Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
KOMPAS.TV - Bencana tanah bergerak melanda Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, pada Jumat (7/2/2026) lalu.

Sejumlah bangunan, termasuk rumah warga, roboh. Jalanan ambles, hingga fasilitas umum mengalami kerusakan parah.

Bencana tanah bergerak di Desa Padasari juga menghancurkan bangunan Pondok Pesantren Al Adalah. Saat ini, hampir seluruh bangunan pondok pesantren tersebut rata dengan tanah.

Sementara itu, seluruh santri telah dipindahkan ke Pondok Pesantren Al Adalah 2 yang tidak terdampak bencana tanah bergerak.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD mencatat setidaknya 596 kepala keluarga atau 2.453 jiwa terdampak akibat bencana tanah bergerak ini.

Pemerintah Kabupaten Tegal telah menyiapkan lahan milik Perhutani untuk dibangun hunian sementara bagi warga terdampak.

#bpbd #bencana #jawatengah

Baca Juga Bocah Perempuan Penjual Tisu Tewas Tertabrak Alat Berat di Kendari | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/regional/649457/bocah-perempuan-penjual-tisu-tewas-tertabrak-alat-berat-di-kendari-sapa-pagi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/649458/full-sederet-fakta-tanah-bergerak-di-padasari-tegal-2-453-jiwa-terdampak-sapa-pagi
Transkrip
00:00Bencana tanah bergerak melanda desa Padasari,
00:04Kecamatan Jatimegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat lalu.
00:10Sejumlah bangunan termasuk rumah warga roboh,
00:13jalanan ambles,
00:14hingga fasilitas umum mengalami kerusakan parah.
00:19Tanah bergerak di desa Padasari, Kabupaten Tegal,
00:21juga menghancurkan bangunan podok pesantren Al-Adalah.
00:25Kini hampir seluruh bangunan rata dengan tanah.
00:27Sementara seluruh santri telah dipindah ke Pompas Al-Adalah 2
00:33yang tidak terdampak bencana tanah bergerak.
00:38Data BPBD mencatat setidaknya ada 596 kepala keluarga
00:43atau 2.453 jiwa terdampak akibat bencana tanah bergerak.
00:50Pemerintah Kabupaten Tegal telah menyiapkan lahan milik perhutani
00:53untuk dibangun kunian sementara.
00:57Kita ini sedang berproses, Pak.
01:02Kemarin kami sudah survei bersama tim teknis
01:04dan juga dari perhutani
01:06untuk persiapan lokasi huntara,
01:09bangunian sementara.
01:11Kemarin sudah kami putuskan,
01:12titiknya ada di sampingnya Pompas Al-Adalah 2
01:16yang saat ini menjadi tempat pengungsian santri, Pak.
01:19Untuk proses pembangunannya sudah siap tinggal penentuan lokasi
01:24dan proposal kami kirim sudah siap untuk dilaksanakan.
01:28Karena huntara ini nanti menggunakan bangunan knockdown, Pak.
01:33Jadi akan cepat.
01:34Akan cepat pembangunannya.
01:36Satu rumah, dua hari sampai bisa selesai.
01:41Menurut warga, tanah bergerak kali ini
01:44menjadi bencana yang paling parah yang pernah terjadi di desa mereka.
01:47Selain mengungsi di delapan titik posko pengungsian,
01:51sebagian warga mulai mengamankan harta benda
01:53karena khawatir akan kondisi tanah yang masih bergerak.
01:57Wakil Presiden Gibran Raka Buming meninjau lokasi pencana
02:03tanah bergerak di desa Padasari, Kabupaten Tegal, Jumat lalu.
02:06Wakil Presiden Gibran Raka Buming meninjau lokasi pencana tanah bergerak
02:27di desa Padasari, Kabupaten Tegal, Jumat lalu.
02:30Dalam kunjungannya Gibran memastikan
02:33pemerintah akan menjamin hak-hak dan keselamatan warga.
02:38Gibran juga meminta warga
02:39agar tidak memaksakan diri kembali ke rumah
02:42karena kondisi tanah yang masih bergerak.
03:00Sekarang prioritasnya adalah keselamatan warga
03:06akan segera dibangun, buntara dan buntak.
03:11Relokasinya nanti di mana?
03:12Nanti yang menjelaskan Pak Gubernur dan Pak Bupati yang jelas
03:16sudah tidak mungkin lagi untuk kembali ke atas.
03:23Akibat musibah tanah bergerak,
03:26lebih dari 2.000 jiwa mengungsi di 4 posko utama.
03:29Sebagian di antara mereka kehilangan rumah
03:31karena rusak parah.
03:34Pergerakan tanah terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi
03:36melanda wilayah tersebut.
03:38Temp Liputan, Kompas TV
Komentar

Dianjurkan