Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Transparency International Indonesia mengungkapkan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia mengalami penurunan tiga poin, dari sebelumnya berada di angka 37 menjadi 34.

Skor tersebut menempatkan Indonesia di peringkat 109 dari total 180 negara yang disurvei.

Indonesia tercatat turun 10 peringkat, dari posisi 99 pada tahun 2024 menjadi peringkat 109 pada tahun 2025.

Dalam indeks tersebut, Indonesia berada satu kelompok dengan sejumlah negara lain, seperti Aljazair, Malawi, Laos, Nepal, Sierra Leone, serta Bosnia dan Herzegovina.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga Beri Catatan, DPR: Jumlah Pasukan ke Gaza Tak Perlu Terlalu Besar di https://www.kompas.tv/nasional/649867/beri-catatan-dpr-jumlah-pasukan-ke-gaza-tak-perlu-terlalu-besar

#korupsi #korupsiindonesia #ipkindonesia

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/649869/indeks-korupsi-turun-skor-indonesia-anjlok-ke-angka-34-dan-peringkat-109-dunia-sapa-malam
Transkrip
00:00Beranjak kesorotan selanjutnya, Transparency International Indonesia mengungkap indeks persepsi korupsi Indonesia turun 3 poin di angka 34 dari sebelumnya di angka 37.
00:11Skor ini menempatkan Indonesia berada di peringkat 109 dari 180 negara.
00:18Indonesia turun 10 peringkat dari peringkat 99 dari tahun 2024 menjadi peringkat 109 di tahun 2025.
00:27Indeks ini menempatkan Indonesia bersama sejumlah negara lainnya, seperti Al-Zazair, Malawi, Laos, Nepal, Sierra Leone, Bosnia-Herzegovina, dan beberapa negara lainnya.
00:41Dan kemudian hari-hari ini independensi peradilan kita juga dipertanyakan ketika kita lihat dalam seleksi HKM-MK yang DPR bisa memilih secara tertutup,
01:02diam-diam, dan jendrung arbitrar ya, tanpa partisipasi publik, tanpa seleksi yang proper.
01:13Jadi ini kemunduran yang luar biasa, apalagi proses sebelumnya, ada game yang diganti di tengah jalan, ini menurut saya kecahatan bagi independensi peradilan.
01:23Padahal tanpa independensi peradilan, terutama penegakan hukum, maka penegakan hukum dalam kasus korupsi itu bisa dengan mudah disalahgunakan untuk berbagai kepentingan-kepentingan lainnya.
Komentar

Dianjurkan