00:00Semua hasil pantauan hilal akan dirapatkan dalam sidang isbat penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah
00:07yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta.
00:10Dimulai dari pemaparan posisi hilal oleh tim hisap Rukyat Kemenak secara terbuka untuk publik,
00:16lalu setelah maghrib nanti dilanjutkan dengan sidang isbat tertutup yang dihadiri oleh perwakilan Ormas Islam,
00:23MUI BMKG dan Komisi 8 DPR RI.
00:27Kemudian pengumuman resmi penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah.
00:39Sementara peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional BRIN, Thomas Jamaluddin,
00:46memprediksi awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis 19 Februari 2026.
00:54Prediksi ini didasarkan pada posisi hilal di Indonesia pada maghrib 17 Februari 2026
01:01yang diperkirakan belum memenuhi kriteria visibilitas Mabims,
01:08yakni ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
01:22Papua masih minus 2,4, di Sumatera itu minus 0,9, sehingga tidak mungkin ada Rukyatul Hilal.
01:33Walaupun nanti para pengamal Rukyat tetap melakukan Rukyat itu atas dasar ta'abuti atau ketaatan pada contoh rosul,
01:42tetapi nanti pada sidang isbat itu akan dilaporkan hampir pasti bahwa tidak ada satupun saksi yang melihat
01:50karena posisi bulan masih di bawah ubuk.
01:53Sehingga dengan kriteria hilal lokal tersebut,
01:58hasil hisab dan hasil Rukyat pada sidang isbat nanti
02:02akan diputuskan jatuhnya hari Kamis tanggal 19.
02:09Tetapi tentu saja nanti ini kita menunggu keputusan Menteri Agama.
02:13Selamat menikmati.
Komentar