Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Sebetulnya ada apa dengan Bursa Saham Indonesia, karena asing kompak memberikan teguran.

Setelah gonjang-ganjing IHSG akibat dijewer MSCI yang menyoroti transparansi struktur kepemilikan saham, terakhir giliran dari lembaga pembuat indeks saham global FTSE Russell memutuskan menunda peninjauan indeks Indonesia periode Maret 2026.

Langkah ini diambil seiring dengan reformasi perhitungan saham beredar di publik atau free float yang digodok OJK bersama BEI.

Susul MSCI, FTSE Russell memutuskan menunda tinjauan indeks saham Indonesia. Apakah akan memengaruhi market Tanah Air?

Apakah ini bisa dijadikan momentum bagi Bursa Saham Indonesia untuk sesegera mungkin mereformasi soal transparansi struktur kepemilikan saham, yang diminta MSCI.

Kita langsung bahas bersama Kepala Riset Panin Sekuritas, Nico Laurens.

Baca Juga [FULL] Outlook Kredit 19 Perusahaan Turun, Seberapa Besar Dampaknya ke IHSG? di https://www.kompas.tv/nasional/649989/full-outlook-kredit-19-perusahaan-turun-seberapa-besar-dampaknya-ke-ihsg

#saham #ihsg #sahamindonesia

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/651004/ihsg-hijau-di-tengah-penundaan-ftse-russell-ini-analisis-kepala-riset-panin-sekuritas
Transkrip
00:00Anda menyaksikan kompas bisnis saudara dan yang dibahas kompas bisnis hari ini terkait yang di belakang saya ini yaitu asing
00:06kompak sentil saham Indonesia.
00:09Dan setelah MSCI kini giliran dari Futsi Russell yang tunda tinjauan indeks Indonesia lalu bagaimana nasib IHSG.
00:18Saudara sebetulnya ada apa dengan bursa saham Indonesia karena asing kompak memberikan teguran.
00:23Setelah gonjang-ganjing IHSG akibat dijewer oleh MSCI yang menyoroti transparansi struktur kepemilikan saham,
00:31terakhir giliran dari lembaga pembuat indeks saham global Futsi Russell yang memutuskan menunda peninjauan indeks Indonesia periode Maret 2026.
00:42Langkah ini diambil seiring dengan reformasi perhitungan saham beredar di publik atau free float yang digodok OJK bersama BEI.
00:50Lalu mengapa MSCI dan Futsi sangat penting bagi bursa saham tanah air?
00:56Tentu berpengaruh karena kedua lembaga ini yang membuat indeks acuan yang dipakai triliunan dolar fund manager dunia
01:04mulai dari ETF, reksadana asing hingga dana pensiun.
01:08Sederhananya saudara jika masuk indeks maka asing otomatis beli.
01:13Jika keluar indeks maka asing otomatis jual.
01:17Karena itu setiap keputusan MSCI dan Futsi bisa berdampak ke market.
01:22Kami sepekan lalu, BEI kembali bertemu dengan MSCI.
01:25Apa saja yang dibahas berikut pernyataan dari PJS di Lut Bursa Efek Indonesia.
01:31Sebagai komitmen kita untuk meningkatkan transparansi dan integritas pasar,
01:38kami juga tentu melihat best practice yang ada di bursa-bursa global.
01:45Oleh karena itu, kami juga akan menerbitkan shareholders concentration list
01:57atau daftar saham yang terindikasi memiliki pemegang saham yang terkonsentrasi
02:10yang juga sudah diterapkan di Hongkong.
02:15Ya selain MSCI yang turut mengaruhi pasar beberapa pekan terakhir adalah
02:20keputusan Badan Pemeringkat Internasional Moody's yang menurunkan outlook RI
02:24dan korporasi Indonesia dari stabil menjadi negatif.
02:28Meski demikian, Bank Indonesia menilai fundamental sektor keuangan tetap kuat.
02:34Variable yang ada terjadi saat ini, kita inkorporasi.
02:40Apakah nanti outcome-nya masing-masing membagi, kami tidak bisa prediksi.
02:47Apakah nanti mubis mau ngomong apa, saya jadi dukung nanti.
02:51Kalau itu saya tidak bisa ngomong bahwa itu arembolnya akan sama gitu.
02:58Karena kan kita masing-masing-masing punya judgment maupun pada indikator-indikator masing-masing.
03:06Apakah ada kesamaan atau tidak, apakah hal ini, itu saya ingin menerima kasih.
03:13Saudara, lalu bagaimana dengan pergerakan IHSG? Kita lihat ke data berikut ini.
03:19Ya setelah Futsi berilis keputusan untuk menunda peninjauan indeks Indonesia periode Maret 2026,
03:25IHSG justru terpantau menghijau dengan kenaikan 3,04 persen selama sepekan.
03:31Lebih lengkap, saudara, ini saya perlihatkan untuk Anda,
03:35di mana pada 9 Februari, pada pekan lalu, ataupun hari Senin,
03:38di mana IHSG berada di level 8.031, kemudian naik tipis di 8.131,
03:47padahal di tanggal 9 ilah, Futsi merilis terkait dengan penundaan review terhadap indeks Indonesia.
03:54Kemudian IHSG kembali naik di 11 Februari, di level 8.290,
03:59dan di sehari berikutnya, ini turun tipis di level 8.265,
04:06dan pada penutupan perdagangan pekan lalu, IHSG kembali melemah di level 8.212.
04:14Ya saudara, meski IHSG menghijau selama sepekan,
04:17lalu bagaimana dengan arus dana asing, apakah masuk atau keluar?
04:20Kita lihat di data berikutnya.
04:22Ya ternyata masih banyak yang keluar di mana IHSG hijau,
04:27tapi aksi jual asing masih deras,
04:29dan yang keluar selama sepekan terakhir dari bursa saham Indonesia,
04:34yaitu sebesar 2,5 triliun rupiah.
04:38Bahkan kalau kita mundur lagi saudara ke periode satu bulan terakhir,
04:42aksi jual asing justru lebih besar lagi,
04:45senilai 20,81 triliun rupiah.
04:48Lalu kira-kira selama awal 2026 ini,
04:51lembaga asing mana yang menegur bursa saham Indonesia?
04:54Kita ke data berikutnya.
04:57Nah ini dia yang asing kompak sentil saham Indonesia selama tahun 2026.
05:04Yang pertama kita lihat ada di tanggal 28 Januari.
05:09Ini yang paling menghebohkan adalah pada 28 Januari ini,
05:13ketika MSCI menyatakan kekhawatiran akan transparansi
05:18kepemilikan dan perdagangan saham di tanah air.
05:21Kondisi ini saudara memicu trading hak 2 hari berturut-turut.
05:24Pemerintah langsung merespons dan berkomitmen
05:27memenuhi permintaan MSCI terkait transparansi
05:31dan juga batas minimum free float sebesar 15%.
05:36Kemudian selanjutnya di satu hari berikutnya,
05:39yaitu di 29 Januari 2026,
05:44ada Bank Investasi Global Goldman Sachs
05:46yang menurunkan IHSG menjadi underweight.
05:49Sebetulnya ini masih ada kaitannya dengan rilis MSCI sehari sebelumnya,
05:55di mana analis Goldman Sachs menilai keputusan MSCI menjadi sentimen negatif
06:00yang mebebani kinerja pasar saham Indonesia ke depan.
06:04Dan langkah ini saudara berpotensi memperpanjang tekanan jual,
06:08terutama investor pasif.
06:10Dan terakhir, pada 9 Februari atau pada pekan lalu,
06:14ini adalah lembaga pembuat indeks Futsi Russell
06:18yang pada 9 Februari lalu ini memutuskan menunda peninjauan indeks Indonesia
06:23periode Maret 2026.
06:25Di tengah OJK dan juga Bursa Efek Indonesia
06:28yang sedang berusaha mereformasi pasar modal setelah ditegur oleh MSCI,
06:32Futsi melihat ini sebagai fase transisi yang rawan salah hitung bobot.
06:38Makanya diputuskan untuk menunda review alias wait and see dululah
06:42sampai aturannya jelas baru dievaluasi.
06:46Futsi bilang ini nggak ada hubungannya dengan status Indonesia sebagai emerging market.
06:51Dan saudara itu tadi asing yang kompak menyentil saham Indonesia selama tahun 2026.
06:59Lalu saudara, sejauh mana keputusan Futsi Russell akan memengaruhi market tanah air,
07:04lalu bagaimana dampak jangka panjangnya?
07:06Apakah ini bisa dijadikan momentum bagi Bursa Saham Indonesia
07:09untuk sesegera mungkin mereformasi soal transparansi struktur kepemilikan saham
07:14hingga batas minimal free float?
07:16Usah cedak kami kembali dengan pembahasan lengkapnya untuk Anda.
07:20Tetaplah bersama kami di Kompas Bisnis.
07:36Anda masih bersama kami di Kompas Bisnis Saudara,
07:39susu MSCI, Futsi Russell, memutuskan menunda tinjauan indeks saham Indonesia.
07:44Apakah akan mengaruhi market tanah air dan apakah ini bisa dijadikan momentum
07:47bagi Bursa Saham Indonesia untuk sesegera mungkin mereformasi soal transparansi struktur kepemilikan saham
07:53yang diminta oleh MSCI?
07:55Kita langsung bahas bersama Kepala Riset Panin Sekuritas, Nico Lorenz.
07:59Mas Nico, selamat pagi.
08:01Pagi, Mas Ian.
08:02Mas Nico, ini kan pekan lalu, Futsi menunda peninjauan indeks ataupun IHSG sepekan
08:08yang masih hijau juga kemarin kalau kita pantau.
08:10Ini kalau kita lihat-lihat, membandingkan antara keputusan dari Futsi untuk menunda
08:15dengan IHSG yang sepekan masih hijau.
08:17Kok ini kayaknya pasar tidak seri aktif ketika kebijakan MSCI ya?
08:21Kenapa begitu ya, Mas Nico?
08:23Iya, karena sebenarnya kalau buat yang Futsi ini ya,
08:27mungkin somehow kalau kita lihat by size capitalization yang dipakai benchmark
08:31itu mungkin lebih kecil sih ya, Mas Ian.
08:33Karena kalau kita lihat MSCI ini kan tadi sudah di-state juga,
08:36kayak contohnya banyak pension fund atau sovereign wealth fund juga,
08:40asset management gitu.
08:41Jadi itu yang sebenarnya menjadi benchmark yang banyak lebih dipakai gitu.
08:45Kalau FTSI itu mungkin sebenarnya by size lebih sedikit sebenarnya.
08:49Karena kan bisnisnya kurang lebih sama ya, Mas Ian.
08:51Ini kan tipikanya sebagai mirroring kalau mereka mau bikin ETF atau misalnya index fund.
08:57Nah, jadi seperti itu sih.
08:58Coba memang sebenarnya secara istrikel sini,
09:00Futsi itu kecenderungannya dibanding MSCI itu dia lebih less strict sebenarnya.
09:05Contohnya kalau kita ngomongin dari sisi misalnya kayak regulasi soal kayak free float,
09:10mereka tuh lebih less strict misalnya.
09:13Terus kebijakan buat investor mereka juga kadang lebih pro.
09:16Jadi somehow kalau misalnya ada downgrade kasusnya,
09:19maksudnya kalau kasusnya downgrade ini kan ada beberapa case kan.
09:23Biasanya kalau Futsi ada downgrade, itu dampaknya tuh lebih manageable gitu ya.
09:29Dibandingin kalau kita melihatnya si MSCI yang sebenarnya lebih shock gitu kan.
09:34Dulu kan kejadian banyak ya.
09:36Dulu Pakistan kita pernah downgrade.
09:38Argentina dulu MSCI itu pernah downgrade.
09:41Kalau kita lihat Yunani waktu itu juga pernah downgrade.
09:44Itu shocknya kelihatan.
09:46Karena dia size-nya tuh langsung sangat besar gitu ya.
09:49Jadi yang pakai benchmark MSCI itu sangat besar.
09:51Cuma kalau Futsi biasanya kalau ada downgrade,
09:54dia dampaknya nggak shock gitu.
09:55Jadi dia biasanya lebih gradual.
09:57Nah jadi seperti itu sih Mas Sian.
10:00Oke artinya dibandingkan dengan MSCI,
10:03keputusan dari Futsi ini lebih manageable begitu ya.
10:05Tapi kalau kita melihat dari keputusannya untuk menunda,
10:09ini sebetulnya bisa dibilang momentum yang bagus nggak sih bagi bursasan Indonesia?
10:13Karena secara teknis kan ini Futsi ini white NC dulu,
10:16belum ada keputusan begitu.
10:19Iya, buat bursa kita sih harusnya sih momentumnya bagus ya Mas Sian ya.
10:24Karena ya kita akan beresin.
10:26Ini kan salah satu concern yang paling utama ini kan masalah tata kelola ya.
10:29Good corporate governance itu sesuatu yang sebenarnya is must.
10:33Nggak cuma di level korporasi, cuman di level bursa.
10:36Jadi kita sebenarnya apresiasi.
10:39Dan kita apresiasi juga pemerintah, regulator itu cepat gitu ya gerakannya.
10:44Karena bursa efek, OJK, dan antara juga terlibat, pemerintah juga terlibat.
10:49Intinya langsung beresin beberapa kebijakan.
10:51Bikin konferensi pers gitu.
10:53Jadi matepun jadi ada sedikit ketenangan gitu ya.
10:57Bahwa kayaknya chance kita di downgrade itu relatifnya lebih minim.
11:02Clear sih maksudnya dari beberapa propose yang diajukan oleh bursa gitu ya.
11:06Tadi udah dibahas juga.
11:07UBO itu didisclose yang lebih dari 1% akan didisclose.
11:12Shareholder concentration list ini juga menurut kita adalah game changer.
11:15Ini akan positif karena kan concern paling utama itu MSCI takut ada beberapa saham
11:21yang bobotnya besar yang bisa masuk ke bursa efek itu ternyata mereka-mereka juga.
11:25Ternyata bukan saham-saham yang bisa dibeli atau investable shares.
11:29Cuman itu concentration ke nomini yang sama gitu ya.
11:33Jadi dengan adanya indikasi shareholder concentration list itu beresin concernnya si MSCI.
11:38So itu kita lihatnya positif.
11:41Ketiga free float ya.
11:42Free float ini juga menurut kita sih sebenarnya juga bagus ya.
11:44Cuman kan market dulu kan agak takut tuh Mas Yan.
11:47Karena kalau kita lihat kan kemarin oh kalau bisa nih nanti 15% itu diberesin misalnya bulan Maret.
11:52Ada yang bilang 15% diberesin tahun ini.
11:56Siapa yang mau serap liquidity-nya?
11:57Karena kalau kita melihat 15% dari posisi sekarang regulasi 7,5% itu bisa sekitar 100 triliun yang keluar.
12:05Mereka harus kayak controlling shareholder harus lepas mereka punya barang biar jadi free float.
12:11Dan itu siapa yang bisa serap gitu ya.
12:13Cuman dengan adanya timeline dibikin 3 tahun menurut kita sih sebenarnya jadi katalas positif.
12:20Jadi kita nggak akan melihat selling pressure akan signifikan dalam waktu pendek ini.
12:24Jadi beberapa kebijakan itu kita lihatnya positif sih Mas Yan ya.
12:30Kalau kita lihat dari kebijakan-kebijakan memang ini diawali dari MSCI yang tadi soal transparansi,
12:35kepemilikan saham, soal free float juga yang minimal 15%.
12:38Kemudian diikuti juga dengan ada asing lainnya Goldman Sachs yang menurunkan indeks Indonesia menjadi underweight.
12:45Kemudian terakhir ini Futsi.
12:47Ini Futsi juga bilang jika review dipaksakan maka akan bias dengan indeks yang kemungkinan tidak akan akurat karena menunggu langkah
12:55-langkah Indonesia setelah ada teguran dari MSCI.
12:58Sebetulnya kalau kita runut-runut ini Mas Niko, apa keterkaitan antara kebijakan MSCI dengan keputusan Futsi?
13:05Dan sebelumnya juga ada Goldman Sachs.
13:07Iya, jadi sebenarnya translasinya gini kan ya Mas Yan ya.
13:11Jadi mekanisme Futsi atau MSCI ini kan sebenarnya mereka menjadi benchmarking untuk kita misalnya mau bikin reksadana.
13:19Mutual fund atau ETF-nya itu tadi.
13:22Nah, jadi kalau kita melihat itu orang akan melihat bobot.
13:25Sesimpel sebenarnya bayangin kalau seandainya Indonesia dulu bobotnya 1,5%.
13:29Kalau seandainya dalam kapitalisasi pasar di MSCI itu mungkin semua yang pakai MSCI itu bobotnya sekitar 1 triliun sampai 2
13:37triliun.
13:38Jadi kalau seandainya bobot Indonesia dari yang 1,5% itu diturunkan misalnya dari emerging ke frontier market gitu ya.
13:45Pasti bobotnya kan udah bukan Indonesia bukan kategori emerging market.
13:51Itu kategorinya adalah frontier market.
13:54Itu kapitalisasi pasarnya tadi 1 triliun, 2 triliun ini mungkin cuma 40 sampai 60 bilion USD.
14:00Mereka akan trigger akan ada outflow gitu ya.
14:03Akan ada outflow.
14:04Nah, itu kalau seandainya di downgrade.
14:06Nah, cuman base case skenario-nya sekarang ini adalah kemungkinan besar itu ada potensi Indonesia bobotnya jadi lebih kecil.
14:14Dulu kita bobotnya 1,5%.
14:16Let's say misalnya kita jadi 1%.
14:180,05% dibandingkan market cap itu pasti akan ada translasi akan ada outflow tuh mas Yan.
14:26Dan saham-saham yang ada di dalam MSCI kayak contohnya BCA, BRI, Mandiri, ada brand juga, ada BRMS.
14:34Itu pasti akan ada trigger outflow.
14:36Karena sifat manajer ini mau gak mau, oh ini Indonesia saya dulu pegangnya 1,5%.
14:41Sekarang saya kena Indonesia ini bobotnya cuma 1%, saya pegangnya kebanyakan.
14:47Jadi saya akan downgrade gitu ya.
14:49Apa yang dilakukan oleh FTC ini juga kurang lebih sebenarnya sama gitu.
14:53Karena ini kan sebenarnya mereka sama-sama benchmark kan.
14:56Jadi mereka akan lihat nih, oh MSCI pun akan melakukan kebijakan yang sama.
15:01Jadi saya juga akan kayak wait and see dulu, saya akan coba lihat apa nih treatmentnya MSCI buat ke Indonesia.
15:07Dan most likely itu kasusnya sama.
15:10Jadi sama gini sih mas Yan, analoginya mungkin juga sama kayak kita ngomonginnya lembaga-lembaga rating.
15:15Kan kemarin juga banyak yang downgrade kan.
15:18Mudis waktu itu udah kasih kita review negatif.
15:21Diturunkan dari stabil ke negatif.
15:23Biasanya umumnya itu ada kejadian itu orang akan follow.
15:27Akan ikutin.
15:28Kayak S&P kemarin walaupun belum turunin, cuman udah kasih statement ini agak hati-hati.
15:32Fits kita masih belum tahu seperti apa.
15:34Cuman ada kecenderungan ketika misalnya suatu lembaga rating atau suatu lembaga pemeringkat ya.
15:40Kayak contohnya tadi Moodis itu tadi menurunkan outlook.
15:45Biasanya yang lain tuh bakal ikutin sih.
15:47Seperti itu sih ininya mas Yan ya.
15:49Oke berarti sebetulnya ini saling berkaitan begitu karena memang datangnya dari asing.
15:55Diawali dengan MSCI di awal tahun ataupun di bulan Januari diikuti oleh Goldman Sachs yang menurunkan juga indeks Indonesia ke
16:01Underweight.
16:02Kemudian terakhir juga ada Futsi dan sebelum Futsi juga ada Moodis begitu yang juga menegur Indonesia.
16:07Bukan terhadap pemerintahnya saja tetapi juga terhadap korporasi yang memang melantai di bursa saham Indonesia.
16:13Terima kasih atas insightnya hari ini Kepala Riset Panin Sekuritas Niko Lerens bersama kami di Kompas Bisnis.
16:19Sehat selalu mas.
16:21Makasih mas Yan.
Komentar

Dianjurkan