Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Jurnalis KompasTV Dipo Nurbahagia menelusuri kawasan tanggul pesisir (NCICD) di Kamal Muara. Dipo bertemu dengan Komarudin, salah satu nelayan di kawasan Kamal Muara, Jakarta Utara.

Menurut Komarudin, banjir rob yang melanda kawasan ini cepat surut sebelum ada tanggul. Usai tanggul dibangun, banjir rob justru lebih lama surut lantaran pintu airnya kecil.

Di sisi lain, ketika musim hujan tiba, nelayan harus menempuh akses yang lebih jauh dan harus menyelamatkan perahu sebelum tenggelam.

Biasanya nelayan membawa bahan bakar perahu dengan dipikul. Komarudin juga mengungkapkan kini akses membawa bahan bakar perahu lebih jauh.

Setelah pemerintah merancang pembangunan Giant Sea Wall atau Tanggul Laut Raksasa yang masuk ke dalam proyek strategis nasional untuk melindungi jutaan warga terdampak penurunan permukaan tanah dan juga melindungi warga dari ancaman banjir rob.

Giant Sea wall akan dibangun dan membentang di sepanjang pantai utara sepanjang kurang lebih 500-700 km dengan menelan anggaran senilai 1.300 triliun rupiah.

Giant Sea wall juga termasuk ke dalam proyek pembangunan infrastruktur terpadu atau NCICD yang kini juga tengah digarap oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta.

Bagaimana menurut Anda?



Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/aEI7XpsuLAM?si=3MRJvhVTdbZdl4aK



#banjir #jakarta #rob



Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi Anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah Lebih Dekat, Satu Langkah Makin Terpercaya!



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/651206/ironi-tanggul-pesisir-jakarta-banjir-rob-disebut-kian-lama-surut-dipo-investigasi
Transkrip
00:26Jangan lupa like, share, dan subscribe channel ini.
00:54Jangan lupa like, share, dan subscribe channel ini.
01:19Jangan lupa like, share, dan subscribe channel ini.
01:30Jangan lupa like, share, dan subscribe channel ini.
02:06Jangan lupa like, share, dan subscribe channel ini.
02:44Jangan lupa like, share, dan subscribe channel ini.
03:03Jangan lupa like, share, dan subscribe channel ini.
03:33Jangan lupa like, share, dan subscribe channel ini.
03:39Jangan lupa like, share, dan subscribe channel ini.
04:26Jangan lupa like, share, dan subscribe channel ini.
04:43Jangan lupa like, share, dan subscribe channel ini.
04:47Jangan lupa like, share, dan subscribe channel ini.
04:52Jangan lupa like, share, dan subscribe channel ini.
05:01Jangan lupa like, share, dan subscribe channel ini.
05:06Jangan lupa like, share, dan subscribe channel ini.
05:09Jangan lupa like, share, dan subscribe channel ini.
05:11Jangan lupa like, share, dan subscribe channel ini.
05:18Tidak bisa digunakan, kehilangan 17 juta
05:20Iya
05:20Setelah saya bersama dengan Pak Komarudin akan coba
05:23Untuk menyisir sejumlah titik yang ada disini
05:27Menggunakan perahu untuk melihat
05:30Seberapa besar sebenarnya dampak dari pembangunan tanggul terhadap para nelayan
05:34Ini perahunya ya Pak?
05:36Iya, iya
05:37Oke
05:39Nah sepersin aja ya, awas kaki
05:41Iya Pak
05:54Kita akan coba bersama dengan Pak Komarudin
05:57Untuk melihat sejauh apa lokasi dari para nelayan untuk menangkap ikan
06:03Untuk posisinya dimana Pak?
06:05Untuk menangkap ikan itu biasanya dimana posisinya?
06:08Posisinya itu ada di pulau Bidadari
06:11Di pulau Bidadari, iya
06:12Yang itu Pak?
06:15Tapi dulunya sejauh itu atau lebih dekat
06:18Pulunya lebih dekat
06:19Seperti pulau Bidadari, kembatan ini dia kurang lebih membangsa 20 meter
06:22Kalau ini daratan
06:24Panjang berapa Pak?
06:2525 meter
06:2625 meter?
06:27Iya
06:28Kalau sekarang berapa?
06:30Ya kalau sih kurang lebih ada 400 meter
06:32500 meter?
06:33Iya
06:33Jauh sekali Pak ya, terbedaannya ya
06:40Kalau selisinya apa?
06:41Selisinya keuntungannya yang Pak dapatkan dulu dan sekarang bedanya berapa jauh?
06:46Kalau itu dari dulu sama sekarang bedanya setengahnya
06:51Dari penghasilan 100 bisa mencapai sekarang 50 ribu
06:57Itu per aku Pak?
06:59Per kilo
06:59Karena dulu harga murah tapi saya ada banyak
07:04Karena berhentinya sejak musim itu gak ada musim singguran, baratan
07:08Ada telus ikan
07:10Kalau sekarang itu ikan jarang
07:15Dan ini adalah pulau-pulau ya
07:18Ataupun reklamasi
07:20Yang kemudian sudah
07:23Ada di Ibu Kota di Jakarta selama
07:26Berapa tahun
07:27Dan ini turut mengaruhi kondisi
07:30Paranwayak untuk lengkap di napkah
07:44Belumnya Pak ketika tanggul yang tadi kita datangi itu dibuat
07:50Apakah itu juga melibatkan melayan Pak dalam proses diskusi untuk pembuatan tanggul itu?
07:55Bibi Batak
07:57Tumat
07:58Kita sudah mengusulkan apa keinginan nelayan tetap
08:02Pekamunan di daratkan
08:04Keinginan nelayan pun tidak tersapai
08:06Aduh tidak dipenuhi oleh siap proyek
08:08Tolong dipuatkan dermaga permanen dan pengedokan
08:12Itu aja keinginan nelayan ini
08:14Selain tanggul
08:16Tapi pemerintah juga memproyeksikan akan membangun jalan seawal
08:20Di tengah laut
08:21Ya, tembangan itu
08:22Kita dengar tanggapan Bapak seperti apa?
08:24Kalau saya tanggapan saya
08:26Kalau saya lihat dari gambar
08:28Itu memang sudah tidak ada nelayan tecil
08:31Karena di gambarnya itu
08:33Itu sudah steril
08:35Rau-rau pun sudah tidak ada
08:36Karena usaha-usaha nelayan tecil ini sudah tidak ada
08:39Di Gokar
08:40Berkuatnya jalan apa
08:42Nanti kemana kita akan nih
08:43Bepar awal pemerintah
08:45Kita ditubatkan di mana
08:47Untuk mencari ikan
08:50Sedangkan pemerintah
08:51Dia makan dari hasil jeripaya nelayan
08:54Minimal ikan yang dia dimakan itu
08:57Terakhir mungkin Pak
08:58Melihat tanggul yang sudah dibentuk
09:00Kemudian juga ada reklamasi
09:01Belum lagi rencana soal jalan siwol
09:04Harapan Bapak sebagai seorang nelayan
09:06Yang ingin disampaikan kepada pemerintah apa Pak?
09:08Harapan saya sebagai nelayan dan teman-teman
09:11Yaitu tolong diperhatikan oleh pemerintah
09:14Nelayan kecil
09:16Keluhannya
09:18Kebutuhannya
09:19Apabila tidak melaut
09:21Dalam satu bulan-dua bulan
09:22Karena kewajah
09:23Tidak ada bantuan dari pemerintah saat ini
09:36Ini adalah tanggul yang kemudian
09:38Sudah dibangun oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta
09:41NCICD
09:42Tapi emang sayangnya
09:43Ada dampak-dampak lainnya
09:45Yang kemudian dirasakan oleh
09:46Para nelayan
09:48Tidak adanya dermaga permanen
09:50Yang kemudian menyulitkan mereka
09:52Untuk memastikan kondisi kapal mereka aman
09:56Ketika memang
09:57Kuaca sedang buruk
09:59Sudara
10:19Kita melihat bagaimana tanggul laut ini sebagai proyek yang ambisius
10:25Karena ini akan melintasi banyak sekali wilayah
10:28Dan sangat membutuhkan pendanaan yang cukup besar
10:32Tapi di sisi lain
10:33Belum teruji juga sebenarnya
10:35Apakah memang
10:37Giant Sea Wall
10:37Itu bisa menahan
10:39Ataupun
10:40Sidaknya mengurangi dampak dari krisis Sikrim
10:43Khususnya banjirop yang dialami oleh kawan-kawan yang ada di pesisi dan pulau-pulau kecil
10:47Giant Sea Wall
10:48Ataupun tanggul laut
10:50Di pantura Jawa
10:52Melintasi banyak sekali daerah
10:54Ini akan memakan biaya lebih dari 1.200 triliun
10:58Yang artinya ini akan berdampak pada beban hutang
11:02Yang akan ditanggung oleh anak cicit kita
11:05Kami tidak melihat adanya
11:07Adanya satu upaya gitu ya
11:09Dari pemerintah provinsi maupun pusat
11:12Untuk kemudian mengajak kawan-kawan yang ada di pesisir
11:17Baik melayan, perempuan melayan, orang yang terdampak hari ini banjirop
11:21Kawan-kawan yang hidup di desa tenggelam
11:23Untuk berdiskusi sebenarnya tentang pembangunan Giant Sea Wall ini gitu
11:27Kalaupun mereka dilibatkan gitu ya
11:29Itu sifatnya tidak partisipasi yang bermakna gitu
11:34Dari sisi dampak yang akan dirasakan
11:37Kerusakan dari Giant Sea Wall ini
11:40Kalau kemudian masih terus sedemikian ambisiusnya dibangun
11:43Pertama tentu akan berdampak pada kerusakan ekosistem
11:48Baik yang ada di darat maupun yang ada di laut
11:51Karena tentu untuk membangun Giant Sea Wall
11:53Butuh material ataupun bahan-bahan seperti pasir, batu
11:58Yang kemungkinan besar akan diambil dari sumber daya
12:02Yang ada di darat maupun yang di darat ya
12:06Kalau untuk batu dan yang lain gitu
12:07Selain kalau untuk pasir
12:09Kemungkinan terbesar adalah akan diambil dari pasir laut
12:12Kawan-kawan ini sudah semakin kesulitan untuk mencari ikan
12:15Kalau kemudian negara masih terus memaksakan
12:18Proyek ambisius ini gitu ya
12:21Ini akan membuat mereka semakin tidak bisa mendapatkan ikan
12:27NCIC di Fasit B dan C yang kita sebut dengan Giant Sea Wall
12:31Kawasan pengembangan terpadu
12:33Dan ada kemudian kawasan bisnis
12:34Sampai jumpa di video selanjutnya
12:37Sampai jumpa di video selanjutnya
Komentar

Dianjurkan