00:00Investor mulai hindari Pekanbaru, kota yang tinggi kriminalitas.
00:04Kepolisian daerah Riau merilis data tingkat kriminalitas di wilayah hukumnya sepanjang Januari 2026.
00:11Hasilnya menunjukkan variasi signifikan jumlah tindak pidana di setiap kabupaten dan kota,
00:17dengan Polres Tapekanbaru tercatat sebagai wilayah dengan angka kriminalitas tertinggi.
00:22Sementara itu, Polres Kepulauan Meranti menempati posisi terendah dalam jumlah kejadian kriminal di Provinsi Riau.
00:30Berdasarkan paparan ranking gangguan keamanan, total kejadian tindak pidana di seluruh wilayah hukum Pol Dariau selama Januari 2026 mencapai 431 kasus.
00:41Dari angka tersebut, rata-rata selang waktu terjadinya kejahatan tercatat setiap 23 menit 39 detik.
00:48Adapun tingkat risiko penduduk menjadi korban kejahatan berada pada angka 6 orang per 100 ribu penduduk.
00:53Pada peringkat 6 tertinggi, Polres Tapekanbaru menempati urutan pertama dengan 118 kejadian.
01:00Disusul Polres Bengkali sebanyak 57 kejadian, Polres Kampar 53 kejadian, Polres Indragiri Hulu 36 kejadian, Polres Rokan Hulu 31 kejadian, dan Polres Pelalawan 28 kejadian.
01:15Sementara itu, pada kategori 6 terendah, Polres Siak mencatat 25 kejadian, Polres Rokan Hilir 24 kejadian, Polres Dumai 19 kejadian, Polres Indragiri Hilir 11 kejadian, Polres Kuantan Singinyi 6 kejadian, dan Polres Kepulauan Meranti berada di posisi paling rendah dengan hanya 2 kejadian.
01:37Pengamat ekonomi Dahlan Tampu Bolon menilai meningkatnya kriminalitas memiliki dampak langsung terhadap iklim usaha dan investasi.
01:45Menurutnya, dari sudut pandang ekonomi, lonjakan kejahatan akan mendorong kenaikan biaya tak terduga atau security costs bagi pelaku usaha.
01:55Pelaku usaha harus mengeluarkan biaya tambahan, mulai dari penambahan personel keamanan hingga pemasangan sistem pengawasan yang lebih kompleks.
02:03Risiko terhadap aset perusahaan dan keselamatan tenaga kerja ini akan menurunkan nilai internal rate of return, sebuah proyek investasi.
02:11Ujar Dahlan kepada Riau Online, Selasa 3 Februari 2026.
02:16Ia menjelaskan akar persoalan kriminalitas di Pekanbaru tidak berdiri sendiri.
02:20Faktor ketimpangan ekonomi pasca pandemi, derasnya arus urbanisasi yang tidak diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja formal,
02:29serta melemahnya kontrol sosial di tingkat keluarga dan komunitas menjadi penyebab utama.
02:34Selama ini, kontrol sosial berbasis adat dan komunitas menjadi benteng masyarakat Pekanbaru.
02:40Ketika itu melemah, potensi gangguan keamanan meningkat, katanya.
02:44Lebih lanjut, Dahlan menegaskan investasi bukan semata-mata persoalan maksudnya modal, tetapi juga menyangkut kepercayaan jangka panjang.
02:53Jika praktik premanisme dan gangguan keamanan dibiarkan, daya saing Pekanbaru dalam menarik penanaman modal asing maupun penanaman modal dalam negeri akan menurun.
03:03Investor sangat menghindari daerah dengan biaya logistik tinggi akibat gangguan keamanan, termasuk penghutan liar di jalur distribusi.
03:11Ini bisa menciptakan lingkaran setan, kriminalitas menghambat investasi, investasi yang mandek memicu pengangguran, dan pengangguran kembali mendorong kriminalitas, paparnya.
03:23Sebagai langkah pencegahan, Dahlan mendorong pemerintah daerah menerapkan kebijakan Smart and Cultural Security.
03:30Secara teknis, penguatan infrastruktur Smart City melalui pemasangan CCTV terintegrasi di titik-titik rawan serta pengaktifan kembali pos keamanan lingkungan dengan insentif honorer bagi petugas dinilai mendesak.
03:44Di sisi lain, pendekatan substansial juga diperlukan melalui revitalisasi peran lembaga adat Melayu Riau dan tokoh agama dalam program pemberdayaan pemuda berbasis komunitas.
03:56Menurutnya, langkah ini penting untuk memulihkan kontrol sosial yang berakar pada nilai budaya dan keagamaan.
04:03Kebijakan tersebut harus disinergikan dengan penegakan hukum yang tegas dan tanpa pandang bulu terhadap praktik premanisme, agar memberikan sinyal positif bagi dunia usaha.
04:14Tutup Dahlan
04:15Terima kasih telah menonton!
Komentar