00:00Perempuan perajin keripik tempe di Bintan menjadi bukti nyata dampak program CSR BRK Syariah bagi UMKM.
00:07Ketekunan dan kesabaran menjadi kunci perjalanan usaha Julianti 51 atau yang akrab di Sapa Yanti.
00:15Berawal dari kondisi ekonomi keluarga yang sempat goyah,
00:19perempuan asal kecamatan Bintan Timur ini perlahan bangkit dan kini menggerakkan usaha bersama
00:24yang memberi penghasilan tambahan bagi warga sekitarnya.
00:28Yanti mulai merintis usaha sejak 2016.
00:31Saat itu, suaminya baru saja selesai kontrak kerja dan belum memiliki pekerjaan tetap.
00:37Dari dapur rumah, Yanti mencoba berbagai usaha kecil demi menopang kebutuhan keluarga dan pendidikan kedua anaknya.
00:45Yang kini satu telah bekerja dan satu lagi hampir menyelesaikan kuliah.
00:49Usaha pertama yang ia jalani adalah kerajinan tangan.
00:53Atas ide anaknya, Yanti membuat sarung pulpen dengan berbagai karakter.
00:57Tak berhenti di situ, ia mencoba peruntungan dengan menjual kue olahan ubi menjadi bolu.
01:03Setiap hari, proses produksi dilakukan sejak pukul 9 malam, lalu hasilnya dititipkan ke warung-warung sekitar.
01:11Namun, usaha kue ubi itu hanya bertahan sekitar satu tahun karena keuntungan yang masih sangat terbatas.
01:18Perjalanan Yanti berlanjut ketika ia berinisiatif menggerakkan 10 ibu-ibu di lingkungan tempat tinggalnya untuk membuat kelompok usaha bersama.
01:26Sebagian besar dari mereka adalah orang tua tunggal yang menjadi penopang hidup keluarga.
01:32Dari berbagai pilihan produk, Yanti memilih mengembangkan keripik tempe.
01:36Prosesnya tidak mudah.
01:38Selama hampir satu tahun, ia dan anggota kelompok berulang kali gagal, terutama dalam mendapatkan irisan tempe yang tipis dan konsisten.
01:47Setelah satu tahun mencoba, barulah kami bisa mengiris tempe dengan baik, ujar Yanti.
01:52Upaya itu membuahkan hasil.
01:54Pada 2022, keripik tempe produksinya mulai masuk pasar dan telah mengantongi logo halal.
02:01Pemasaran dilakukan secara bertahap, mulai dari lingkungan terdekat seperti organisasi, PKK, hingga arisan.
02:08Yanti juga mengurus izin pangan industri rumah tangga, sehingga produknya kini bisa dipasarkan di gerai desayur dengan harga Rp14.000 per kemasan untuk rasa original.
02:19Permintaan pasar pun terus meningkat.
02:21Bahkan, Yanti pernah menerima pesanan hingga 75 kg, meski belum dapat dipenuhi karena keterbatasan stok bahan baku.
02:30Menjelang lebaran, kelompok usahanya telah membuka sistem pre-order sejak jauh hari.
02:35Di sela proses produksi, Yanti memiliki kebiasaan yang tak biasa.
02:40Saya sambil mengiris tempe selalu bersalawat.
02:42Katanya, saat ini, seluruh anggota kelompok juga telah menggunakan sistem pembayaran digital Kiwaris.
02:49Yanti juga ketua kelompok UP2K Seraiwangi di Kecamatan Bintan Timur.
02:54Bersama kelompoknya, ia memproduksi beragam makanan olahan.
02:58Mulai dari aneka kue kering, kerupuk, rengginang, peyek, bolu, donat, keripik pisang pedas manis, kue semprong, hingga produk khas kepri seperti gonggong rebus dan telur cumi asin.
03:09Dorongan besar datang pada Desember 2025 ketika kelompok UP2K menerima bantuan alat produksi dari program CSR BRK Syariah senilai sekitar 40 juta rupiah.
03:21Dengan bantuan tersebut, kapasitas produksi meningkat signifikan.
03:25Saat ini, produksi keripik tempe mencapai sekitar 2,7 kilogram per hari.
03:31Yanti juga telah memiliki dua anggota yang membantu proses produksi seiring pengembangan usaha kue kering.
03:37Prinsip saya sejak awal, usaha ini harus bisa membawa orang lain ikut bekerja dan punya penghasilan tambahan untuk keluarganya.
03:45Kata Yanti, menurutnya, bantuan dalam bentuk peralatan dari CSR BRK Syariah ini jauh lebih bermanfaat karena benar-benar sesuai kebutuhan kelompok.
03:55Sebelumnya produksi kami terbatas karena mengerjakannya secara manual.
04:00Sekarang jauh meningkat, apalagi saat momen hari besar dan acara besar.
04:04Ujarnya, bagi Yanti dan anggota UP2K lainnya, bantuan alat produksi tersebut bukan sekadar dukungan usaha,
04:12tetapi juga pengakuan atas perjuangan panjang yang dimulai dari dapur rumah, kesabaran, dan keyakinan untuk terus melangkah.
04:19Branch Manager BRK Syariah Bintan Imam Hadi Suryono menegaskan bahwa pemberian alat bantu produksi seperti yang diterima oleh Yanti
04:28merupakan bagian dari komitmen jangka panjang BRK Syariah dalam memberdayakan UMKM.
04:34Program bantuan alat produksi untuk UMKM ini sudah berjalan sejak 2024
04:39dan dilakukan berkolaborasi erat dengan pemerintah daerah setempat untuk menjangkau pelaku usaha yang benar-benar membutuhkan dukungan non-finansial dan finansial.
04:50Kami melihat UMKM adalah tulang punggung perekonomian daerah.
04:54Melalui CSR dan sinergi dengan pemerintah, kami ingin menguatkan ekosistem usaha masyarakat sehingga bisa terus tumbuh dan berdaya saing.
05:02Ujar Imam, program CSR yang dijalankan BRK Syariah bukan hanya sebuah bentuk kepedulian sosial
05:09tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk menunjang perekonomian masyarakat.
Komentar