Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Tersangka kasus ijazah Jokowi, Tifauzia Tyassuma alias dr Tifa mempertanyakan Bareskrim Polri menampilkan dua ijazah Jokowi yang berbeda saat konferensi pers pada 22 Mei 2025 lalu.

Tifa menduga tindakan Bareskrim menampilkan dua ijazah Jokowi dilakukan secara sengaja.

"Ketika tanggal 22 Mei 2025 Bareskrim Mabes Polri itu sengaja menunjukkan dua ijazah yang berbeda di hari yang sama. Satu adalah spesimen ijazah yang ditampilkan pada slide dan satu lagi adalah yang disebut ijazah asli yang diserahkan oleh adik ipar Joko Widodo, ini ada pada satu frame," ujar Tifa dalam konferensi pers di Jakarta, pada Senin (16/2/2026).

Baca Juga Dokter Tifa Sorot Noktah sampai Watermark pada Beberapa Versi Salinan Ijazah Jokowi di https://www.kompas.tv/nasional/651065/dokter-tifa-sorot-noktah-sampai-watermark-pada-beberapa-versi-salinan-ijazah-jokowi

#bareskrimpolri #ijazahjokowi #tifa

Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Vila

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/651110/tifa-pertanyakan-bareskrim-kenapa-sengaja-tampilkan-dua-ijazah-jokowi-yang-berbeda
Transkrip
00:00Saya meneliti benda hidupnya. Ini saya berikan contoh ya.
00:05Dari ketika tanggal 22 Mei 2025,
00:10Bares Krim, Mambes Polri, itu sengaja menunjukkan dua ijasa yang berbeda.
00:15Di hari yang sama, ya.
00:18Satu adalah spesimen ijasa yang ditampilkan pada slide,
00:22dan satu lagi adalah yang disebut sebagai ijasa asli yang diserahkan oleh Adi Ipar Jokowi Dodo.
00:31Nah, ini ada pada satu frame.
00:35Ini hanya ahli perilaku yang bisa melihat dan bisa membuat pertanyaan.
00:42Pertama adalah, mengapa Bares Krim sengaja menampilkan dua ijasa yang berbeda?
00:51Apakah mereka tidak memahami, saya rasa tidak mungkin.
00:59Sebab, ilmu yang saya gunakan untuk meneliti perilaku Jokowi Dodo yang terkait dengan ijasa ini,
01:06adalah ilmu yang diajarkan di CIA, diajarkan di FBI,
01:12diajarkan di Badan Intelligence Policy.
01:15Jadi ini ilmu saya itu bukan ilmu goib, ilmu yang sangat biasa.
01:20Oleh karena itu, maka saya pun juga berpikir bahwa Bares Krim, Mabel Sporley,
01:26itu pasti juga punya ilmu tersebut, atau tidak-tidaknya memahami.
01:30Oleh karena itu, maka pertanyaan saya ketika di tanggal 22 Mei 2025 adalah,
01:35mengapa Bares Krim sengaja menunjukkan dua spesimen ijasa Jokowi Dodo yang berbeda?
01:42Ini adalah sebuah pertanyaan misteri.
01:46Bisa terjawab, kalau ternyata Bares Krim tidak paham.
01:52Kalau Bares Krim, Dirti Pidum Johandani itu tidak paham,
01:57bahwa dia menunjukkan dua spesimen ijasa yang berbeda.
02:01Nah itu terjawab.
02:02Oh berarti polisi tidak profesional.
02:03Nah, tetapi saya meragukan itu.
02:06Karena itu saya berpikir,
02:08apakah sebetulnya Bares Krim itu memberikan clue kepada kami sebagai peneliti?
02:12Untuk meneliti lebih lanjut.
02:14Sebab pada hari yang sama,
02:17di mana Bares Krim menyatakan bahwa ijasa Jokowi itu identik,
02:23pada saat yang sama muncul,
02:26di hari yang sama, di detik yang sama muncul dua spesimen ijasa yang berbeda.
02:31Ini yang sangat menarik.
02:33Nah, kemudian saya ingin berikan sebuah teka-teki kepada seluruh netizen,
02:38supaya bisa bersama-sama dengan kita untuk belajar.
02:42Pertama adalah,
02:44pada saat kemunculan spesimen pertama kali di tanggal 20 Oktober 2022,
02:4924 Oktober 2022,
02:52jejak digitalnya masih ada,
02:56dekan kehutanan UGM Dr. Sigit Sunarta,
02:59itu menunjukkan fotokopi ijasa Jokowi Dodo.
03:05Yang dia sebut sebagai fotokopi ijasa Jokowi Dodo.
03:10Fotokopi ijasa Jokowi Dodo.
03:14Tetapi,
03:16dia tidak detail,
03:17dia tidak lihat detailnya.
03:21Ini adalah fotokopi,
03:24bukan dari ijasa asli.
03:28Sebab,
03:29kalau ijasa asli,
03:31tidak mungkin disimpan dalam keadaan terlipat.
03:37Tidak mungkin ada satu orang pun di muka bumi ini,
03:41yang menyimpan ijasanya itu dalam keadaan terlipat,
03:44sehingga ketika ditampilkan oleh dekan kehutanan UGM itu,
03:48dia mendapatkan fotokopi ijasa yang terlipat.
03:52Itu sungguh tidak masuk akal.
03:54Nah, makanya nih,
03:55memang perlunya ahli perilaku itu diperbantukan di kepolisian ya Pak.
03:59Sampai jumpa.
03:59Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan