00:00Saya meneliti benda hidupnya. Ini saya berikan contoh ya.
00:05Dari ketika tanggal 22 Mei 2025,
00:10Bares Krim, Mambes Polri, itu sengaja menunjukkan dua ijasa yang berbeda.
00:15Di hari yang sama, ya.
00:18Satu adalah spesimen ijasa yang ditampilkan pada slide,
00:22dan satu lagi adalah yang disebut sebagai ijasa asli yang diserahkan oleh Adi Ipar Jokowi Dodo.
00:31Nah, ini ada pada satu frame.
00:35Ini hanya ahli perilaku yang bisa melihat dan bisa membuat pertanyaan.
00:42Pertama adalah, mengapa Bares Krim sengaja menampilkan dua ijasa yang berbeda?
00:51Apakah mereka tidak memahami, saya rasa tidak mungkin.
00:59Sebab, ilmu yang saya gunakan untuk meneliti perilaku Jokowi Dodo yang terkait dengan ijasa ini,
01:06adalah ilmu yang diajarkan di CIA, diajarkan di FBI,
01:12diajarkan di Badan Intelligence Policy.
01:15Jadi ini ilmu saya itu bukan ilmu goib, ilmu yang sangat biasa.
01:20Oleh karena itu, maka saya pun juga berpikir bahwa Bares Krim, Mabel Sporley,
01:26itu pasti juga punya ilmu tersebut, atau tidak-tidaknya memahami.
01:30Oleh karena itu, maka pertanyaan saya ketika di tanggal 22 Mei 2025 adalah,
01:35mengapa Bares Krim sengaja menunjukkan dua spesimen ijasa Jokowi Dodo yang berbeda?
01:42Ini adalah sebuah pertanyaan misteri.
01:46Bisa terjawab, kalau ternyata Bares Krim tidak paham.
01:52Kalau Bares Krim, Dirti Pidum Johandani itu tidak paham,
01:57bahwa dia menunjukkan dua spesimen ijasa yang berbeda.
02:01Nah itu terjawab.
02:02Oh berarti polisi tidak profesional.
02:03Nah, tetapi saya meragukan itu.
02:06Karena itu saya berpikir,
02:08apakah sebetulnya Bares Krim itu memberikan clue kepada kami sebagai peneliti?
02:12Untuk meneliti lebih lanjut.
02:14Sebab pada hari yang sama,
02:17di mana Bares Krim menyatakan bahwa ijasa Jokowi itu identik,
02:23pada saat yang sama muncul,
02:26di hari yang sama, di detik yang sama muncul dua spesimen ijasa yang berbeda.
02:31Ini yang sangat menarik.
02:33Nah, kemudian saya ingin berikan sebuah teka-teki kepada seluruh netizen,
02:38supaya bisa bersama-sama dengan kita untuk belajar.
02:42Pertama adalah,
02:44pada saat kemunculan spesimen pertama kali di tanggal 20 Oktober 2022,
02:4924 Oktober 2022,
02:52jejak digitalnya masih ada,
02:56dekan kehutanan UGM Dr. Sigit Sunarta,
02:59itu menunjukkan fotokopi ijasa Jokowi Dodo.
03:05Yang dia sebut sebagai fotokopi ijasa Jokowi Dodo.
03:10Fotokopi ijasa Jokowi Dodo.
03:14Tetapi,
03:16dia tidak detail,
03:17dia tidak lihat detailnya.
03:21Ini adalah fotokopi,
03:24bukan dari ijasa asli.
03:28Sebab,
03:29kalau ijasa asli,
03:31tidak mungkin disimpan dalam keadaan terlipat.
03:37Tidak mungkin ada satu orang pun di muka bumi ini,
03:41yang menyimpan ijasanya itu dalam keadaan terlipat,
03:44sehingga ketika ditampilkan oleh dekan kehutanan UGM itu,
03:48dia mendapatkan fotokopi ijasa yang terlipat.
03:52Itu sungguh tidak masuk akal.
03:54Nah, makanya nih,
03:55memang perlunya ahli perilaku itu diperbantukan di kepolisian ya Pak.
03:59Sampai jumpa.
03:59Terima kasih.
Komentar