Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Jurnalis KompasTV Dipo Nurbahagia menelusuri kawasan Kamal Muara, Jakarta Utara dan menunjukkan tanggul yang sudah dibangun Pemprov DKI Jakarta.

Dari kesaksian nelayan, dampak dibangunnya tanggul ini yakni tidak ada dermaga permanen. Hal ini menyulitkan para nelayan untuk memastikan kapalnya aman, terlebih saat cuaca sedang buruk.

Menurut Sekjen Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan, Susan Herawati melihat bagaimana tanggul laut ini sebagai proyek yang ambisius. Sebab, ini akan melintasi banyak sekali wilayah dan sangat membutuhkan pendanaan yang cukup besar.

Tapi di sisi lain belum teruji juga sebenarnya apakah memang Giant Sea Wall itu bisa menahan ataupun setidaknya mengurangi dampak dari krisis iklim, khususnya banjir rob yang dialami oleh kawan-kawan yang ada di pesisir dan pulau-pulau kecil.

Giant Sea Wall ataupun tanggul laut di Pantura Jawa melintasi banyak sekali daerah. Ini akan memakan biaya lebih dari 1.200 triliun, yang artinya ini akan berdampak pada beban hutang yang akan ditanggung oleh anak cicit kita.

Dari sisi dampak yang akan dirasakan, kerusakan dari Giant Sea Wall ini, kalau kemudian masih terus sedemikian ambisiusnya dibangun, tentu akan berdampak pada kerusakan ekosistem, baik yang ada di darat maupun yang ada di laut.

Bagaimana menurut Anda?



Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/aEI7XpsuLAM?si=3MRJvhVTdbZdl4aK



#banjir #jakarta #rob



Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi Anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah Lebih Dekat, Satu Langkah Makin Terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/651212/aktivis-soroti-dampak-giant-sea-wall-kerusakan-ekologis-hingga-beban-fiskal-dipo-investigasi
Transkrip
00:09Ini adalah tanggul yang kemudian sudah dibangun oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta, NCICDU, tapi emang sayangnya ada dampak-dampak lainnya
00:17yang kemudian dirasakan oleh para nelayan yang tidak adanya dermaga permanen.
00:22Yang kemudian menyulitkan mereka untuk memastikan kondisi kapal mereka aman ketika memang kuaca sedang buruk, saudara.
00:52Kita melihat bagaimana tanggul laut ini sebagai proyek yang ambisius karena ini akan melintasi banyak sekali wilayah dan sangat membutuhkan
01:03pendanaan yang cukup besar.
01:05Tapi di sisi lain belum teruji juga sebenarnya apakah memang Giant Sea Wall itu bisa menahan ataupun sedangnya mengurangi dampak
01:15dari krisis iklim,
01:16khususnya banjirop yang dialami oleh kawan-kawan yang ada di pesisi dan pulau-pulau kecil.
01:20Giant Sea Wall ataupun tanggul laut di Pantura Jawa melintasi banyak sekali daerah, ini akan memakan biaya lebih dari Rp1
01:30.200 triliun,
01:31yang artinya ini akan berdampak pada beban hutang yang akan ditanggung oleh anak cicit kita.
01:38Kami tidak melihat adanya satu upaya dari pemerintah provinsi maupun pusat untuk kemudian mengajak kawan-kawan yang ada di pesisir,
01:50baik nelayan, perempuan nelayan, orang yang terdampak hari ini banjirop, kawan-kawan yang hidup di desa penggelam untuk berdiskusi sebenarnya
01:58tentang pembangunan Giant Sea Wall ini.
02:00Kalaupun mereka dilibatkan, itu sifatnya tidak partisipasi yang bermakna.
02:06Dari sisi dampak yang akan dirasakan, kerusakan dari Giant Sea Wall ini, kalau kemudian masih terus sedemikian ambisiusnya dibangun,
02:17pertama tentu akan berdampak pada kerusakan ekosistem baik yang ada di darat maupun yang ada di laut.
02:24Karena tentu untuk membangun Giant Sea Wall, butuh material ataupun bahan-bahan seperti pasir, batu,
02:31yang kemungkinan besar akan diambil dari sumber daya yang ada di darat maupun yang di darat ya, kalau untuk batu
02:39dan lain-lain gitu.
02:40Selain kalau untuk pasir, kemungkinan terbesar adalah akan diambil dari pasir laut.
02:45Kawan-kawan ini sudah semakin kesulitan untuk mencari ikan.
02:48Kalau kemudian negara masih terus memaksakan proyek ambisius ini, ini akan membuat mereka semakin tidak bisa mendapatkan ikan.
03:00NCIC di fase B dan C yang kita sebut dengan Giant Sea Wall, kawasan pengembangan terpadu dan ada kemudian kawasan
03:07bisnis.
Komentar

Dianjurkan