Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
NTT, KOMPAS.TV - Meninggalnya seorang siswa sekolah dasar di Ngada, Nusa Tenggara Timur, menjadi pelajaran penting bagi bangsa. Peristiwa ini terjadi di saat anak-anak seusianya seharusnya menikmati masa bermain dan belajar.

Namun, korban justru mengakhiri hidupnya setelah mengalami kekecewaan karena tidak dibelikan alat tulis dan buku untuk sekolah.

Peristiwa pilu ini menjadi pengingat bahwa persoalan sederhana bagi orang dewasa dapat berdampak besar bagi kondisi psikologis anak. Perhatian, pendampingan, dan kepekaan terhadap kebutuhan emosional anak menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.

Inilah catatan KompasTV, pelajaran dari kisah pilu yang terjadi di Ngada.

#ngada #sd #siswa

Baca Juga Miris! Gajah Sumatera Ditemukan Tewas Tanpa Gading, Diduga Diburu Pemburu Liar | KOMPAS PAGI di https://www.kompas.tv/regional/649431/miris-gajah-sumatera-ditemukan-tewas-tanpa-gading-diduga-diburu-pemburu-liar-kompas-pagi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/649432/full-fakta-kematian-siswa-sd-di-ngada-jadi-pelajaran-bangsa-soroti-perlindungan-anak
Transkrip
00:00Saudara sorotan di Kompas pagi hari ini, salah satunya datang dari meninggalnya siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur
00:06akibat bunuh diri jadi pelajaran bagi bangsa.
00:09Di saat anak-anak seusianya sedang menikmati masa bermain dan belajar,
00:13korban justru memilih mengakhiri hidup karena kecewa tidak dibelikan alat tulis dan buku untuk sekolah.
00:18Inilah catatan Kompas TV pelajaran dari kisah pilu di Ngada, Nusa Tenggara Timur.
00:30Anak ini tidak tahu lagi mungkin, dia juga terasa bermarki hidup terlalu tinggi.
00:38Kedahan setiap hari, dia pengen sekolahnya lapar.
00:41Ini memang kami akan banyak harus memperbaiki diri karena ini menurut saya adalah kegagalan banyak faktor di NTT.
00:51Di halaman rumah berdinding bambu inilah, YBR, siswa kelas 4 sekolah dasar di Kecamatan Jerebu U, Ngada, Nusa Tenggara Timur, mengakhiri hidupnya.
01:07Hanya secari kertas berisikan surat terakhirnya kepada sang ibu yang mengantarkan kepergiannya dengan cara yang tragis.
01:16Usianya mungkin belum cukup untuk memahami rumitnya kehidupan.
01:24Namun akhir tragis ini menjadi cerminan bahwa di usianya yang baru menginjak 10 tahun,
01:31ia merasakan kesedihan yang mendalam.
01:37Jangankan membayar uang tunggakan sekolah.
01:40Membeli buku dan pena pun, ia tak mampu.
01:43Peristiwa kematian ini diawali dengan kewajipan beliau untuk selain membelanjakan barang-barang itu juga untuk membayar uang sekolah.
01:56Ada kewajipan uang sekolah yang belum ia penuhi.
01:59Sehingga kemudian mamanya keberjawab untuk mendapatkan bantuan dana,
02:06tetapi dana, ok salah, dana bos, ok saya kira ini.
02:12Tetapi mamanya itu tidak bisa.
02:16Gubernur NTT pun mengaku kasus ini jadi tamparan sekaligus kegagalan bagi pemerintah provinsi NTT
02:25dalam mendeteksi dini persoalan kesejahteraan masyarakat.
02:30Ini memang kami akan banyak harus memperbaiki diri karena ini menurut saya adalah kegagalan banyak faktor di NTT ya.
02:44Khususnya yang di pemerintah kabupaten yang ada terkait dengan bagaimana mekanisme pemerintahan,
02:50mekanisme peran atas sosial, keagamaan, adat, sampai tidak bisa menjangkau sampai terjadi ini,
02:57tentu ini memukul kami secara bersama.
03:00Dan nanti kami akan segera untuk melakukan berbagai langkah,
03:04untuk ini tidak boleh terjadi lagi di waktu-waktu ke depan di tempat manapun disini.
03:07Sementara itu pengamat pendidikan sekaligus dosen FKIP Universitas Nusa Jendana, Marcel Robot, bilang
03:17meninggalnya YBR memberikan pesan penting bagi pemerintah Indonesia
03:21terkait sulitnya sejumlah keluarga mendapatkan fasilitas pendidikan
03:25seperti yuran dan juga perlengkapan sekolah.
03:31Jadi biasanya tahun ajaran baru itu kesulitan.
03:34Kalau sejumlah anak di dalam keluarga itu sekolah, itu mereka kesulitan membeli tas,
03:38kesulitan membeli sepatu, baju seragam, dan seterusnya termasuk membeli buku tulis dan full pen.
03:46Jadi khusus untuk pemerintah NTT itu mesti ada pemikiran
03:52untuk melakukan intervensi dana afirmasi gitu ya.
03:56Khusus untuk tahun ajaran baru.
03:59Saat itu mereka kesulitan bukan main.
04:04Tragedi yang terjadi di ngada Nusa Tenggara Timur bukan sekedar kisah duka keluarga,
04:13melainkan cerminan luka sosial yang selama ini terabaikan.
04:20Ketika masa depan seorang anak gagal untuk dijaga karena kendala sosial,
04:25pertanyaannya adalah siapa yang lalai dalam menjaga stabilitas sosial?
04:31Tim Liputan, Kompas TV.
Komentar

Dianjurkan