Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Eks Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu ungkap Presiden Prabowo menyebutkan sejumlah nama yang merugikan negara dalam pertemuan dengan para tokoh kritis di Kertanegara.

Sebelumnya pada Jumat (30/1/2026), Presiden Prabowo melakukan pertemuan tertutup dengan tokoh-tokoh yang dianggap kritis pada pemerintah. Apa sebenarnya motif dan tujuan dari pertemuan ini?

Rosianna Silalahi mengundang salah satu tokoh "oposisi" yang bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto, yakni Sekretaris Kementerian BUMN 2005-2010, Said Didu.

Saksikan dalam #ROSIKompasTV episode "PRABOWO BERTEMU PARA TOKOH, APA MAKNANYA?" Tayang Kamis, 12 Februari 2026 pukul 20.30 WIB LIVE di @KompasTV!

: kompas.tv/live

Produser: Theo Reza

Video Editor: Laurensius Galih

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/650923/said-didu-ungkap-presiden-prabowo-sebut-jajaran-nama-rugikan-negara-di-pertemuan-dengan-tokoh-kritis
Transkrip
00:02Terima kasih Anda masih di program ROSI menghabiskan waktu lebih dari 4 jam berdiskusi dengan Presiden Prabowo Subianto
00:08Apa hasil kesepakatan atau apa sens yang diterima oleh para tokoh oposisi itu dengan para Presiden
00:15Saya masih bersama Sekretaris Kementerian BUMN 2005-2010 Bapak Syed Didu
00:22Bapak mengatakan bahwa ketika bicara soal aset negara yang dirampok atau kemudian yang bayar di bawah meja sehingga negara dirugikan
00:35Pak Presiden menyebut nama-nama jadi ia mengidentifikasi betul siapa saja kelompok-kelompok yang selama ini menikmati praktek-praktek kotor
00:47untuk memperkaya diri sendiri dan merugikan negara
00:50Saya tahu kita tidak mengatakan hal ini siapa saja nama itu tapi Bapak bisa bersaksi ya itu nama-nama disebutkan
00:58oleh Pak Presiden Prabowo
00:59Ini catatan saya ketupu Pak Presiden ini ada 4 halaman nih termasuk nama-nama ada di sini catatan saya jadi
01:07disebutkan nama
01:07Setelah kan Pak Syed Didu dan beberapa tokoh lainnya bertemu setelah itu para mantan Menteri Luar Negeri Wamen juga bertemu
01:17soal posisi Indonesia di Board of Peace
01:20Lalu kemudian para tokoh agama ulama juga dikumpulkan lalu Apindo juga dikumpulkan dan hari Selasa dua hari yang lalu juga
01:30bertemu dengan para Taipan
01:32Kembali ke pertanyaan awal saya apakah nama yang bertemu di pertemuan terakhir hari Selasa lalu yang disebut dengan Taipan itu
01:39juga sebenarnya nama-nama yang disebut
01:41Sebagai mereka yang terindikasi menguasai sebagian besar aset Indonesia
01:49Saya begini kita lihat yang ini kan yang disebutkan sebelumnya itu kan diundang untuk ketemu Presiden
01:56Yang terakhir ini yang lima Taipan ini kan meminta waktu menghadap
02:02Jadi agak-agak berbeda ini
02:04Bapak tahu dari mana mereka minta waktu
02:06Kan itu kan dijelaskan bahwa meminta waktu menghadap
02:10Dijelaskan di oleh Setkapan bahwa ini meminta waktu menghadap
02:14Kenapa emang? Apa yang membedakan itu dan kemudian jadi bermakna?
02:19Mudah-mudahan bukan karena pertemuan saat kita ketemu dengan beliau
02:23Nama itu disebut bocor, siapa tahu bocor gitu
02:26Oh oke
02:28Siapa tahu bocor gitu sehingga ada pihak yang meminta waktu untuk menghadap
02:33Untuk mengklarifikasi
02:35Untuk mengklarifikasi
02:36Nah tapi data menunjukkan bahwa memang sebagian besar kekayaan yang menghadap
02:42Terakhir ini memang datanya loh tidak berarti apakah dia salah atau tidak salah
02:47Tapi memang lima orang yang menghadapi nilai yang mengusah ekonomi paling besar di Indonesia
02:52Sekarang gitu itu fakta gitu
02:54Fakta data yang ada
02:56Nah apakah itu yang dianggap apa namanya
02:59Ikut merampok negara, ikut main under pricing, under invoice dan lain-lain
03:06Itu saya tidak bisa menyebutkan di sini
03:09Ya
03:09Saya tidak bisa menyebutkan di sini
03:11Yang jelas hasil pertemuan itu disebutkan bagaimana Presiden mengajak untuk membangun satu incorporated
03:16Jadi para pengusaha itu juga diajak untuk membangun Indonesia
03:19Nah yang perlu di sini, karena Presiden belum begini saat itu
03:23Orang-orang ini aku harus sadarkan
03:27Kalau dia tidak mau sadar, maka hukum yang akan berjalan
03:32Dan saya tidak pandang bulu
03:33Kalau masih dia tidak mau, kalau saya sadarkan memang hukum
03:37Maka saya umumkan kepada rakyat, biar rakyat yang mau hukum
03:41Begitu Presiden
03:43Jadi sudah sampai di titik itu sudah saya menyatakan
03:45Ini Presiden sangat serius
03:47Karena langkahnya adalah siapa tahu pertemuan itu untuk menyadarkan
03:52Dan menyatakan siapapun yang melanggar hukum saya tidak pandang bulu
03:56Jadi dia pakai dua-duanya menyadarkan
04:01Tapi bukan berarti menghilangkan hukum
04:03Tapi kalau dia masih bandel, maka nama ini saya umumkan kepada rakyat, biar rakyat yang menghukum
04:09Tapi Presiden menyatakan saya menghindari yang terakhir
04:13Karena saya tidak mau bangsa ini terjadi revolusi
04:16Itu dikatakan, saya tidak mau
04:18Itulah mungkin yang menyebabkan kita sekarang, orang-orang di luar selama ini
04:23Menyatakan kok Presiden cuma omong-omong
04:25Padahal sebenarnya yang ada di kepala dia
04:28Kalau terlalu cepat ini, maka bisa terjadi keretakan yang tidak dia inginkan
04:33Jadi, nah kepada Pak Mas Harri
04:36Akan terjadi keretakan
04:38Presiden juga merasakan
04:40Atau ada dalam perhitungan Presiden
04:44Kalau terlalu radikal juga
04:46Atau terlalu cepat mengutuskan sesuatu
04:48Maka akan ada serangan balik padanya
04:52Dia sadari
04:54Tapi dia tidak
04:55Dia menyatakan
04:56Jadi begini, ada orang menyatakan
04:59Apakah Presiden memang takut atau ragu
05:01Saya tidak melihat keraguan itu
05:03Dia tidak takutkan dalam bangsanya pecah
05:06Bukan terhadap dirinya
05:07Bangsanya pecah
05:09Itu yang dia takutkan
05:10Apa, bagaimana menjelaskan bahwa ketika mau serius memberantas korupsi
05:16Dan kemudian menindak mereka yang selama ini memang mengambil atau merampok aset negara
05:25Kalau itu diambil tindakan tegas maka bangsa pecah
05:28Bukankah itu justru akan dapat dukungan bagi
05:31Bukan itu maksudnya
05:33Kalau korupsi dia ini kan
05:35Pelanggaran dia tidak ada ampun
05:36Tidak ada ampun sama sekali
05:38Yang dia takutkan kalau nama ini bocor
05:40Itu menjadi
05:42Itu yang dia tidak mau
05:43Nggak mau nama ini
05:44Bocor keluar
05:45Biarkan aja hukum yang bekerja
05:47Kalau siapapun melanggar
05:49Jadi mohon saya ulangi bahwa yang dia tidak mau nama ini bocor
05:54Karena tidak mau terjadi revolusi
05:56Ya saya nggak ngerti apa hubungannya ketika 50 nama ini disebutkan
06:01Kalau Tom memang melakukan praktek yang tercelah
06:05Apa hubungannya dengan revolusi?
06:07Nah begini
06:08Dia biarkan hukum yang bekerja
06:10Bukan karena isu data gitu
06:13Karena itu kan masih diperiksa
06:16Kalau hukum yang bekerja dia nggak ada
06:18Dia tidak sama sekali ingin melindungi siapapun
06:22Sampai dia bilang
06:23Kalau aparat hukum menyampaikan ada kasus
06:26Maka saya minta namanya ditutup
06:29Karena jangan pandang bulu
06:32Kalau dia melanggar hukum
06:33Nah itulah yang saya memiliki kesimpulan
06:35Bahwa sebenarnya Pak Presiden ini
06:38Dia tidak pandang bulu siapapun
06:40Kalau melanggar hukum
06:41Dia tidak akan melindungi gitu
06:43Nah kecuali mungkin dia memang
06:45Orang menyatakan apakah ada target
06:47Di target
06:48Nah saya pikir dia punya
06:50Bahwa orang ini harus disadarkan
06:52Berhentilah merampok negeri ini
06:55Yaitulah 50 nama
06:56Dan ada 10 nama yang lebih parah lagi
06:58Dia disebutkan
07:02Jadi nah itulah yang menimbulkan harapan
07:05Ini ada harapan nih
07:08Presiden ini dan saya gabungkan
07:09Menyatakan
07:10Jangan kami ke dua periode
07:12Kalau saya gagal
07:13Dan rakyat menganggap salah
07:14Saya bersedia mendapatkan
07:16Dihukum oleh rakyat
07:18Dihukum itu mendapatkan hukum
07:20Bekati penjara maksudnya
07:21Dihukum itu bisa karena tidak dipilih dan lain-lain
07:24Ya Pak Abraham Samad waktu itu mengatakan
07:26Bahwa salah satu yang juga dibicarakan adalah
07:28Tentang reformasi
07:29Polri dan pergantian Kapolri
07:31Tapi kemudian itu dibantah oleh
07:33Anggota DPR
07:35Ketua Komisi 3
07:36Habibu Rahman
07:36Bahwa sama sekali tidak
07:37Mana yang benar
07:39Kami kembali sesaat lagi
07:48Terima kasih
Komentar

Dianjurkan