Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV - Kubu Roy Suryo dkk berencana mengajukan pengamat kebijakan publik Bonatua Silalahi sebagai ahli dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang saat ini tengah berproses di Polda Metro Jaya.

Pengajuan saksi ahli tersebut dilakukan setelah Bonatua Silalahi berhasil memperoleh salinan ijazah Joko Widodo tanpa sensor melalui proses panjang persidangan di Komisi Informasi Publik (KIP).

Hal itu disampaikan kuasa hukum Roy Suryo dkk, Refly Harun, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (10/2/2026).

Refly menjelaskan, keputusan mengajukan Bonatua Silalahi sebagai ahli merupakan hasil rapat konsolidasi internal terkait saksi dan ahli dalam perkara tudingan ijazah palsu Joko Widodo.

"Insyaallah Bonatua adalah salah satu ahli yang ingin kami ajukan, karena beliau peneliti independen yang meneliti ijazah dan dokumen pendidikan Pak Jokowi," kata Refly Harun.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Video Editor: Vila Randita

#ijazahjokowi #bonatua #roysuryo

Baca Juga Puluhan Kendaraan Pengangkut Sembako Tertimbun Longsor di Jalan Trans Papua | BU di https://www.kompas.tv/regional/649883/puluhan-kendaraan-pengangkut-sembako-tertimbun-longsor-di-jalan-trans-papua-bu



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/649894/alasan-kubu-roy-suryo-cs-ajukan-bonatua-silalahi-sebagai-ahli-di-kasus-tudingan-ijazah-jokowi
Transkrip
00:00dan insya Allah Bonatua adalah salah satu ahli yang ingin kita ajukan.
00:05Bang, kemarin ada Bonatua, ada lain mengaku mengantungi ijazah Jokowi tanpa sensor, gimana tangkapan?
00:10Ya, bukan hanya mengaku ya, kita melihat juga.
00:14Jadi kebetulan kemarin kita melakukan rapat konsolidasi untuk saksi dan ahli
00:19dan insya Allah Bonatua adalah salah satu ahli yang ingin kita ajukan.
00:24Karena dia kan peneliti, peneliti independen yang meneliti mengenai ijazah dan dokumen-dokumen pendidikan Pak Jokowi kan sebenarnya ya, kurang lebih.
00:35Dan dia untuk mendapatkan salinan dokumen yang tanpa sensor itu perlu menempuh upaya yang luar biasa kan,
00:43menggugat ke KIP, Komisi Informasi Pusat, sampai bahkan ke Mahkamah Konstitusi segala,
00:48walaupun di Mahkamah Konstitusi bukan ditolak ya, tetapi di NO karena dianggap tidak punya legal standing.
00:55Nah, setelah sidang beberapa kali dan akhirnya dia dimenangkan bahwa salinan ijazah itu adalah dokumen publik
01:03yang tidak boleh ditutupi, ada sembilan item yang ditutupi dan semua item itu dibuka,
01:08maka kemudian dia mendapatkan salinan yang resmi.
01:11Nah, kalau kita bicara salinan yang resmi itu berarti mirroring.
01:14Jadi, yang didapatkan Bonatua itu adalah mirroring dari apa yang diserahkan Jokowi
01:21sebagai ijazah yang dilegalisir, dilegalisasi.
01:26Ijazah yang dilegalisir itu mirroring harusnya dengan ijazah Sokol aslinya, kan begitu?
01:31Ijazah Sokol aslinya haruslah mirroring dengan yang dapat ditunjukkan pada tanggal 15 Desember 2025
01:37di gelar perkara khusus Polda Mitrujaya.
01:42Empat hal itu harus konsisten.
01:46Oke, pertanyaannya apa persoalannya?
01:50Kalau ijazahnya sebagaimana yang dimuat atau diberikan kepada KPU itu,
01:56kan dia mendapatkan ijazah 2014 dan 2019, nanti KPU dan KPU Solo nanti akan menyusul,
02:02itu adalah sama dengan apa yang di-upload oleh Dian Sandi.
02:08Kurang lebih sama.
02:12Dian Sandi memang berwarna, itu fotokopi.
02:14Tetapi kurang lebih sama.
02:16Nah, karena sama, maka kemudian apa yang dilakukan penelitian oleh Roy Suryo,
02:21Rismon Sianipar, dan sedikit dokter Tifa, maka itu confirm.
02:25Jadi walaupun misalnya mereka mengklaim bahwa yang dikaji atau diteliti RRT itu bukan ijazah Sokol aslinya,
02:35karena yang dikatakan Sokol asli itu adalah yang ditampakkan di gelar perkara khusus,
02:40maka kalau itu ijazahnya, maka sama kesimpulannya 99,9% palsu.
02:49Nah, jadi apa yang didapatkan Bonatua ini memperkuat bahwa apa yang diteliti Roy Suryo,
02:55Rismon Sianipar, dan Tifa Uziat Yassumam adalah barang yang diserahkan pada waktu pendaftaran
03:01sebagai presiden 2014 dan 2019.
03:05Dan itu menurut penelitian, hasil penelitian sekali lagi, itu palsu.
03:10Terima kasih telah menonton!
03:40Kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
04:01Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
04:05Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar

Dianjurkan