00:00Masjid Chia Kang Ho merupakan masjid unik di kawasan Pekayon Pasarbo, Jakarta Timur.
00:05Dibangun di Tanah Wakaf pada 2022, Masjid Chia Kang Ho muncul sebagai pujut toleransi dan akulturasi budaya Tionghoa Betawi dan
00:14Arab.
00:15Lantas seperti apa pesona Masjid Chia Kang Ho?
00:18Berikut liputan Jurnalis Kompas TV di Pututulis Nanda dan Juru Kamera Janifan Prapta untuk Anda.
00:23Saudara, kalau Anda berpikir saya sedang berada di wihara atau di kelenteng,
00:27pandangan itu kurang tepat karena sebetulnya bangunan yang ada di belakang saya ini adalah sebuah masjid yang bernama Masjid Chia
00:35Kang Ho yang ada di Pasarbo, Jakarta Timur.
00:37Dimana masjid ini biasanya beroperasi dari pukul 9 pagi sampai dengan pukul 9 malam.
00:43Dan ini juga terbuka untuk umum artinya masyarakat yang kemudian mau beribadah ini bisa datang ke masjid ini untuk kemudian
00:49beribadah.
00:50Nah, kita akan cari tahu, begitulah kalau kita lihat strukturnya ini memang sangat menyerupai atau bernuansa Tionghoa.
00:58Kenapa kemudian ini bisa dibangun menjadi sebuah masjid?
01:02Kita akan coba cari tahu.
01:03Permisi, selamat pagi Pak.
01:09Nah, dari pintu gerbangnya saja kita sudah merasakan ada nuansa ataupun juga bangunan yang bernuansa Tionghoa.
01:16Kita sudah bersama dengan Pak Jimmy Gunawan yang merupakan pengurus dari Masjid Chia Kang Ho.
01:23Kita akan tanya-tanya.
01:23Nah, sejarahnya nih Pak, kenapa kemudian akhirnya bisa dibangun masjid ini kalau saya cari tahu begitu ini merupakan tanah wakaf.
01:31Nah, itu pesan apa yang sebetulnya ingin dibawa juga?
01:36Pesan yang mau disampaikan dengan dibangun masjid ini pertama untuk penghargaan kepada orang tua, kepada Bapak Chia Kang Ho.
01:48Sebagai orang keturunan Tionghoa yang sudah menjadi mualap.
01:51Dan kedua, untuk memupuk toleransi antar umat beragama di daerah ini.
01:58Seperti itu.
01:59Pak, sebelum masuk ke dalam, ini saya mau tanya dulu nih Pak.
02:02Ini kan kita lihat dari mulai lampu-lampunya, kemudian dari arsitekturnya, ini sangat Tionghoa begitu ya.
02:09Tapi sebetulnya struktur bangunannya ini memang full Tionghoa atau ada juga akulturasi dengan budaya lain Pak?
02:15Jadi percampuran antara Tionghoa dan Betawi, ada sedikit nuansa Arabnya seperti itu.
02:22Nah, sekarang kita akan masuk ke dalam, kita lihat bagaimana situasinya di dalam.
02:26Dan ini didominasi kalau kita lihat sisi sebelah kanan, ini banyak yang berwarna merah begitu ya.
02:32Dan yang di sisi sebelah kiri ini bernuansa emas.
02:35Bisa dijelasin Pak, ini apakah ini memang salah satu akulturasi tadi juga dalam proses pembangunan infrastruktur ini?
02:41Jadi sebenarnya untuk warna merah dan gold ini atau emas ini, ya untuk orang Cina kan memang suka warnanya merah
02:51dan ini, gold.
02:52Tapi di nuansa ini melambangkan asmalusnah.
02:57Dari 99 asmalusnah yang tergambar di gambar ini seperti itu.
03:02Nah, ini kan kalau dari luar begitu ya Pak ya, ini kelihatan seperti kelenteng atau wihara.
03:06Pernah nggak Pak ada yang salah datang gitu untuk kemudian beribadah ke sini?
03:10Pernah, pernah. Waktu itu awal pembangunan sudah jadi, tapi belum ada lapas Allah.
03:16Jadi mereka berpikir ini kelenteng gitu.
03:19Kebetulan ketemu dengan saya, saya jelasin.
03:21Oh, mereka akhirnya maklum gitu seperti itu.
03:23Pak, ini kan di tahun ini ada sesuatu yang unik begitu, bahwa perayaan Imlek ini juga berdekatan dengan Ramadana itu.
03:30Apakah ada kegiatan khusus atau apa yang kemudian dilakukan Masjid Pak?
03:34Kita pasang lampion nih, kebetulan kita pasang lampion.
03:37Mungkin tadi kalau mbaknya lihat dari awal masuk Jalan Tipar itu kita udah pasang lampion sampai ke masjid ini.
03:43Kemudian seperti tahun-tahun yang lalu sih kita bikin acara yasinan gitu, kita ada ibadah gitu.
03:52Maksudnya kita, apa ya, jadi menurut kami ini walaupun kami sudah muslim, kita nggak boleh lupa dengan leluhur kita gitu.
04:01Bahwa kita nih orang Tiohwa, ajaran orang Tiohwa itu berbakti sama orang tua tuh dari semasa hidup dan sampai meninggal.
04:09Seperti itu, kita harus berbakti sama orang tua.
04:12Seperti itu, momennya bagus sekali ya.
04:14Jadi, apa ya, kita sekalian bersih-bersih menjelang Ramadhan, nanti kita masalahkan sholat terawih.
04:23Apa, saudara-saudara kita juga bantu untuk memasang lampion, saudara-saudara kita yang non-muslim.
04:29Seperti itu.
04:29Makanya saya bilang, saya bersyukur banget ya, apa ya, Alhamdulillah.
04:34Jadi, saudara-saudara kita non-muslim ikut mendukung gitu.
04:38Sepertinya apa, toleransinya tuh akan semakin perat gitu.
04:41Seperti itu, antar umat beragama.
04:43Oke, terima kasih.
04:44Banyak Pak Jimmy Gunawan sudah berbagi dengan Kompas TV.
04:47Saya juga tidak sabar melihat bagaimana nanti ketika Ramadhan ini sudah mulai berjalan,
04:53begitu akan seperti apa hangatnya suasana di Masjid Cia Kang Ho.
04:56Terima kasih banyak.
04:58Sudah berbagi dengan Kompas TV, saudara.
04:59Jadi, seperti yang tadi sudah disampaikan bahwa Masjid Cia Kang Ho ini memang dibuka untuk umum.
05:05Jadi, siapapun boleh beribadah ataupun datang melihat bagaimana infrastruktur ataupun juga struktur bangunan yang merupakan akulturasi dari budaya Tionghoa, Betawi,
05:16dan juga tentu saja dari Arab.
05:18Jadi, kalau mau datang ke sini, pesannya hanya satu.
05:20Menjaga sopan santun dan juga tentu saja bagi yang beragama muslim, jangan lupa untuk beribadah.
05:25Niputut Risnanda, Janifan Prapta, Kompas TV, Jakarta.
Komentar