00:02Terima kasih Anda masih di program ROSI menghabiskan waktu lebih dari 4 jam berdiskusi dengan Presiden Prabowo Subianto
00:08Apa hasil kesepakatan atau apa sens yang diterima oleh para tokoh oposisi itu dengan para Presiden
00:15Saya masih bersama Sekretaris Kementerian BUMN 2005-2010 Bapak Syed Didu
00:22Bapak mengatakan bahwa ketika bicara soal aset negara yang dirampok atau kemudian yang bayar di bawah meja sehingga negara dirugikan
00:35Pak Presiden menyebut nama-nama jadi ia mengidentifikasi betul siapa saja kelompok-kelompok yang selama ini menikmati praktek-praktek kotor
00:47untuk memperkaya diri sendiri dan merugikan negara
00:50Saya tahu kita tidak mengatakan hal ini siapa saja nama itu tapi Bapak bisa bersaksi ya itu nama-nama disebutkan
00:58oleh Pak Presiden Prabowo
00:59Ini catatan saya ketupu Pak Presiden ini ada 4 halaman nih termasuk nama-nama ada di sini catatan saya jadi
01:07disebutkan nama
01:07Setelah kan Pak Syed Didu dan beberapa tokoh lainnya bertemu setelah itu para mantan Menteri Luar Negeri Wamen juga bertemu
01:17soal posisi Indonesia di Board of Peace
01:20Lalu kemudian para tokoh agama ulama juga dikumpulkan lalu Apindo juga dikumpulkan dan hari Selasa dua hari yang lalu juga
01:30bertemu dengan para Taipan
01:32Kembali ke pertanyaan awal saya apakah nama yang bertemu di pertemuan terakhir hari Selasa lalu yang disebut dengan Taipan itu
01:39juga sebenarnya nama-nama yang disebut
01:41Sebagai mereka yang terindikasi menguasai sebagian besar aset Indonesia
01:49Saya begini kita lihat yang ini kan yang disebutkan sebelumnya itu kan diundang untuk ketemu Presiden
01:56Yang terakhir ini yang lima Taipan ini kan meminta waktu menghadap
02:02Jadi agak-agak berbeda ini
02:04Bapak tahu dari mana mereka minta waktu
02:06Kan itu kan dijelaskan bahwa meminta waktu menghadap
02:10Dijelaskan di oleh Setkapan bahwa ini meminta waktu menghadap
02:14Kenapa emang? Apa yang membedakan itu dan kemudian jadi bermakna?
02:19Mudah-mudahan bukan karena pertemuan saat kita ketemu dengan beliau
02:23Nama itu disebut bocor, siapa tahu bocor gitu
02:26Oh oke
02:28Siapa tahu bocor gitu sehingga ada pihak yang meminta waktu untuk menghadap
02:33Untuk mengklarifikasi
02:35Untuk mengklarifikasi
02:36Nah tapi data menunjukkan bahwa memang sebagian besar kekayaan yang menghadap
02:42Terakhir ini memang datanya loh tidak berarti apakah dia salah atau tidak salah
02:47Tapi memang lima orang yang menghadapi nilai yang mengusah ekonomi paling besar di Indonesia
02:52Sekarang gitu itu fakta gitu
02:54Fakta data yang ada
02:56Nah apakah itu yang dianggap apa namanya
02:59Ikut merampok negara, ikut main under pricing, under invoice dan lain-lain
03:06Itu saya tidak bisa menyebutkan di sini
03:09Ya
03:09Saya tidak bisa menyebutkan di sini
03:11Yang jelas hasil pertemuan itu disebutkan bagaimana Presiden mengajak untuk membangun satu incorporated
03:16Jadi para pengusaha itu juga diajak untuk membangun Indonesia
03:19Nah yang perlu di sini, karena Presiden belum begini saat itu
03:23Orang-orang ini aku harus sadarkan
03:27Kalau dia tidak mau sadar, maka hukum yang akan berjalan
03:32Dan saya tidak pandang bulu
03:33Kalau masih dia tidak mau, kalau saya sadarkan memang hukum
03:37Maka saya umumkan kepada rakyat, biar rakyat yang mau hukum
03:41Begitu Presiden
03:43Jadi sudah sampai di titik itu sudah saya menyatakan
03:45Ini Presiden sangat serius
03:47Karena langkahnya adalah siapa tahu pertemuan itu untuk menyadarkan
03:52Dan menyatakan siapapun yang melanggar hukum saya tidak pandang bulu
03:56Jadi dia pakai dua-duanya menyadarkan
04:01Tapi bukan berarti menghilangkan hukum
04:03Tapi kalau dia masih bandel, maka nama ini saya umumkan kepada rakyat, biar rakyat yang menghukum
04:09Tapi Presiden menyatakan saya menghindari yang terakhir
04:13Karena saya tidak mau bangsa ini terjadi revolusi
04:16Itu dikatakan, saya tidak mau
04:18Itulah mungkin yang menyebabkan kita sekarang, orang-orang di luar selama ini
04:23Menyatakan kok Presiden cuma omong-omong
04:25Padahal sebenarnya yang ada di kepala dia
04:28Kalau terlalu cepat ini, maka bisa terjadi keretakan yang tidak dia inginkan
04:33Jadi, nah kepada Pak Mas Harri
04:36Akan terjadi keretakan
04:38Presiden juga merasakan
04:40Atau ada dalam perhitungan Presiden
04:44Kalau terlalu radikal juga
04:46Atau terlalu cepat mengutuskan sesuatu
04:48Maka akan ada serangan balik padanya
04:52Dia sadari
04:54Tapi dia tidak
04:55Dia menyatakan
04:56Jadi begini, ada orang menyatakan
04:59Apakah Presiden memang takut atau ragu
05:01Saya tidak melihat keraguan itu
05:03Dia tidak takutkan dalam bangsanya pecah
05:06Bukan terhadap dirinya
05:07Bangsanya pecah
05:09Itu yang dia takutkan
05:10Apa, bagaimana menjelaskan bahwa ketika mau serius memberantas korupsi
05:16Dan kemudian menindak mereka yang selama ini memang mengambil atau merampok aset negara
05:25Kalau itu diambil tindakan tegas maka bangsa pecah
05:28Bukankah itu justru akan dapat dukungan bagi
05:31Bukan itu maksudnya
05:33Kalau korupsi dia ini kan
05:35Pelanggaran dia tidak ada ampun
05:36Tidak ada ampun sama sekali
05:38Yang dia takutkan kalau nama ini bocor
05:40Itu menjadi
05:42Itu yang dia tidak mau
05:43Nggak mau nama ini
05:44Bocor keluar
05:45Biarkan aja hukum yang bekerja
05:47Kalau siapapun melanggar
05:49Jadi mohon saya ulangi bahwa yang dia tidak mau nama ini bocor
05:54Karena tidak mau terjadi revolusi
05:56Ya saya nggak ngerti apa hubungannya ketika 50 nama ini disebutkan
06:01Kalau Tom memang melakukan praktek yang tercelah
06:05Apa hubungannya dengan revolusi?
06:07Nah begini
06:08Dia biarkan hukum yang bekerja
06:10Bukan karena isu data gitu
06:13Karena itu kan masih diperiksa
06:16Kalau hukum yang bekerja dia nggak ada
06:18Dia tidak sama sekali ingin melindungi siapapun
06:22Sampai dia bilang
06:23Kalau aparat hukum menyampaikan ada kasus
06:26Maka saya minta namanya ditutup
06:29Karena jangan pandang bulu
06:32Kalau dia melanggar hukum
06:33Nah itulah yang saya memiliki kesimpulan
06:35Bahwa sebenarnya Pak Presiden ini
06:38Dia tidak pandang bulu siapapun
06:40Kalau melanggar hukum
06:41Dia tidak akan melindungi gitu
06:43Nah kecuali mungkin dia memang
06:45Orang menyatakan apakah ada target
06:47Di target
06:48Nah saya pikir dia punya
06:50Bahwa orang ini harus disadarkan
06:52Berhentilah merampok negeri ini
06:55Yaitulah 50 nama
06:56Dan ada 10 nama yang lebih parah lagi
06:58Dia disebutkan
07:02Jadi nah itulah yang menimbulkan harapan
07:05Ini ada harapan nih
07:08Presiden ini dan saya gabungkan
07:09Menyatakan
07:10Jangan kami ke dua periode
07:12Kalau saya gagal
07:13Dan rakyat menganggap salah
07:14Saya bersedia mendapatkan
07:16Dihukum oleh rakyat
07:18Dihukum itu mendapatkan hukum
07:20Bekati penjara maksudnya
07:21Dihukum itu bisa karena tidak dipilih dan lain-lain
07:24Ya Pak Abraham Samad waktu itu mengatakan
07:26Bahwa salah satu yang juga dibicarakan adalah
07:28Tentang reformasi
07:29Polri dan pergantian Kapolri
07:31Tapi kemudian itu dibantah oleh
07:33Anggota DPR
07:35Ketua Komisi 3
07:36Habibu Rahman
07:36Bahwa sama sekali tidak
07:37Mana yang benar
07:39Kami kembali sesaat lagi
07:48Terima kasih
Komentar