Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Seluruh hasil pemantauan hilal akan dirapatkan dalam Sidang Isbat penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta.

Sidang diawali dengan pemaparan posisi hilal oleh Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama yang terbuka untuk publik.

Setelah Magrib, sidang dilanjutkan secara tertutup dan dihadiri oleh perwakilan organisasi masyarakat Islam, Majelis Ulama Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, serta Komisi VIII DPR RI.

Selanjutnya, pemerintah akan mengumumkan secara resmi penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah kepada masyarakat.

#sidangisbat #kemenag #ramadan

Baca Juga Klaim Tifa Pertanyakan Bareskrim Polri Tampilkan 2 Ijazah Jokowi Berbeda, Bicara Ilmu CIA-FBI? di https://www.kompas.tv/nasional/651243/klaim-tifa-pertanyakan-bareskrim-polri-tampilkan-2-ijazah-jokowi-berbeda-bicara-ilmu-cia-fbi

Sahabat KompasTV, saksikan Sidang Isbat Penentuan Awal Puasa Ramadan 2026 di link ini https://www.youtube.com/watch?v=WB6aEb8gsb4

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/651245/kemenag-gelar-sidang-isbat-penentuan-1-ramadan-2026-ini-tahapannya-breaking-news
Transkrip
00:00Semua hasil pantauan hilal akan dirapatkan dalam sidang isbat penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah
00:07yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta.
00:10Dimulai dari pemaparan posisi hilal oleh tim hisap Rukyat Kemenak secara terbuka untuk publik,
00:16lalu setelah maghrib nanti dilanjutkan dengan sidang isbat tertutup yang dihadiri oleh perwakilan Ormas Islam,
00:23MUI BMKG dan Komisi 8 DPR RI.
00:27Kemudian pengumuman resmi penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah.
00:39Sementara peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional BRIN, Thomas Jamaluddin,
00:46memprediksi awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis 19 Februari 2026.
00:54Prediksi ini didasarkan pada posisi hilal di Indonesia pada maghrib 17 Februari 2026
01:01yang diperkirakan belum memenuhi kriteria visibilitas Mabims,
01:08yakni ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
01:22Papua masih minus 2,4, di Sumatera itu minus 0,9, sehingga tidak mungkin ada Rukyatul Hilal.
01:33Walaupun nanti para pengamal Rukyat tetap melakukan Rukyat itu atas dasar ta'abuti atau ketaatan pada contoh rosul,
01:42tetapi nanti pada sidang isbat itu akan dilaporkan hampir pasti bahwa tidak ada satupun saksi yang melihat
01:50karena posisi bulan masih di bawah ubuk.
01:53Sehingga dengan kriteria hilal lokal tersebut,
01:58hasil hisab dan hasil Rukyat pada sidang isbat nanti
02:02akan diputuskan jatuhnya hari Kamis tanggal 19.
02:09Tetapi tentu saja nanti ini kita menunggu keputusan Menteri Agama.
02:13Selamat menikmati.
Komentar

Dianjurkan