Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Jurnalis KompasTV Dipo Nurbahagia menelusuri kawasan Muara Angke, Jakarta Utara. Dipo bertemu Ketua Lembaga Musyawarah Kelurahan RW 22, Muslimin.

Muslimin mengatakan Pemprov DKI telah membangun tanggul mitigasi dan tanggul pesisir untuk mengatasi banjir rob di wilayah ini. Namun, tanggul mitigasi yang sudah dibangun, diperkirakan hanya mampu bertahan selama 5-10 tahun saja.

Di sisi lain, Ketua RW 22, Bani Sadar mengatakan tanggul pesisir diharapkan cepat selesai dibangun, untuk mengatasi potensi banjir rob susulan.

Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/aEI7XpsuLAM?si=3MRJvhVTdbZdl4aK



#banjir #jakarta #rob



Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi Anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah Lebih Dekat, Satu Langkah Makin Terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/651198/ancaman-rob-belum-usai-tanggul-jakarta-utara-disebut-hanya-solusi-sementara-dipo-investigasi
Transkrip
00:29Jangan lupa SUBSCRIBE, LIKE, KOMEN dan SHARE... ^^
00:30Oleh warga setempat untuk kemudian beribadah dan saat ini kondisinya persis berada di luar tanggul yang kemudian berada di kawasan
00:40Muara Baru ini dan bisa dilihat bangunan masjid ini yang atapnya ataupun kubanya sudah runtuh terselubuti oleh air laut.
00:52Saya akan coba turun sederhana untuk melihat lebih dekat.
00:59Oke, tadi ini ada batu-batu ya yang digunakan warga untuk turun ke sini.
01:07Saya dapatkan informasi bahwa saat ini memang kondisinya air sedang tidak pasang.
01:13Itulah mengapa sejumlah puing-puing bangunan yang ada di sini terlihat.
01:19Tetapi dapat dipastikan bahwa masjid ini berada dalam tanda kutip di luar daratan.
01:25Saya akan coba lebih dekat.
01:31Air laut masuk ke masjid ini sekitar tahun 2000 hingga 2004 ataupun 2006.
01:39dan kondisi ini semakin parah pada tahun 2001 di mana nampaknya sejumlah masyarakat sudah kesulitan untuk kemudian beribadah di masjid
01:52ini.
01:53Dan bisa dilihat ya, masjid yang awalnya berwarna putih dan hijau, sekarang karena sering tergerus oleh air laut, ini sudah
02:04menghitam.
02:04Dan bisa dilihat ini mungkin batasnya ya, ini batas dari air laut dan ini adalah kondisi dalamnya.
02:12Dan pada tahun 2012, informasi yang saya peroleh bahwa masjid ini saya resmi dinyatakan tenggelam.
02:20Yang menandakan bahwa permukaan tanah di wilayah Jakarta Utara menurun dan ditambah dengan permukaan air laut di wilayah pesisir ini
02:29naik.
02:30Hingga seolah membuat masjid ini berdiri di luar dari daratan.
02:39Saya akan tunjukkan ini adalah batu peresmian ya.
02:45Musola Wal Aduna.
02:48Yang kemudian diresmikan pada tahun 1996.
02:52Artinya sudah kurang lebih 30 tahun berjalan dan masjid ini tenggelam di pesisir utara Jakarta.
03:11Turut saya berada di wilayah Mora Angke, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
03:16Saya akan lakukan investigasi untuk melihat seberapa parah dampak dari banjirop yang terjadi di kawasan ini ketika air laut pasang.
03:27Saya akan didampingi dengan Ketua RW 022 bersama juga dengan anggota LMK.
03:33Saya bersama dengan Ketua RW Pak Bani Sadar dan juga ada anggota LMK, Pak Muslimin.
03:39Bapak-bapak, terima kasih untuk akunya.
03:42Pak Bani, saya ingin konfirmasi dulu, wilayah Bapak ini langganan banjirop, Pak?
03:47Ya.
03:48Di 2024 itu sangat luar biasa sekali banjirop di wilayah RW 22.
03:53Cuma satu RT yang tidak terdampak, RT 11.
03:56Semuanya di wilayah RW 22 ini, semuanya ada 12 RT.
04:01Yang satu RT tidak terdampak di RT 11.
04:05Boleh kita lihat langsung ke dalam, Pak?
04:06Boleh.
04:07Saya akan tunjukkan saudara bersama dengan Ketua RW Setempat dan anggota LMK,
04:12seperti apa sebenarnya perumahan warga yang kemudian terdampak banjirop.
04:17Apakah di wilayah ini juga terjadi penurunan permukaan tanah setiap tahun, ya?
04:21Secara data, itu per satu tahun sekali itu 10 cm.
04:2610 cm?
04:2710 cm.
04:28Oke.
04:28Artinya permukaan air laut meninggi, permukaan tanah menurun.
04:34Dan itu yang kemudian semakin membuat parah, ya, Pak?
04:36Oke, kita akan coba masuk lebih ke dalam, saudara.
04:39Solusi banjirop saat ini sebenarnya sudah diwacanakan oleh Pemprov DKI dengan tanggul mitigasi.
04:46Tanggul mitigasi?
04:47Satunya lagi tanggul NCICD.
04:49Oke.
04:50Nah, cuman saat ini yang sedang berjalan yang akan kita lihat di depan ini adalah tanggul mitigasi.
04:56Tapi tanggul mitigasi saat ini yang dibangun, ini kalau kita hitung dari estimasi penurunan tanah,
05:04ini akan hanya mampu mungkin kemungkinan bertahan di 5 sampai 10 tahun.
05:09Hanya mampu bertahan ataupun bermanfaat 5 sampai 10 tahun?
05:13Iya.
05:14Artinya hanya sementara, ya, Pak?
05:15Iya, karena ketinggiannya.
05:16Tapi makanya dibutuhkanlah tanggul NCICD sebenarnya.
05:19Oke.
05:20Boleh kita lebih ke dalam, ya, Pak, ya?
05:22Iya.
05:22Oke.
05:22Maka kemudian bisa dipastikan ketika air dari laut masuk ke area ini tidak akan melebihi tanggul ini?
05:29Seharusnya ketika selesai penanggulangan banjir sementara dengan cara melakukan tanggul mitigasi tadi,
05:38seharusnya dilakukan cepat pembangunan tanggul kali atau tanggul NCICD tadi.
05:46Karena apa?
05:46Karena tanggul sungai itu ketinggiannya sekitar 3 meter, 2 meter 80-an.
05:52Oke.
05:53Ketika itu tidak dibenahi, artinya potensi banjirnya semakin besar?
05:57Potensi banjirnya akan mulai lagi pada saat 5 tahun kemudian.
06:02Oke, baik.
06:03Siap.
06:04Setelah saya berada di salah satu titik dan saya melihat ada satu rumah yang, mohon maaf, tetapi seperti tenggelam.
06:09Ini air laut, Pak?
06:11Air laut.
06:11Air banjir laut.
06:12Saya coba lihat ke dalam, Pak, ya.
06:14Saya akan tunjukkan, saudara, ini adalah salah satu mungkin bukti terkait dengan prediksi potensi Ibu Kota DKI Jakarta
06:27yang dikatakan dapat tenggelam di masa depan.
06:31Bisa dilihat ini, dulunya ini rumah warga, ya, Pak, ya?
06:34Iya, rumah warga.
06:35Oke.
06:36Kalau yang ini masih ada orang, ya, Pak?
06:38Atau sudah kosong juga?
06:39Masih.
06:40Masih?
06:43Lainnya ada orang, ya, kali, ya?
06:44Iya, lainnya.
06:47Ini ada salah satu warga yang sedang meninggikan bagian depan rumah, ya, Pak?
06:51Betul, Pak.
06:52Iya.
06:52Saya coba, ya, lebih dekat, ya, Pak, ya.
06:57Ini sih, Pak.
06:58Pak, kalau pemilik rumahnya ada, Pak?
07:00Saya, Pak.
07:01Oh, Bapak pemilik rumahnya?
07:02Iya, Pak.
07:03Izin, Pak, dipot dari Kompas TV, dengan Bapak siapa?
07:06Pak Waluyo.
07:06Pak Waluyo. Ini sedang ditinggikan, Pak?
07:10Berarti sebelumnya di bawah jalan ini, rumah Bapak?
07:13Oh, sekitar 1,80 meter tingginya dari pingginya itu.
07:18Perbedaannya 1,80 meter dari tanggul ini, jalan lama.
07:22Oh, jalan lama?
07:23Iya, kan dikeruk.
07:25Artinya dulunya selalu terendam banjir, Pak?
07:28Ah, iya.
07:30Enggak.
07:30Pokoknya setelah ada air pasang, ya, terendam.
07:32Tapi ini ditinggikan pakai dana pribadi atau?
07:36Enggak, kalau ini ya pribadi, yang dalam.
07:38Ini pribadi?
07:39Iya.
07:41Karena kalau tidak ditinggikan, enggak bisa kerja.
07:45Kerendam.
07:45Boleh tahu, Pak? Berapa, Pak, biayanya, Pak?
07:48Bisa 15-20 juta, buat turuk saja.
07:5115-20 juta?
07:53Iya, buat turuk.
07:54Sudah berapa kali ditinggikan, Pak?
07:56Saya di sini 5 tahun 2 kali.
08:012 kali? Berarti kalau dikalkuasi...
08:03Ini sudah 3 kali ini, berarti.
08:04Ini sudah 3 kali?
08:05Iya.
08:05Lebih dari 50 juta mungkin?
08:08Dulu kan masih jalan lama, kan pendek.
08:10Terus ditinggikan sendiri.
08:11Saya kena jalan ini tinggi lagi.
08:13Ini juga...
08:16Ini salah satu rumahnya masih di bawah juga, Bu, ya.
08:19Permisi, Bu, dengan Ibu Kompas TV, dengan Ibu siapa?
08:22Ibu Suheni.
08:22Ibu Suheni?
08:23Iya.
08:25Ibu, emang rumahnya lebih rendah daripada jalan ini, ya, Bu?
08:28Iya, Pak.
08:29Kalau banjir, kalau udah kelelep.
08:32Ini kalau banjir, kelelep?
08:34Terakhir banjir, enggak, Pak?
08:36Sudah ada semingguan, ya, Pak.
08:38Oh, baru seminggu yang lalu.
08:40Berarti ini Ibu meninggikan sendiri bagian depannya?
08:43Iya.
08:43Habis kalau banjir mulu repot.
08:45Lagi kan ada mesin cuci apa, harus pada naik.
08:48Naik semua.
08:49Tanggul mitigasi lumayan membantu, Bu, sejauh ini?
08:52Atau seperti apa?
08:54Enggak lah.
08:55Malah kita nyasai, saya tadinya enggak pernah banjir.
08:58Enggak pernah beneran.
08:59Jadi air larinya kesalahan, sebenarnya.
09:01Pas ini ditanggul, udah sayang, kelelep bagian sini.
09:05Oh, justru mana kelelep, Bu, ya?
09:06Saya baru banjir bulan-bulan ini aja, pas ada tanggul ini.
09:10Oh.
09:10Baru banjir, sayang.
09:12Ibu tinggal di sini dari tahun?
09:14Saya udah hampir 6 tahun.
09:166 tahun?
09:16Iya.
09:17Akan tetap tinggal di sini, dengan kondisi seperti ini?
09:20Insya Allah, habis mau gimana ya?
09:22Beli rumah di sana juga kan pada mahal, enggak mungkin.
09:26Terima kasih banyak, Bu, ya.
09:27Semoga enggak banjir lagi ke depannya.
09:29Amin.
09:30Setelah saya berada di area rumah apung dan rumah panggung ya, Pak, ya?
09:34Iya.
09:34Oke.
09:35Ini sudah ada dari tahun berapa?
09:38Nah, ini pembangunannya dimulai dari 2024.
09:432024?
09:44Iya.
09:44Boleh kita lihat, ya, Pak, ya?
09:45Iya.
09:48Ini rumah-rumahnya, Pak?
09:50Ini rumah panggung ya?
09:54Ini salah satu rumah panggung ya, Bapak-Bapak.
09:57Ibu pemilik rumah ini, Bu?
09:59Iya, Pak.
10:00Sekarang Ibu tinggal di atas?
10:01Di atas tidurnya.
10:02Area bawah ini sudah tidak bisa ditempati?
10:05Enggak, itu kan tempat Pak Awang ngerebus kayak gitu, tapi banjir, Pak.
10:09Kalau air pasang gerai kayak gini, jadi capek.
10:11Boleh saya lihat, Bu?
10:13Iya, boleh, Pak.
10:13Dari sini ya?
10:14Iya, iya.
10:14Di sini ya, Bu ya?
10:15Ini kalau kerang-kerang itu, ya?
10:16Buat ini apa, Bu?
10:17Buat apa ini?
10:18Diuruk?
10:19Diuruk?
10:19Nantinya kelem.
10:20Ini sekarang 5.000 ini, Pak.
10:23Gak pakai tanah nguruknya?
10:24Enggak pakai ini.
10:26Ini kerang, ya?
10:27Iya.
10:27Kulit.
10:28Saya izin lihat ya, Bu ya?
10:29Iya, Pak.
10:29Bu, kalau saya ngintip sedikit, boleh, Bu?
10:31Boleh, Pak, ke atas, Pak.
10:32Saya izin, Bu, ya?
10:33Iya, iya.
10:35Saya izin, Bu, ya?
10:36Gak apa-apa, Bu.
10:38Izin, ya, Bu, ya?
10:39Iya, iya.
10:39Saya coba ke atas ya, Saudara, untuk melihat seperti apa kondisi rumah panggung.
10:45Ini kondisi rumah panggung, ya?
10:51Oh, ini adalah kondisi rumah panggung, ya?
10:54Karena sesuai dengan namanya, rumahnya ini tidak berdiri di atas tanah, tapi berdiri di atas permukaan air ataupun laut di
11:03daerah pesisir.
11:05Ini bisa dilihat, ya?
11:07Salah satu rumah panggung yang ada di sini.
11:10Spesifikasi rumahnya juga tertulis.
11:12Ada satu ruang tamu, satu kamar tidur, satu dapur, dan satu kamar mandi, beserta dengan panggung.
11:18Fasilitas penunjang lainnya.
11:19Dan ini memang konturnya, karena di atas laut, ya, Pak?
11:24Di atas perairan, jadi goyang seperti ini.
11:26Saya akan coba berbincang.
11:29Assalamualaikum, Bu.
11:30Iya.
11:31Boleh ngobrol sebentar, Bu?
11:34Dengan ibu siapa?
11:35Dengan ibu Elisa.
11:36Bu Elisa, izin, saya dipu dari Kompas TV.
11:38Ibu tinggal di rumah panggung ini sudah lama?
11:41Sudah.
11:42Dari kapan?
11:43Peresmian.
11:43Sudah diperesmian, artinya tahun?
11:47Kurang lebih tiga tahun.
11:49Sejauh ini kondisinya gimana, Bu?
11:51Ditinggal di atas permukaan air?
11:54Ya, biasa ngapung-ngapung.
11:55Suka bergoyang gitu, Bu?
11:57Iya, namanya kayak kapak, kayak perahu tuh, goyang-goyang.
12:01Kalau air pasang gimana?
12:04Ini kita naik, ngumbul ke atas.
12:05Oh, tidak masuk ke rumah ibu, tapi rumahnya naik ya?
12:09Iya kan, karena bawahnya kan itu tuh.
12:11Oke.
12:13Drum.
12:13Oh, bawahnya ini drum-drum, Bu?
12:15Nah, semua di bawah ini drum.
12:16Kalau kemarin kan kita juga mengalami cuaca ekstrim, Bu, ya?
12:19Hujan begitu deras, kondisinya di sini aman.
12:22Bocor mungkin atau?
12:23Iya, ada sedikit bocor.
12:25Itu kan sengnya tipis tuh, Pak.
12:27Di atas tuh.
12:30Bukan dari genteng ya?
12:31Bukan.
12:31Mungkin ke sangkut-sangkut agak kebuka dikit gitu.
12:35Itu sampai ke sana tuh, rusak ke sana.
12:37Oke.
12:38Baik.
12:39Terima kasih banyak, Bu.
12:40Iya, Pak.
12:40Mohon maaf ganggu waktunya.
12:42Pak Muslimin, Pak Bani, tadi kita sudah melihat ya, Pak, ya?
12:45Kondisi dari perumahan warga di RW 022.
12:49Dan kita tahu juga bahwa baik pemerintah provinsi ataupun pusat saat ini tengah menggalakkan sebuah program Giant Sea Wall.
12:57Tanggapan, Bapak?
12:58Pembangunan tanggul Giant Sea Wall ini kan akan berdampak kepada pemikuman warga.
13:07Nah, misalnya akses jalannya nanti akan menggunakan asetnya warga.
13:12Nah, sementara itu belum ada solusi pada saat itu.
13:16Tadi asetnya akan terkena sebagai akses untuk menuju Giant Sea Wall karena di dalamnya kan terdapat 20 reklamasi.
13:29Pemerintah juga memproyeksikan akan membangun Giant Sea Wall.
13:33Berkuat di sana apa?
13:34Nanti kemana kita akan mencari ikan?
Komentar

Dianjurkan