00:00dan insya Allah Bonatua adalah salah satu ahli yang ingin kita ajukan.
00:05Bang, kemarin ada Bonatua, ada lain mengaku mengantungi ijazah Jokowi tanpa sensor, gimana tangkapan?
00:10Ya, bukan hanya mengaku ya, kita melihat juga.
00:14Jadi kebetulan kemarin kita melakukan rapat konsolidasi untuk saksi dan ahli
00:19dan insya Allah Bonatua adalah salah satu ahli yang ingin kita ajukan.
00:24Karena dia kan peneliti, peneliti independen yang meneliti mengenai ijazah dan dokumen-dokumen pendidikan Pak Jokowi kan sebenarnya ya, kurang lebih.
00:35Dan dia untuk mendapatkan salinan dokumen yang tanpa sensor itu perlu menempuh upaya yang luar biasa kan,
00:43menggugat ke KIP, Komisi Informasi Pusat, sampai bahkan ke Mahkamah Konstitusi segala,
00:48walaupun di Mahkamah Konstitusi bukan ditolak ya, tetapi di NO karena dianggap tidak punya legal standing.
00:55Nah, setelah sidang beberapa kali dan akhirnya dia dimenangkan bahwa salinan ijazah itu adalah dokumen publik
01:03yang tidak boleh ditutupi, ada sembilan item yang ditutupi dan semua item itu dibuka,
01:08maka kemudian dia mendapatkan salinan yang resmi.
01:11Nah, kalau kita bicara salinan yang resmi itu berarti mirroring.
01:14Jadi, yang didapatkan Bonatua itu adalah mirroring dari apa yang diserahkan Jokowi
01:21sebagai ijazah yang dilegalisir, dilegalisasi.
01:26Ijazah yang dilegalisir itu mirroring harusnya dengan ijazah Sokol aslinya, kan begitu?
01:31Ijazah Sokol aslinya haruslah mirroring dengan yang dapat ditunjukkan pada tanggal 15 Desember 2025
01:37di gelar perkara khusus Polda Mitrujaya.
01:42Empat hal itu harus konsisten.
01:46Oke, pertanyaannya apa persoalannya?
01:50Kalau ijazahnya sebagaimana yang dimuat atau diberikan kepada KPU itu,
01:56kan dia mendapatkan ijazah 2014 dan 2019, nanti KPU dan KPU Solo nanti akan menyusul,
02:02itu adalah sama dengan apa yang di-upload oleh Dian Sandi.
02:08Kurang lebih sama.
02:12Dian Sandi memang berwarna, itu fotokopi.
02:14Tetapi kurang lebih sama.
02:16Nah, karena sama, maka kemudian apa yang dilakukan penelitian oleh Roy Suryo,
02:21Rismon Sianipar, dan sedikit dokter Tifa, maka itu confirm.
02:25Jadi walaupun misalnya mereka mengklaim bahwa yang dikaji atau diteliti RRT itu bukan ijazah Sokol aslinya,
02:35karena yang dikatakan Sokol asli itu adalah yang ditampakkan di gelar perkara khusus,
02:40maka kalau itu ijazahnya, maka sama kesimpulannya 99,9% palsu.
02:49Nah, jadi apa yang didapatkan Bonatua ini memperkuat bahwa apa yang diteliti Roy Suryo,
02:55Rismon Sianipar, dan Tifa Uziat Yassumam adalah barang yang diserahkan pada waktu pendaftaran
03:01sebagai presiden 2014 dan 2019.
03:05Dan itu menurut penelitian, hasil penelitian sekali lagi, itu palsu.
03:10Terima kasih telah menonton!
03:40Kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
04:01Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
04:05Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar