana kemudian mengatauan silahat tersebut,
07:40khususnya di wilayah Aceh Besar.
07:45Rizka Devi, tadi kalau di Sorong Papua Berdaya,
07:50lalu di IKN Cerah Berawan,
07:53sama halnya sepertinya ya,
07:54kalau saya lihat di Aceh Besar juga Cerah Berawan,
07:56ini memudahkan tentu saja,
07:58petugas yang memantau hilal di sana,
08:00dengan alat-alat astronomi,
08:01untuk melihat posisi hilal,
08:03atau posisi bulan.
08:04Dan di sana ada enam titik pemantauan,
08:06dan alat-alat astronomi juga sudah dipasang di sana.
08:09Terima kasih Rizka Devi dari Aceh Besar Aceh,
08:11dan itu tadi dari paling barat Indonesia,
08:14lalu di Indonesia Tengah ada Iskandar Amir Dahlan,
08:17yang memantau dari IKN Kalimantan Timur,
08:19dan di paling timur Indonesia ada Ece Dias,
08:23melaporkan dari Sorong Papua.
Komentar

Dianjurkan