00:00Ini khusus kita bawa dua saksi ya, tidak bukan ahli, saksi fakta yang akan memberikan keterangan yang mudah-mudahan meringankan Roy, Rismond, dan Dr. Tifa.
00:13Pertama adalah Pak Yulianto. Pak Yulianto ini adalah mantan komisioner KIP DKI, jadi Komisi Informasi DKI ketuanya.
00:23Pada tahun 2012, beliau mengetahui informasi soal ijazah Jokowi yang diberitahukan oleh tim sukses Jokowi pada waktu itu, yang menceritakan kok fotonya berbeda.
00:38Ini Pak Yulianto, beliau juga aktivis GMNI, dan juga berangkali pendukung Jokowi.
00:47Walaupun secara etik tidak boleh mendukung, tetapi secara sosiologis, politik, kalau GMNI kan kita tahu.
00:53Para politiknya pada waktu itu.
00:56Nah yang kedua, yang akan kita hadirkan adalah wartawan senior, Edi Mulyadi.
01:01Edi Mulyadi itu temannya ya, Edi Mulyadi yang kita tahu pernah berpengalaman dengan jin buang anak.
01:10Dan sempat nyantren juga ya, beberapa bulan gara-gara hanya pernyataan jin buang anak.
01:15Dan kita tahu bahwa itu adalah pasal-pasal yang anti-demokrasi banyak dikenakan pada aktivis.
01:21Tetapi yang kita minta dari Bang Edi adalah kehadirannya ke Yogyakarta pada tanggal 15 April 2025.
01:31Karena 15 April itulah yang menandai sebenarnya kehadiran Roy, Resmond, dan Tifa.
01:37Jadi 15 April itu para aktivis TPUA, termasuk juga aktivis lainnya termasuk juga RRT, itu mendatangi Unitas Gajah Mada untuk meminta klarifikasi dan data terhadap ijasa dan juga skripsi Joko Widodo.
01:55Dilanjutkan pada tanggal 16 ke Solo, tetapi RRT tidak ikut ke sana.
02:00Nah, Mas Edi ini jurnalis yang paling awal mewawancarai RRT.
02:07Dan pada waktu itu ada pernyataan dari Dr. Tifa misalnya kalau mereka datang itu untuk melakukan penelitian.
02:12Jadi clear bahwa mereka adalah melakukan penelitian dan memang terbukti Dr. Tifa sampai saat ini masih melakukan penelitian di dua universitas untuk gelar Dr. Aldia.
02:25Di UI, di Universitas Indonesia dia mengambil gelar untuk faktor kedokteran, S3, dan kemudian di UNPAD untuk FISIPOL.
02:36Dan itu bersamaan waktunya. Jadi bisa dibayangkan kan, bersamaan waktunya dan harus selesai Juni atau Juli ini, semester ini, dalam kondisi sebagai tersangka.
02:50Kami yang mengkondilir saksi dan ahli yang dipanggil atau yang kita ajukan di Polda Metrujaya.
02:57Jadi ada dasar pengajuan saksi dan ahli yang tambahan ini.
03:03Karena kita dengar sebelumnya ada PISI 19, itu menekankan bahwa kita diperkenankan untuk bawa ahli dan saksi.
03:12Kemudian di KUHAP baru, pasal 39 ya, semua saksi, ahli yang kita ajukan itu wajib diperiksa oleh pengidik.
03:22Nah, berdasarkan dua dasar tersebut, akhirnya kita ajukan gelombang kedua.
03:28Gelombang pertama kemarin, seperti rekan-rekan ketahui semua, tujuh orang ahli semua, profesor dan satu dokter, sudah di BAP, di penyidik.
03:40Dan ini masuk gelombang kedua, yaitu hari ini ada dua orang saksi fakta, dan besok itu ada dua ahli.
03:48Tanggal 11 kemudian, hari tanggal 12, itu ada empat ahli yang luar biasa.
03:59Nah, untuk hari ini sudah jelas tadi dijelaskan oleh Prof. Refli Harun, dan yang sebelah kanan dan sebelah kiri.
04:05Dan besok itu ada dua ahli yang sudah biasa berkecimpung di dalam AIP, Komisi Informasi Publik.
04:16Nah, untuk itu kita bawa mereka besok ke sini, dua-duanya ahli.
04:22Dan tanggal 12, ada empat orang ahli lagi, salah satunya adalah yang kita hormati, Komjen Ugroseno.
04:31Dan ini memang kita nantikan, kami spill dulu dari enam ahli yang selain yang hari ini dua saksi fakta,
04:39dan enam orang lagi nanti, kami spill satu yang memang menarik, yang kita tunggu-tunggu adalah Komjen Ugroseno.
04:48Ahli kepolisian dan ahli hukum acara pidana.
04:53Jadi kita nantikan, dan jangan anda lupakan itu tanggal 12 saya jadwalnya.
04:57Oke, baik kalau berkaitan dengan saksi fakta, itu sebetulnya berkaitan dengan posisi saya sebagai atletis GMNI.
05:08Waktu itu saya sebagai penurus di Dewan Pakat Persatuan Adonim GMNI,
05:13di mana salah satu tim ofisial daripada BNI Perjuangan dalam konteks pencarungan Gubernur BKI,
05:20yaitu pengundang Eskandar, itu bercerita kepada saya bahwa beliau itu heran.
05:27Kenapa foto di ijazah Pak Jokowi yang dilegalisir bahasa tersebut berbeda dengan sosoknya Pak Jokowi.
05:36Ada keculigaan yang disatukan ke saya, dan memang setelah saya lihat secara kasat mata,
05:44memang beda antara sosok Pak Jokowi dengan foto yang ada di ijazah.
05:47Tentunya kan kawan-kawan sudah melihat salinan ijazah yang sudah beredar di media masa,
05:55baik yang upload oleh Dian Sandi, kata PSU,
06:01ataupun yang kemudian sempat cerah amin juga di berbagai,
06:04dia kan ditunjukkan foto tersebut, sehingga sebenarnya secara kasat mata bisa,
06:08biarkan lah, dari sisi itu sosok Pak Jokowi berbeda dengan foto yang ada di ijazah.
06:16Yaitu yang baru saya sampaikan juga, ya berkaitan dengan hal itu.
06:21Itu kan informasi yang saya dapat dari tim ofisial pemilihan kutubur DKI dari PDI Perjuangan,
06:28yaitu Denny Skandar, di mana kemudian nama anak beliau itu kan disebut juga oleh Vitor.
06:34Tiga nama, sebagai tim Jakarta dan pembuatan jasa palsu,
06:38yaitu Denny Skandar, kemudian Indra, dan saya sendiri.
06:41Jangan lupa, kata-kata datang sebagai peneliti, sebagai alumni, sebagai peneliti,
06:47yang memang datang untuk melihat data data yang dibutuhkan.
06:51Dan di situ mereka mengatakan mereka kecewa,
06:53karena kalau istilah kata-kata Rai Sudo,
06:57sebagai pemeriksa ranking nomor 2,
06:59kalau terbuka informasi publik,
07:02ternyata UKM tidak menerima informasi kepada data-data yang dibutuhkan sama sekali dari sejarah.
07:08Cewa.
07:08Ada kata-kata di topi 4, topi 4, tidak, tidak, ada.
07:12Jadi mereka mengharap ada di media, lebih berbeza.
07:14Tapi terlihat tidak ada.
07:16Dan kata mereka pektifang pun Rai,
07:18karena mereka kecewa sekali, bahkan sempat modem block.
07:22Rai mengatakan intensitas pentinggi.
07:25Kalau teman-teman melihat video saya,
07:27saya sempat ada pemeriksa.
07:28Kita apa, sempatnya kebijakan,
07:30kita paling banta.
07:31Kami banta, sehingga kami berencana walk out.
07:35Keluar ulangan.
07:36Nah kemudian, gue juga mengatakan mereka dapat begitu, mereka juga berdiga.
07:42Mereka bisa orang-orang di sini, mampu-mampu tidak.
07:45Dan didalam terdapat 16 orang.
07:4716 orang ini bukan cuma kegiatan kegiatan kegiatan,
07:51tapi ada orang-orang yang katanya alur UQM juga.
07:55Tapi sebetulnya, orang-orang itu orang yang...
08:01Mela Jutung.
08:02Iya, itu kan begitu.
08:03Tata Roy ini sebetulnya tidak fair, karena kita hanya berapa orang yang terkait betul,
08:10sementara mereka bisa datangkan rasa banyak-banyaknya.
08:12Ada 16 orang, Tata Roy dalam pelan-pelan itu.
08:15Nah, mereka kecewa dan mau walk out, tapi kemudian di last minute itulah, baru skripsinya dikeluarkan.
08:26Skripsinya dikeluarkan oleh Tata Roy, respon memoto-moto melihat Tata Roy,
08:30terus beberapa waktu, dia sudah datang, dia melihat dulu, mempertulahkan keadaan yang diindikan,
08:35tapi waktu itu, respon memoto-moto, dan Roy juga memoto-moto.
08:40Kayak disampaikan nanti, Bawang mengatakan, saya bawa karteran khusus.
08:44Jadi hasilnya lebih bagus, sehingga bisa diketahui beberapa kecanggalan,
08:47misalnya soal kuatnya, soal di lukar ijaz, beberapa kecanggalan, tidak ada nama-nama dosen,
08:53yang paling penting tidak ada kelas 7, yang disebut-sebut lebih dosen kebikiran atau dosen kebikiran.
08:58Seandainya, maka kita mencapai itu.
09:00Kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
09:26Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
09:31Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar