00:00Presiden Gibran Raka Buming Raka buka suara soal komitmen dan dorongan pemerintah agar rancangan Undang-Undang RUU Perampasan Aset
00:10yang diyakini mampu memperkuat upaya pemberantasan korupsi segera dibahas dan juga disahkan.
00:15Gibran menyampaikan pandangannya soal RUU Perampasan Aset sebagai instrumen kuat melawan korupsi.
00:21Gibran mendorong pengesahan perampasan aset untuk mengembalikan kerugian negara akibat tindak pidana korupsi
00:27yang selama ini sulit dipulihkan.
00:29Gibran mengutip data Indonesia Corruption Watch atau ICW soal potensi kerugian negara
00:35akibat korupsi pada periode 2013 hingga 2022 mencapai Rp238 triliun.
00:46Indonesia sangat perlu memperkuat sistem hukumnya agar mampu mengembalikan aset negara,
00:52membuat jera para pelaku serta melindungi masyarakat dari potensi kerugian akibat korupsi.
00:59Teman-teman, komitmen dari Bapak Presiden sebagai pucuk pimpinan negara sudah sangat jelas.
01:04Tapi kesungguhan Bapak Presiden untuk memerangi korupsi dengan instrumen hukum baru
01:08yang bisa membawa manfaat besar bagi bangsa.
01:12Jika kita sungguh-sungguh ingin memberantas korupsi, maka koruptor harus dimiskinkan.
01:18Inilah esensi dari RUU Perampasan Aset yang saat ini menjadi sangat penting dan mendesak.
01:29Menanggapi pernyataan Wapres Gibran soal rancangan Undang-Undang Perampasan Aset
01:33Indonesia Corruption Watch atau ICW menilai penting bagi pemerintah dan DPR menegaskan komitmen
01:39dalam mendorong RUU Perampasan Aset harus disertai aksi nyata untuk mewujudkannya.
01:48Wacana RUU Perampasan Aset ini muncul kembali ketika adanya kritik publik berkaitan dengan
01:54pemberantasan korupsi yang dikeluarkan oleh TI, Transparansi Internasional berkaitan dengan CPI yang menurun.
02:02Jadi bagi kami adalah penting untuk menegaskan bahwa pemerintah dan DPR itu harus memiliki komitmen
02:10terhadap RUU Perampasan Aset dan jika tidak prosesnya masih akan ditunda
02:16maka itu hanya apa yang disampaikan oleh Wakil Presiden Gibran.
02:20Gibran, bagi kami hanya sekadar lip service belakang saja.
02:24Terima kasih telah menonton!
Komentar