Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Tersangka Kasus Ijazah, Roy Suryo pertanyakan pemeriksaan Presiden ke-7 RI, Jokowi di Polresta Solo.

Hal ini disampaikan Roy Suryo di Polda Metro Jaya pada Kamis (12/2/2026).

"Sekarang kita tahu sendiri kemarin juga Jokowi masih diperiksa lagi di Polresta Surakarta dengan 10 pertanyaan, aneh banget katanya sudah dilimpahkan kok masih ada pertanyaan lagi," ujar Roy Suryo.

"Polisi juga katanya masih mencari bukti lagi ke Jogja dan ke Solo. Mau gimana caranya bukti lagi? Katanya sudah ada 719 bukti ya," lanjutnya.

#roysuryo #jokowi #ijazahjokowi

Video Editor: Laurensius Galih

Produser: Theo Reza

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/650920/respons-roy-suryo-soal-jokowi-diperiksa-lagi-di-polresta-solo-aneh-banget
Transkrip
00:00Bang Reson tadi pagi, ya kan?
00:01Ya, ya, ya.
00:03Jadi terima kasih sekali lagi kepada Pak Komjen Pol Penawaran Ugrasino
00:07dan di dalam masih ada Pak Dr. Muhammad Sobadi
00:10dan juga Prof. Din Samsudin yang setelah lagi selesai.
00:13Kita menyampaikan bahwa apa yang dilakukan ini adalah suatu koreksi yang benar
00:18terhadap kemarin yang katanya sudah dihimpahkan
00:21dan memang dibalikkan dan lucu banget.
00:23Ketika dikembalikan, sekarang kita tahu sendiri
00:26kemarin juga Jokowi masih diperiksa lagi di Polresta Surakarta
00:30dengan 10 pertanyaan.
00:32Aneh banget, katanya sudah dilimpahkan kok masih ada pertanyaan lagi
00:36dan polisi juga katanya masih mencari bukti lagi ke Jogja dan ke Seluruh.
00:40Mau gimana caranya bukti lagi?
00:42Katanya sudah ada 719 bukti, ya, 719 bukti.
00:47Kemudian sudah ada katanya 120 sekian saksi, ada 22 ahli.
00:53Itu memang membutuhkan tidak promosional.
00:55Jadi itu mungkin mereka hanya bisa omong tok, ya, gitu.
00:59Kalau menggur ngomong tok, ya, kayak radio.
01:02Nek gur ngomong tok, ya itu radio saja bisa.
01:04Oh, nama-nama, nama-nama.
01:06Nek gur ngomong tok, ya, itu radio saja bisa.
01:10Makanya kita nggak gur ngomong tok.
01:12Kita hadirkan Komjen Polisi Ugrasino,
01:16kita hadirkan Pak Sobari,
01:18dan juga kita hadirkan Pak Prof. Din Samsudin hari ini.
01:21Saya kira itu ya. Sekali lagi, terima kasih, Dr. Tifa.
01:24Pada seluruh rakyat Indonesia,
01:28awal mula dari penelitian kami itu berasal bukan dari bulan Agustus 2025,
01:35sejak kemunculan atau lanjut buku Jokowi-Sulai Teper, bukan.
01:39Tapi dari sejak kemunculan pertama kali secara ofisial, ya,
01:43yang disebut sebagai spesimen ijazah Jokowi-Dodo,
01:48pertama kali dikeluarkan secara resmi,
01:51itu tanggal 20 Oktober tahun 2022,
01:55oleh Dekan Fakultas Kehutanan UGM.
01:57Dan kemudian berikutnya lagi adalah,
02:01tanggal 22 Mei, ya,
02:03oleh Bares Krim 2025,
02:06oleh Bares Krim ditunjukkan,
02:07ditunjukkan spesimen ijazah Jokowi-Dodo.
02:10Ini kami lanjut kepada penelitian.
02:12Dan yang terakhir,
02:14kita sudah mendapatkan spesimen yang beda lagi, ya,
02:18kita bisa pastikan bahwa spesimen ijazah Jokowi-Dodo
02:22yang diperoleh oleh Dr. Bonatua Silalahi,
02:25satu hari yang lalu,
02:27itu spesimen yang berbeda
02:29dengan spesimen yang ditunjukkan oleh Bares Krim 22 Mei 2025.
02:34Nah, oleh karena itu, maka ketika kami menyampaikan
02:37temuan kami dan ini temuan masih banyak,
02:39Insya Allah hari Sabtu nanti kita akan eksplor.
02:41Kami sampaikan kepada Komjen Ugroseno,
02:45maka mudah-mudahan itulah salah satu alasan
02:47yang membuat beliau bersedia
02:49untuk menjadi ahli kami,
02:51memperkuat bahwa kedudukan kami,
02:55pekerjaan kami adalah melakukan penelitian.
02:57Ya, terima kasih.
Komentar

Dianjurkan