Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Israel resmi bergabung Board of Peace bentukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di tengah rencana Presiden Prabowo Subianto mengirim pasukan TNI ke Gaza.

Pengiriman pasukan TNI ke Gaza, memunculkan pro-kontra sebab Indonesia telah bergabung Board of Peace, sementara belum ada kejelasan soal mandat operasional pasukan internasional di bawah payung PBB.

Tanpa mandat, risiko hilangnya perlindungan dan isu keselamatan personel TNI di depan mata. Soal yang lain, Indonesia juga harus menanggung sendiri pengiriman pasukan, jika tak beralas pada mandat PBB.

Pertanyaannya, dengan kabar terbaru Israel gabung BOP, apakah keanggotaan Indonesia justru bisa lebih maksimal untuk memperjuangkan kepentingan Palestina atau justru akan menjadi keuntungan diplomatik bagi Israel? Apakah rencana pengiriman pasukan TNI yang dibayang-bayangi ketidakjelasan mandat PBB, malah merugikan posisi Indonesia dan berisiko bagi pasukan yang dikirim?

Simak pembahasannya dalam BOLA LIAR, episode "ISRAEL GABUNG BOP TRUMP, INDONESIA TETAP KIRIM TNI KE GAZA?" Jumat, 13 Februari 2026 pukul 20.30 WIB, LIVE di KompasTV.

Produser: Theo Reza

Video Editor: Aqshal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/650908/prof-hikmahanto-demokrat-hingga-andi-widjajanto-soal-israel-masuk-bop-perlukah-indonesia-mundur
Transkrip
00:07Pertanyaan singkatnya simpulan saja, dengan bergabungnya Israel ke BOP lebih baik Indonesia tetap berada di BOP atau keluar saja?
00:13Kalau saya, ya sudah, kita sudah tanda tangan, nanti ada pertemuan tanggal 9 Februari, ya terpaksa kita sabar dulu.
00:22Yang pasti adalah, saya berharap Bapak Presiden mendapatkan kejelasan tentang mandat, anggaran, dan kemudian juga berapa lama.
00:31Kalau misalnya kita berpartisipasi di ISF ini.
00:35Ya, situasi sekarang kita tunda dulu atau tetap lanjut?
00:37Untuk Merim Tera.
00:38Yang pertama, saya mengusulkan kepada Presiden dan pemerintah untuk betul-betul memerhatikan masukan dari masyarakat, terutama para pakar-pakar ini.
00:47Jadi penting menyerap diri mereka, itu visi amanah kalau dalam konteks Islam.
00:51Dan yang kedua, kepada masyarakat menurut saya kita juga menyerukan agar percaya kepada pemerintah bahwa mereka akan memilih yang terbaik.
00:59Jadi antara visi amanah bagi pemerintah dan visi apa namanya, to'ah bagi rakyat itu ketemu dan itulah indahnya hidup
01:07merdegara.
01:08Ya, Mas Andi, kirim tentara, nunggu manit PBB atau BOP saja?
01:13Ngobrol tentang perdamaian atau rekonstruksi Gaza di BOP, sah-sah saja.
01:18Tapi berangkatlah ke Gaza sebagai ISF dengan mandat PBB, bukan dengan mandat BOP.
01:24Ya, Mas Suman?
01:25Indonesia masih punya waktu untuk mengklarifikasi, mengkonfirmasi dan juga meyakinkan semua tadi aspek-aspek yang kemudian harus diyakinkan oleh Kementerian
01:36Luar Negeri, oleh TNI sendiri.
01:37Maka dalam konteks ini, itu adalah protokol yang wajib dilakukan oleh Indonesia.
01:43Yang kedua, begitu kemudian nanti memang sudah betul struktur, aturan, dan juga akar yang kemudian dalam konteks cantolan di PBB
01:51tadi sudah clear,
01:52yang bisa dilakukan Indonesia adalah melakukan atau membangun strategic alliance dengan negara-negara Islam yang ada di dalam BOP,
01:59supaya kemudian Indonesia tidak bermain sendiri, tetapi betul-betul berdasarkan satu kalkulasi yang matang dengan kekuatan-kekuatan lain yang perlu
02:07terhadap...
02:07Berarti sesuai mandat PBB atau bukan untuk mengirim tentara ke Gaza?
02:10Itu yang kemudian harus dikonfirmasi dan diklarifikasi, kita masih punya waktu sebelum pernah ada tanganan di 19 Februari.
02:15Berarti kalau nggak, nggak usah?
02:17Ini masih ada ruang, masih ada ruang, maka kemudian harus dioptimalkan.
02:21Karena kalau misalnya kemudian tidak optimal, maka kritik-kritik yang tadi disambilkan.
02:24Berarti masih boleh, masih ada ruang kalau nggak usah lewat PBB, masih ada ruang?
02:28Ruang itu bisa iya, bisa tidak.
02:30Maka kemudian di level itu harus diyakinkan, dikonfirmasi sekali lagi, dan kita punya ruang untuk itu.
02:35Pak Dian, jadi harus lewat mandat PBB atau nggak untuk mengirim tentara ke Gaza?
02:39Semuanya harus ditunda.
02:40Semua harus ditunda?
02:41Ya, karena buat saya semua harus dipikirkan kembali, makanya dalam tulisan saya di kompas mengenai ISG sama board of peace.
02:49Dua-duanya saya bilang, kayak anak muda nih bilang, mau kemana sih buru-buru?
02:54Banyak peluang kita masih bisa berpikir kok.
02:56Baik di ISG maupun di BOP, biayanya tidak kecil.
03:01Tolong diingat itu.
03:03Sementara bencana alam belum tertangani dengan baik, anak sekolah masih ada yang pakai perahu yang penuh sesak segala macam.
03:10Jalan masih rusak, MBG bermasalah, diakuit atau tidak.
03:13Pekerjaan rumah masih terlalu banyak.
03:15Lebih baik fokus ke situ.
03:17Mas what? Apakah mau ditunda dulu atau gimana?
03:22Pertama yang harus dibawahi bahwa pemerintah dan Pak Presiden sangat berkomitmen untuk mencapai itu stateful solution untuk terlibat dalam perdamaian
03:34di Gaza dan terutama dalam anarchical society yang seperti dibilang oleh Headley Bull itu Indonesia ingin berkontribusi nyata.
03:41Yang kedua, pemerintah tentu saja melaksanakan mekanisme check and balance.
03:47Pemerintah tidak hanya berdiri pada argumennya sendiri.
03:50Jadi Pak Presiden akan menerima masukan atau tidak?
03:52Pak Presiden pasti menerima masukan dan itu dibuktikan ketika Pak Presiden menerima masukan dari para pakar-pakar hubungan internasional, para
04:00mantan menteri luar negeri, mantan wakil menteri luar negeri, juga tokoh-tokoh ormasi.
04:05Tapi kalau misalnya masukannya adalah ditunda dulu begitu bakal didengar enggak? Sebelum ada mandat misalnya dari PBB?
04:11Itu sudah ditegaskan oleh Pak Presiden yang disampaikan oleh pimpinan-pimpinan Ormai Islam bahwa ini akan terus berjalan tapi tentu
04:19saja ada mekanisme evaluasi ketika tujuan utamanya untuk membedakan Pancasila dan membentuk Palestina to state solution dan untuk transisi di
04:29Palestina itu tidak berjalan tentu akan dievaluasi.
04:32Oke, Pak Ical, jadi menurut Anda bagaimana? Kita menunggu mandat PBB dulu baru kirim tentara atau?
04:38Enggak perlu.
04:39Enggak perlu.
04:40Kalau ada momentunya sudah lewat nantinya.
04:43Oh, langsung kirim aja.
04:45Iya, kita memberikan kepercayaan kepada Presiden untuk memberikan analisa.
04:49Banyak hal yang kita belum paham secara komprehensif itu pemerintah melalui berbagai organ-organ intelijen, hubungan-hubungan luar negeri itu
04:58bisa lebih mengupdate.
04:59Dan satu yang paling penting itu adalah momentum untuk mengambil peran itu pada level yang lebih high itu belum tentu
05:07datang berikutnya.
05:08Begitu kita enggak main, kita bisa ketinggalan kereta dan ini tidak sangat penting untuk Indonesia.
05:14Oh iya, jadi kalau menurut Pak Iskandar gimana? Kira-kira ditunggu dulu mandat PBB atau langsung saja?
05:19Jadi kalau menurut saya, saya pensiunan TNI, Panglima tertinggi kita adalah Presiden.
05:26Manakala Presiden sudah mengatakan keputusan di yang PBB New York, Panglima TNI, Kementerian Pertahanan dan juga Kementerian Luar Negeri.
05:38Jadi buatlah sebaik-baiknya acara ini, apakah itu BOP, apakah itu mandat PBB, tapi buatlah sebaik-baiknya acara ini, terutama
05:49kami himbau di sini.
05:51Saya yakin dan percaya, Mabes TNI pasti merekam acara ini.
05:54Besok diputar apa yang kita lihat ini di depan Panglima TNI.
05:59Karena saya pernah jadi kapus pentai ini, kerja saya ini, merekam semua apa pembicaraan, sampaikan ke Panglima.
06:05Sehingga Panglima akan memerinakan jajarannya untuk membuat SOP, ROE, dan juga memperkecil resiko-resiko bila mana kita berangkatkan ke Gaza
06:19nantinya.
06:19Demikian dari kami, terima kasih.
06:20Terima kasih Bapak-Bapak yang telah bergabung malam ini di Bola Liat, yang mendekatkan saudara, sama Sisa Targan Pamit.
06:26Sampai jumpa minggu depan.
06:35Terima kasih.
07:00Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan