Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 18 jam yang lalu
PONTIANAK, DIO-TV.COM, Selasa, 10 Februari 2026 - Falsafah Dayak hilang di pintu gerbang IKN di Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia, pasca konteks berbeda demonstrasi di Melbourne, Australia, 21 Januari 2026, tuntut Sabah dan Sarawak merdeka dari Malaysia. ***
Transkrip
00:00Falsafah daya hilang di pintu gerbang Ibu Kota Negara di Provinsi Kalimantan Timur.
00:13Sekretaris Jenderal Majelis Adat Dayak Nasional, Jakobus Kumis, Selasa, 10 Februari 2026,
00:20mengatakan, segera pertanyakan kepada Kepala OIKN.
00:24Basuki Hadimulyono, Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara, OIKN,
00:28diminta segera menjelaskan kenapa tulisan Falsafah Dayak dihilangkan.
00:33Presiden Majelis Adat Dayak Nasional, Martin Bila, memimpin rapat dalam diskusi singkat di Jakarta,
00:39Senin, 9 Februari 2026.
00:42Hadir sejumlah tokoh Dayak, di antaranya Jakobus Kumis dan Julius Aho dari Provinsi Kalimantan Barat.
00:49Dikatakan Jakobus Kumis, dalam diskusi singkat menghadirkan budayawan Butet Kartor Rejasa,
00:54merumuskan kebijakan IKN.
00:55Martin Bila menegaskan pembangunan IKN tidak boleh semata-mata berorientasi pada infrastruktur fisik.
01:02Tetapi harus menempatkan kebudayaan sebagai fondasi utama,
01:05khususnya budaya masyarakat lokal Kalimantan, termasuk suku Dayak.
01:09Sebagai bagian tak terpisahkan dari jati diri IKN sebagaimana digariskan Undang-Undang No. 5 Tahun 2007,
01:15tentang,
01:16Pemajuan Kebudayaan.
01:17Falsafah daya hilang di pintu gerbang Ibu Kota Negara di Provinsi Kalimantan Timur.
01:23Sedianya bertuliskan,
01:25Adil ke Atalino baru camin ke Asaruga Basengat ke Ajubata.
01:29Dalam terjemahan harafiahnya,
01:31Adil kepada sesama,
01:32bercermin atau berperilaku.
01:35Kepada surga,
01:36dan nafas hidup bersumber kepada Tuhan.
01:38Falsafah daya kanayat dari Provinsi Kalimantan Barat,
01:42telah disepakati dalam pertemuan internasional suku Dayak di Sabah, Malaysia, 2010.
01:48Sebuah falsafah menekankan harmoni antar manusia,
01:51perilaku mulia,
01:52dan ketuhanan.
01:54Adil ke Atalino,
01:55artinya adil terhadap sesama manusia.
01:58Bermakna tidak boleh ada ketidakan di umi,
02:01termasuk adil kepada alam.
02:03Bacuramin ke Asaruga artinya bercermin ke surga.
02:05Hidup harus berperilaku baik,
02:08mulia dan benar seperti aturan surga dari Tuhan.
02:12Basengat ke Ajubata,
02:13artinya bernafas kepada Tuhan.
02:16Kehidupan manusia bersumber dari Tuhan,
02:18disebut Jubata,
02:19sang pencipta.
02:21Dimana manusia wajib menjaga kehidupan.
02:24Salam adil ke Atalino Bacuramin ke Asaruga Basengat ke Ajubata
02:27selaku dijawab arus,
02:29arus,
02:29arus,
02:30artinya semoga terwujud.
02:32Sebagai pendukung trilogi peradaban kebudayaan suku Dayak,
02:36hormat dan patuh kepada leluhur,
02:38hormat dan patuh kepada sesama,
02:40serta hormat dan patuh kepada negara.
02:43Trilogi peradaban kebudayaan suku Dayak,
02:46membentuk karakter dan jati diri suku Dayak beradat,
02:49yaitu berdamai dan serasi dengan leluhur,
02:51berdamai dan serasi dengan alam semesta,
02:54berdamai dan serasi dengan sesama,
02:56serta berdamai dan serasi dengan negara.
02:59Trilogi peradaban kebudayaan suku Dayak,
03:02membentuk karakter dan jati diri suku Dayak beradat dengan sumber doktrin.
03:06yaitu legenda suci Dayak, mitos suci Dayak, adat istiadat Dayak dan hukum adat Dayak,
03:11menempatkan hutan sebagai simbol dan sumber peradaban.
03:14Jakobus Kumis mengatakan, badan otorita IKN supaya bersikap arif dan bijaksana,
03:19karena penghilangan tulisan falsafah Dayak sensitif.
03:23Sensitif dalam menghadapi fenomena hegemoni sering bertindak tidak adil terhadap masyarakat lokal,
03:28termasuk masyarakat suku Dayak.
03:30Bisa berimplikasi bermunculan gerakan spontanitas suku Dayak di sejumlah daerah di Kalimantan
03:34mengancam instabilitas keamanan,
03:37karena merasa tidak dihargai dalam tahapan pembangunan Ibu Kota Negara di Provinsi Kalimantan Timur.
03:43Martin Bila menyampaikan masukan strategis kepada otorita Ibu Kota Nusantara.
03:48Di antaranya dukungan terhadap pembangunan pusat kebudayaan dan pusat ekonomi yang terintegrasi.
03:53Pembangunan pusat kebudayaan harus mampu mengakomodasi akar budaya masyarakat lokal serta sejarah daerah,
04:00agar tidak menimbulkan resistensi maupun pertanyaan dari masyarakat terhadap arah
04:03dan program pembangunan ke depan.
04:06IKN harus mencerminkan jati diri bangsa,
04:08menghormati sejarah,
04:09serta memberi ruang bagi ekspresi budaya lokal,
04:12ujar Martin Bila.

Dianjurkan