Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Tersangka Kasus Ijazah Jokowi, Tifauzia Tyassuma, mempertanyakan sikap Bareskrim Polri dalam konferensi pers kasus ijazah Jokowi yang digelar pada Kamis (22/5/2025) lalu.

"Mengapa Bareskrim sengaja menampilkan dua ijazah yang berbeda? Apakah mereka tidak memahami? Saya rasa tidak mungkin," ujar Tifauzia Tyassuma pada Senin (16/2/2026).

"Sebab, ilmu yang saya gunakan untuk meneliti perilaku Joko Widodo yang terkait dengan ijazah ini adalah ilmu yang diajarkan di CIA, diajarkan di FBI, diajarkan di Badan Intelijen Polisi. Jadi, ilmu saya itu bukan ilmu gaib," lanjutnya.

Berikut link konferensi pers lengkap Bareskrim Polri dalam kasus ijazah Jokowi lalu:https://www.youtube.com/watch?v=7csAaqhzE98&t=1s

Baca Juga Pertama Kali! Tifa Tunjukkan Dugaan Anomali hingga Detail Spesimen di Kasus Ijazah Jokowi di https://www.kompas.tv/nasional/651047/pertama-kali-tifa-tunjukkan-dugaan-anomali-hingga-detail-spesimen-di-kasus-ijazah-jokowi

#roysuryo #ijazahjokowi #breakingnews #reflyharun #jokowi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/651243/klaim-tifa-pertanyakan-bareskrim-polri-tampilkan-2-ijazah-jokowi-berbeda-bicara-ilmu-cia-fbi
Transkrip
00:00Ini saya ingin menambahkan sambil menunjukkan bahwa ilmu kami itu berpadu menjadi satu sehingga kami bisa menunjukkan ini semua.
00:10Jadi Mas Roy dan Bang Rismond itu meneliti benda matinya, saya meneliti benda hidupnya.
00:18Ini saya berikan contoh ya, dari ketika tanggal 22 Mei 2025, Bares Krim, Mabes Polri itu sengaja menunjukkan dua ijasa
00:30yang berbeda di hari yang sama.
00:33Satu adalah spesimen ijasa yang ditampilkan pada slide, dan satu lagi adalah yang disebut sebagai ijasa asli yang diserahkan oleh
00:44Adi Ipar Joko Widodo.
00:46Nah, ini ada pada satu frame, ini hanya ahli perilaku yang bisa melihat dan bisa membuat pertanyaan.
00:58Pertama adalah, mengapa Bares Krim sengaja menampilkan dua ijasa yang berbeda?
01:07Apakah mereka tidak memahami? Saya rasa tidak mungkin.
01:12Dan mereka tidak menyebut utentik.
01:13Sebab, ya, ilmu yang saya gunakan untuk meneliti perilaku Joko Widodo yang terkait dengan ijasa ini adalah ilmu yang diajarkan
01:25di CIA, diajarkan di FBI, diajarkan di Badan Intelligence Policy.
01:31Jadi, ini ilmu saya itu bukan ilmu goib, ilmu yang sangat biasa.
01:36Oleh karena itu, maka saya pun juga berpikir bahwa Bares Krim, Mabes Polri, itu pasti juga punya ilmu tersebut atau
01:44tidak-tidaknya memahami.
01:46Oleh karena itu, maka pertanyaan saya ketika di tanggal 22 Mei 2025 adalah,
01:50Mengapa Bares Krim sengaja menunjukkan dua spesimen ijasa Joko Widodo yang berbeda?
01:58Ini adalah sebuah pertanyaan misteri.
02:02Bisa terjawab kalau ternyata Bares Krim tidak paham.
02:08Kalau Bares Krim, Dirti Pidum Johandani itu tidak paham bahwa dia menunjukkan dua spesimen ijasa yang berbeda.
02:16Nah, itu terjawab.
02:17Oh, berarti polisi tidak profesional.
02:19Tetapi saya meragukan itu.
02:22Karena itu saya berpikir.
02:23Apakah sebetulnya Bares Krim itu memberikan clue kepada kami sebagai peneliti?
02:28Untuk meneliti lebih lanjut.
02:29Sebab pada hari yang sama,
02:32di mana Bares Krim menyatakan bahwa ijasa Jokowi itu identik.
02:38Pada saat yang sama muncul,
02:41di hari yang sama, di detik yang sama muncul dua spesimen ijasa yang berbeda.
02:46Ini yang sangat menarik.
02:48Nah, kemudian saya ingin berikan sebuah teka-teki kepada seluruh netizen.
02:54Supaya bisa bersama-sama dengan kita untuk belajar.
02:58Pertama adalah,
03:00pada saat kemunculan spesimen pertama kali di tanggal 20 Oktober 2022,
03:0524 Oktober 2022,
03:08jejak digitalnya masih ada,
03:12dekan kehutanan UGM Dr. Sigit Sunarta itu menunjukkan fotokopi ijasa Jokowi Dodo.
03:20Yang dia sebut sebagai fotokopi ijasa Jokowi Dodo.
03:25Fotokopi ijasa Jokowi Dodo.
03:29Tetapi,
03:31dia tidak detail,
03:33dia tidak lihat detailnya.
03:36Ini adalah fotokopi,
03:39bukan dari ijasa asli.
03:42Sebab,
03:44kalau ijasa asli,
03:48tidak mungkin disimpan dalam keadaan terlipat.
03:52Ya kan?
03:53Tidak mungkin ada satu orang pun di muka bumi ini,
03:56yang menyimpan ijasanya itu dalam keadaan terlipat.
03:59Sehingga ketika ditampilkan oleh dekan kehutanan UGM itu,
04:03dia mendapatkan fotokopi ijasa yang terlipat.
04:08Itu sungguh tidak masuk akal.
04:10Makanya nih,
04:11memang perlunya ahli perilaku itu diperbantukan di kepolisian ya Pak,
04:15Jenderal Ugorosena ya.
04:17Untuk hal-hal seperti ini tuh kita bisa melihat.
04:20Sehingga seharusnya di tanggal 22 Mei 2025,
04:23yang muncul adalah pernyataan bahwa
04:26kami akan mengundang Dr. Roy Suryo,
04:30Dr. Rismon Sianipan,
04:32dan Dr. Tifa untuk membantu kami
04:34memecahkan misteri ijasa Joko Widodo.
04:38Harusnya kepolisian,
04:39baris krim,
04:40Mabes harusnya mengatakan seperti ini.
04:42Bukan kemudian malah di tanggal,
04:44malah mentersangkakan kami dan mengikuti,
04:47mengekor begitu saja.
04:48Apa yang dimaui oleh Joko Widodo.
Komentar

Dianjurkan