JAKARTA, KOMPAS.TV - Prediksi Jakarta tenggelam kian terasa nyata. Tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall digadang-gadang menjadi benteng pertahanan permukiman. Mega proyek pemerintah ini diklaim mampu melindungi wilayah pesisir dari banjir rob dan ancaman laut pasang.
Lalu, seberapa kuat tembok laut mampu menahan massa air laut dan mencegah banjir rob akibat penurunan muka tanah yang terus berlangsung? Apakah solusi ini menjawab akar persoalan atau sekadar menunda risiko yang lebih besar?
Untuk melihat bukti nyata perubahan pesisir, Dipo menelusuri kawasan Muara Baru, Jakarta Utara. Di sana berdiri Masjid Al Wadhuna yang tenggelam sejak 2012 silam. Berapa banyak wilayah yang berpotensi mengalami nasib serupa?
Penelusuran berlanjut ke permukiman RW 022, Muara Angke bersama Ketua RW, Bani Sadar dan Anggota LMK, Muslimin. Dipo menelusuri rumah-rumah warga yang rusak dan tergenangi air akibat banjir rob. Seberapa besar kerugian yang harus ditanggung warga akibat banjir rob?
Di Kamal Muara, Dipo bertemu dengan Komarudin, nelayan yang merasakan langsung dampak pembangunan tanggul laut. Jalur melaut berubah, jarak tempuh bertambah, dan biaya operasional meningkat. Lantas, perubahan apa yang paling terasa bagi nelayan pesisir?
Sebagai penutup, Dipo bertemu Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, di Tugu Penurunan Permukaan Tanah yang mencatat penurunan dataran hingga beberapa meter dalam puluhan tahun terakhir. Bagaimana skenario terburuk jika perlindungan pesisir tak berjalan sesuai rencana?
Saksikan Program Dipo Investigasi episode Masa Depan Jakarta Tenggelam? Tayang Senin, 16 Februari 2026, pukul 20.30 WIB, di KompasTV.
#banjir #jakarta #rob
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/651189/full-jakarta-terancam-tenggelam-apa-solusinya-dipo-investigasi
Lalu, seberapa kuat tembok laut mampu menahan massa air laut dan mencegah banjir rob akibat penurunan muka tanah yang terus berlangsung? Apakah solusi ini menjawab akar persoalan atau sekadar menunda risiko yang lebih besar?
Untuk melihat bukti nyata perubahan pesisir, Dipo menelusuri kawasan Muara Baru, Jakarta Utara. Di sana berdiri Masjid Al Wadhuna yang tenggelam sejak 2012 silam. Berapa banyak wilayah yang berpotensi mengalami nasib serupa?
Penelusuran berlanjut ke permukiman RW 022, Muara Angke bersama Ketua RW, Bani Sadar dan Anggota LMK, Muslimin. Dipo menelusuri rumah-rumah warga yang rusak dan tergenangi air akibat banjir rob. Seberapa besar kerugian yang harus ditanggung warga akibat banjir rob?
Di Kamal Muara, Dipo bertemu dengan Komarudin, nelayan yang merasakan langsung dampak pembangunan tanggul laut. Jalur melaut berubah, jarak tempuh bertambah, dan biaya operasional meningkat. Lantas, perubahan apa yang paling terasa bagi nelayan pesisir?
Sebagai penutup, Dipo bertemu Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, di Tugu Penurunan Permukaan Tanah yang mencatat penurunan dataran hingga beberapa meter dalam puluhan tahun terakhir. Bagaimana skenario terburuk jika perlindungan pesisir tak berjalan sesuai rencana?
Saksikan Program Dipo Investigasi episode Masa Depan Jakarta Tenggelam? Tayang Senin, 16 Februari 2026, pukul 20.30 WIB, di KompasTV.
#banjir #jakarta #rob
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/651189/full-jakarta-terancam-tenggelam-apa-solusinya-dipo-investigasi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:02Sampai jumpa di video selanjutnya
00:54Sampai jumpa di video selanjutnya
01:00Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall digadang-gadang menjadi jalan keluar persoalan
01:05Namun pertanyaannya seberapa kuat Tanggul menjadi benteng pertahanan untuk melindungi warga
01:11Inilah episode ke-60 di Puinvestigasi
01:14Saya Dio Penerbahagia, saya akan melusuri dan mencari bukti secara langsung dari wilayah pesisir kota Jakarta
01:33Setelah saya berada di kawasan Mora Baru, Jakarta Utara
01:36Dan di wilayah ini ada satu bukti ataupun saksi sejarah berkait dengan ancaman Jakarta
01:43Yang diprediksi akan tenggelam di masa depan
01:54Banjirob saat ini sebenarnya sudah diwacanakan oleh Pemprov DKI dengan Tanggul Mitigasi
02:00Satunya lagi Tanggul NCICD
02:12Tanggul Mitigasi lumayan membantu bu sejauh ini?
02:15Enggak lah, saya tadinya nggak pernah banjir
02:17Jadi air larinya ke sana sebenarnya
02:19Pas ini ditanggul, udah sayang kelelek bagian sini
02:33Ancaman yang pernah dikatakan pada tahun 2055 atau berapa, Jakarta akan tenggelam
02:39Itu bisa saja terjadi kalau kita tidak mengantisipasinya
02:43Ini fakta yang menunjukkan bahwa laut itu udah segitu lho
02:59Tapi pemerintah juga memproyeksikan akan membangun Giant Sea Wall di tengah laut
03:04Kalau saya lihat dari gambar, itu memang udah nggak ada nelayan kecil
03:09Rauh-perauh pun udah nggak ada
03:12Nanti kemana kita akan bepar awal pemerintah kita ditempatkan di mana untuk mencari ikan
03:23NCICD fase B dan C yang kita sebut dengan Giant Sea Wall di Jakarta
03:28Dan plus sedikit banten dan sedikit Bekasi
03:31Dengan luas nanti karena tanggul itu akan kita desain
03:33Lebar di permukaannya 250 meter, otomatis di bawah bisnya itu kira-kira sampai 750 meter
03:39Itu nanti akan ada kawasan pengembangan terpadu, kawasan bisnis
03:48Tanggul laut ini sebagai proyek yang ambisius dan sangat membutuhkan pendanaan yang cukup besar
03:55Ini akan berdampak pada beban hutang pada kerusakan ekosistem
04:01Baik yang ada di darat maupun yang ada di laut
04:12Sebenarnya berdasarkan data yang dirilis oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta
04:17Penurunan permukaan tanah rata-rata terjadi di bukota 5 hingga 10 cm per tahun
04:22Ada tiga faktor utama yang kemudian menyebabkan fenomena ini
04:26Pertama adalah terkait dengan eksploitasi air tanah yang tidak terkontrol
04:31Kedua terkait dengan pembangunan gedung bertingkat
04:34Dan yang ketiga adalah masifnya permukiman-permukiman baru
04:38Yang semakin menambah beban bagi tanah di ibu kota
04:42Wilayah Jakarta Utara menjadi wilayah dengan penurunan permukaan tanah paling signifikan
04:47Dan menjadi wilayah yang paling berpotensi terdampak fenomena ini
05:03Terus saya berada di kawasan Mora Baru, Jakarta Utara
05:06Dan di wilayah ini ada satu bukti ataupun saksi sejarah berkait dengan ancaman Jakarta
05:13Yang diprediksi akan tenggelam di masa depan
05:15Saya akan tunjukkan saudara
05:16Itu adalah masjid yang dibangun pada tahun 1996
05:21Dan sempat digunakan oleh warga setempat untuk kemudian beribadah
05:26Dan saat ini kondisinya persis berada di luar tanggul
05:32Yang kemudian berada di kawasan Mora Baru ini
05:35Dan bisa dilihat bangunan masjid ini
05:37Yang atapnya ataupun kubanya sudah runtuh
05:40Terselumuti oleh air laut
05:45Saya akan coba turun saudara
05:47Untuk melihat lebih dekat
05:53Tadi ini ada batu-batu ya
05:55Yang digunakan warga untuk turun ke sini
06:01Saya dapatkan informasi bahwa saat ini memang kondisinya
06:04Air sedang tidak pasang
06:07Itulah mengapa sejumlah puing-puing bangunan yang ada di sini
06:11Terlihat
06:12Tetapi dapat dipastikan bahwa
06:14Masjid ini berada dalam tanda kutip di luar daratan
06:18Saya akan coba lebih dekat
06:25Air laut masuk ke masjid ini
06:28Sekitar tahun 2000 hingga
06:302004 ataupun 2006
06:33Dan kondisi ini
06:36Semakin parah
06:38Pada tahun 2001
06:40Dimana nampaknya sejumlah
06:42Masyarakat sudah kesulitan
06:44Untuk kemudian beribadah di masjid ini
06:46Dan bisa dilihat ya
06:48Masjid yang awalnya berwarna
06:51Putih dan hijau
06:52Sekarang karena sering
06:55Tergerus oleh air laut
06:56Ini sudah menghitam
06:58Dan bisa dilihat ini mungkin batasnya ya
07:01Ini batas dari
07:02Air laut dan ini adalah
07:04Aundisi dalamnya
07:05Dan pada tahun 2012
07:08Informasi yang saya peroleh bahwa
07:09Masjid ini saya resmi
07:11Dinyatakan tenggelam
07:14Yang menandakan bahwa
07:15Permukaan tanah
07:17Di wilayah Jakarta Utara menurun
07:19Dan ditambah dengan permukaan air laut
07:22Di wilayah pesisir ini naik
07:24Hingga
07:25Seolah
07:26Membuat masjid ini
07:29Berdiri di luar
07:30Dari daratan
07:32Saya akan tunjukkan
07:33Ini adalah
07:34Batu peresmian ya
07:38Musola
07:40Waladuna
07:41Yang kemudian diresmikan
07:43Pada tahun 1996
07:46Artinya sudah
07:47Kurang lebih
07:4930 tahun berjalan
07:50Dan
07:50Masjid ini
07:52Tenggelam
07:53Di pesisir utara Jakarta
07:55Musi
08:00Musi
08:01Musi
08:02Musi
08:03Musi
08:03Musi
08:04Musi
08:05Turut saya berada di
08:06Wilayah
08:07Mora Angke
08:08Kecamatan penjaringan
08:10Jakarta Utara
08:10Saya akan lakukan investigasi
08:11Untuk melihat
08:12Seberapa parah
08:13Dampak
08:15Dari
08:15Banjirop
08:16Yang terjadi
08:18Di kawasan ini
08:18Ketika air laut
08:19Pasang
08:20Saya akan didampingi
08:22Dengan
08:22Ketua RW
08:23022
08:24Bersama juga dengan
08:25Anggota
08:26LMK
08:27Saya bersama dengan
08:27Ketua RW
08:28Pak Bani Sadar
08:29Dan juga ada
08:29Anggota
08:31LMK
08:32Pak Muslimin
08:33Bapak-bapak
08:34Terima kasih
08:34Untuk wakunya
08:35Pak Bani
08:36Saya ingin konfirmasi dulu
08:37Wilayah Bapak ini
08:39Langganan
08:40Banjirop Pak
08:40Ya
08:41Di 2024
08:42Itu sangat luar biasa sekali
08:44Banjirop
08:45Di wilayah
08:46RW 22
08:47Cuma satu RT yang tidak terdampak
08:49RT 11
08:49Semuanya
08:50Di wilayah RW 22 ini
08:52Semuanya ada 12 RT
08:54Yang satu RT
08:56Tidak terdampak
08:57Di RT 11
08:58Boleh kita lihat
08:59Langsung ke dalam Pak
09:00Boleh
09:00Saya akan tunjukkan
09:01Bersama dengan
09:02Ketua RW
09:03Setempat
09:04Dan anggota LMK
09:05Seperti apa
09:06Sebenarnya
09:07Perumahan warga
09:08Yang kemudian
09:08Terdampak
09:10Banjirop
09:10Apakah di wilayah ini
09:12Juga terjadi
09:13Penurunan permukaan tanah
09:14Setiap tahun
09:15Secara data
09:16Itu per satu tahun
09:18Sekali itu
09:1810 cm
09:1910 cm
09:2010 cm
09:21Oke
09:22Artinya
09:23Permukaan air laut
09:24Meninggi
09:25Permukaan tanah
09:27Menurun
09:27Dan itu yang kemudian
09:29Semakin membuat parah ya Pak ya
09:30Oke kita akan coba
09:31Masuk lebih ke dalam
09:32Saudara
09:33Solusi banjirop saat ini
09:35Sebenarnya sudah diwacanakan
09:37Oleh Pemprov DKI
09:38Dengan tanggul mitigasi
09:39Tanggul mitigasi
09:40Satunya lagi tanggul NCICD
09:43Oke
09:43Nah cuman saat ini
09:45Yang sedang berjalan
09:46Yang akan kita lihat
09:47Di depan ini adalah
09:48Tanggul mitigasi
09:49Tapi tanggul
09:50Mitigasi saat ini
09:52Yang dibangun
09:53Ini kalau kita hitung
09:55Dari
09:56Estimasi penurunan tanah
09:58Ini akan hanya
09:59Mampu mungkin
10:00Kemungkinan bertahan
10:01Di 5 sampai
10:0210 tahun
10:03Hanya mampu bertahan
10:05Ataupun bermanfaat
10:065 sampai 10 tahun
10:07Iya
10:07Artinya hanya sementara
10:08Iya karena ketinggiannya
10:09Tapi makanya dibutuhkan
10:11Tanggul NCICD sebenarnya
10:13Oke
10:13Boleh kita lebih ke dalam ya Pak ya
10:15Oke
10:16Apakah kemudian bisa dipastikan
10:17Ketika air dari laut masuk
10:20Ke area ini
10:21Tidak akan melebihi tanggul ini
10:23Seharusnya ketika selesai
10:26Penanggulangan banjir
10:27Sementara dengan
10:28Dengan cara
10:29Melakukan tanggul mitigasi tadi
10:32Seharusnya
10:33Dilakukan cepat
10:36Pembangunan tanggul
10:37Kali
10:38Atau tanggul NCICD tadi
10:39Karena apa?
10:40Karena
10:41Tanggul sungai itu
10:42Ketinggiannya
10:43Sekitar 3 meter
10:442 meter 80-an
10:45Oke
10:46Ketika itu tidak dibenahi
10:48Artinya
10:49Iya
10:50Potensi banjirnya semakin
10:51Potensi banjirnya
10:52Akan mulai lagi
10:53Pada saat
10:545 tahun
10:55Kemudian
10:56Oke baik
10:57Setelah saya berada
10:58Di salah satu titik
10:59Dan saya melihat
11:00Ada satu rumah yang
11:01Mohon maaf
11:02Tetapi seperti tenggelam
11:03Ini
11:03Air laut Pak?
11:04Air laut
11:05Air banjir
11:06Saya coba lihat ke dalam ya Pak ya
11:07Saya akan
11:08Tunjukkan sederah ini
11:10Adalah
11:11Salah satu
11:13Mungkin bukti
11:14Terkait dengan
11:15Prediksi potensi
11:16Ibu kota DKI Jakarta
11:20Yang
11:21Dikatakan
11:22Dapat tenggelam
11:23Di masa depan
11:24Bisa dilihat ini
11:26Dulunya ini rumah warga ya Pak ya?
11:28Iya rumah warga
11:28Oke
11:29Kalau yang ini masih ada orang ya Pak?
11:32Atau sudah kosong juga?
11:33Masih
11:33Masih
11:36Lainnya ada orang ya kali ya?
11:37Iya
11:37Ini ada salah satu warga yang sedang
11:44Meninggikan bagian depan rumah ya Pak?
11:45Betul
11:45Iya
11:46Saya coba ya
11:47Lebih dekat ya Pak ya
11:51Terima kasih Pak
11:52Pak kalau pemilik rumahnya ada Pak?
11:54Kayak Pak
11:54Oh Bapak pemilik rumahnya?
11:56Kenapa Pak?
11:56Izin Pak Dipo dari Kompas TV
11:58Dengan Bapak siapa?
11:59Pak Waluyo
12:00Pak Waluyo
12:01Ini sedang ditinggikan Pak?
12:03Berarti sebelumnya di bawah jalan ini rumah Bapak?
12:06Oh
12:07Sekitar 1,80 meter tingginya
12:10Dari tingginya itu
12:12Perbedaannya 1,80 meter dari
12:14Tanggol ini
12:15Tanggol ini
12:15Jalan lama
12:16Oh jalan lama?
12:17Iya kan dikeruk
12:19Artinya dulunya selalu terendam banjir oh Pak?
12:22Oh iya
12:23Enggak
12:24Pokoknya setelah ada air pasang ya terendam
12:26Tapi ini ditinggikan pakai
12:27Dana pribadi atau?
12:30Enggak
12:30Kalau ini ya pribadi yang dalam
12:32Ini pribadi?
12:33Iya
12:34Karena kalau tidak ditinggikan
12:36Enggak bisa kerja
12:38Terendam
12:39Boleh tahu Pak?
12:40Berapa biayanya Pak?
12:42Bisa 15-20 juta
12:43Buat turuk aja
12:4415-20 juta?
12:47Iya buat turuk
12:48Sudah berapa kali ditinggikan Pak?
12:50Saya disini
12:525 tahun 2 kali
12:542 kali?
12:56Berarti kalau dikalkuasi
12:56Sudah 3 kali ini berarti
12:58Ini sudah 3 kali?
12:59Lebih dari 50 juta mungkin?
13:01Dulu kan masih jalan lama kan pendek
13:03Terus ditinggikan sendiri
13:05Saya kena jalan ini tinggi lagi
13:06Ini juga
13:09Ini salah satu
13:11Yang rumahnya masih dibawa juga Bu ya
13:13Permisi Bu dengan Ibu Kompas TV
13:14Dengan Ibu siapa?
13:15Bu Suheni
13:16Ibu Suheni
13:17Iya
13:18Ibu memang rumahnya
13:19Lebih rendah daripada
13:21Jalan ini ya Bu ya?
13:22Iya Pak
13:23Kalau banjir
13:24Kalau udah kelelep
13:25Ini kalau banjir kelelep?
13:28Terakhir banjir
13:29Bapan?
13:30Udah ada seminggu aja
13:32Baru seminggu yang lalu
13:34Berarti ini Ibu meninggikan sendiri
13:36Bagian depannya?
13:36Iya
13:37Habis kalau banjir
13:38Merepot
13:39Lagi kan ada mesin cuci
13:40Apa harus pada naik
13:41Naik semua
13:42Tanggul mitigasi
13:43Lumayan membantu Bu
13:44Sejauh ini
13:45Atau
13:46Seperti apa?
13:48Enggak lah
13:49Malah kita
13:49Saya tadinya gak pernah banjir
13:51Gak pernah beneran
13:53Jadi air larinya kesalahan
13:54Sebenernya
13:55Pas ini ditanggul
13:56Udah saya kelelek
13:57Bagian sini
13:58Oh justru anak kelelek Bu ya?
14:00Saya baru banjir
14:01Bulan-bulan ini aja
14:02Pas ada tanggul ini
14:03Baru banjir saya
14:05Ibu tinggal disini dari tahun?
14:07Saya udah hampir 6 tahun
14:096 tahun?
14:10Iya
14:11Akan tetap tinggal disini
14:12Dengan kondisi seperti ini?
14:14Insya Allah
14:14Habis mau gimana ya?
14:16Beli rumah disana juga kan
14:17Pada mahal
14:18Gak mungkin
14:19Terima kasih banyak Bu ya
14:20Semoga gak banjir lagi ke depannya
14:22Amin
14:23Iya
14:23Setelah saya berada di
14:24Area rumah apung
14:26Dan rumah panggung ya Pak ya?
14:28Iya
14:28Oke
14:29Ini sudah ada dari tahun berapa?
14:31Nah ini
14:34Pembangunannya dimulai dari
14:362024
14:372024?
14:38Iya
14:38Boleh kita lihat ya Pak ya?
14:39Iya
14:41Ini rumah-rumahnya Pak?
14:43Ini rumah panggung ya?
14:48Ini salah satu rumah
14:49Panggung ya
14:50Bapak-bapak
14:51Ibu memiliki rumah ini Bu?
14:53Iya Pak
14:53Sekarang Ibu tinggal di atas?
14:55Di atas tidurnya
14:56Area bawah ini sudah tidak bisa ditempati?
14:58Enggak
14:59Itu kan tempat Pak Awan
15:00Ngerebus kan gitu
15:01Tapi banjir Pak
15:02Kalau air pasang gede segini
15:04Jadi capek
15:05Boleh saya lihat Bu?
15:06Iya boleh Pak
15:07Dari sini ya?
15:07Iya ya
15:08Ini kalau kerang-kerang ini apa Bu?
15:11Buat apa ini?
15:12Diuruk?
15:12Nguruk?
15:13Nantinya kelem
15:14Ini sekarang 5.000 ini Pak
15:16Gak pakai tanah nguruknya?
15:18Enggak pakai ini
15:19Ini kerang ya?
15:21Iya
15:21Kulit
15:21Saya izin lihat ya Bu ya?
15:22Iya Pak
15:23Bu kalau saya ngintip sedikit boleh Bu?
15:25Boleh Pak atas Pak
15:26Saya izin Bu ya?
15:27Iya ya
15:27Saya coba
15:32Saya coba ke atas ya Sudara untuk melihat seperti apa
15:35Kondisi rumah
15:38Panggung
15:38Ini kondisi
15:40Rumah Panggung ya
15:45Ini adalah
15:46Kondisi rumah apung ya
15:47Karena sesuai dengan namanya
15:49Rumahnya ini tidak berdiri di atas tanah
15:51Tapi berdiri
15:52Di atas permukaan air
15:54Ataupun
15:54Laut
15:56Di daerah pesisir
15:59Ini bisa dilihat ya
16:00Salah satu rumah
16:02Apung yang ada di sini
16:03Spesifikasi rumahnya juga tertulis
16:05Ada satu ruang tamu
16:06Satu kamar tidur
16:07Satu dapur
16:09Dan satu kamar mandi
16:10Beserta dengan
16:11Fasilitas penunjang lainnya
16:13Dan ini memang
16:14Konturnya
16:15Karena di atas
16:16Laut ya Pak
16:17Di atas perairan
16:19Jadi goyang seperti ini
16:20Saya akan coba
16:21Bincang
16:22Assalamualaikum Bu
16:24Boleh ngobrol sebentar Bu
16:28Dengan ibu siapa?
16:29Dengan ibu Elisa
16:30Ibu Elisa
16:30Izinmu saya dipu dari Kompas TV
16:32Ibu tinggal di rumah apung ini
16:34Sudah lama?
16:35Sudah
16:35Dari
16:36Peresmian
16:37Artinya tahun
16:40Kurang lebih 3 tahun
16:42Terjauh ini kondisinya gimana Bu?
16:44Ditinggal di atas
16:46Permukaan air
16:48Suka
16:49Bergoyang gitu Bu?
16:50Iya namanya kayak kapak
16:52Kayak perahu tuh
16:53Goyang-goyang
16:55Kalau air pasang?
16:56Kalau air pasang ya?
16:57Kita naik
16:58Ngumbul ke atas
16:59Tidak masuk ke rumah ibu
17:01Tapi rumahnya naik ya?
17:03Karena permukaan naik
17:04Karena bawahnya kan itu tuh
17:06Drum
17:07Oh bawahnya ini
17:08Drum-drum
17:08Semua di bawah ini drum
17:10Kalau kemarin kan kita juga
17:11Mengalami cuaca ekstrim Bu ya?
17:13Hujan begitu deras
17:15Kondisinya disini aman?
17:16Bocor mungkin atau?
17:17Iya
17:17Ada sedikit bocor
17:19Itu kan sengit tipis tuh Pak
17:21Di atas tuh
17:23Bukan dari genteng ya?
17:25Bukan
17:25Mungkin kesangkut-sangkut agak
17:27Kebuka dikit gitu
17:28Itu sampai ke sana tuh
17:30Busap ke sana
17:31Oke
17:31Baik
17:32Terima kasih banyak Bu
17:33Iya Pak
17:34Mohon maaf ganggu waktunya
17:35Pak Muslimin Pak Bani
17:37Tadi kita sudah
17:37Melihat ya Pak ya
17:39Kondisi dari
17:40Perumahan warga
17:41Di RW 022
17:43Dan kita tahu juga bahwa
17:44Baik pemerintah provinsi
17:46Ataupun pusat
17:47Saat ini tengah
17:48Mengjalankan sebuah program
17:50Giant Sea Wall
17:51Tanggapan Bapak?
17:52Pembangunan tanggul
17:53Giant Sea Wall ini kan
17:56Akan
17:57Berdampak
17:58Kepada pemukuman warga
18:00Iya
18:00Nah misalnya
18:01Akses jalannya nanti
18:03Akan
18:03Menggunakan
18:05Asetnya warga
18:06Nah sementara itu
18:07Belum ada
18:08Solusi
18:09Pada saat itu
18:10Tadi asetnya akan terkena
18:12Sebagai akses
18:14Untuk menuju
18:16Giant Sea Wall
18:17Karena di dalamnya kan
18:18Terdapat 20 rekomasi
18:23Pemerintah juga
18:24Memproyeksikan
18:25Akan membangun
18:26Giant Sea Wall
18:27Tak kuat dari sana apa
18:28Nanti kemana
18:29Kita akan mencari ikan
18:44Setelah pemerintah
18:46Merancang
18:46Pembangunan Giant Sea Wall
18:48Atau
18:48Tanggul Laut Raksasa
18:50Yang masuk ke dalam
18:51Proyek Strategis Nasional
18:52Untuk melindungi
18:54Jutaan warga
18:55Terdampak
18:55Penurunan permukaan tanah
18:57Dan juga melindungi warga
18:59Dari ancaman
19:00Banjirok
19:01Giant Sea Wall
19:02Akan dibangun
19:04Dan membentang
19:04Di sepanjang
19:05Pantai Utara
19:06Sepanjang kurang lebih
19:07500 hingga
19:08700 km
19:10Dengan menelan
19:11Anggaran senilai
19:111.300 triliun rupiah
19:14Giant Sea Wall
19:15Juga termasuk
19:16Kedalam proyek
19:17Pembangunan Infrastruktur Terpadu
19:19Atau NCICD
19:20Yang kini juga
19:21Tengah digarap
19:22Oleh pemerintah provinsi
19:23DKI Jakarta
19:40Suruh saya berada di
19:41Atas dari
19:43Tanggul
19:44Pengaman Laut
19:46Ataupun NCICD
19:47Yang berada di
19:47Perbatasan antara
19:48Jakarta Utara
19:49Dengan
19:50Wilayah
19:51Tanggerang
19:52Saya akan coba tanyakan kepada
19:53Sejumlah nelayan disini
19:55Apakah
19:55Tanggul ini
19:56Memberikan dampak positif
19:58Kepada kehidupan masyarakat
19:59Atau justru
20:00Melahirkan sejumlah
20:01Dampak-dampak lainnya
20:02Saya sudah bersama dengan
20:04Pak Komarudin
20:05Nelayan setempat
20:06Pak Komarudin
20:07Terima kasih
20:08Untuk saya Pak
20:09Bahwa tanggul ini
20:10Sudah terbentuk
20:11Sejak kapan?
20:11Dari tanggul ini
20:13Sudah lalu di tahun 2000
20:14Pertengahan 2024
20:16Pertengahan 2024
20:18Artinya kurang lebih
20:19Sudah berjalan
20:19Hampir 2 tahun ya Pak ya?
20:21Sudah ada dampak positifnya Pak
20:23Apakah masih ada
20:24Banjir Rop di perumahan warga?
20:25Dulunya belum ada tanggul ini
20:27Itu banjir Rop itu cepat
20:29Surut
20:30Karena tidak ada pintu air
20:31Oke
20:32Oke
20:32Dengan adanya Rop ini
20:35Apabila banjir itu
20:36Gelatang
20:37Bujan
20:37Rop masuk
20:38Sedangkan pintu hanya satu
20:41Jadi maksudnya
20:42Ketika ada tanggul ini
20:44Justru banjir Ropnya
20:45Semakin lama surut?
20:46Iya
20:46Semakin lama surut
20:47Karena pintu itu
20:48Kecil
20:48Pintu airnya
20:49Itu Pak yang itu?
20:50Iya
20:50Bisa ditunjukkan ya
20:51Pintu air yang sebelah sana
20:52Oke
20:53Dan dibantu dengan
20:54Pompa mesin
20:55Hanya satu
20:56Berfungsi
20:57Oke
20:57Itu pun pipanya kecil
20:59Pipanya kecil?
21:00Oke
21:01Berapa hari surut ya Pak?
21:02Kemarin itu cukup 2 hari
21:032 hari?
21:04Iya
21:04Sebelumnya?
21:05Surutnya tadi hitungan
21:08Hitungan jam lah
21:09Pasangnya
21:11Pasangnya sejam
21:11Surutnya pun cepat
21:13Dan Bapak berprofesi sebagai nelayan
21:15Nelayan tradisional
21:15Itu kan untuk dampak ketika
21:18Banjir Rop terjadi di perumahan warga
21:21Untuk profesi Bapak sebagai nelayan
21:23Apakah tanggul ini juga mempengaruhi
21:25Mungkin pendapatan ataupun akses?
21:28Akses itu mempengaruhi
21:29Akses itu mempengaruhi?
21:30Ketika musim hujan deras
21:32Itu kita harus mencari galang alternatif
21:35Supaya mencapai perahu sebelum perahu tenggelam
21:39Satu
21:40Yang kedua
21:42Saat kita membawa bahan bakar
21:45Kita harus muterin tanggul ini
21:47Satu gigan itu 35 liter
21:50Kita pikul
21:51Sampai ke perahu
21:53Itu pun mempengaruhi
21:55Saya boleh ajak ke sini ya Pak ya
21:56Ini artinya
21:58Jalan yang biasanya Bapak lalui
22:00Dari rumah untuk menuju ke
22:02Perahu Bapak
22:03Sejauh ini Pak?
22:05Sejauh ini
22:05Berapa kilo Pak?
22:06Kurang lebih
22:07500 meter
22:08Iya
22:09Oke
22:11Sebelumnya perahunya dimana?
22:12Sebelum perahu hanya di
22:13Bepas tanggul yang jembatan ini
22:15Jalanan ini
22:16Di daratan ini Pak?
22:17Iya
22:17Daratan itu
22:18Kalau ini kan
22:20Tadinya laut semua ini
22:21Tadi ya laut semua ya?
22:23Laut semua
22:24Oke
22:24Artinya ketika
22:27Cuaca tidak baik
22:28Bapak harus buru-buru ke sini
22:29Untuk memastikan perahu Bapak tidak tenggelam
22:31Iya
22:31Walaupun dalam keadaan hujan pun
22:34Kita pergi kemari
22:35Untuk menunggu perahu
22:37Menimba
22:37Supaya siapa tenggelam
22:38Kalau kita menunggu berhenti hujan
22:40Itu perahu keburu tenggelam
22:41Karena akses untuk
22:42Dari rumah ke perahu itu sangat jauh
22:44Ada berapa ini Pak?
22:46Kurang lebih perahu di sini?
22:47Perahu kurang lebih 65
22:4865 perahu?
22:49Iya
22:49Selama 2 tahun ini
22:50Apakah ada ketika
22:51Curah hujan
22:53Ataupun cuaca ekstrim
22:54Ada perahu yang pernah tenggelam?
22:55Pernah
22:56Banyak
22:56Contohnya perahu yang dibungkus di sini
22:57Baru kemarin kejadian
22:59Yang dibungkus di sini Pak?
23:01Iya yang kecil tuh
23:01Boleh kena ke situ Pak?
23:03Boleh
23:03Oke
23:03Saya akan
23:04Lebih mendekat ya saudara
23:06Bersama dengan Pak Komarudin
23:07Untuk melihat kondisi dari
23:10Tempat bersandarnya
23:11Perahu ini ya Pak
23:13Ini untuk bambu ini
23:14Ini dibuat oleh pemerintah
23:16Atau oleh warga?
23:17Ini dibuat oleh
23:19Dari ajuan dari proyek
23:21Oh ya
23:22Cuman dikerjakan oleh
23:23Para nelayan setempat
23:24Artinya ketika
23:25Tanggul ini dibentuk
23:27Tidak ada mungkin
23:28Dermaga yang dibuatkan
23:29Khusus untuk para nelayan?
23:31Belum ada
23:31Sampai saat ini?
23:32Sampai saat ini belum ada
23:33Artinya ketika ada
23:36Tanggul ini
23:37Para nelayan cukup kesulitan
23:39Untuk memantau perahunya
23:40Iya cukup
23:41Ada beberapa yang sudah tenggelam
23:43Tenggelam iya
23:44Satu perahu
23:45Mohon maaf
23:46Modalnya berapa Pak?
23:47Modalnya kalau perahu
23:48Untuk saat ini
23:49Ya kurang lebih
23:49Kalau kita ambil
23:50Bekasa aja itu
23:51Bisa 17 juta
23:5217 juta?
23:53Iya
23:53Artinya kalau tenggelam
23:54Tidak bisa digunakan
23:55Kehilangan 17 juta?
23:56Iya
23:56Setelah saya bersama dengan
23:57Pak Komarudin
23:58Akan coba
23:59Untuk menyisir
24:01Sejumlah titik
24:02Yang ada disini
24:03Menggunakan perahu
24:04Untuk melihat
24:06Seberapa besar
24:07Sebenarnya dampak
24:08Dari pembangunan
24:09Tanggul terhadap
24:10Para nelayan
24:10Ini perahunya Pak?
24:12Iya, iya
24:13Oke
24:15Nah sepersin aja ya
24:17Apas kaki
24:17Iya Pak
24:30Kita akan coba
24:31Bersama dengan Pak Komarudin
24:33Untuk
24:34Melihat
24:34Sejauh apa
24:36Lokasi
24:37Dari para nelayan
24:38Untuk menangkap ikan
24:40Untuk
24:40Posisinya dimana Pak?
24:41Untuk menangkap ikan
24:43Itu biasanya dimana posisinya?
24:44Posisinya itu ada
24:45Di depan pulau
24:46Bidadari
24:47Depan pulau
24:48Bidadari
24:48Iya
24:48Yang itu Pak?
24:51Tapi dulunya
24:52Sejauh itu
24:53Atau lebih dekat?
24:54Dulunya lebih dekat
24:55Sebelumnya gembatan ini
24:57Dia kurang lebih
24:57Maksa 20 meter
24:58Kalau ini daratan
25:00Anjang berapa Pak?
25:0125 meter
25:0225 meter?
25:03Iya
25:04Kalau sekarang berapa?
25:06Iya
25:06Kalau sih kurang lebih
25:07Ada 400 meter
25:08500 meter?
25:09Iya
25:09Jauh sekali Pak
25:11Yang terbeda
25:11Kalau selisinya Pak
25:17Selisih keuntungannya
25:18Yang Bapak dapatkan dulu
25:19Dan sekarang
25:20Bedanya berapa jauh?
25:23Kalau itu
25:23Dari dulu sama sekarang
25:25Bedanya
25:26Setengahnya
25:27Dari penghasilan 100
25:29Bisa mencapai sekarang
25:3150 ribu
25:31Itu per aku Pak?
25:35Per kilo
25:35Karena dulu
25:36Harga
25:37Murah
25:39Tapi saya namanya
25:40Karena berhentinya
25:41Sejak musim itu
25:42Ada musim
25:43Singguran
25:44Baratan
25:44Ada telur
25:45Sikan
25:45Kalau sekarang
25:48Itu ikan jarang
25:51Dan ini adalah
25:53Pulau-pulau ya
25:54Ataupun reklamasi
25:56Yang kemudian
25:57Sudah
25:58Ada di
26:00Tibukot Rekindik
26:01Jakarta selama
26:02Berapa tahun
26:03Dan ini
26:04Terutama mengaruhi
26:05Kondisi
26:06Paranwayak
26:07Untuk lingkarin
26:07Apkah
26:20Belumnya Pak
26:21Ketika
26:21Tanggul
26:23Yang tadi kita
26:24Datangi
26:25Itu dibuat
26:26Apakah itu juga
26:27Melibatkan
26:28Melayang Pak
26:29Dalam proses diskusi
26:30Untuk pembuatan
26:31Tanggul itu
26:31Bibi Batak
26:33Tumat
26:34Kita
26:35Sudah mengusulkan
26:36Apa keinginan nelayan
26:38Tetap
26:38Pekamunan
26:39Dijalatkan
26:40Keinginan nelayan
26:41Pun tidak tersapai
26:42Aduh tidak dipenuhi
26:43Oleh siak
26:44Koyen
26:44Tolong
26:45Dipuatkan
26:46Bermada
26:46Permanaan
26:47Dan
26:47Pengedokan
26:48Itu aja
26:49Keinginan nelayan
26:50Ini
26:50Selain
26:51Tanggul
26:52Tapi pemerintah
26:53Juga
26:53Mempresikan
26:54Akan membangun
26:55Jalan Sea Wall
26:56Di tengah laut
26:57Ya
26:57Memangkan itu
26:58Tidak
26:58Tanggul
26:58Seperti apa
26:59Kalau saya
27:01Tanggul
27:01Kalau saya
27:03Lihat dari
27:04Gambar
27:04Itu memang
27:06Sudah
27:06Tidak ada
27:07Nelayan
27:07Tecil
27:08Karena
27:08Di gambarnya
27:09Itu
27:09Sudah
27:10Teril
27:11Rau
27:11Rau
27:12Pun
27:12Sudah
27:12Sudah
27:12Sudah
27:12Sudah
27:12Sudah
27:13Nelayan
27:14Tecil
27:14Sudah
27:14Sudah
27:14Sudah
27:15Sudah
27:15Sudah
27:15Sudah
27:15Sudah
27:16Sudah
27:16Sudah
27:16Sudah
27:16Sudah
27:17Sudah
27:26Sudah
27:27Pemerintah
27:27Dia
27:28Makan
27:29Dari
27:29Hasil
27:29Jiripaya
27:30Nelayan
27:30Minimal
27:31Ikan
27:32Yang
27:32Dia
27:32Makan
27:32Terakhir
27:33Mungkin
27:33Melihat
27:35Tanggul
27:35Yang
27:35Sudah
27:35Dibentuk
27:36Kemudian
27:36Juga
27:37Ada
27:37Reklamasi
27:37Belum
27:38Lagi
27:38Rencana
27:38Soal
27:39Jalan
27:39Sea Wall
27:40Harapan
27:41Bapak
27:41Sebagai
27:41Seorang
27:41Nelayan
27:42Yang
27:42Sampaikan
27:43Kepada
27:43Pemerintah
27:44Apa
27:44Harapan
27:45Saya
27:45Sebagai
27:46Nelayan
27:46Dan
27:46Teman
27:46Teman
27:47Yaitu
27:47Tolong
27:48Diperhatikan
27:49Pemerintah
27:50Nelayan
27:51Kecil
27:52Keluhannya
27:54Kebutuhannya
27:55Apabila
27:56Tidak
27:56Melaut
27:57Dan
27:57Satu
27:57Bulan
27:57Buat
27:58Bulan
27:58Karena
27:58Kewacak
27:59Tidak
28:00Tidak
28:00Ada
28:00Batuan
28:01Dari
28:01Pemerintah
28:01Saat
28:02Ini
28:12Ini
28:13Ini adalah
28:13Tanggul
28:14Yang
28:14Kemudian
28:14Sudah
28:15Dibangun
28:15Pemerintah
28:16Provinsi
28:16DKI
28:17Jakarta
28:17NCICD
28:18Tapi
28:18Emang
28:19Sayangnya
28:19Ada
28:19Dampak
28:20Dampak
28:20Lain
28:20Yang
28:21Kemudian
28:22Dirasakan
28:22Oleh
28:22Tidak
28:24Adanya
28:24Dermaga
28:25Permanen
28:26Yang
28:27Kemudian
28:27Menyulitkan
28:28Mereka
28:28Untuk
28:30Memastikan
28:30Kondisi
28:31Kapal
28:31Mereka
28:31Aman
28:32Ketika
28:33Memang
28:33Kewaca
28:34Sedang
28:34Buruk
28:35Sudah
28:35Kita melihat
28:57Bagaimana
28:57Tanggul
28:58Laut
28:58Ini
28:58Sebagai
28:59Projek
29:00Yang
29:00Ambisius
29:01Karena
29:01Ini
29:01Akan
29:02Melintasi
29:02Banyak
29:03Sekali
29:03Wilayah
29:04Dan
29:05Sangat
29:06Membutuhkan
29:07Pendanaan
29:07Yang
29:07Cukup
29:07Besar
29:08Tapi
29:09Di
29:09Sisi
29:09Lain
29:09Belum
29:10Teruji
29:10Juga
29:11Sebenarnya
29:11Apakah
29:12Memang
29:13Giant Sea Wall
29:13Itu
29:14Bisa
29:14Menahan
29:15Ataupun
29:16Sidaknya
29:17Mengurangi
29:17Dampak
29:18Dari
29:18Krisis
29:18Siklim
30:47Dibangun
30:49Ini sudah semakin kesulitan untuk mencari ikan.
30:51Kalau kemudian negara masih terus memaksakan proyek ambisius ini,
30:56ini akan membuat mereka semakin tidak bisa mendapatkan ikan.
31:03NCIC di fase B dan C yang kita sebut dengan Giant Sea Wall,
31:07kawasan pengembangan terpadu dan ada kawasan bisnis.
31:20Istilah Jakarta Tenggelam bukan hanya sekedar narasi,
31:24tidak juga berlebihan atau malah menyebar kekhawatiran.
31:27Faktanya, penurunan permukaan tanah dan naiknya permukaan air laut
31:30menjadi bukti di depan mata yang kian nyata.
31:33Garis pertahanan laut di Teluk Jakarta mesti dijaga.
31:37Peristiwa merembesnya tanggul di kawasan pantai Mutiara
31:40mengingatkan kita agar lebih waspada.
31:42Air laut yang masuk ke permukiman hingga kini masih memicu kekhawatiran hal serupa.
31:47Jangan sampai tanggul laut jebol.
31:49Pemerintah berupaya membenahi tanggul pada akhir tahun 2025 lalu,
31:53namun pertanyaannya, apakah tanggul ini cukup kuat untuk menahan masa air laut?
31:59Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN
32:02punya data penelitian turunnya permukaan tanah setiap tahunnya.
32:05Salah satu penyebab yang ikut memicu hal ini
32:08adalah penggunaan air tanah yang dilakukan secara masif.
32:12Tapi ada faktor lain yang sangat krusial di sini yaitu
32:17karena penyedotan air tanah.
32:18Bisa jadi karena penyedotan yang terjadi di akifur dangkal,
32:22pada air tanah dangkal.
32:24Sehingga kalau kita lihat penurunan yang terjadi itu
32:27ada sifatnya sporadis.
32:32Guna menekan penggunaan air tanah,
32:34pemerintah provinsi di Kijakarta mendorong masyarakat
32:36beralih kelayanan perpipaan palm jaya.
32:39Upaya yang sudah dilakukan oleh pemerintah sebenarnya cukup bagus ya
32:44mempunyai program bersama-sama dengan palm jaya ya.
32:48Jakarta diperkirakan di tahun 2030 itu
32:51bebas terhadap penyedotan air tanah dalam.
32:55Pemerintah pusat juga memiliki upaya
32:57proyek strategis nasional bertajuk Giant Sea Wall atau GSW.
33:01Proyek ini dikadang-kadang menjadi benteng terakhir
33:03untuk melindungi masyarakat pesisir
33:05dari ancaman peningkatan permukaan air laut.
33:09Sejak dicanangkan Giant Sea Wall mengalami perubahan desain
33:12dari waktu ke waktu,
33:13kini GSW resmi dikelola oleh Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa
33:17yang dibentuk sejak Agustus 2025 silam.
33:22Tak tanggung-tanggung,
33:23tanggung laut raksasa ini diklaim
33:24tak hanya melindungi peradaban ekonomi,
33:27namun mampu bertahan 100 hingga 200 tahun ke depan.
33:32Proyek GSW akan fokus pada area percontohan
33:35di Teluk, Jakarta dan Semarang.
33:37Di tengah pembangunan yang dikebut,
33:38keamanan dan kualitas bagi masyarakat
33:40harus menjadi jaminan.
33:55Seluruh ancaman Jakarta tenggelam kini sudah berada di depan mata
33:59dan tentu bukan hanya sekedar isapan jempol belaka.
34:03Lalu apa sesungguhnya siasat dari pemerintah provinsi DKI Jakarta
34:07untuk memastikan ibu kota tidak tenggelam di masa depan?
34:11Saya akan berbincang secara langsung
34:13dengan Koordinator Stafsus Gubernur DKI Jakarta
34:15Prof. Firdaus Ali.
34:17Prof, terima kasih untuk waktunya.
34:19Terima kasih, selamat pagi.
34:21Baik.
34:21Prof, kita tahu bahwa narasi
34:23terkait dengan Jakarta yang di masa depan
34:26diprediksi akan tenggelam ini
34:28semakin menyeruak ke permukaan.
34:29Apa siasat dan strategi dari Pemprov DKI Jakarta
34:33untuk memastikan bahwa ibu kota kita
34:35tidak tenggelam di masa depan?
34:37Laju turun muka tanah kita di Jakarta ini
34:39tertinggi di planet ini saat ini
34:42setelah Mexico City, Bangkok, Yokohama, dan Jakarta.
34:45Tertinggi di dunia?
34:46Oke.
34:46Dengan rata-rata 12 cm per tahun
34:49walaupun juga ada titik tertentu 34 cm per tahun.
34:52Jadi di sisi lain, dampak dari pemanasan global
34:56naiknya suhu planet ini, es mencair,
35:00muka air laut juga naik rata-rata
35:025-6 mm per tahun.
35:05Oke.
35:05Dalam konteks itulah kemudian
35:08gagasan untuk membangun
35:11National Capital Integrated Coastal Development
35:13yang disebut dengan NCICD.
35:16NCICD digagasi dalam konteks apa?
35:18Dalam konteks dari jangka pendek
35:20dan jangka menengah dan jangka panjang.
35:22Iya.
35:23Terbagi atas dua fase sebetulnya.
35:26Fase pertama itu bagaimana
35:28menyelesaikan fase A.
35:30Oke.
35:30Yang kita sebut dengan
35:32tanggul pesisir dan tanggul sungai di muara.
35:35Dan untuk tempat kita berdiri saat ini, Prof.
35:38Ini tanggul pesisir yang tadi Prof sebutkan?
35:40Iya.
35:41Mungkin bisa dijelaskan, Pak.
35:42Landscape ini akan seperti apa?
35:43Oke.
35:44Ini kita sekarang berada di dekat Ancol, ya.
35:47Iya.
35:47Dan ini baru saja kita selesaikan
35:50akhir tahun kemarin.
35:51Ini bagian dari fase A.
35:54Tanggul pantai.
35:55Saya ingin tanyakan bahwa
35:56sebelumnya, Prof. Dauz,
35:58narasi soal tidak hanya NCICD,
36:01tetapi juga Giant Sea Wall.
36:02Ini menjadi pertanyaan di tengah publik.
36:04Saya ingin tanyakan,
36:05apakah ini yang disebut dengan
36:06Giant Sea Wall?
36:07Oh tidak.
36:08Tanggul lepas pantai,
36:10itu kita sebut dengan fase B dan C.
36:14Oh.
36:14Jadi itu yang kita sebut dengan
36:15Giant Sea Wall.
36:17Kalau ini bukan Giant Sea Wall.
36:18Ini bukan Giant Sea Wall, ya.
36:19Tapi adalah tanggul pantai,
36:21pesisit bagian dari NCICD,
36:23Giant Sea Wall juga bagian dari NCICD.
36:26Oke.
36:26Boleh kita lihat, Prof?
36:27Sekarang kita sengaja meninggikan
36:29jauh lebih tinggi dari tanggul-tanggul
36:31yang sudah kita bangun selama ini.
36:34Oke.
36:34Tujuannya buat apa?
36:36Setidaknya dalam,
36:37katakan 20 tahun ke depan,
36:39sampai Giant Sea Wall terbangun,
36:41ini efektif untuk melindungi
36:44daratan Jakarta.
36:45Untuk tingginya ini berapa, Prof?
36:46Ya, 2,4 meter.
36:492,4 meter.
36:50Dari NCICD level, sebetulnya.
36:52Dari permukaan laut, ya.
36:54Untuk anggaran sendiri,
36:55total selama pemerjaan ini?
36:57Tentunya anggaran ini sangat besar sekali.
37:00Kalau kita ingin menyelesaikan tanggul,
37:02khas ini semuanya,
37:04setidaknya kita butuh anggaran
37:06lebih dari 15 triliun.
37:08Lalu untuk Giant Sea Wall,
37:09yang nantinya akan ada di Ibu Kota,
37:11posisinya di mana, Prof?
37:11Oke, jadi kalau kita tarik garis lurus
37:14dari Marina Ancol ini,
37:16kira-kira 9,6 kilometer nanti dari sini.
37:199,6 kilometer,
37:20apinya di tengah laut?
37:21Di tengah laut.
37:22Ya, dengan kedalaman rata-rata
37:2416 sampai dengan 19 meter,
37:274 metrinya,
37:28minus di bawah.
37:29Tanggul NCIC di fase B dan C
37:33yang kita sebut dengan Giant Sea Wall,
37:35ya, kira-kira panjangnya nanti
37:40kira-kira 42 kilometer.
37:42Untuk di wilayah Jakarta?
37:44Dan plus sedikit Banten dan sedikit Bekasi.
37:47Oke.
37:48Ya, totalnya.
37:49Lebar di permukaannya 250 meter,
37:52otomatis di bawah base-nya itu
37:53kira-kira hampir 750 meter.
37:55Oke.
37:55Jadi kita akan mendapatkan tambahan,
37:58tambahan daratan baru.
37:59Di luar reklamasi yang akan kita selesaikan nanti.
38:02Di atasnya itu nanti akan ada
38:04sport, kawasan pengembangan terpadu.
38:07Nanti akan ada MRT di sananya,
38:09akan ada LRT,
38:10akan ada highway,
38:11dan ada kemudian kawasan bisnis.
38:13Boleh kita atasannya, Pak?
38:14Oke.
38:15Saya akan tunjukkan, Saudara.
38:15Ini adalah tanggul pesisir ya,
38:18dan berbeda dengan Giant Sea Wall.
38:20Ketika tadi disebutkan bahwa
38:22tanggul pesisir ini,
38:23ataupun fase A,
38:24dari NCICD ini sudah rampung,
38:27sementara masih ada pekerjaan ke depan
38:30Giant Sea Wall di Jakarta,
38:31di tengah laut.
38:32Proses pembagian pekerjaannya
38:34dengan pemerintah pusat seperti apa?
38:35Tanggul Giant Sea Wall,
38:38NCICD yang B dan C tadi,
38:41ini membutuhkan biaya yang sangat masif sekali.
38:43Sangat masif sekali?
38:44Ya, kenapa?
38:45Karena kita harus mereklamasi
38:46daerah yang di tengah laut,
38:48kita akan mencarikan
38:50skema pembiayaan
38:51yang tidak bergantung
38:53dari APBD maupun APBN.
38:56Oke.
38:56Tetapi,
38:57bukan berarti tidak ada APBD, APBN,
38:59yang tetap ada,
39:00karena itu bentuk komitmen
39:01dari pemerintah,
39:02baik pusat maupun daerah,
39:04dalam rangka serius,
39:05yang melindungi Jakarta.
39:08Ya, dan perkiraan untuk,
39:10apa, untuk wilayah DKI Jakarta sendiri itu,
39:13ya sangat masif sekali.
39:14Setidaknya,
39:15kita butuh 120 triliun.
39:17120 triliun?
39:18Hanya untuk di Jakarta.
39:20DKI saja.
39:21Oke.
39:22Yang kemudian jadi pertanyaan juga bahwa,
39:24ini semacam mimpi besar
39:26dari pemerintah kita
39:28untuk kemudian membangun
39:30Giant Sea Wall,
39:32katakanlah di sepanjang Pantura.
39:33Kalau tidak salah,
39:34panjangnya bahkan hampir 500 km.
39:36Dan untuk di wilayah Jakarta sendiri,
39:38pertanyaannya,
39:39dimulainya kapan?
39:39Kita mengharapkan
39:41September tahun 2026 ini
39:43sudah kita mulai
39:44dengan membangun
39:47perkampungan nelayan modern terpadu.
39:50Akan ada tempat pelalang ikan,
39:52akan ada call stories,
39:54akan ada hunian nelayan,
39:56dan akan ada termagang untuk nelayan,
39:58dan juga ada sekolah untuk nelayan.
40:00Apakah kemudian,
40:00ini sudah dapat dipastikan,
40:03bahasa sederhana mungkin tidak ada
40:05kebocoran,
40:06atau hal-hal lain yang kemudian
40:08bisa saja kembali mengakibatkan
40:09potensi ibu kota kita tenggelam.
40:11Kita ingin memastikan bahwa
40:12kota ini akan eksis,
40:14katakan 5 abad,
40:1510 abad ke depan.
40:17Untuk itulah kemudian,
40:19sistem proteksi yang kita bangun
40:21harus betul-betul paripurna.
40:25Ancaman yang pernah dikatakan,
40:26Jakarta akan tenggelam,
40:28itu bisa saja terjadi
40:29kalau kita tidak mengantisipasinya.
40:31Ini fakta!
40:51Setelah saya berada di wilayah
40:52perbatasan Jakarta Utara,
40:54saya akan tunjukkan satu tugu
40:56yang begitu menggambarkan
40:58betapa ekstrimnya,
41:00betapa masifnya penurunan tanah
41:02di buku kota DKI Jakarta.
41:03Saya akan tunjukkan.
41:04Ada tulisan di bagian paling atas,
41:06permukaan tanah di Jakarta Utara
41:08tahun 1974.
41:10Apa maknanya?
41:11Saya akan tanyakan kepada Pak Yayat Supriyatna,
41:15pengamat Tata Kota Universitas Trisati.
41:17Terima kasih Pak Yayat untuk waktunya.
41:19Saya ingin langsung bahas Pak.
41:20Di bagian paling atas,
41:22tulisannya permukaan tanah
41:23Jakarta Utara tahun 1974.
41:25Maknanya apa?
41:26Nah, ini adalah saksi.
41:29Saksi tentang penurunan permukaan
41:32permukaan tanah di Jakarta.
41:34Jadi kalau ditanyakan,
41:35wah ini Pak tingginya hampir 4,5 meter.
41:394,5 meter?
41:404,5 meter.
41:41Artinya saja,
41:42di tahun 1974,
41:43muka tanah Jakarta
41:45posisinya masih
41:46tidak terlalu jauh
41:48dengan laut itu ya.
41:49Saya ingin ingatkan,
41:50artinya itu adalah ketinggian tanah
41:52di tahun 1974?
41:54Iya.
41:55Jauh di atas kepala kita?
41:56Di atas kepala kita.
41:57Betapa kondisi tanah kita
41:59sudah turun
42:00hampir lebih 4,5 meter
42:02dibandingkan tahun 1974.
42:04Ini di Jakarta Utara,
42:06ini di Jakarta Barat,
42:07dan ini di Jakarta Timur.
42:09Dan ini hari ini,
42:11kita di sini.
42:12Penurunan tanah itu apakah kemudian
42:13hanya dipengaruhi oleh satu faktor?
42:15Eksploitasi air tanah?
42:16Atau mungkin pembangunan yang masif
42:17juga turut mempengaruhi itu Pak?
42:19Iya.
42:19Pengambilan secara berlebihan itu
42:21akan mempengaruhi struktur
42:23kondisi tanah itu sendiri.
42:24Ditambah dengan tekanan intensitas
42:27pembangunan secara masif
42:29yang kadang-kadang terus serang saja
42:30tidak memperhatikan
42:32kondisi kelaikan bangunan tersebut.
42:35Apakah artinya
42:35kecepatan dari penurunan permukaan tanah
42:38ini semakin meningkat?
42:38Iya, jelas.
42:40Wilayah mana yang paling rentan?
42:42Wilayah yang paling rentan ini
42:43Utara.
42:44Jelas.
42:45Kemudian Jakarta Barat sebagian.
42:46Demikian juga Jakarta Timur.
42:48Artinya,
42:49ancaman yang pernah dikatakan
42:50pada tahun 2055,
42:53Jakarta akan tenggelam.
42:55Itu bisa saja terjadi
42:56kalau kita tidak mengantisipasinya
42:58dan tidak melakukan upaya
42:59pengurangan pengumpulan air tanah
43:01secara berlebihan.
43:02Artinya analisa terkait
43:03dengan prediksi Jakarta
43:04mungkin saya tenggelam
43:05itu bukan isapan jempol belakang.
43:07Ini fakta
43:08yang menunjukkan bahwa
43:10laut itu udah segitu loh.
43:12Laut itu udah.
43:13Bahwa ada sejumlah
43:15program
43:16yang kemudian dilakukan oleh
43:17pemerintah Provinsi DKI Jakarta
43:18mulai dari
43:19tanggul mitigasi
43:20kemudian juga ada tanggul
43:21pengaman laut
43:22dan yang lebih luas lagi
43:24ada Giant Sea Wall.
43:25Sudah tepat kah
43:26kebijakan itu?
43:27Nah, tanggul itu
43:28NCICD-nya
43:29dibangun.
43:30Tapi pertanyaannya
43:31berapa kuat
43:32berapa lama
43:33dia bertahan?
43:34Karena ada yang namanya
43:35degradasi
43:36struktur.
43:38Degradasi struktur itu adalah
43:39kondisi tanah
43:41menurun
43:41strukturnya
43:42juga bisa menurun.
43:43Bisa juga
43:44korosi
43:45atau dipengaruhi oleh
43:46kondisi bangunan
43:48yang mengalami pelapukan
43:50atau perubahan
43:51karena tekanan air laut.
43:52Artinya memungkinkan
43:53jika suatu saat
43:54tanggul tersebut
43:55mengalami kebocoran.
43:56Bisa
43:57pembangunan teknis
43:58tanggul itu
43:59harus memperhatikan
44:00aspek tekanan
44:01gelombang,
44:03tekanan kondisi tanah
44:04yang bisa mempengaruhi
44:05ketahanan temboknya
44:07bukan sekedar
44:08membuat tanggul loh.
44:09Penurunan permukaan tanah
44:10dan potensi Jakarta
44:11tenggelam
44:12itu bukan hanya sekedar
44:13fenomena alam
44:13tetapi juga mungkin
44:14mohon maaf
44:15kegagalan tata kota
44:16di ibu kota.
44:16Jakarta bukan kota
44:18yang didesain
44:19sejak awal.
44:20Jadi bisa dikatakan
44:22kota yang tidak
44:23didesain
44:24tidak direncanakan
44:25sejak awal
44:26dia akan tumbuh kembang
44:28seiring dengan
44:29dinamika masyarakatnya
44:30sehingga
44:31infrastrukturnya
44:33tidak memperhatikan
44:34mitigasi
44:35kebencanaannya.
44:36Mungkin
44:37saran dari Pak Yayat
44:38dalam waktu dekat
44:40menengah
44:40hingga panjang
44:41apa yang kemudian
44:42harus dilakukan oleh
44:43pemerintah untuk
44:44mengurangi potensi
44:45Jakarta tenggelam.
44:46Pertama begini
44:47DKI Jakarta
44:49sudah punya
44:51mencanangkan program
44:52100%
44:54air minum
44:55perpipaan
44:56nah
44:56artinya apa
44:57dia punya target
44:59supaya pengambilan
45:00air tanah itu
45:01tidak terus menerus
45:02terjadi
45:02secara eksploitatif
45:04tapi pertanyaannya
45:05100% ini
45:06konsumennya siapa
45:07pembangunan mal
45:08apartemen
45:09hotel
45:10pusat perbelanjaan
45:11dan sebuahnya
45:12industri
45:13nah
45:14apa
45:14mampu tidak
45:15kita mensuplai
45:17air untuk
45:17kebutuhan industri
45:18artinya
45:19yang kedua
45:20pengendalian
45:21tata ruang
45:21DKI harus berani
45:23mengeluarkan
45:24namanya
45:25ruang
45:25mitigasi
45:26bencana
45:27rentan
45:27bencana
45:28nah
45:28dikeluarkan saja
45:29satu
45:30rentan penurunan
45:31permukaan tanah
45:32rentan rob
45:34ya kan
45:34rentan gerakan tanah
45:36dan rentan lainnya
45:37cuman
45:38kalau kita keluarkan
45:39orang takut
45:40takutnya apa
45:41nilai propertinya turun
45:42itu yang dikhawatirkan
45:44kadang-kadang
45:44membuat orang galau
45:45tapi menurut saya
45:46tegas saja
45:47mitigasi
45:48seperti ini
45:49penanganan infrastrukturnya
45:50dilakukan untuk
45:52pencegahannya
45:53bahwa ancaman
45:54itu tetap akan datang
45:56tapi yang penting adalah
45:57bagaimana kita
45:58mengamankan
45:59dan melakukan
46:00penataan ulang
46:01terkait kondisi Jakarta
Komentar