00:29Jangan lupa SUBSCRIBE, LIKE, KOMEN dan SHARE... ^^
00:30Oleh warga setempat untuk kemudian beribadah dan saat ini kondisinya persis berada di luar tanggul yang kemudian berada di kawasan
00:40Muara Baru ini dan bisa dilihat bangunan masjid ini yang atapnya ataupun kubanya sudah runtuh terselubuti oleh air laut.
00:52Saya akan coba turun sederhana untuk melihat lebih dekat.
00:59Oke, tadi ini ada batu-batu ya yang digunakan warga untuk turun ke sini.
01:07Saya dapatkan informasi bahwa saat ini memang kondisinya air sedang tidak pasang.
01:13Itulah mengapa sejumlah puing-puing bangunan yang ada di sini terlihat.
01:19Tetapi dapat dipastikan bahwa masjid ini berada dalam tanda kutip di luar daratan.
01:25Saya akan coba lebih dekat.
01:31Air laut masuk ke masjid ini sekitar tahun 2000 hingga 2004 ataupun 2006.
01:39dan kondisi ini semakin parah pada tahun 2001 di mana nampaknya sejumlah masyarakat sudah kesulitan untuk kemudian beribadah di masjid
01:52ini.
01:53Dan bisa dilihat ya, masjid yang awalnya berwarna putih dan hijau, sekarang karena sering tergerus oleh air laut, ini sudah
02:04menghitam.
02:04Dan bisa dilihat ini mungkin batasnya ya, ini batas dari air laut dan ini adalah kondisi dalamnya.
02:12Dan pada tahun 2012, informasi yang saya peroleh bahwa masjid ini saya resmi dinyatakan tenggelam.
02:20Yang menandakan bahwa permukaan tanah di wilayah Jakarta Utara menurun dan ditambah dengan permukaan air laut di wilayah pesisir ini
02:29naik.
02:30Hingga seolah membuat masjid ini berdiri di luar dari daratan.
02:39Saya akan tunjukkan ini adalah batu peresmian ya.
02:45Musola Wal Aduna.
02:48Yang kemudian diresmikan pada tahun 1996.
02:52Artinya sudah kurang lebih 30 tahun berjalan dan masjid ini tenggelam di pesisir utara Jakarta.
03:11Turut saya berada di wilayah Mora Angke, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
03:16Saya akan lakukan investigasi untuk melihat seberapa parah dampak dari banjirop yang terjadi di kawasan ini ketika air laut pasang.
03:27Saya akan didampingi dengan Ketua RW 022 bersama juga dengan anggota LMK.
03:33Saya bersama dengan Ketua RW Pak Bani Sadar dan juga ada anggota LMK, Pak Muslimin.
03:39Bapak-bapak, terima kasih untuk akunya.
03:42Pak Bani, saya ingin konfirmasi dulu, wilayah Bapak ini langganan banjirop, Pak?
03:47Ya.
03:48Di 2024 itu sangat luar biasa sekali banjirop di wilayah RW 22.
03:53Cuma satu RT yang tidak terdampak, RT 11.
03:56Semuanya di wilayah RW 22 ini, semuanya ada 12 RT.
04:01Yang satu RT tidak terdampak di RT 11.
04:05Boleh kita lihat langsung ke dalam, Pak?
04:06Boleh.
04:07Saya akan tunjukkan saudara bersama dengan Ketua RW Setempat dan anggota LMK,
04:12seperti apa sebenarnya perumahan warga yang kemudian terdampak banjirop.
04:17Apakah di wilayah ini juga terjadi penurunan permukaan tanah setiap tahun, ya?
04:21Secara data, itu per satu tahun sekali itu 10 cm.
04:2610 cm?
04:2710 cm.
04:28Oke.
04:28Artinya permukaan air laut meninggi, permukaan tanah menurun.
04:34Dan itu yang kemudian semakin membuat parah, ya, Pak?
04:36Oke, kita akan coba masuk lebih ke dalam, saudara.
04:39Solusi banjirop saat ini sebenarnya sudah diwacanakan oleh Pemprov DKI dengan tanggul mitigasi.
04:46Tanggul mitigasi?
04:47Satunya lagi tanggul NCICD.
04:49Oke.
04:50Nah, cuman saat ini yang sedang berjalan yang akan kita lihat di depan ini adalah tanggul mitigasi.
04:56Tapi tanggul mitigasi saat ini yang dibangun, ini kalau kita hitung dari estimasi penurunan tanah,
05:04ini akan hanya mampu mungkin kemungkinan bertahan di 5 sampai 10 tahun.
05:09Hanya mampu bertahan ataupun bermanfaat 5 sampai 10 tahun?
05:13Iya.
05:14Artinya hanya sementara, ya, Pak?
05:15Iya, karena ketinggiannya.
05:16Tapi makanya dibutuhkanlah tanggul NCICD sebenarnya.
05:19Oke.
05:20Boleh kita lebih ke dalam, ya, Pak, ya?
05:22Iya.
05:22Oke.
05:22Maka kemudian bisa dipastikan ketika air dari laut masuk ke area ini tidak akan melebihi tanggul ini?
05:29Seharusnya ketika selesai penanggulangan banjir sementara dengan cara melakukan tanggul mitigasi tadi,
05:38seharusnya dilakukan cepat pembangunan tanggul kali atau tanggul NCICD tadi.
05:46Karena apa?
05:46Karena tanggul sungai itu ketinggiannya sekitar 3 meter, 2 meter 80-an.
05:52Oke.
05:53Ketika itu tidak dibenahi, artinya potensi banjirnya semakin besar?
05:57Potensi banjirnya akan mulai lagi pada saat 5 tahun kemudian.
06:02Oke, baik.
06:03Siap.
06:04Setelah saya berada di salah satu titik dan saya melihat ada satu rumah yang, mohon maaf, tetapi seperti tenggelam.
06:09Ini air laut, Pak?
06:11Air laut.
06:11Air banjir laut.
06:12Saya coba lihat ke dalam, Pak, ya.
06:14Saya akan tunjukkan, saudara, ini adalah salah satu mungkin bukti terkait dengan prediksi potensi Ibu Kota DKI Jakarta
06:27yang dikatakan dapat tenggelam di masa depan.
06:31Bisa dilihat ini, dulunya ini rumah warga, ya, Pak, ya?
06:34Iya, rumah warga.
06:35Oke.
06:36Kalau yang ini masih ada orang, ya, Pak?
06:38Atau sudah kosong juga?
06:39Masih.
06:40Masih?
06:43Lainnya ada orang, ya, kali, ya?
06:44Iya, lainnya.
06:47Ini ada salah satu warga yang sedang meninggikan bagian depan rumah, ya, Pak?
06:51Betul, Pak.
06:52Iya.
06:52Saya coba, ya, lebih dekat, ya, Pak, ya.
06:57Ini sih, Pak.
06:58Pak, kalau pemilik rumahnya ada, Pak?
07:00Saya, Pak.
07:01Oh, Bapak pemilik rumahnya?
07:02Iya, Pak.
07:03Izin, Pak, dipot dari Kompas TV, dengan Bapak siapa?
07:06Pak Waluyo.
07:06Pak Waluyo. Ini sedang ditinggikan, Pak?
07:10Berarti sebelumnya di bawah jalan ini, rumah Bapak?
07:13Oh, sekitar 1,80 meter tingginya dari pingginya itu.
07:18Perbedaannya 1,80 meter dari tanggul ini, jalan lama.
07:22Oh, jalan lama?
07:23Iya, kan dikeruk.
07:25Artinya dulunya selalu terendam banjir, Pak?
07:28Ah, iya.
07:30Enggak.
07:30Pokoknya setelah ada air pasang, ya, terendam.
07:32Tapi ini ditinggikan pakai dana pribadi atau?
07:36Enggak, kalau ini ya pribadi, yang dalam.
07:38Ini pribadi?
07:39Iya.
07:41Karena kalau tidak ditinggikan, enggak bisa kerja.
07:45Kerendam.
07:45Boleh tahu, Pak? Berapa, Pak, biayanya, Pak?
07:48Bisa 15-20 juta, buat turuk saja.
07:5115-20 juta?
07:53Iya, buat turuk.
07:54Sudah berapa kali ditinggikan, Pak?
07:56Saya di sini 5 tahun 2 kali.
08:012 kali? Berarti kalau dikalkuasi...
08:03Ini sudah 3 kali ini, berarti.
08:04Ini sudah 3 kali?
08:05Iya.
08:05Lebih dari 50 juta mungkin?
08:08Dulu kan masih jalan lama, kan pendek.
08:10Terus ditinggikan sendiri.
08:11Saya kena jalan ini tinggi lagi.
08:13Ini juga...
08:16Ini salah satu rumahnya masih di bawah juga, Bu, ya.
08:19Permisi, Bu, dengan Ibu Kompas TV, dengan Ibu siapa?
08:22Ibu Suheni.
08:22Ibu Suheni?
08:23Iya.
08:25Ibu, emang rumahnya lebih rendah daripada jalan ini, ya, Bu?
08:28Iya, Pak.
08:29Kalau banjir, kalau udah kelelep.
08:32Ini kalau banjir, kelelep?
08:34Terakhir banjir, enggak, Pak?
08:36Sudah ada semingguan, ya, Pak.
08:38Oh, baru seminggu yang lalu.
08:40Berarti ini Ibu meninggikan sendiri bagian depannya?
08:43Iya.
08:43Habis kalau banjir mulu repot.
08:45Lagi kan ada mesin cuci apa, harus pada naik.
08:48Naik semua.
08:49Tanggul mitigasi lumayan membantu, Bu, sejauh ini?
08:52Atau seperti apa?
08:54Enggak lah.
08:55Malah kita nyasai, saya tadinya enggak pernah banjir.
08:58Enggak pernah beneran.
08:59Jadi air larinya kesalahan, sebenarnya.
09:01Pas ini ditanggul, udah sayang, kelelep bagian sini.
09:05Oh, justru mana kelelep, Bu, ya?
09:06Saya baru banjir bulan-bulan ini aja, pas ada tanggul ini.
09:10Oh.
09:10Baru banjir, sayang.
09:12Ibu tinggal di sini dari tahun?
09:14Saya udah hampir 6 tahun.
09:166 tahun?
09:16Iya.
09:17Akan tetap tinggal di sini, dengan kondisi seperti ini?
09:20Insya Allah, habis mau gimana ya?
09:22Beli rumah di sana juga kan pada mahal, enggak mungkin.
09:26Terima kasih banyak, Bu, ya.
09:27Semoga enggak banjir lagi ke depannya.
09:29Amin.
09:30Setelah saya berada di area rumah apung dan rumah panggung ya, Pak, ya?
09:34Iya.
09:34Oke.
09:35Ini sudah ada dari tahun berapa?
09:38Nah, ini pembangunannya dimulai dari 2024.
09:432024?
09:44Iya.
09:44Boleh kita lihat, ya, Pak, ya?
09:45Iya.
09:48Ini rumah-rumahnya, Pak?
09:50Ini rumah panggung ya?
09:54Ini salah satu rumah panggung ya, Bapak-Bapak.
09:57Ibu pemilik rumah ini, Bu?
09:59Iya, Pak.
10:00Sekarang Ibu tinggal di atas?
10:01Di atas tidurnya.
10:02Area bawah ini sudah tidak bisa ditempati?
10:05Enggak, itu kan tempat Pak Awang ngerebus kayak gitu, tapi banjir, Pak.
10:09Kalau air pasang gerai kayak gini, jadi capek.
10:11Boleh saya lihat, Bu?
10:13Iya, boleh, Pak.
10:13Dari sini ya?
10:14Iya, iya.
10:14Di sini ya, Bu ya?
10:15Ini kalau kerang-kerang itu, ya?
10:16Buat ini apa, Bu?
10:17Buat apa ini?
10:18Diuruk?
10:19Diuruk?
10:19Nantinya kelem.
10:20Ini sekarang 5.000 ini, Pak.
10:23Gak pakai tanah nguruknya?
10:24Enggak pakai ini.
10:26Ini kerang, ya?
10:27Iya.
10:27Kulit.
10:28Saya izin lihat ya, Bu ya?
10:29Iya, Pak.
10:29Bu, kalau saya ngintip sedikit, boleh, Bu?
10:31Boleh, Pak, ke atas, Pak.
10:32Saya izin, Bu, ya?
10:33Iya, iya.
10:35Saya izin, Bu, ya?
10:36Gak apa-apa, Bu.
10:38Izin, ya, Bu, ya?
10:39Iya, iya.
10:39Saya coba ke atas ya, Saudara, untuk melihat seperti apa kondisi rumah panggung.
10:45Ini kondisi rumah panggung, ya?
10:51Oh, ini adalah kondisi rumah panggung, ya?
10:54Karena sesuai dengan namanya, rumahnya ini tidak berdiri di atas tanah, tapi berdiri di atas permukaan air ataupun laut di
11:03daerah pesisir.
11:05Ini bisa dilihat, ya?
11:07Salah satu rumah panggung yang ada di sini.
11:10Spesifikasi rumahnya juga tertulis.
11:12Ada satu ruang tamu, satu kamar tidur, satu dapur, dan satu kamar mandi, beserta dengan panggung.
11:18Fasilitas penunjang lainnya.
11:19Dan ini memang konturnya, karena di atas laut, ya, Pak?
11:24Di atas perairan, jadi goyang seperti ini.
11:26Saya akan coba berbincang.
11:29Assalamualaikum, Bu.
11:30Iya.
11:31Boleh ngobrol sebentar, Bu?
11:34Dengan ibu siapa?
11:35Dengan ibu Elisa.
11:36Bu Elisa, izin, saya dipu dari Kompas TV.
11:38Ibu tinggal di rumah panggung ini sudah lama?
11:41Sudah.
11:42Dari kapan?
11:43Peresmian.
11:43Sudah diperesmian, artinya tahun?
11:47Kurang lebih tiga tahun.
11:49Sejauh ini kondisinya gimana, Bu?
11:51Ditinggal di atas permukaan air?
11:54Ya, biasa ngapung-ngapung.
11:55Suka bergoyang gitu, Bu?
11:57Iya, namanya kayak kapak, kayak perahu tuh, goyang-goyang.
12:01Kalau air pasang gimana?
12:04Ini kita naik, ngumbul ke atas.
12:05Oh, tidak masuk ke rumah ibu, tapi rumahnya naik ya?
12:09Iya kan, karena bawahnya kan itu tuh.
12:11Oke.
12:13Drum.
12:13Oh, bawahnya ini drum-drum, Bu?
12:15Nah, semua di bawah ini drum.
12:16Kalau kemarin kan kita juga mengalami cuaca ekstrim, Bu, ya?
12:19Hujan begitu deras, kondisinya di sini aman.
12:22Bocor mungkin atau?
12:23Iya, ada sedikit bocor.
12:25Itu kan sengnya tipis tuh, Pak.
12:27Di atas tuh.
12:30Bukan dari genteng ya?
12:31Bukan.
12:31Mungkin ke sangkut-sangkut agak kebuka dikit gitu.
12:35Itu sampai ke sana tuh, rusak ke sana.
12:37Oke.
12:38Baik.
12:39Terima kasih banyak, Bu.
12:40Iya, Pak.
12:40Mohon maaf ganggu waktunya.
12:42Pak Muslimin, Pak Bani, tadi kita sudah melihat ya, Pak, ya?
12:45Kondisi dari perumahan warga di RW 022.
12:49Dan kita tahu juga bahwa baik pemerintah provinsi ataupun pusat saat ini tengah menggalakkan sebuah program Giant Sea Wall.
12:57Tanggapan, Bapak?
12:58Pembangunan tanggul Giant Sea Wall ini kan akan berdampak kepada pemikuman warga.
13:07Nah, misalnya akses jalannya nanti akan menggunakan asetnya warga.
13:12Nah, sementara itu belum ada solusi pada saat itu.
13:16Tadi asetnya akan terkena sebagai akses untuk menuju Giant Sea Wall karena di dalamnya kan terdapat 20 reklamasi.
13:29Pemerintah juga memproyeksikan akan membangun Giant Sea Wall.
13:33Berkuat di sana apa?
13:34Nanti kemana kita akan mencari ikan?
Komentar