Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Juru bicara PDIP, Cintya Amanda Labetta menyoroti pidato Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) dalam acara Rakernas PSI di Makassar.

Cintya menilai pidato Jokowi yang mengatakan ingin bekerja mati-matian untuk PSI di tengah terjadinya bencana di berbagai daerah adalah sesuatu yang miris.

"Mohon maaf, tapi menurut saya agak miris. Ketika seorang mantan pemimpin Republik Indonesia justru lebih mementingkan kemenangan elektoral dibandingkan dengan kepentingan rakyat saat ini," ujar Cintya.

Baca Juga Menggebu! Pidato Jokowi di Rakernas PSI: Saya akan Mati-matian Kerja untuk PSI! | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/647636/menggebu-pidato-jokowi-di-rakernas-psi-saya-akan-mati-matian-kerja-untuk-psi-sapa-malam

#jokowi #pdip #psi

Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Vila

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/648609/pdip-soroti-pidato-jokowi-kerja-mati-matian-untuk-psi-mohon-maaf-agak-miris-satu-meja
Transkrip
00:00Sejarah bekerja mati-matian untuk PSI, saya pun akan bekerja keras, bekerja mati-matian untuk PSI.
00:30Jadi mati-matian untuk itu atau mati-matian untuk mensukseskan, tapi kan pasti orang butuh penjelasan yang mana nih yang diutamakan.
00:39Pertama itu PSI, dan kami kira untuk pemerintahan dan Pak Prabowo dan Pak Gibran, kita kan termasuk koalisi yang hadir di dalam Koalisi Indonesia Maju.
00:50Kontraknya itu yaudah kita dukung. Nah, 2029 terserah Pak Prabowo, walaupun kita ada aspirasi, tentunya Pak Prabowo dan Pak Gibran.
00:58Gitu loh mas, tentunya kan partai boleh dong beraspirasi, mas tanya warna kuning lain lagi, mas tanya warna biru lain lagi, putih mungkin berselera juga nih.
01:06Tapi kan dalam hal ini, karena kita tegak lurus sama Pak Prabowo, apapun yang dipilih Pak Prabowo kita dukung.
01:12Apapun yang dipilih Pak Prabowo?
01:13Oh iya kita dukung, tapi kita punya aspirasi.
01:15Aspirasinya Mas Gibran.
01:17Pak Prabowo dan Mas Gibran, tapi kan sekali lagi Pak Prabowo yang pilih.
01:21Tugas kita hari ini mendukung total apa yang dijalankan oleh Pak Prabowo dan Pak Gibran hari ini.
01:26Enggak ada, enggak ada debat soal itu.
01:28Makanya, saya juga bilang kadang-kadang, mengkodari, kok saya merasa sendiri nih di lapangan, tapi enggak apa-apa.
01:34Sendiri pun kita jalanin untuk di TV-TV menjelaskan, teman-teman di lapangan untuk MBG pengawasan, bikin dapur dan sebagainya.
01:42Koperasi kita terlibat, magang merah putih, magang nasional kita terlibat, koperasi merah putih kita tahu, kampung melayan kita juga tahu.
01:49Kita hafal program Pak Prabowo dan Pak Gibran.
01:51Saking kita kerjain.
01:53Lebih hafal mana programnya Pak Prabowo dan programnya Mas Gibran?
01:57Kan satu program.
01:57Oh, salah.
01:58Enggak memastikan saja.
02:01Takutnya ada yang lebih hafal.
02:02Oh, kita juga tahu Mas Gibran dapat penugasan untuk di Papua, Mas Gibran dapat penugasan untuk di Pesantren.
02:07Kita ngerti Mas, ini Mas.
02:09Ngerti banget aku.
02:11Yang mengembirakan kan artinya masih komit untuk program.
02:14Ya, tukang gosok-gosok ini emang banyak.
02:17Mungkin ya, nanti gak apa-apa lah.
02:20Yang penting biasa aja itu.
02:21Bersyukurnya kami sebagai partai yang masih terus berjuang, masih tetap bisa berjuang bersama.
02:28Tentunya kita belajar dari senior-senior, dari partai Gerindra, dari partai Golkar, dan partai Demokrat.
02:32Termasuk dari PDP.
02:33Kita belajar.
02:33Nah, Sintia, kandang banteng, mau dijadikan kandang gajah oleh seorang Jokowi, mati-matian, akan dilakukan.
02:47PDP berjuangan melihatnya slow-slow aja atau?
02:51Pertama, mungkin yang harus kita perhatikan pada saat ini, kemarin tuh statementnya Pak Jokowi ini sangat menggebu-gebu untuk kemenangan EPSI.
02:59Bersemangat dia.
02:59Tapi yang satu yang ingin saya tanyakan, dimana etika moralnya?
03:04Di saat saudara-saudara kita ini sedang berduka di Sumatera, di Aceh, kemarin longsor di Jawa Barat, kemudian juga ada di Jawa Tengah.
03:12Dan selama ini PDP perjuangan aja langsung turun, langsung turun membantu masyarakat.
03:17Makanya kami di sini lebih memfokuskan kepada apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, oleh korban.
03:23Kami langsung turun menurunkan baguna, kami langsung melayarkan kapal malahayati.
03:27Makanya ini menjadi suatu persoalan baru dan mohon maaf, tapi menurut saya agak miris ketika seorang mantan pemimpin Republik Indonesia justru lebih mementingkan kemenangan elektoral dibandingkan dengan kepentingan rakyat saat ini.
03:45PSI juga turun ke lapangan kan?
03:46Semuanya turun bang, semuanya turun dengan cara masing-masing.
03:49Saya juga lihat kementerian PU turun, kementerian ABCD turun gitu.
03:53Tapi memang mungkin teman-teman PDI melihat bahwa momennya kali ya, tapi ya di sisi lain waktu dan momen itu kan sebenarnya itu nggak nyambung.
04:03Tapi kita sering sambung-sambungin, termasuk ini diadu-adu juga ada gitu loh.
04:06Ini kan nggak nyambung, ini dua event terpisah tidak perlu dipertentangkan sebenarnya.
04:10Tapi dalam hal ini yang ingin kami sampaikan, Pak Jokowi ya tentunya sebelumnya di PDIP, hari ini tentu punya kebebasan mungkin.
04:20Kalau dulu sebagai presiden mungkin beliau nggak bisa ngomong begitu.
04:23Sekarang beliau sudah selesai jadi presiden, kalau masih disalahin ngomong begitu, emang Pak Jokowi salah selalu gitu loh.
04:29Tapi ini tidak mempermasalahkan tentang...
04:32Bicara soal Jokowi dan pemilu 2009, kini ada pernyataan Prabowo Sebeanto, kita simak dulu.
04:43Dan ada tuduhan untuk menjelekan kita sebagai bangsa.
04:48Jadi begini ya, kalau saudara tidak suka dengan 2-3 orang, jangan merusak seluruh bangsa.
04:55Kalau tidak suka sama Prabowo, silahkan.
05:012029
05:02Bertarung.
05:06Iya kan?
05:11Saya mau ke Bung Godari.
05:14Sebenarnya saya ingat betul, Bung Godari mengatakan bahwa sebetulnya Pak Prabowo ini mirip-mirip dengan Pak Jokowi.
05:20Dia ingin memastikan bahwa sebisa mungkin tidak ada gangguan di Senayan, sebisa mungkin programnya itu dan inklusif itu merangkul semua.
05:31Kemarin mungkin dalam pidato ingin menyampaikan bahwa,
05:35Oke, kalau tidak suka sama saya, tunggu 2009.
05:38Artinya sudah membuka dan itu sebenarnya pendidikan-pendidikan yang baik.
05:42Bung Godari melihat ini, ada hal yang lebih penting dari yang disampaikan Pak Prabowo?
05:48Pertama kalau bicara mengenai merangkul banyak partai, terus kemudian merangkul kekuatan politik agar mayoritas itu sebetulnya Pak Prabowo sama dengan Pak Jokowi, sama dengan Pak SBI, sama dengan Bu Mega.
06:01Semuanya ingin stabil.
06:03Semuanya pasti ingin stabil.
06:05Karena kalau tidak ada stabilitas, maka program tidak bisa dilaksanakan.
06:09Itu yang pertama.
06:10Yang kedua, statement beliau tadi itu kalau kita runtut ke belakang, ke statement sebelumnya itu kan beliau mengingatkan,
06:18kalau ada yang tidak puas, silakan demo, tapi jangan anarkis, jangan merusak, jangan bakar-bakar, dan seterusnya.
06:26Itu yang dimaksud beliau dengan jangan merusak seluruh bangsa.
06:31Yang berikutnya lagi, ya memang kita punya sistem pemerintahan presidensil.
06:35Sistem presidensil itu salah satu ciri utamanya adalah kepastian masa jabatan, yaitu 5 tahun.
06:42Dan itu sangat penting untuk dipatuhi oleh semua pelaku politik, semua partai politik untuk memberikan kepastian.
06:52Baik kepada siapapun yang memimpin maupun juga kepada program dan kepada masyarakat.
06:57Jadi kasih waktu presiden untuk bekerja, ya pada waktunya nanti akan ada evaluasi lewat pemilu,
07:04dan pada saat pemilu ya silakan siapapun yang akan maju, ya maju gitu.
07:09Saya tambahkan lagi di bagian lain kan, presiden juga mengutip, gak masalah itu, kepala daerah itu beda-beda, itu gak masalah.
07:16Di Aceh saya kalah, tapi program MBG tetap jalan.
07:19Di Jakarta, Mas Pram menang, ya tetap kita kerjasama.
07:23Bahwasannya nanti Mas Pram misalnya maju 2019, silakan gitu.
07:27Tapi kata kuncinya adalah perbedaan tidak membuat kemudian harus melakukan kekerasan atau vandalisme.
07:35Menyampaikan pendapat, itu harus dibedakan dengan anarki.
07:38Akhirnya itu kuncinya.
07:39Mas Ustam, di pertemuan kemarin ada dari Pak Presiden yang minimal bukan curhat,
07:43menyampaikan banyak sekali yang ingin mengganggu, menggagalkan program saya.
07:47Tapi jangan dijawab dulu, tetap di satu meja.
07:50Kita akan segera kembali.
07:53Terima kasih sudah menonton!
Komentar

Dianjurkan