00:00Orang kecilnya kayak apa ya Pak Ukur ya, besarnya kayak apa juga pasti tahu gak akan bisa berbeda.
00:05Dan hari ini yang juga saya tampilkan, saya bocorin dikit.
00:08Apa yang nanti akan saya tampilkan di Rabu adalah tentang skripsi.
00:13Skripsi adalah ini yang namanya primary evidence.
00:15Yang kami terima langsung bertiga, saya Dr. Tifa, Dr. Ismon.
00:19Langsung dari Wakil Rektor UGM 1, yaitu Prof. Pening Udasworo.
00:25Dan Wakil Rektor UGM 4, Dr. Ari Sujito.
00:30Kami terima langsung bentuk skripsinya.
00:32Dan kemudian kami uji halaman-halamannya.
00:36Dan ini jelasnya.
00:37Nah ini untuk pertama kali-nya juga saya tunjukkan.
00:40Kayak gini nih skripsinya.
00:43Artinya apa? Ini dalam ukuran asli skripsinya.
00:45Saya foto dengan kamera profesional.
00:48Hasilnya bukan berupa JPEG.
00:50Kalau teman-teman yang tahu teknik pasti tahu.
00:53Ini bukan Joint Picture Expert Group, tapi ini RAW.
00:56RAW adalah RAW material yang sangat tajam, sangat dalam.
01:00Itu gunanya untuk proses identifikasi.
01:02Apa bedanya RAW dan JPEG?
01:04Kalau JPEG itu sudah terkompresi.
01:07Kalau RAW masih aslinya, sehingga dia akan nampakkan warna aslinya.
01:10Kalau teman-teman mau terpakai handphone, itu akan lebih bagus dari aslinya.
01:14Kalau dipotret dengan RAW, hasilnya kayak gini.
01:17Ini adalah kertas yang sangat indah.
01:21Kertas baru.
01:23Karena ini sudah dicetak dengan mesin cetak baru.
01:27Pakai engjet ini.
01:29Padahal mesin engjet itu belum ada di tahun 1985.
01:32Adanya adalah, tahun 1985 adalah mesin ketik ini.
01:36Teman-teman bisa lihat.
01:38Kertasnya saja beda.
01:40Kertas sebelah kanan sudah kusam atau belawus dalam bahasa daerah.
01:45Kertas sebelah kiri masih tampak baru.
01:47Dan itu deskripsi yang sama, logis tidak.
01:50Dalam satu skripsi ada peretas yang berbeda.
01:53Kertasnya saja beda.
01:55Dan paling beda lagi adalah ketiknya.
01:57Di sebelah kanan ini mesin ketik.
01:58Ini adalah skripsi asli milik someone yang kita tidak tahu milik siapa.
02:04Sebelah kiri dituliskan Joko Widodo 1681 KT.
02:10Dan ini di print.
02:12Ini ketikan.
02:13Dan yang lebih lucu lagi.
02:15Ini Sri Mulat saja kalah lucu.
02:17Di sebelah kanan yang asli, Pak Ugro.
02:19Ini nama pertama yang ditulis sebagai ucapan terima kasih adalah
02:23Dr. Insinyur Ahmad Sumitro.
02:26Ini tempusnya adalah bulan November tahun 1985.
02:31Betul.
02:31Ahmad Sumitro bulan November masih dokter.
02:36Sebelah kiri, ini sudah ditulis Profesor Dr. Ahmad Sumitro.
02:43Padahal Profesor Dr. Insinyur Ahmad Sumitro baru dikukuhkan menjadi Profesor bulan Maret 1986.
02:49Jadi kalau bulan November sudah ditulis Profesor,
02:53kalau kita sendiri malu.
02:55Meskipun ada termul-termul yang menyatakan Prof sudah dapat SK-nya.
03:00Mana SK-nya?
03:01Tunjukkan ke saya.
03:02Tidak ada.
03:03Hanya bilang saja itu sudah ditulis.
03:04Bahkan rektor pun berani mengatakan itu.
03:07Tapi tidak ada buktinya.
03:09Dan kalau pun sudah terima SK.
03:12Belum pidato pengukuhan.
03:14Saya tantang sekarang.
03:15Coba mana Profesor yang berani nulis gelar Profesor sebelum pidato pengukuhan.
03:19Tidak ada.
03:20Kita saja tidak berani nulis gelar dokter sebelum saya lulus dulu.
03:24Kandidat dokter saja mungkin takut-takut kalau orang lain saya nyebut.
03:27Dr. Tifa kandidat dokter boleh.
03:28Saya orang lain yang nyebut.
03:30Tapi Dr. Tifa menuliskan kandidat dokter pasti malu-malu.
03:32Atau gak berani gitu loh.
03:34Walaupun sudah kandidat dokter.
03:37Jadi artinya itu etika kita.
03:39Artinya teman-teman semua.
03:41Ini adalah fakta yang besok tidak terpatahkan.
03:43Tidak terbantahkan.
03:45Besok akan saya tampilkan pada sidang.
03:48Citizen Lawshoot di Solo.
03:50Pada hari Rabu tanggal 18.
03:52Yang malam harinya saya masih ada di TV ini.
03:54Gak boleh sebut TV-nya ya.
03:56Jangan sebut anyu.
03:57Jangan sebut anyu, jangan sebut anyu suara.
03:59Malam harinya.
Komentar