00:00Saudara sorotan di Kompas pagi hari ini, salah satunya datang dari meninggalnya siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur
00:06akibat bunuh diri jadi pelajaran bagi bangsa.
00:09Di saat anak-anak seusianya sedang menikmati masa bermain dan belajar,
00:13korban justru memilih mengakhiri hidup karena kecewa tidak dibelikan alat tulis dan buku untuk sekolah.
00:18Inilah catatan Kompas TV pelajaran dari kisah pilu di Ngada, Nusa Tenggara Timur.
00:30Anak ini tidak tahu lagi mungkin, dia juga terasa bermarki hidup terlalu tinggi.
00:38Kedahan setiap hari, dia pengen sekolahnya lapar.
00:41Ini memang kami akan banyak harus memperbaiki diri karena ini menurut saya adalah kegagalan banyak faktor di NTT.
00:51Di halaman rumah berdinding bambu inilah, YBR, siswa kelas 4 sekolah dasar di Kecamatan Jerebu U, Ngada, Nusa Tenggara Timur, mengakhiri hidupnya.
01:07Hanya secari kertas berisikan surat terakhirnya kepada sang ibu yang mengantarkan kepergiannya dengan cara yang tragis.
01:16Usianya mungkin belum cukup untuk memahami rumitnya kehidupan.
01:24Namun akhir tragis ini menjadi cerminan bahwa di usianya yang baru menginjak 10 tahun,
01:31ia merasakan kesedihan yang mendalam.
01:37Jangankan membayar uang tunggakan sekolah.
01:40Membeli buku dan pena pun, ia tak mampu.
01:43Peristiwa kematian ini diawali dengan kewajipan beliau untuk selain membelanjakan barang-barang itu juga untuk membayar uang sekolah.
01:56Ada kewajipan uang sekolah yang belum ia penuhi.
01:59Sehingga kemudian mamanya keberjawab untuk mendapatkan bantuan dana,
02:06tetapi dana, ok salah, dana bos, ok saya kira ini.
02:12Tetapi mamanya itu tidak bisa.
02:16Gubernur NTT pun mengaku kasus ini jadi tamparan sekaligus kegagalan bagi pemerintah provinsi NTT
02:25dalam mendeteksi dini persoalan kesejahteraan masyarakat.
02:30Ini memang kami akan banyak harus memperbaiki diri karena ini menurut saya adalah kegagalan banyak faktor di NTT ya.
02:44Khususnya yang di pemerintah kabupaten yang ada terkait dengan bagaimana mekanisme pemerintahan,
02:50mekanisme peran atas sosial, keagamaan, adat, sampai tidak bisa menjangkau sampai terjadi ini,
02:57tentu ini memukul kami secara bersama.
03:00Dan nanti kami akan segera untuk melakukan berbagai langkah,
03:04untuk ini tidak boleh terjadi lagi di waktu-waktu ke depan di tempat manapun disini.
03:07Sementara itu pengamat pendidikan sekaligus dosen FKIP Universitas Nusa Jendana, Marcel Robot, bilang
03:17meninggalnya YBR memberikan pesan penting bagi pemerintah Indonesia
03:21terkait sulitnya sejumlah keluarga mendapatkan fasilitas pendidikan
03:25seperti yuran dan juga perlengkapan sekolah.
03:31Jadi biasanya tahun ajaran baru itu kesulitan.
03:34Kalau sejumlah anak di dalam keluarga itu sekolah, itu mereka kesulitan membeli tas,
03:38kesulitan membeli sepatu, baju seragam, dan seterusnya termasuk membeli buku tulis dan full pen.
03:46Jadi khusus untuk pemerintah NTT itu mesti ada pemikiran
03:52untuk melakukan intervensi dana afirmasi gitu ya.
03:56Khusus untuk tahun ajaran baru.
03:59Saat itu mereka kesulitan bukan main.
04:04Tragedi yang terjadi di ngada Nusa Tenggara Timur bukan sekedar kisah duka keluarga,
04:13melainkan cerminan luka sosial yang selama ini terabaikan.
04:20Ketika masa depan seorang anak gagal untuk dijaga karena kendala sosial,
04:25pertanyaannya adalah siapa yang lalai dalam menjaga stabilitas sosial?
04:31Tim Liputan, Kompas TV.
Komentar