00:00Bencana tanah bergerak melanda desa Padasari,
00:04Kecamatan Jatimegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat lalu.
00:10Sejumlah bangunan termasuk rumah warga roboh,
00:13jalanan ambles,
00:14hingga fasilitas umum mengalami kerusakan parah.
00:19Tanah bergerak di desa Padasari, Kabupaten Tegal,
00:21juga menghancurkan bangunan podok pesantren Al-Adalah.
00:25Kini hampir seluruh bangunan rata dengan tanah.
00:27Sementara seluruh santri telah dipindah ke Pompas Al-Adalah 2
00:33yang tidak terdampak bencana tanah bergerak.
00:38Data BPBD mencatat setidaknya ada 596 kepala keluarga
00:43atau 2.453 jiwa terdampak akibat bencana tanah bergerak.
00:50Pemerintah Kabupaten Tegal telah menyiapkan lahan milik perhutani
00:53untuk dibangun kunian sementara.
00:57Kita ini sedang berproses, Pak.
01:02Kemarin kami sudah survei bersama tim teknis
01:04dan juga dari perhutani
01:06untuk persiapan lokasi huntara,
01:09bangunian sementara.
01:11Kemarin sudah kami putuskan,
01:12titiknya ada di sampingnya Pompas Al-Adalah 2
01:16yang saat ini menjadi tempat pengungsian santri, Pak.
01:19Untuk proses pembangunannya sudah siap tinggal penentuan lokasi
01:24dan proposal kami kirim sudah siap untuk dilaksanakan.
01:28Karena huntara ini nanti menggunakan bangunan knockdown, Pak.
01:33Jadi akan cepat.
01:34Akan cepat pembangunannya.
01:36Satu rumah, dua hari sampai bisa selesai.
01:41Menurut warga, tanah bergerak kali ini
01:44menjadi bencana yang paling parah yang pernah terjadi di desa mereka.
01:47Selain mengungsi di delapan titik posko pengungsian,
01:51sebagian warga mulai mengamankan harta benda
01:53karena khawatir akan kondisi tanah yang masih bergerak.
01:57Wakil Presiden Gibran Raka Buming meninjau lokasi pencana
02:03tanah bergerak di desa Padasari, Kabupaten Tegal, Jumat lalu.
02:06Wakil Presiden Gibran Raka Buming meninjau lokasi pencana tanah bergerak
02:27di desa Padasari, Kabupaten Tegal, Jumat lalu.
02:30Dalam kunjungannya Gibran memastikan
02:33pemerintah akan menjamin hak-hak dan keselamatan warga.
02:38Gibran juga meminta warga
02:39agar tidak memaksakan diri kembali ke rumah
02:42karena kondisi tanah yang masih bergerak.
03:00Sekarang prioritasnya adalah keselamatan warga
03:06akan segera dibangun, buntara dan buntak.
03:11Relokasinya nanti di mana?
03:12Nanti yang menjelaskan Pak Gubernur dan Pak Bupati yang jelas
03:16sudah tidak mungkin lagi untuk kembali ke atas.
03:23Akibat musibah tanah bergerak,
03:26lebih dari 2.000 jiwa mengungsi di 4 posko utama.
03:29Sebagian di antara mereka kehilangan rumah
03:31karena rusak parah.
03:34Pergerakan tanah terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi
03:36melanda wilayah tersebut.
03:38Temp Liputan, Kompas TV
Komentar