Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 28 menit yang lalu
Kejaksaan mengembalikan berkas perkara tiga tersangka kasus tudingan ijazah palsu Jokowi kepada penyidik Polda Metro Jaya. Kejaksaan meminta penyidik melengkap
Transkrip
00:00Wah, baju lama tapi aktual.
00:17Kejaksaan tinggi DKI Jakarta mengembalikan berkas perkara Roy Rismond dan Dr. Tifa
00:22kepada penyidik Polda Metro Jaya karena dinilai belum lengkap atau P19 pada 2 Februari lalu.
00:30Menurut polisi, JPU meminta penyidik untuk melengkapi kekurangan syarat formil dan material
00:35termasuk penambahan keterangan saksi, pendapat ahli, serta pemenuhan barang bukti sesuai petunjuk jaksa.
00:43Klaster 2 ya, klaster 2 tersangka Roy Surio CS itu sudah dikirim kepada kejaksaan
00:52tapi ada pengembalian dengan catatan untuk melakukan pendalaman terkait tentang saksi, saksi ahli.
01:03Jadi inilah langkah penyidik yang sudah mendalami karena ada balasan dari kejaksaan untuk kita lebih mendalami.
01:09Nah kita tunggu penyidik masih bekerja dalam proses pendalaman terhadap saksi dan saksi ahli.
01:15Menanggapi perkara ketiga kliennya dikembalikan kejaksaan, kuasa hukum Roy CS menilai
01:22hal tersebut adalah bukti jika penyidik Polda Metro Jaya belum memenuhi persyaratan berdasarkan KUHAB sejak awal.
01:30Berdasarkan hasil penelitian berkas perkara oleh jaksa peneliti, konon katanya berkasnya dikembalikan.
01:37Kalau memang pada akhirnya dikembalikan, ya berarti memang dari awal, ini kalau dikembalikan ya Mas Roy ya,
01:43berarti memang dari awal berkas perkara yang dikirimkan itu belum memenuhi semua persyaratan.
01:47Dan ikutnya S.O.P. Solo berarti, benar.
01:51Berarti semua berkas perkara yang dikirimkan itu belum memenuhi persyaratan yang diatur dalam KUHAB.
01:56Sebelumnya, Senin 2 Februari, pihak Roy Suryo menghadirkan dua orang ahli hukum pidana
02:03dan satu ahli linguistik forensik, Prof. A. Ceng Suhendi Saifulo.
02:08Kehadiran ahli linguistik ini untuk menilai aspek bahasa dalam dugaan pencemaran nama baik,
02:13namun tidak melakukan penilaian terhadap objek material ijasa.
02:18Beberapa hari yang lalu, pihak Roy juga menghadirkan pengamat politik dan akademisi Rocky Gerung
02:23sebagai ahli yang meringankan untuk tersangka Dr. Tifa.
02:27Kala itu, Roki menilai Roy Suryo dan kawan-kawan tidak bisa dipidana
02:31karena melakukan penelitian terhadap ijasa Jokowi.
02:35Roki pun mendorong agar penelitian dilanjutkan karena kasusnya belum tuntas.
02:40Berkas perkara Roy, Rizmon, dan Dr. Tifa dikembalikan ke jaksaan tinggi DKI
02:55karena dinilai belum lengkap.
02:57Lalu apa yang membuat kasus ijasa seakan lama berproses untuk masuk ke peradilan?
03:01Kita diskusikan ini bersama para narasumber di studio Kompas TV sudah bergabung
03:05tersangka dugaan fitnah ijasa Jokowi, Roy Suryo.
03:07Mas Roy, apa kabar?
03:08Alhamdulillah, baik Mas Tifa.
03:09Terima kasih sudah datang.
03:10Sementara lewat sambungan dalam jaringan sudah bergabung bersama kami,
03:12Ketua Umum Kami Jokowi, Rasman Nasution.
03:15Bang Rasman dengan Tifa, selamat sore, Bang.
03:19Ya, selamat sore.
03:20Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
03:22Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
03:23Terima kasih semua sudah bergabung.
03:26Dari pihak Anda bilang bahwa dikembalikannya berkas perkara dari jaksa,
03:30bukti awal bahwa tidak valid.
03:31Padahal kan harusnya bagus dong.
03:32Ini kan melengkapi apapun yang rasanya masih belum lengkap sebelum dilempak ke pengadilan.
03:36Ingat nggak, saya pernah bicara di meja ini juga,
03:40sekitar dua minggu yang lalu ketika Polda Metro itu melakukan pelimpahan,
03:45tanggal 13 waktu itu, 13 Januari.
03:48Dan saya bilang, pasti akan P19.
03:51Saya bilang gitu, atau akan balik.
03:52Karena apa?
03:53Karena waktu itu, yang empat, eh sorry,
03:56waktu itu masih ada tiga yang belum diperiksa.
03:58Ya gitu, waktu itu malah masih enam.
04:00Karena belum ada dua puyul itu yang lari itu.
04:04Apa lagi?
04:04Belum ada.
04:05Jadi waktu itu belum diperiksa semua.
04:07Yang klaster satu belum.
04:08Kemudian ahli-ahli juga belum diperiksa.
04:11Kemudian saksi juga belum diperiksa.
04:13Dari kami saksi yang ada charge ya.
04:15Dan yang menarik apa?
04:16Ketika dikembalikan,
04:17sekarang Mas Tifal dan seluruh pemirsa Kompas saksikan.
04:20Mungkin Bang Rasman juga bisa menilai nanti.
04:22Apa artinya yang katanya ada 700 barang bukti?
04:25Ya, kemudian ada dua puluh dua ahli dari sana.
04:28Kemudian ada seratus dua puluhan saksi dari sana.
04:31Zong semua.
04:33Ya kan?
04:33Artinya apa?
04:34Ya memang perkara ini konyol gitu loh,
04:36kalau diterus-teruskan.
04:37Walaupun kemudian dari polisi bilang bahwa
04:39akan melanjutkan pemeriksaan saksi dan ahli dari pihak Anda.
04:42Iya, tapi kan lucu banget.
04:43Artinya apa?
04:44Coba lihat.
04:45Gayanya waktu menyerahkan tuh,
04:46sudah ada tujuh ratus sekian barang bukti.
04:49Sudah ada dua puluh dua ahli katanya.
04:51Kemudian ada seratus dua puluhan saksi
04:54yang sudah diperiksa sampai ke Solo, sampai ke Jogja.
04:57Jadi Anda masih meragukan
04:58apa lagi proses dibalik ini semua?
05:00Lah iya.
05:01Artinya saya mengetawain aja gitu loh.
05:03Ayo,
05:04apa,
05:05istilahnya silahkan dilengkapi.
05:07Tapi,
05:08saya waktu itu juga bilang,
05:09jaksa penelitinya Krok Fair,
05:11jaksa penelitinya Krok Objektif,
05:13pasti akan dikembalikan.
05:14Dan itu nanti akan adegan yang tahun 2017 itu,
05:17Jokowi sama Pak Kasmojo itu.
05:18Pulak, balik, pulak, balik.
05:21Itu pasti.
05:22Bang Rasman,
05:23tapi yang juga menarik adalah
05:24pernyataan Ahmad Kozinuddin, Bang.
05:26Dia bilang bahwa
05:26dibalikannya
05:29berkas
05:29RRT ini
05:31dari kejaksaan ke polisi,
05:33ada perintah Solo.
05:35Sejauh mana Anda menangkap
05:36pandangan itu?
05:38Baik,
05:39terima kasih
05:40Mas Roy dan
05:42Rinda Kevin di studio.
05:44Saya jujur ya,
05:46saya jujur
05:48melihat bahwa
05:49kok saya melihat
05:52antara klien,
05:54antara Mas Roy Suryo
05:55dengan
05:57tujuh orang
05:58tersangka saat ini,
06:00dengan statement
06:01dari para pengacaranya,
06:03ada Adinda
06:04Gaufur Sanghaji,
06:06ada
06:07Refri Harun,
06:10ada
06:10Kozinuddin.
06:12Kalau saya malah melihat,
06:14mereka ini justru
06:15jadi lawyer itu
06:15sudah offside.
06:17Bagaimana yang offside?
06:17Bagaimana bisa
06:18mengatakan,
06:19bagaimana ada
06:20seorang lawyer
06:21yang mengatakan
06:22bahwa
06:23proses
06:25pelimpuhan berkas
06:26dan atau
06:27apapun namanya,
06:28sejak lidik,
06:28sidik,
06:29dan tersangka,
06:30sampai pelimpuhan
06:30kekejaksaan itu
06:31menggunakan
06:32KUHP
06:33dan atau
06:33UHA Solo.
06:34Ini kan jelas
06:36adjustment.
06:37Ini adjustment
06:37yang tadi malam
06:39saya kritisi
06:39kepada Bang Refri Harun.
06:41Karena sebagai
06:42seorang lawyer,
06:43kita punya batasan-batasan
06:44di mana seorang lawyer
06:45itu bicara
06:46secara filosofi hukum
06:47yaitu
06:48law is justice
06:49the clear.
06:51Dia mesti
06:51masuk dengan
06:53logika law
06:54and mandatory law.
06:55Nah,
06:55filosofi hukum ini
06:56harus benar-benar
06:58didalami
06:59seorang lawyer.
07:00Jadi,
07:01kalau seorang
07:01lawyer offside,
07:03maka saya melihat
07:04ini akan sangat
07:05berbahaya
07:05bagi klien-kliennya.
07:07Nah,
07:08contoh.
07:09Contoh ya,
07:10kalau mengatakan
07:11KUHP
07:13dan atau
07:13KUH Solo
07:14itu 100%
07:15tidak benar.
07:17Pertama,
07:18tidak ada
07:19diatur di undang-undang
07:20yang namanya
07:20KUHP dan KUH Solo.
07:22Yang keduanya
07:22lebih kepada serangan.
07:24Kepada
07:25Pak Jokowi
07:26dan keluarga
07:26yang memang
07:27domisili di Solo.
07:28Termasuk serangan
07:29yang dibilang
07:29ada perintah Solo itu.
07:30Anda menangkap
07:31itu serangan juga, Bang?
07:33Ya, serangan.
07:34Itu serangan.
07:35Dan kalau
07:36keluarga Pak Jokowi
07:37berkeberatan dengan ini,
07:39ini sangat berpotensi
07:40untuk melakukan
07:41upaya hukum.
07:42Tapi,
07:43sekali lagi,
07:44Pak Jokowi
07:45terus dalam hal ini
07:46juga ajudan beliau,
07:48Adi Indah Sarif,
07:49sampai dengan
07:50setengah jam yang lalu
07:51saya masih chattingan
07:52dengan beliau.
07:53Oke,
07:53luar biasa.
07:55Adi Indah Pepin,
07:56saya mau bilang,
07:57P19 itu,
07:59apalagi di tahap awal,
08:00itu sesuatu
08:01yang biasa.
08:02Tidak ada yang
08:03luar biasa.
08:04Kasus saya dengan
08:06Hotman Paris
08:07atau saya menangani
08:08satu klien,
08:10itu bisa
08:10lima, enam kali
08:11biasa.
08:12Nah, karena itu
08:13maka
08:13jangan merasa bahwa
08:15dengan
08:15P19 awal
08:17dianggap ini
08:18sebagai sebuah
08:19kecobohan
08:19dari penyirik.
08:20Sudah kami tangkap
08:20di situ, Bang?
08:21Mas Roy,
08:22dianggap offside
08:23dibilang serangan itu?
08:23Enggak.
08:24Kan Solo itu ya,
08:25jangan dikecilkan Solo itu
08:26pasti Jokowi.
08:27Tadi berita sebelumnya
08:28mantan hakim
08:30Pak Arief kan
08:31mengatakan kan
08:32cucunya juga
08:33pengen lahir di Solo.
08:34Konteks.
08:34Lahir konteksnya apa?
08:35Artinya Solo itu
08:37milik banyak orang,
08:38bukan hanya milik Jokowi.
08:39Nah aja Jokowi punya Solo,
08:40emang dia yang punya Solo.
08:41Kalau itu dibilang serangan
08:42apa?
08:43Makanya gak ada yang
08:44namanya serangan.
08:45Makanya udah,
08:45kita lucu aja.
08:47Dan tadi saya akan jawab,
08:48kalau P19 itu katanya itu
08:49apa,
08:50sering.
08:51Enggak.
08:51Saya lihat data
08:52dari case management
08:53kejaksaan.
08:54Yang namanya P19
08:55langsung dikembalikan.
08:56Itu hanya sekitar
08:573-7 persen
08:58yang ada.
09:00Jadi artinya
09:01rata-rata
09:02semuanya langsung
09:03P21.
09:04Langsung P21.
09:04Ini menunjukkan
09:05kasus yang
09:06menjadi atensi
09:08masyarakat banyak.
09:09Katanya sudah
09:10bahkan laporan Jokowi itu
09:12semenjak 30 April.
09:13Kemudian diawasi oleh
09:14banyak orang.
09:15Kemudian udah ada
09:16ya banyak pendukung mereka.
09:18Ada
09:18penasihat Ahli Kapolri
09:20yang sekatanya
09:21setiap saat bisa
09:22il-pantil pun.
09:23Eh nyatanya
09:23P19 juga.
09:25Jadi kan lucu aja
09:26kita ketahui aja.
09:27Jadi dimana
09:28ya bukti-buktinya
09:29yang 700 ribu itu
09:31eh 700
09:32ya kemudian
09:33700 ya
09:34kemudian
09:35saksi-saksi
09:36yang 120-an
09:37dan kemudian
09:37Ahli yang 22 itu
09:38mana kaliannya?
09:40Oke.
09:40Kok zong?
09:41Bang Rasman begini
09:42Anda dalam sebuah acara TV
09:44juga pernah bilang
09:44sorry saya harus selat dulu
09:45karena Anda dalam
09:46sebuah acara TV
09:47bilang bahwa Pak Jokowi
09:48sudah menutup pintu maaf
09:50untuk 6 tersangka yang lain.
09:51Artinya Pak Jokowi
09:52Anda bisa bilang
09:53sudah siap untuk proses
09:54peradilan terhadap mereka-mereka
09:55yang masih tersangka ini?
09:56Kita nggak butuh maafnya.
09:58Ini saya tegaskan lagi
09:59kemarin siang
10:02saya berkomunikasi dengan Solo
10:04jadi maksud saya begini.
10:06Spesifiknya siapa nih?
10:06Solo itu banyak orang loh Solo itu.
10:08Gini-gini.
10:09Kemarin sore
10:10Pak Jokowi lewat ajudan beliau
10:14Adinda Shah
10:15sudah menyatakan bahwa
10:17menutup pintu kepada RRT
10:20Roy Rismontiva
10:21untuk restorative justice.
10:23Siapa yang mau
10:24perlakanan
10:25setelah tadi malam ada perdebatan
10:27dilihat
10:28dan dievaluasi
10:30tidak ada niat baik
10:31bahkan makin menjadi-jadi
10:33bahkan ada satu pikiran
10:35seolah-olah
10:35kalau nanti Pak Jokowi
10:36membuka ruang
10:37untuk mediasi
10:38atau restorative justice
10:40maka digambarkan
10:41seolah-olah seorang Pak Jokowi ini
10:42takut di persidangan.
10:43Iya.
10:43Bahkan teman
10:4411 malam
10:45disepakati bahwa
10:46close untuk ke-66-nya.
10:49Ayo kita bertempur di pengadilan
10:50untuk mencari kebenaran matematik.
10:52Maka saya minta
10:53Mas Roy
10:54kalian tidak usah masuk ke MK
10:56lanjut di peradilan
10:57untuk membuktikan
10:59bakal yang tertinggi
11:00siapa bisa larang-larang.
11:00Pak Jokowi palsu
11:02atau tidak
11:02kita kira-kira begitu.
11:03Hak kami untuk ke MK
11:05ke Komnas
11:06tapi sekali lagi ya
11:07Bang Tifal dan Surupu
11:08Indonesia Kompas TV
11:08tidak ada
11:09yang mau minta maaf ke sana
11:11itu ngarp.com
11:12dia berdua
11:13seolah-olah kami takut
11:14gak ada
11:14dan kami tidak butuh maafnya.
11:17Sekali lagi
11:17kami tidak butuh maafnya.
11:19Jadi gak usah
11:20berandai-andai
11:21gak usah berinsinuasi
11:22seolah-olah kami
11:23bernam itu mau
11:24datang ke sana.
11:25Dia yang minta maaf
11:26kepada seluruh naik Indonesia.
11:27Mas Roy ini dulu
11:27ngomong juga ke saya.
11:28Iya.
11:29Yaudah.
11:30Mengatakan bahwa
11:31mau mengambil
11:33Egi Sujana dari kami
11:34lah faktanya
11:34Bang Egi sekarang
11:35pergi ke Jokowi.
11:36Elah yaudah.
11:37Terserah Egi
11:38bisa Egi sama DIL
11:40bisa lepas ke sana
11:41terserah aja
11:42ya gak masalah.
11:43Yang jelas kami
11:43berenam kompak.
11:44Kami menegaskan
11:45amanah rakyat
11:46untuk terus membongkar
11:47ijazah 99.9%.
11:49So kalau kemudian
11:50Anda tidak takut
11:51kenapa kemudian
11:52Anda menempuh perjalanan
11:53menuju ke Komnas HAM
11:54ke MKM Anda.
11:55Adakah tekanan
11:56yang Anda rasakan
11:57Mas Roy bersama dengan
11:58teman-teman
11:58sampai kemudian
11:59harus mengambil langkah itu.
11:59Oh iya kami
12:00untuk ke Komnas
12:01enak aja
12:01kalau kemudian
12:02dia
12:02oh hanya
12:03sidang-sidang.
12:04Sidangnya yang ada
12:05di Jakarta
12:06yang mau dibuka itu
12:07itu bukan sidang
12:08untuk pembuktian
12:09ijazah.
12:10Itu sidang
12:10untuk pencemaran
12:11dan sidang
12:12yang harus dia
12:13di Lir Jokowi
12:13dan dia gak pernah
12:14bisa datang
12:14atau gak pernah
12:15mau datang
12:15padahal hanya di Solo
12:16itu citizen
12:17low shoot
12:17yang kemarin
12:18menegaskan
12:19ijazah
12:20yang asli itu
12:21sudah ditampilkan
12:22milih almarhum
12:22Pak Bambang.
12:23Ijazah Jokowi
12:24gak berani ditampilkan
12:25di sana.
12:26Terus ada teman-teman yang
12:27katanya KKN
12:27kacau kemarin
12:28bikin istilah
12:29Jack tapi
12:30ketika wawancara
12:30konyol itu
12:33palsu lagi semuanya.
12:36Bang Rasman
12:37karena itu juga palsu
12:38ketika memberikan keterangan
12:40besoknya dia pergi
12:41ke rumah Jokowi
12:42aduh konyol banget lah
12:44ketahuan.
12:45Mereka ini
12:46ini saya jawab
12:48silahkan lanjutkan
12:50baik
12:51begini
12:52sekarang
12:53pengacara Pak Jokowi
12:56Saudara Firmanto
12:57Rifai
12:58sudah sampaikan
12:59bahwa Pak Jokowi
13:00pasti akan hadir
13:02dan siap menghadapi
13:03seribu pertanyaan
13:04dari respon
13:05dan pengkauan.
13:05Seolah saya gak pernah hadir
13:06sekalipun gak pernah hadir
13:08rakyat menilai lah
13:10rakyat bisa menilai.
13:10Kalau Pak Jokowi
13:11itu sudah pasti datang
13:12membawa ijazah
13:14memvalidasi ijazahnya
13:15di depan.
13:16Oke.
13:16Kaya ke dia
13:17bohongnya kebanyakan
13:19silahkan putih di situ.
13:20Baik.
13:21Bohongnya kebanyakan
13:22gak mungkin lah
13:23dia akan hadir gitu.
13:24Jadi upaya mengkulur
13:25agar tidak sampai
13:26ke pengadilan.
13:27Jadi kalau kita ingin
13:28mencari kebenaran materi
13:29Pak Jokowi bilang
13:30forumnya
13:30forum saya ingin
13:32ada forum
13:33membuktikan ijazahnya.
13:34Oke kita pegang di situ.
13:35Oke kita pegang di situ.
13:38Oke dinamika ini
13:39masih kita akan cermati
13:40bersama-sama Bang Rasman
13:40terima kasih sudah bergabung.
13:41Jadi kalau Mas Adir
13:42oke waktu kita sudah habis.
13:43Sorry.
13:44Gak usah.
13:44Oke.
13:45Oke terima kasih.
13:46Mas Rasman terima kasih.
13:48Mas Roy terima kasih
13:48sudah bergabung bersama kami.
13:50Sama sore semuanya.
13:50Terima kasih.
13:51Dan kami akan kembali
13:53usai jeda militer
13:54Amerika Serikat
13:55menembak jatuh
13:56sebuah drone Iran
13:57yang mendekati kapal
13:58Induk Abraham Lincoln
13:59di laut
Komentar

Dianjurkan