Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Ketekunan dan kesabaran menjadi kunci perjalanan usaha Julianti (51), atau yang akrab disapa Yanti. Berawal dari kondisi ekonomi keluarga yang sempat goyah, perempuan asal Kecamatan Bintan Timur ini perlahan bangkit dan kini menggerakkan usaha bersama yang memberi penghasilan tambahan bagi warga sekitarnya.

Yanti mulai merintis usaha sejak 2016. Saat itu, suaminya baru saja selesai kontrak kerja dan belum memiliki pekerjaan tetap. Dari dapur rumah, Yanti mencoba berbagai usaha kecil demi menopang kebutuhan keluarga dan pendidikan kedua anaknya, yang kini satu telah bekerja dan satu lagi hampir menyelesaikan kuliah.

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #BRKSyariah #CSR #UMKM

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Perempuan perajin keripik tempe di Bintan menjadi bukti nyata dampak program CSR BRK Syariah bagi UMKM.
00:07Ketekunan dan kesabaran menjadi kunci perjalanan usaha Julianti 51 atau yang akrab di Sapa Yanti.
00:15Berawal dari kondisi ekonomi keluarga yang sempat goyah,
00:19perempuan asal kecamatan Bintan Timur ini perlahan bangkit dan kini menggerakkan usaha bersama
00:24yang memberi penghasilan tambahan bagi warga sekitarnya.
00:28Yanti mulai merintis usaha sejak 2016.
00:31Saat itu, suaminya baru saja selesai kontrak kerja dan belum memiliki pekerjaan tetap.
00:37Dari dapur rumah, Yanti mencoba berbagai usaha kecil demi menopang kebutuhan keluarga dan pendidikan kedua anaknya.
00:45Yang kini satu telah bekerja dan satu lagi hampir menyelesaikan kuliah.
00:49Usaha pertama yang ia jalani adalah kerajinan tangan.
00:53Atas ide anaknya, Yanti membuat sarung pulpen dengan berbagai karakter.
00:57Tak berhenti di situ, ia mencoba peruntungan dengan menjual kue olahan ubi menjadi bolu.
01:03Setiap hari, proses produksi dilakukan sejak pukul 9 malam, lalu hasilnya dititipkan ke warung-warung sekitar.
01:11Namun, usaha kue ubi itu hanya bertahan sekitar satu tahun karena keuntungan yang masih sangat terbatas.
01:18Perjalanan Yanti berlanjut ketika ia berinisiatif menggerakkan 10 ibu-ibu di lingkungan tempat tinggalnya untuk membuat kelompok usaha bersama.
01:26Sebagian besar dari mereka adalah orang tua tunggal yang menjadi penopang hidup keluarga.
01:32Dari berbagai pilihan produk, Yanti memilih mengembangkan keripik tempe.
01:36Prosesnya tidak mudah.
01:38Selama hampir satu tahun, ia dan anggota kelompok berulang kali gagal, terutama dalam mendapatkan irisan tempe yang tipis dan konsisten.
01:47Setelah satu tahun mencoba, barulah kami bisa mengiris tempe dengan baik, ujar Yanti.
01:52Upaya itu membuahkan hasil.
01:54Pada 2022, keripik tempe produksinya mulai masuk pasar dan telah mengantongi logo halal.
02:01Pemasaran dilakukan secara bertahap, mulai dari lingkungan terdekat seperti organisasi, PKK, hingga arisan.
02:08Yanti juga mengurus izin pangan industri rumah tangga, sehingga produknya kini bisa dipasarkan di gerai desayur dengan harga Rp14.000 per kemasan untuk rasa original.
02:19Permintaan pasar pun terus meningkat.
02:21Bahkan, Yanti pernah menerima pesanan hingga 75 kg, meski belum dapat dipenuhi karena keterbatasan stok bahan baku.
02:30Menjelang lebaran, kelompok usahanya telah membuka sistem pre-order sejak jauh hari.
02:35Di sela proses produksi, Yanti memiliki kebiasaan yang tak biasa.
02:40Saya sambil mengiris tempe selalu bersalawat.
02:42Katanya, saat ini, seluruh anggota kelompok juga telah menggunakan sistem pembayaran digital Kiwaris.
02:49Yanti juga ketua kelompok UP2K Seraiwangi di Kecamatan Bintan Timur.
02:54Bersama kelompoknya, ia memproduksi beragam makanan olahan.
02:58Mulai dari aneka kue kering, kerupuk, rengginang, peyek, bolu, donat, keripik pisang pedas manis, kue semprong, hingga produk khas kepri seperti gonggong rebus dan telur cumi asin.
03:09Dorongan besar datang pada Desember 2025 ketika kelompok UP2K menerima bantuan alat produksi dari program CSR BRK Syariah senilai sekitar 40 juta rupiah.
03:21Dengan bantuan tersebut, kapasitas produksi meningkat signifikan.
03:25Saat ini, produksi keripik tempe mencapai sekitar 2,7 kilogram per hari.
03:31Yanti juga telah memiliki dua anggota yang membantu proses produksi seiring pengembangan usaha kue kering.
03:37Prinsip saya sejak awal, usaha ini harus bisa membawa orang lain ikut bekerja dan punya penghasilan tambahan untuk keluarganya.
03:45Kata Yanti, menurutnya, bantuan dalam bentuk peralatan dari CSR BRK Syariah ini jauh lebih bermanfaat karena benar-benar sesuai kebutuhan kelompok.
03:55Sebelumnya produksi kami terbatas karena mengerjakannya secara manual.
04:00Sekarang jauh meningkat, apalagi saat momen hari besar dan acara besar.
04:04Ujarnya, bagi Yanti dan anggota UP2K lainnya, bantuan alat produksi tersebut bukan sekadar dukungan usaha,
04:12tetapi juga pengakuan atas perjuangan panjang yang dimulai dari dapur rumah, kesabaran, dan keyakinan untuk terus melangkah.
04:19Branch Manager BRK Syariah Bintan Imam Hadi Suryono menegaskan bahwa pemberian alat bantu produksi seperti yang diterima oleh Yanti
04:28merupakan bagian dari komitmen jangka panjang BRK Syariah dalam memberdayakan UMKM.
04:34Program bantuan alat produksi untuk UMKM ini sudah berjalan sejak 2024
04:39dan dilakukan berkolaborasi erat dengan pemerintah daerah setempat untuk menjangkau pelaku usaha yang benar-benar membutuhkan dukungan non-finansial dan finansial.
04:50Kami melihat UMKM adalah tulang punggung perekonomian daerah.
04:54Melalui CSR dan sinergi dengan pemerintah, kami ingin menguatkan ekosistem usaha masyarakat sehingga bisa terus tumbuh dan berdaya saing.
05:02Ujar Imam, program CSR yang dijalankan BRK Syariah bukan hanya sebuah bentuk kepedulian sosial
05:09tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk menunjang perekonomian masyarakat.
Komentar

Dianjurkan