Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 12 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Israel resmi bergabung Board of Peace bentukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di tengah rencana Presiden Prabowo Subianto mengirim pasukan TNI ke Gaza.

Pengiriman pasukan TNI ke Gaza, memunculkan pro-kontra sebab Indonesia telah bergabung Board of Peace, sementara belum ada kejelasan soal mandat operasional pasukan internasional di bawah payung PBB.

Tanpa mandat, risiko hilangnya perlindungan dan isu keselamatan personel TNI di depan mata. Soal yang lain, Indonesia juga harus menanggung sendiri pengiriman pasukan, jika tak beralas pada mandat PBB.

Pertanyaannya, dengan kabar terbaru Israel gabung BOP, apakah keanggotaan Indonesia justru bisa lebih maksimal untuk memperjuangkan kepentingan Palestina atau justru akan menjadi keuntungan diplomatik bagi Israel? Apakah rencana pengiriman pasukan TNI yang dibayang-bayangi ketidakjelasan mandat PBB, malah merugikan posisi Indonesia dan berisiko bagi pasukan yang dikirim?

Simak pembahasannya dalam BOLA LIAR, episode "ISRAEL GABUNG BOP TRUMP, INDONESIA TETAP KIRIM TNI KE GAZA?" Jumat, 13 Februari 2026 pukul 20.30 WIB, LIVE di KompasTV.

Produser: Theo Reza

Video Editor: Aqshal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/650911/debat-prof-hikmahanto-istana-eks-kapuspen-tni-soal-hamas-peringatkan-prajurit-tni-masuk-gaza
Transkrip
00:02Ya saudara, Hamas menolak rencana pengiriman pasukan ke jalur Gaza sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Nasional atau ISF.
00:09Pejabat senior Hamas Khaled Masal menegaskan, masa depan Palestina harus diputuskan rakyat Palestina sendiri tanpa campur tangan bangsa lain.
00:41Mas Asrawi, Hamasnya sendiri keberatan. Bagaimana mungkin BOP bisa jalan?
00:48Siap, itu penjelasan konteks yang ingin saya sampaikan.
00:51Jadi yang pertama sekali lagi konsep mediasi ini adalah konsep keluarga besar yang mencoba mendamaikan dua anggota yang sedang bertikai.
00:58Yaitu Israel dengan Hamas.
01:01Nah yang kedua konteksnya, secara ideologi Hamas dengan Israel Netanyahu ini sama-sama pengikut ideologi one state solution.
01:10Dua-duanya tidak mau mengakui satu sama lain.
01:12Karena itu dua orang ini, dua pihak ini mau berperang dan dua-duanya menolak.
01:18Ini konteks yang jarang disampaikan di Indonesia.
01:20Israel juga tidak mau dengan gembira menerima Dewan Perdamaian itu.
01:25Karena itu poin saya yang ketiga yang disampaikan oleh Prof. Hik tadi.
01:28Ketika Israel baru tanda tangan sekarang itu bukan tanda sebab.
01:32Jadi ini kayak semacam semipaksaan dari keluarga besar tadi kepada Israel dan kepada Hamas untuk bisa menerima rencana damai.
01:40Oleh karena itu disampaikan oleh Prof. Hik, insya Allah tahun 19, tanggal 19, presiden tidak akan ketemu dengan Netanyahu.
01:48Analisa saya.
01:48Kenapa?
01:49Kenapa? Karena memang dari awal Netanyahu ingin menghindar.
01:52Dia tidak mau datang di Swiss karena alasan tadi.
01:56Dan yang kedua, ini dia baru berkunjung ke Amerika yang menurut salah satu info yang berkembang di Timur Tengah,
02:01sengaja dimajukan ke dua hari yang lalu itu selain soal Iran.
02:05Tapi juga untuk menghindar daripada pertemuan dengan orang-orang yang dia tidak suka.
02:11Tapi Masa Trawi ya, kalau Netanyahu tidak datang ke Swiss itu, itu karena kekhawatiran dia akan ditangkap untuk diserahkan ke
02:24ICC, International Criminal Court.
02:27Karena beliau ini tahu bahwa di negara-negara Uni Eropa, termasuk disitu ada Swiss, mereka akan komit katanya.
02:36Setelah Hungaria kemarin Netanyahu datang dan tidak dikirim, komit untuk mengirim.
02:42Itu yang jadi kekhawatiran. Sehingga presiden Israel sebenarnya datang.
02:46Presiden Israel datang.
02:47Saya lanjutin, saya tidak menyangkal itu.
02:49Tapi alasan tidak datang, salah satunya adalah ada faktor politik di mana Israel sendiri sebenarnya tidak happy.
02:57Dengan terbentuknya Dewan Perdamaian ini.
03:00Salah satu alasan utamanya, tadi disampaikan oleh Prof. Hik, tapi mungkin praktek di lapangannya bukan seperti disampaikan.
03:06Yaitu adanya Qatar dan Turki yang lebih dianggap sebagai pro-Hamas.
03:11Bukan tidak mau dilucutin oleh Qatar dengan Turki, tapi khawatirnya kalau ini orang dua masuk, justru menjadi penguat Hamas.
03:19Karena sekali lagi, Qatar dengan Turki orang yang dianggap dekat dengan Hamas.
03:23Jadi konteknya bukan soal mau dilucuti oleh Indonesia, enggak mau dilucuti oleh Hamas atau Qatar.
03:29Nah, oleh karena itu, itu catatan saya yang ketiga.
03:32Kita bisa lihat nanti tanggal 19.
03:34Apakah Netanyahu datang atau tidak?
03:36Dugaan besar saya, dia tidak akan datang.
03:39Itu menunjukkan bahwa dia memang tidak ingin masuk dalam Dewan Perdamaian itu.
03:44Oleh karena itu, catatan saya yang terakhir, syarat-syarat, kalau memang kita mau mengirim pasukan, catatan saya adalah dua.
03:51Yang pertama, Presiden harus memastikan bahwa ini di bawah mandat PBB.
03:57Kenapa memastikan?
03:58Saya menghormati Prof. Hikmahanto dan mungkin ahli hukum lain yang kadung meragukan bahwa ini di bawah mandat PBB.
04:07Padahal kalau kita baca resolusi 2803, sudah jelas BOP di bawah mandat 2803.
04:13Tapi ada ahli hukum yang meragukan itu dan kita paham.
04:16Karena narasi yang dibuat di dalam ini jauh lebih besar daripada yang disebutkan dalam mandat 2803.
04:22Satu syaratnya.
04:24Yang kedua, selain itu adalah memastikan melalui meeting elite ini, bahwa Israel tidak akan menyerang Gaza kembali.
04:32Itu yang bagi saya adalah poin strategis yang bisa dimainkan oleh Presiden lewat perannya dia masuk di dalam.
04:39Artinya apa?
04:40Kami tidak akan kirim pasukan kalau Israel belum hitam di atas putih, tidak akan hentikan.
04:45Jadi singkatnya, Anda merasa bahwa kalaupun kita mengirim tentara itu dari PBB, bukan dari BOP?
04:50Harus.
04:51Harus.
04:51Oke, baik.
04:52Mas Andi, Mas Andi kan tadi yakin bahwa ini merupakan mandat dari BOP, bukan PBB begitu.
04:57Presiden sudah tahu nggak kira-kira menurut Anda?
04:58Saya sampai hari ini tidak melihat kemungkinan Dewan Keamanan PBB itu mengaktifkan BOP 6, BOP 7, atau BOP 8 untuk
05:06pengiriman pasukan perdamaian.
05:07Kalau BOP 6 adalah negara A menyerang negara B, negara B self-defense, PBB bilang sah BOP 6.
05:13BOP 7, PBB-nya yang kemudian mengatakan kami akan melakukan upaya perdamaian.
05:18BOP 8, PBB menunjuk organisasi lain untuk menjalankan aksi perdamaian.
05:23Jadi ini misalnya BAP 8, BAP 8 dari piagam PBB.
05:28Tanpa PBB, Dewan Keamanan PBB mengaktifkan BAP 8, BOP tidak akan mendapatkan, tidak bisa dianggap mendapatkan mandat.
05:35Oke, jadi sebenarnya Mas Puan ini mau kirim tentara ke Gaza lewat BOP atau PBB?
05:41Presiden tahunya yang mana?
05:42Pertama-tama kami ingin menjelaskan bahwa Pak Presiden Prabowo sejak awal sangat berkomitmen mengakui itu state solution.
05:53Dan itu disampaikan beliau pada sidang Majelis Umum Persarikatan Bangsa-Bangsa pada tanggal 23 September 2025.
06:02Beliau disana menyatakan bahwa kemerdekaan Pancasila adalah amanat konstitusi, amanat undang-undang dasar 45 dan Indonesia ingin berkontribusi secara aktif
06:13dan secara lebih konkret.
06:16Dan itu, dan tadi Pak Presiden juga menyatakan bahwa akan mengirim 20 ribu pasukan untuk wilayah konflik, tidak hanya Gaza
06:26tapi juga wilayah-wilayah konflik yang lainnya.
06:28Nah, waktu itu Pak Presiden menyatakan bahwa pengiriman pasukan itu karena ini sudah menyangkut hukum internasional harus melalui mandat PBB.
06:38Dan mandat itu menurut Pak Presiden, juga menurut Kementerian Luar Negeri, Pak Menlu, itu didapatkan ketika Dewan Keamanan PBB mengeluarkan
06:48resolusi yang sudah diadopsi, resolusi 2803 yang diadopsi pada tanggal 17 November 2025.
06:55Dan dari situ kita melihat bahwa pengiriman pasukan itu adalah komitmen Indonesia untuk terus berjuang memerdekaan Pancasila.
07:04Yang kedua, pengiriman pasukan ke Gaza dan wilayah konflik lainnya itu adalah tradisi panjang yang Indonesia sudah mengirimkan pasukan sejak
07:13tahun 1957.
07:14Waktu itu Indonesia yang baru berumur 12 tahun sudah ingin mengirim pasukan dan itu juga kita lihat rekod Indonesia yang
07:24berjuang mengirimkan pasukan perdamaian ke Libanon dan ke wilayah-wilayah yang lainnya.
07:29Kira-kira kalau, oke.
07:30Boleh nggak saya tanya, kenapa ya kalau pemerintah itu seperti Pak Fuad, tadi kita lihat juru bicara, selalu berfikirnya 2803.
07:40Padahal dalam benak Trump itu, itu adalah BOP yang versinya dia.
07:45Di mana dia sebagai chairman.
07:47Dan sebagai chairman dia punya keberpihakan pada Netanyahu.
07:50Netanyahu sudah bilang kemarin kan dia datang ke Amerika.
07:53Bahwa saya ini datang ke Amerika bisa lebih banyak daripada yang sebelum-sebelumnya.
08:00Dan dia mendiskusikan masalah ini.
08:02Kenapa ya kalau misalnya tadi kan juru bicara bilang bahwa oh ini dalam rangka mandat 2803.
08:09Pak Fuad juga bilang 2803.
08:11Pernah nggak kita mencoba untuk berfikir bahwa BOP yang ada itu adalah yang versi Trump.
08:17Kita jangan naif bahwa memang kalau di poin 2 dari resolusi Dewan Kamanan 2803, disitu disebut welcomes board of peace.
08:29Ada kata-kata itu, tetapi kan BOP yang ada itu bukan yang disitu.
08:34Tetapi yang ini nih Trump, yang oleh Perancis, oleh Inggris nggak disetujui.
08:38Sekarang kalau misalnya itu memang betul mandatnya itu dari Dewan Kamanan, PBB, pasukan ini.
08:44Pertanyaan saya, kenapa kok Perancis, Inggris bersuara?
08:47Dia diamin aja, dia bilang silahkan aja.
08:49Ya silahkan jawab Mas Fuad.
08:51Ya, terima kasih Prof. Fik.
08:52Tadi juga kita menyampaikan terima kasih tadi yang nasihat Prof. Fik bahwa kalau besok tanggal 19 Pak Presiden pergi ke
09:01Amerika,
09:02jangan sampai berpelukan, jangan senyum-senyum.
09:04Karena itu kita harus menjaga perasaan masyarakat Indonesia.
09:08Yang kedua yang ingin saya sampaikan bahwa sebetulnya itu tadi yang saya sampaikan itu komitmen panjang Indonesia
09:16yang ingin berkontribusi untuk memerdekakan Pancasila.
09:20Dan disitu kita lihat bahwa sebetulnya seperti negara Perancis dan Cina itu adalah 2 dari 15 anggota UNSC
09:30yang tidak setuju pada saat penanda tanganan.
09:34Jadi kalau kita kelihatan belakang itu sebetulnya ada kaitannya karena Perancis dan Cina sejak awal tidak setuju terhadap UNSC 2803
09:42itu.
09:43Sekarang Jerman tidak setuju.
09:45Banyak negara-negara tidak setuju.
09:47Karena apa?
09:48Bukan tidak setuju terhadap ide BOP-nya.
09:51Tidak setuju dengan perilaku dari Trump ini.
09:53Dan dia tidak mau mereka-mereka ini dibodohi oleh Trump.
09:58Nah sekarang coba saya lihat berita bahwa Bapak Presiden datang ke sana nanti selain menghadiri BOP akan menandatangani perjanjian perdagangan.
10:10Nah saya khawatir jangan-jangan ini juga digunakan oleh Trump.
10:14Untuk apa?
10:14Untuk memaksa kita Indonesia kamu harus mau.
10:18Apalagi kalau misalnya pasukan harus hadir dan pasukan itu ternyata menjadi legitimasi dari tindakan Israel
10:25daripada Israel yang harus mati katakanlah gitu ya sudah prajurit kita yang disuruh.
10:31Iya sebetulnya Pak Presiden dan Kemenlu juga menyatakan bahwa kita pengiriman pasukan ke Gaza itu bukan dalam front yang bagian
10:42front yang untuk pasukan kita ditempatkan bukan non-offense.
10:46Tapi pasukan kita sebagaimana disampaikan, disering sampaikan itu pasukan yang lebih konsentrasi pada pelindungan masyarakat sipil.
10:55Yang kedua untuk rekonstruksi.
10:57Yang ketiga untuk memastikan bahwa to state solution itu bisa dicapai.
11:01Oke baik saya ke Pak Iskandar.
11:02Pak Iskandar jadi kira-kira apa risiko terbesar kalau misalnya kita tetap mengirim tentara kita ke Gaza dengan tadi tanpa
11:09mandat PBB misalnya?
11:10Baik terima kasih. Jadi saya senang melihat para ahli, para pengamat semuanya berdialog ini mantap untuk edukasi masyarakat Indonesia.
11:22Jadi saya mau menyampaikan demikian.
11:24Pertama Bapak Presiden kita Pak Prabowo saya yakin saya percaya pada saat rapat di New York pada saat mengatakan statement
11:34bahwa TNI akan kita siapkan 20 ribu untuk ke Gaza dan lain sebagainya.
11:39Saya yakin saya percaya Presiden pasti dengan pertimbangan-pertimbangan stafnya.
11:45Saya yakin saya percaya itu.
11:47Begitu Presiden menyampaikan demikian marilah kita mendukung sebaik mungkin dengan tidak melanggar konstitusi.
11:57Ini yang pertama saya mau sampaikan.
11:59Ini semuanya TNI akan menyiapkan karena sudah perintah panglima tertinggi.
12:04TNI akan menyiapkan.
12:06Disiapkan oleh TNI, saya di luar dari masalah politik, masalah apapun itu, TNI selalu harus siap bergerak kemanapun.
12:16Apalagi sudah perintah dari New York.
12:19Di situlah kita siapkan dan panglima TNI, Kementerian Pertahanan, Kepala Staf Angkatan Darat, Laut, dan juga yang lainnya sudah menyiapkan
12:28diri tidak melanggar konstitusi.
12:30Kenapa? Undang-undang dasar 45 mengatakan, ikut menciptakan perdamaian dunia.
12:36Undang-undang TNI, saya bicara tentang regulasi.
12:39Undang-undang TNI nomor 3 setelah direvisi tahun 2025, di situ ada operasi militer selain perang.
12:45Kita ke sana bukan operasi militer perang.
12:49Kita ke sana adalah operasi militer selain perang.
12:53Sudah disiapkan oleh Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal Maluli, oleh Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Ali, menyiapkan pasukan zeni tempuk,
13:03bakusukan zeni.
13:04Tapi tadi Mas Andi bilang, kalau kita tetap kirim, artinya kita berdampingan dengan Israel untuk meluncuti Hamas.
13:12Nah itu gimana yang terisiko? Apakah nanti tidak konflik di sana?
13:14Saya yakin, saya percaya.
13:16Namanya TNI, jiwanya besar.
13:18Apakah itu musuh dia? Dia pasti bantu.
13:22Apakah itu siapapun itu yang menyakiti dia?
13:25Dia pasti bantu.
13:27TNI tidak akan membedakan.
13:28Mungkin saya sampaikan ini, nanti kalau jadi pasukan ISF, itu kodalnya, pertanyaan saya, pada Panglima TNI atau pada Panglima yang
13:37ada di sana?
13:38Dan kita belum tahu siapa Panglimanya ya?
13:40Iya.
13:41Kodalnya di mana?
13:42Sampai sekarang, dari statement terakhir dari Wakil Panglima TNI mengatakan, masih menunggu sampai dengan akhir Februari.
13:52Apakah kodalnya bagaimana? Apakah keberangkatannya bagaimana? Dan lain sebagainya.
13:57Sehingga di sini, kalau yang beropini, silakan, atau maaf, yang beropini, yang untuk memberi pendapat, silakan.
14:05Namun TNI harus siap.
14:07Manakala disuruh go, kita go.
14:09Kalau dibilang no go, ya kita tunggu.
14:11Inilah yang kita siapkan semuanya.
14:14Dan ini juga yang diberangkatkan, tadi saya bilang, seni kesehatan.
14:18Oke, baik. Tapi tadi kan Pak Iskandar sudah mendengar sendiri penyataan dari senior Hamas.
14:23Menyatakan ketidaksukaannya.
14:24Apakah Anda tidak takut bahkan dia menolak? Apakah Anda tidak khawatir nanti justru menimbulkan eskalasi konflik di sana?
14:32Saya yakin, saya percaya. Pasti SOP-nya, kodalnya di sana nanti akan jelas.
14:37Saya yakin dan percaya.
14:39Dan apapun yang ada kejadian di sana.
14:40Kan suami ini kita tidak pernah berdampingan, maksudnya Pak Iskandar.
14:42Sekarang tiba-tiba kita berdampingan. Anda tidak melihat akan ada konflik di sana?
14:45Saya yakin, saya percaya. Dengan di sana tidak akan ada konflik. Saya yakin dan percaya.
14:52BOP itu belum punya rules of engagement loh.
14:54Tidak sama seperti pasukan perdamaian yang dia punya rules of engagement.
14:59Jadi kalau misalnya dia harus berhadapan dengan pihak yang bertikai itu bagaimana dan sebagainya.
15:04BOP belum buat loh.
15:05Ini kita 19 Februari, katakanlah sudah ditetapkan.
15:09Lalu pertanyaan berikutnya adalah kita harus mengirim rules of engagementnya di mana?
15:13Oke, saya yakin saya percaya.
15:16Wakil Panglima TNI sudah buat statement, kita tunggu akhir Februari masih ada keputusan yang akan ditunggu.
15:24Sehingga kita menyampaikan pendapat ini, itu bagus sekali untuk mengedukasi.
15:28Namun mari kita bersabar menunggu.
15:31Dan saya yakin saya percaya, semua TNI sudah disiapkan.
15:34Kita tidak mengirim 20 ribu, tapi pertama kita 600 dulu.
15:39Selesai itu ada tahapan-tahapannya.
15:41Dan semua yang dikirim adalah mantan-mantan dari Unifil yang pernah di Libanon.
15:48Yang sudah pernah mengalami dan sudah mengetahui daerah itu semuanya.
15:52Saya yakin dan percaya mudah-mudahan Indonesia bisa berkibar di dunia ini.
15:58Saya yakin saya percaya.
15:59Baik, apakah kemudian DPR sudah mempertimbangkan adanya kecurigaan bahwa nanti Board of Peace justru dimanfaatkan oleh Trump maupun juga Israel?
16:08Nanti dijawab oleh Deng Reza, Kamisir Kambali Saudara.
16:11Tetap di Bola Liar.
16:21Israel gabung Board of Peace bentukan Presiden Donald Trump di tengah isu.
Komentar

Dianjurkan